
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞
" Apa kamu mau menikah ?" Tanya ibu siti dengan suara lantang.
Saat ini amar mendatangi ibu nya untuk memberitahu kabar pernikahan nya dengan asti. Baik buruk nya orang tua tetap saat menikah harus meminta restu orang tua. Padahal amar sendiri tahu jika ibu nya pasti tidak akan merestui pernikahan nya dengan asti, mengingat asti hanya orang biasa.
" Iya bu, sebulan lagi amar akan menikah" Jawab amar.
" Seberapa kaya calon istri mu? apa pekerjaan nya dan apa pendidikan nya ?" Tanya ibu siti.
" Dia hanya wanita biasa bu, amar mencari istri yang bisa menerima amar apa ada nya bu. Harta dan pekerjaan bukanlah yang utama" Jawab amar.
" Apa ? hanya wanita biasa ? berarti dia orang miskin dan rendahan. Amar, keluarga kita ini keluarga yang berpendidikan. Apa kata orang kalau kamu menikah dengan wanita biasa, kita semua pasti akan menanggung malu. " Ucap ibu siti menolak keinginan amar.
" Keluarga kita memang sudah menanggung malu dari dulu bu. Apa ibu tidak sadar diri siapa yang membuat keluarga kita malu ? Semua itu karena ibu, lihat semua harta warisan yang di tinggal kan bapak habis karena ibu. Tanah, sawah bahkan sampai rumah yang seharus nya menjadi tempat kita untuk berteduh pun harus di sita, semua itu karena siapa? Karena ulah ibu kan ? Bu, harta dan pendidikan itu tidak menjamin kebahagiaan bu !! Ibu bisa lihat kan amar dan harun, rosa itu berpendidikan tapi apa ? dia seperti wanita tidak berpendidikan " Ucap amar .
Tini dan harun menyimak semua yang di katakan amar, namun beda dengan ibu siti. Dia justru membantah semua ucapan amar. Dia tidak terima dengan ucapan amar.
" Bu, sudahlah restui saja pernikahan amar. Seharus nya ibu itu harus mendukung amar bukan nya malah seperti ini. Amar sudah lama menduda bu, dia butuh teman hidup. " Ucap tini mencoba menasehati ibu nya.
" Ibu tidak akan pernah merestui pernikahan amar " Jawab ibu siti serius.
Hufftt ..
__ADS_1
Amar menghela nafas dengan berat, sebelum dia datang menemui ibu nya. Amar memang sudah menyangka jika ibu nya pasti akan menolak rencana pernikahan nya. Tapi amar tidak akan mundur, rencana pernikahan nya akan tetap berjalan meskipun tanpa restu dari ibu nya.
" Dengan atau tanpa restu ibu pernikahan amar akan tetap berjalan. Ibu mengatakan amar anak durhaka tidak masalah, pada kenyataan nya memang ibu sudah menganggap amar durhaka kan ? Amar butuh pendamping hidup bu, tidak selama nya amar mau menduda. Amar juga ingin mempunyai keturunan, apalagi umur amar sudah tidak muda lagi. " Seru amar dengan yakin.
" Kalau kamu tetap pada pendirian mu silahkan, tapi jangan pernah anggap ibu sebagai ibu mu lagi. Menyesal ibu punya anak seperti kamu, pembangkang ! " Ucap ibu siti.
Deg ..
Hati amar bagaikan di tusuk dengan belati yang sangat tajam saat sang ibu yang dia cintai dan dia hormati mengatakan menyesal mempunyai anak seperti nya. Hati anak mana pun pasti akan hancur saat orang tua sendiri mengucapkan kata - kata seperti itu.
* Ya Allah... ampunilah sikap dan sifat ibu ku ini. * Gumam amar dalam hati nya tetap mendoakan yang terbaik untuk ibu nya.
" Baik bu kalau itu memang yang ibu ingin kan. Mbak, run aku harap kalian bisa datang saat pernikahan ku nanti. Tapi jika kalian tidak bisa datang pun tidak masalah, yang penting aku sudah memberiratahu kalian. Maaf aku harus segera pergi, ada urusan yang masih harus aku selesaikan " Ucap amar.
" Mereka tidak akan datang !!" Jawab ibu siti lantang.
" Bu jangan bicara seperti itu. Bagaimana pun amar itu bagian dari keluarga ini. Dia adik ku bu, apa kata orang jika dia menikah di antara kita bertiga tidak ada yang datang. Amar hanya punya kita bertiga bu, Tini sebenar nya juga menginginkan ipar yang kaya dan berpendidikan tapi kalau amar ketemu nya jodoh yang tidak sesuai dengan harapan kita juga tidak masalah bu. Tini memang bukan orang baik bu, tapi tini ingin yang terbaik untuk keluarga tini terutama adik - adik tini. Amar selama ini sudah menderita karena ulah kita bertiga, sekarang saat nya amar untuk bahagia." Seru tini bicara dengan bijak.
" Sudah kamu tenang saja mar, jika ibu dan harun tidak mau datang. Mbak yang akan datang dan menemani mu saat pernikahan mu nanti " Ucap tini sambil memgusap punggung amar.
" Terimakasih mbak. Amar permisi " Ucap amar lagi.
Setelah selesai bicara amar langsung pergi tanpa menyapa ibu nya sama sekali. Jangan kan menyapa mencium tangan ibu nya pun tidak, percuma pasti ibu nya juga tidak akan memperdulikan nya. Hati amar sedih melihat reaksi ibu nya yang sama sekali tidak perduli dengan pernikahan nya dengan asti. Amar sendiri bingung kenapa ibu nya mempunyai sifat matrealistis yang tinggi, semua orang hanya dia ukur dengan harta dan pendidikan. Padahal orang sukses tidak semua nya berpendidikan tinggi, orang sukses tidak berawal dari keturunan orang kaya.
*******
" Wah bayi nya tampan dan cantik, tampan seperti ayah nya dan cantik seperti ibu nya " Ucap mona yang datang menjenguk delia dan kedua bayi kembar nya.
Mona sengaja datang untuk menjenguk bayi kembar delia, kali ini dia tidak di temani suami nya. Tapi hanya di temani oleh supir pribadi nya, sang suami yang berprofesi sebagai abdi negara mempunyai kesibukan yang cukup padat.
" Iya dong, bibit nya unggul loh " Ucap juna percaya diri.
__ADS_1
" Kalian sudah menyiapkan nama untuk mereka ?" Tanya mona. Sebenar nya dia sangat penasaran dengan nama baby kembar itu.
" Sudah Mon. Kami sudah menyiapkan nya dari jauh - jauh hari. Yang laki - laki Haikal saputra dan yang perempun Hana saputri. Jadi bisa di panggil haikal dan hana. Bagaimana bagus kan ?" Seru delia memandang ke arah mona.
"Bagus kok tapi Kenapa nama nya indonesia banget sih ? Tidak mau gitu pakai nama - nama bule atau opa - opa korea. Misal nya Mickel, Micel atau Jungkok gitu. " Ucap mona memberi saran.
Delia dan juna hanya saling melempar pandangan, teman nya yang bernama mona ini memang unik. Ada - ada saja ide nya.
" Anak ku kan bukan orang bule mon , bahkan keturunan bule pun bukan. " Jawab delia.
" Itu bukti kalau kami memang cinta indonesia mona" Seru juna menambahi.
Hehheee... Mona hanya terkekeh sambil menggaruk kepala nya yang sama sekali tidak gatal. Dia pun beralih mengambil bayi perempuan yang sudah terbangun dan menggendong nya dan terus - terusan mencium nya.
" Jangan di cium terus menerus nanti dia menangis " Goda delia.
" Biar nular dapat bayi cewek juga Del " Jawab mona dengan santai.
" Apa belum USG untuk melihat jenis kelamin nya Mon. Kalau tidak salah kandungan mu sudah 5 atau 6 bulan kan?" Tanya delia lagi.
" Sudah mau 6 bulan, aku memang sengaja tidak mau tahu jenis kelaminnya dulu. Biar jadi kejutan untuk ku dan mas heri. Tapi mau perempuan atau laki - laki tidak masalah del, yang nama nya rezeki sudah Allah yang mengatur nya. Tapi kalau anak ku nanti sudah lahir bisa dong kita jodohin biar kita jadi besan " Ucap mona.
" Anak ku baru lahir beberapa hari loh mon sudah main jodoh - jodohan saja. " Gerutu juna.
Hahaa haaaa
Delia dan mona tertawa cukup keras, mereka berdua menertawakan wajah cemberut juna karena anak nya sudah main di jodoh - jodohin oleh mona. Juna juga cuma bercanda dengan memasang wajah cemberut, itu dia lakukan semata - mata untuk menghibur istri nya.
******
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA. 🙏❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤