
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Setelah rosa berhasil di usir delia masuk ke ruangan nya untuk menenangkan dirinya. Dia tidak mau pulang dengan keadaan marah, apalagi dia mengendarai mobil tanpa bantuan sopir. Yuni sudah mengantarkan teh hangat untuk delia, agar delia bisa sedikit tenang dan rilexs.
Delia tidak pernah menyangka akan berurusan lagi dengan rosa. Wanita yang paling malas delia temui adalah rosa, seorang wanita yang dulu suka menghina bahkan sudah menghancurkan rumah tangga nya. Sekarang seenak nya tiba - tiba datang dan meminjam uang sebanyak 200 juta. Apa rosa mengira jika delia adalah bank, seenak nya pinjam dengan nominal yang tidak sedikit.
" Wanita itu siapa sih? Kelihatan nya mbak delia benci dan marah banget sama dia ?" Tanya kartika kepada yuni.
" Itu si rosa wanita yang sudah merusak rumah tangga mbak delia " Jawab yuni sambil membereskan meja kasir.
" Apa ? Jadi wanita itu yang jadi selingkuhan nya si Amar terus sampai menikah dan menceraikan mbak delia ?" Seru kartika kaget.
" Sssttt.... jangan keras - keras tidak enak di dengar yang lain nya. Di ralat ya bukan pak amar yang menceraikan mbak delia, tapi mbak delia lah yang menggugat cerai sampai saat sudah resmi bercerai pak amar masih tidak terima dia tetap meminta rujuk. Ehh... sudah ya jangan bahas itu lagi. Itu masalalu nya mbak delia, tidak baik untuk kita bicarakan bukan hak kita. " Seru yuni menghentikan cerita nya.
Kartika langsung diam dan tidak bertanya lagi, padahal masih banyak yang ingin dia tanyakan. Sebenar nya dia ingin lebih banyak tahu lagi tentang amar. Sepertika kartika memang jatuh cinta kepada amar, namun apa daya sepertinya cinta nya bertepuk sebelah tangan di tambah amar ternyata juga mantan suami delia.
" Kar, Yun.. mbak pulang dulu ya. Kalau ada apa - apa segera hubungi mbak" Ucap delia berpamitan.
" Iya mbak.. hati - hati ya bawa mobil nya " Seru kartika.
" Iya mbak jangan ngebut kalau masih pusing karena soal tadi mending biar di anter kartika saja mbak. Dia kan bisa bawa mobil, terus dia balik sini nya biar naik ojek " Seru yuni masih khawatir.
" Sudah tidak apa - apa. Sudah ya mbak pulang dulu kasihan si kembar " Ucap delia lalu berjalan menuju pintu utama.
Kartika dan yuni hanya mengangguk sambil mengulas senyum ramah nya
" Kasihan ya sama mbak delia, sudah tenang dan bahagia eh ada saja orang di masa lalu nya yang datang membuat masalah lagi. Beruntung mantan suami dan keluarga nya sekarang sudah baik. " Seru yuni sambil memandang tubuh delia yang semakin menjauh.
__ADS_1
" Iya.. beruntung mas amar baik tapi sayang dia sudah duda 3 kali " Seru kartika asal bicara.
" Hah Mas ? sejak kapan kamu memanggil pak amar mas ? saya yang dari awal kenal manggil nya saja pak, terus kamu bilang tadi sayang sudah duda 3 kali. Hemmm... aku curiga nih jangan - jangan kamu suka ya sama pak amar ?" Setu yuni membuat kartika tergagap.
" Bayar mbak " Seru pembeli.
Beruntung ada pembeli yang mau membayar, jadi sementara kartika aman dan bisa menyiapkan alasan jika yuni bertanya lagi.
*********
Kebetulan hari ini mpok onah dan tini masuk pagi dan siang jam 2 sudah pulang. Sebelum pulang ke rumah mpok onah ingin berkunjung ke rumah delia karena sudah lama dia tidak bertemu dengan delia.
" Kita main dulu yuk tin." Ucap mpok onah sebelum melajukan motor nya.
" Kemana Nah?" Tanya tini.
" Bagaimana kalau ke rumah delia. Sudah lama aku tidak bertemu dengan nya " Jawab mpok onah.
" Iya sip " Seru mpok onah sambil mengacungkan jempol tangan nya.
Mpok onah langsung menghubungi delia, setelah tahu delia ada di rumah pribadi nya mpok onah langsung melajukan motor nya menuju rumah delia. Setelah empat puluh menit motor mpok onah sudah sampai di rumah delia, rumah yang dulu sering di kunjungi mpok onah.
" Selamat datang mpok dan mbak tini. Yuk masuk.. ada angin apa kalian datang ke rumah ku. Kirain mpok onah sudah melupakan ku" Sambut riang delia .
" Idihh... situ kali yang sibuk sampai sulit untuk di temui " Seru mpok onah agak cemberut.
" Heheee... Maaf yuk masuk "Seru delia ramah menybut kedatangan mpok onah dan tini.
Mereka duduk di teras belakang tepat di gazebo sambil menikmati es teh manis kesukaan mpok onah dan kue bolu buatan bik asih. Delia menceritakan perihal kedatangan rosa ke toko nya dan ingin meminjam uang 200 juta.
" Gila itu perempuan, dikira dia uang itu daun apa tinggal metik. Kamu tidak tanya uang itu mau buat apa del ?" Seru tini kesal.
" Kata nya mau untuk berobat mbak " Jawab delia jujur seperti yang di ucapkan rosa.
__ADS_1
" Sepertinya dia memang sakit sih, minggu lalu aku dan tini melihat dia di rumah sakit dan dia membawa obat satu plastik " Ucap mpok onah sambil meminum es teh nya.
" Dia seperti kena penyakit serius dari kondisi badan nya seperti kena HIV " Tambah mpok onah lagi.
" Masak sih mpok ?" Seru delia dan tini bersamaan.
" Itu sih cuma perkiraan ku saja. Lagi pula rosa itu kan mau sama siapa saja, makanya dia dapat apa yang sudah dia tanam " Ucap mpok onah lagi.
Delia dan tini pun menganggukkan kepala nya , ucapan mpok onah ada benar nya juga. Selama ini rosa memang mau sama siapa saja, dia tidak perduli dengan akibat yang akan dia dapat.
* Dulu aku juga wanita yang nakal, aku mau dengan siapa saja yang penting aku mendapatkan uang. Aku bersyukur sudah bisa meninggalkan kehidupan yang penuh dosa itu. * Gumam tini dalam hati nya.
Sementara itu di salah satu rumah sakit jiwa rosa sedang menggerutu karena sang sopir menurunkan nya di depan rumah sakit jiwa dan banyak petugas rumah sakit yang memperhatikan rosa.
" Sialan kenapa sopir tadi menurunkan ku disini ? Aku juga bodoh kenapa tidak tanya tujuan nya pada sopir . " Gerutu rosa dengan kesal.
Saat turun tadi dia memang tidak melihat kanan kiri terlebih dahulu, setelah membayar ongkos taksi dia langsung turun. Ternyata sang sopir menurunkan nya di salah satu rumah sakit jiwa.
" Apa mereka kira aku ini gila sampai aku di kirim kesini ? Lihat saja kamu del, aku akan buat perhitungan. Pasti kamu yang menyuruh anak buah mu itu untuk mengirim ku kesini." Seru rosa dengan kesal.
Rosa berjalan menjauh dari rumah sakit itu dan menunggu angkot di pinggir jalan. Saat ini dia lebih memilih naik angkot, karena uang yang di kasih delia tinggal 100 ribu dan itu pun akan dia gunakan untuk beli makan siang juga.
" Uang ku juga sudah tinggal sedikit mungkin hanya cukup untuk biaya hidup 2 bulan saja, mana aku juga harus membeli obat dan vitamin. Dengan keadaan seperti ini aku bisa bekerja apa, mau bekerja seperti dulu juga tidak memungkinkan karena keadaan tubuh ku makin hari - makin lemah " Seru rosa bingung dengan kelanjutan hidup nya.
" Apa aku cari pekerjaan saja ya. Tapi aku tidak mau jadi pelayan atau pembantu, aku bisa nya di kantoran. Mungkin lebih baik aku cari pekerjaan kantoran saja. " Seru rosa lagi.
Setelah menunggu cukup lama akhir nya angkot yang rosa tunggu pun sampai. Rosa langsung naik ke dalam angkot, di dalam angkot sudah penuh dan tempat nya pun berdesak - desakan bahkan bau keringat berbaur menjadi satu. Rosa menutup hidung nya karena tidak tahan dengan bau yang tidak sedap, penumpang langsung melirik tidak suka ke arah rosa.
*********
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KA. 🙏❤❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤❤
__ADS_1