
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
💞💞💞💞💞
Sebenarnya delia hari ini berniat ke bank untuk mengambil uang tabungan hasil jualan online nya untuk membeli motor. Karena delia ingin mengambil sekitar 15 juta jadi dia memilih ke bank langsung. Namun setelah di fikir ulang delia mengurungkan niat nya, dia tidak mau jika keluarga suami nya semakin menuduh nya yang tidak - tidak.
Sebenarnya motor itu sangat delia butuh kan untuk bepergian, selama ini setiap mau pergi harus naik ojek atau menunggu amar pulang bekerja. Delia seminggu sekali datang ke toko mona atau bisa di bilang mona ini suplier delia. Jarak tempuh dari kontrakan delia ke tempat mona cukup lama sekitar satu jam tiga puluh menit.
Ting... ponsel delia berbunyi ada pesan masuk dari salah satu aplikasi online.
[ Mbak delia, aku mau dong baju ini warna biru dan hitam size L. Sama sepatu ini size 38 ya mbak. ]
[ Siap mbak, untuk barang yang mbak pesan alhamdulillah stock toko masih komplit mbak. Masih alamat yang lama kan mbak ?]
[ Masih dong mbak, tolong di total ya mbak biar aku transfer sekarang juga. ]
[ Ok aku total ya mbak. 2 baju harga nya 190 ribu, terus sepatu nya 135 ribu, ongkos nya 15 ribu. Jadi total nya 340 ribu ya mbak, untuk rekening seperti biasa mbak ]
[ Siap, sudah aku transfer ya mbak ini sudah aku sertakan struk transfer nya ]
[ Iya mbak terimakasih, barang nya di tunggu ya mbak ]
" Alhamdulillah dapat 3 pcs, lumayan dapat 60ribu. Sepertinya aku harus buka rekening satu lagi. Yang satu khusus untuk online shop dan yang satu khusus untuk tabungan hasil online shop, kasihan pegawai mona kalau orderan ku transfer langsung kesana dia orang juga kan sibuk dan tentunya banyak orderan, biar gak selip kayak dulu lagi " Ucap delia bicara dengan diri nya sendiri.
Selama ini delia memang masih menggunakan rekening toko nya mona untuk online shop nya, padahal mona sudah meminta nya untuk buat rekening baru tapi delia tidak mau dia lebih memilih menerima transferan pembagian komisi nya saja.
" Mbak delia..mbak " teriak seseorang dari luar rumah dan delia hafal betul suara siapa itu. Siapa lagi kalau bukan adik ipar nya, harun.
Dengan malas delia membuka pintu depan, dan terlihat harun datang sambil membawa 1 plastik besar yang entah apa isi nya.
" Ada apa run, maaf mas mu belum pulang jadi mbak tidak menyuruh masuk" ucap delia secara halus tidak memperbolehkan harun masuk ke dalam rumah kontrakan nya.
__ADS_1
" Ini pakaian kotor ku tolong di cuciin !" Dengan kasar harun meletakkan kantong plastik yang berisi pakaian nya di depan delia.
" Maksud nya kamu nyuruh mbak untuk nyuciin pakain kamu ?" Tanya delia memperjelas.
" Iya lah ini sebagai ganti rugi karena beberapa hari yang lalu mbak tidak masak, jadi aku harus makan di luar dan uang ku berkurang. " ucap harun seenak nya.
Delia menggeleng heran dengan kelakuan keluarga suami nya, semua nya tidak ada yang benar dan tidak ada yang menghargai delia. Jangankan delia amar yang suami nya pun cuma di jadikan sapi perah oleh keluarga nya.
" Kamu jangan gila run, aku masak atau tidak itu tidak ada urusan nya dengan mu karena aku bukan pembantu mu dan aku tidak berkewajiban untuk mengurus mu. " Seru delia yang terlihat emosi dengan perlakuan harun.
" Pokok nya tidak ada penolakan ini sebagai bentuk ganti rugi, lagi pula ibu juga yang menyuruh ku membawa pakaian kotor ini kesini. Tidak perlu di laundry kan sudah ada mbak delia, jadi jangan cuma ngabisin uang kakak ku saja bisa nya, dasar parasit " ucap harun lalu pergi meninggalkan rumah kontrakan delia dengan mengendarai motor kesayangan nya. Motor yang dia beli dengan setengah nya memakai uang tabungan amar.
Delia memandang kantong plastik yang di tinggalkan harun, dia hanya membawa nya masuk tanpa berniat mencuci nya. Delia mencoba membuka plastik itu dan ternyata di dalam nya bukan hanya pakaian amar tapi ada pakaian ibu siti dan tini juga.
Delia semakin kesal dan marah, karena seenak nya meminta delia mencucikan pakaian mereka padahal delia tidak ada mesin cuci.
" Mau sampai berhari - hari aku pun tidak sudi mencucikan pakaian kalian, dulu selama empat bulan aku tinggal bersama kalian aku sudah kalian jadikan babu gratisan. Semua pakaian kalian aku yang mencuci, untuk sekarang jangan harap aku akan melakukan nya " ucap delia sambil meletakkan kantong plastik itu di dekat meja tv.
Delia langsung menuju pintu depan dan membuka kan pintu untuk tamu nya.
" Mpok onah, masuk mpok " Ucap delia ramah mempersilahkan mpok onah masuk.
" Iya del, duduk di teras saja biar adem " ucap mpok onah lebih memilih duduk di kursi yang ada di teras
"Oh iya sudah..mpok duduk dulu ya biar saya ambilkan minum, aku bikin yang seger - seger dulu ya mpok" ucap delia dengan senyum ramah nya.
" Kamu tahu aja del, ya sudah sana bikin yang segar - segar aku menunggu di sini" ucap mpok onah. Mpok onah dan delia sudah terbiasa bercanda seperti itu.
Mpok onah usia nya saat ini 32 tahun seumuran dengan tini, dulu sekolah satu kelas dengan tini. Jadi segala macam tentang sikap tini mpok onah tahu semua nya.
" Nah ini mpok yang segar - segar, silahkan diminum mpok " Seru delia sambil meletakkan dua cangkir besar es teh.
__ADS_1
" Terimakasih del, oh iya tadi adik ipar mu ngapain kesini del ? " Seru mpok onah mulai kepo urusan orang lain.
Namun delia tidak mempermasalahkan sikap mpok onah, dari sekian banyak tetangga kontrakan nya hanya mpok onah dan bu Rt yang tidak julit dan tidak suka menghina orang. Walaupun mpok onah orang nya kepo tetapi dia tidak pernah menjelekkan delia apalagi menggosipkan delia.
" Iya mpok, kesini nganter cucian kotor" Ucap delia yang memang tidak pernah menutupi perlakuan apa pun yang dia terima dari keluarga suami nya.
" Apa ? cucian kotor ?" Tanya mpok onah kaget sehingga es teh yang baru saja masuk mulut nya menyembur begitu saja, beruntung tidak mengenai delia.
Delia justru tertawa dengan aa yang dia lihat, mpok onah seperti mbah dukun yang sedang menyembur pasien nya yang sedang di obati nya.
" Haha haaa ..mpok onah seperti mbah dukun di luaran sana" Seru delia masih terus tertawa.
" Kamu ini del, sudah tahu aku terkejut kok ya malah tetawa , dasar teman tidak ada rasa kasihan nya. Senang benar kamu melihat aku kesusahan del" Ucap mpok anah sambil mengelap mulut nya.
" Maaf mpok, delia tadi reflek saja tertawa" Ucap delia.
Mpok onah dan delia melanjutkan obrolan nya yang senpat tertunda karena tragedi kaget mpok onah tadi.
" Keluarga suami mu itu memang gak ada yang waras lagi Del, dikira nya kamu itu pembantu nya apa seenak nya menyuruh ini itu. Belum sering datang kesini makan dan minum sesuka hati nya, kalau aku yang jadi kamu sudah aku mutasi itu keluarga suami mu ke kutub utara sana biar dia hidup dengan beruang kutub" Seru mpok onah kesal.
" Kamu harus bisa tegas sama mereka del, jangan mau di tindas terus. Kalau kamu terus mengalah yang ada mereka akan semakin semena - mena, sesekal beri mereka pelajaran. Jangan kamu cuci pakaian nya tadi, biarkan saja sampai membusuk" Tambah mpok onah.
" Iya mpok, aku tidak akan mencuci nya biarkan saja sampai berhari - hari. Biar mas amar juga tahu kelakuan keluarga nya langsung, kalau aku cerita tanpa bukti mas amar pasti tidak percaya" Ucap delia.
Mpok onah mengangguk kan kepala nya sambil meminum sisa es teh buatan delia. Setelah cukup lama memgobrol dengan delia , mpok onah pun berpamitan pulang. Delia kembali masuk kedalam rumah nya dan mengunci pintu agar tidak ada pencuri yang masuk mengambil makanan dan bahan makanan nya.
💞💞💞💞💞
********
Sudah up lagi ya kak. Jika berkenan tolong tinggalkan like, komen, vote, favorite, hadiah dan rate bintang 5 nya ya kak .❤🙏
__ADS_1
TERIMAKASIH ❤🙏