
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Rosa pulang ke rumah kontrakan nya dengan membawa barang - barang yang sudah dia beli. Uang 3 juta lenyap begitu saja dalam waktu yang singkat. Saat sampai di rumah tatapan ibu mertua nya dan suami nya sangat aneh, mereka menatap barang - barang yang rosa bawa.
" Darimana kamu ? Apa yang kamu bawa ?" Tanya ibu siti penuh selidik.
" Aku dari jalan - jalan. Oh iya ini ada makanan untuk kalian, pasti kalian belum makan kan ?" Ucap rosa sambil menyerahkan makanan yang sengaja dia beli untuk mertua dan suami nya.
" Dapat uang darimana kamu bisa belanja seperti ini? Kalau kamu punya uang seharusnya kamu pakai untuk bayar kontrakan Ros. Bukan untuk belanja dan foya - foya seperti ini, kalau hari ini kita tidak bisa bayar kontrakan besok kita harus pergi dari rumah ini. Kita mau tinggal dimana Rosa ?" Seru harun penuh penekanan.
" Aku tadi di traktir teman ku, lagi pula ini hanya baju pasar. Baju ku banyak yang sempit jadi dia membelikan aku baju baru" Ucap rosa berbohong.
" Kalau dia memberimu uang seharus nya kamu simpan Ros. Kebutuhan kamu sebentar lagi banyak dan aku tidak tahu bisa dapat duit darimana " Ucap harun.
Rosa tidak perduli karena dia berfikir jika itu bukan urusan dia. Semua itu tanggung jawab harun sebagai suami nya. Rosa melenggang pergi dan masuk ke kamar, harun dan ibu siti lama - lama kesal dengan sikap rosa.
" Dia bawa makanan apa run?" Tanya ibu siti.
" Ini dia bawa dua nasi bungkus bu. Harun tidak tahu apa lauk nya" Ucap harun suaranya terdengar sangat lesu.
__ADS_1
Rosa tidak membelikan makanan di cafe tempat dia makan, tetapi dia membeli nya di rumah makan yang ada di pinggir jalan sembari dia jalan pulang.
" Kamu makan dulu run. " Ucap ibu siti.
" Iya bu. Bu, bagaimana mas amar ? Apa dia mau memberikan uang untuk kita bayar kontrakan ? Kalau kita di usir kita mau tinggal dimana bu ? " Ucap harun pasrah.
" Tidak tahu mar. Sudah kamu makan dulu, kita kan belum makan siang mana ini sudah sore. Urusan itu nanti kita bicarakan lagi, kalau kita di usir kita bisa tinggal di kontrakan amar. Kalau dia tidak mengizinkan ibu akan memarahi nya, dia pasti tidak tega melihat kita hidup di pinggir jalan." Ucap ibu siti sambil memakan makanan nya.
" Rumah kontrakan mas amar yang sekarang itu sempit bu, hanya setengah dari kontrakan ini jadi mana bisa kita tinggal disana bu. Yang ada mas amar juga akan mengusir kita. Kalau ibu mungkin dia tidak masalah , tapi kalau aku dan rosa ikut tinggal disana juga dia pasti akan marah besar. " Ucap harun .
Hufttt...
Ibu siti menghela nafas cukup panjang, dia pun meletakkan sendok yang dia pegang dan langsung menatap wajah harun yang frustasi . Bahkan sekarang wajah tampan dan putih harun sudah berubah, harun yang sekarang terlihat tidak terurus.
" Nanti ibu minta keringanan kepada ibu jaenab, selama ini amar kan tidak pernah telat bayar kontrakan. Siapa tahu ibu jaenab mau membantu kita " Seru ibu siti menenangkan kebingungan harun.
" Iya bu, hanya itu harapan kita satu - satu nya. Demofa ibu jaenab mau memberi kelonggaran waktu untuk kita " Ucap harun pasrah.
******
" Jadi kapan ibu siti atau mas harun bisa membayar sewa kontrakan nya ?" Tanya ibu jaenab.
" Tunggu sampai kami punya uang dong bu. Dikira cari uang segitu bisa cepat " Seru ibu siti sewot.
" Bukan nya dulu ibu ini bilang kalau ibu orang kaya ya ? dan tidak mungkin mau tinggal di rumah kontrakan, dulu saya sering dengar saat ibu memarahi mbak delia. Tapi kenapa sekarang ibu menjilat ludah ibu sendiri ?" ucap ibu jaenab ikut kesal.
Padahal memang benar dulu ibu siti selalu menghina delia karena hanya tinggal di kontrakan. Tapi dia memikirkan jika amar juga saat itu tinggal mengontrak dengan delia. Tetapi selalu delia yang di salahkan karena ibu siti mengira delia boros dan tidak bisa menabung untuk beli rumah.
__ADS_1
" Maaf ya bu , kami belum ada uang untuk membayar kontrakan. Kalau kamu minta waktu bisa tidak bu, saya akan seger usahakan membayar nya " Ucap harun meminta waktu lagi.
Ibu siti sendiri sudah diam tidak ikut bicara lagi,mungkin dia malu karena sudah kalah telak dengan ucapan ibu jaenab.
" Saya tidak bisa memberi waktu lama - lama ya mas. Karena saya juga butuh uang untuk biaya kuliah anak saya, kalau kalian tidak bisa bayar kalian bisa keluar dari rumah ini sekarang juga tapi karena selama ini mas amar sudah baik jadi aku beri waktu kalian 3 hari. Setelah 3 hari tetap tidak bisa membayar nya kalian harus keluar dari rumah ini. " Ucap ibu jaenab tegas.
" Baik bu terimakasih " Seru harun.
" Kalau begitu saya permisi, ingat tiga hari lagi saya datang kesini untuk meminta uang kontrakan. Sudah di tolong harus tahu diri jadi jangan sombong. Permisi !!" Seru ibu jaenab sambil melirik ibu siti yang bersungut - sungut.
Ibu jaenab keluar dari rumah kontrakan harun dan langsung menaiki motor nya meninggalkan kontrakan harun.
" Baru juga punya kontrakan 4 pintu, begitu saja sudah sombong.!!" Seru ibu siti.
" Bu.. walaupun cuma 4 pintu setidak nya ibu jaenab punya penghasilan. Apalagi dia tanpa suami dan anak nya masih ada yang sekolah. Sekarang yang kita fikirkan bagaimana cara kita mendapatkan uang untuk membayar sewa kontrakan, atau lebih baik kita pindah dari sini saja bu cari kontrakan yang sewa nya murah. Kalau rumah kontrakan ini harun tidak sanggup bu, 2 juta per bulan uang darimana ?" Seru harun sambil mengacak rambut nya.
" Kerja run jangan cuma ngandelin dari ngojek. Ngojek cuma cukup untuk kamu makan saja, dan itu suruh istri mu kerja jangan cuma bermalas - malasan dan makan tidur saja kerjaan nya " Ucap ibu siti kesal.
Rosa pun keluar dari kamar dan langsung menjwab perkataan ibu mertuanya.
" Kerja apa bu ? Aku sedang hamil, atau begini saja mas. Kamu jual aja itu motor kamu lumayankan harga jual nya itu masih tinggi kalau 10 juta masih bisa. Setelah itu kamu pakai uang itu untuk modal usaha" Ucap rosa memberikan ide.
" Usaha apa dengan uang segitu rosa ? Kamu kalau memberikan solusi itu yang bener. Jangan bikin kepala ku tambah pusing. Sudahlah terserah kalian saja,sepertinya kita memang harus keluar dari rumah ini. Kalian mulai packing saja barang - barang kalian, dan jual saja barang - barang yang bisa di jual. Lagi pula mas amar tidak akan marah kalau sisa barang - barang yang ada di jual." Ucap harun.
Rosa dan ibu siti saling pandang,mereka pun tersenyum. Kenapa tidak dari kemarin mereka kefikiran seperti itu. Lumayan ada Tv,kulkas,sofa dan yang lain nya yang memang tidak amar bawa.
*******
__ADS_1
LIKE,KOMEN,VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤