
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
" Selamat ya Kartika atas kehamilannya. Kamu harus banyak - banyak istirahat dan jangan lupa makan makanan yang bergizi." Ucap delia yang datang bersama sang suami, Juna.
Juna sendiri memilih berbincang di luar kamar rawat bersama amar, harun dan joko. Biar di ruang perawatan tidak terlalu ramai, jadi para bapak- bapak lebih memilih mengobrol di luar.
" Terimakasih mbak delia " Jawab kartika.
" Buat novi dan mbak tini semoga di segerakan bisa hamil juga. Mbak tini jangan berkecil hati, semua didunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Tetap berdoa dan berusaha , jangan lupa lembur terus. " Seru delia lalu dia terkekeh.
" Aamiin " Jawab tini dan novi bersamaan.
Setelah itu mereka juga ikut tertawa bersama-sama sampai tawa mereka terdengar sampai luar. Amar masuk kedalam untuk memperingatkan jangan tertawa keras - keras takut mengganggu pasien di kamar sebelah.
" Para wanita kalau tertawa jangan keras - keras ya, kedengeran tuh sampai luar. Nanti mengganggu pasien yang lainnya. Volumenya di kecilin dulu ya, pasti lupa kalau ini dirumah sakit. " Ucap amar berbicara dengan pelan agar para wanita tidak ada yang tersinggung.
" Iya mas, maaf tadu kelepasan " Jawab kartika sambil tersenyum.
Amar mengangguk lalu kembali lagi ke luar menemui para bapak - bapak yang sudah beristri.
" Oh iya mbak tini, hampir lupa. Beberapa hari yang lalu aku bertemu sama Rani, dia nitip salam untuk mbak. Katanya maaf tidak sempat pamit, karena rani pindah juga dadakan. " Ucap delia menyampaikan salam rani.
" Memangnya rani pindah kemana del ?" Tanya tini heran karena yang tini tahu usaha rendi juga ada yang disini.
" Ikut rendi keluar kota mbak. Karena usaha rendi disana semakin berkembang dan memerlukan rendi untuk turun tangan langsung , jadi rani memilih ikut suaminya dan ibunya pun dibawa. Seperti yang mbak tahu jika orang tua rani tinggal ibunya saja, jadi rani memboyong nya sekalian. " Ucap delia menjelaskan.
Kartika dan novi yang memang tidak seberapa paham dengan rani hanya cukup mendengarkan saja. Mereka hanya tahu rani adalah mantan istri pertama harun sebelum rosa. Walaupun memang pernah beberapa kali bertemu tapi baik kartika maupun novi tidak begitu akrab dengan rani.
__ADS_1
" Kartika kamu kan saat ini hamil dan harus banyak istirahat. Jadi untuk sementara kamu off dulu ya di toko, aku tidak mau kamu kacapean dan beresiko sama kandunganmu" Ucap delia mengalihkan pembicaraan karena tidak enak ada novi yang harus dijaga perasaannya.
" Iya mbak. Emm... Mbak kalau misal aku berhenti kerja tidak apa - apa kan ?" Tanya kartika ragu - ragu.
" Kalau itu sudah menjadi keputusan mu ya tidak apa - apa. Kamu memang harus banyak istirahat apalagi kehamilan baru pertama kali dan hamil muda. Tapi kapanpun kamu mau bekerja mbak akan siap menerima mu " Ucap delia dengan sangat ramah.
" Terimakasih ya mbak" Seru kartika tersenyum ramah.
Mereka berempatpun terlibat obrolan yang semakin menarik dan semakin serius. Sesekali terdengar canda tawa mereka. Tanpa mereka sadari malam pun sudah semakin larut dan waktu jam besuk pun sudah habis.
" Sayang sudah jam sembilan yuk kita pulang, jam besuk sudah habis." Ucap juna mengajak delia pulang.
" Iya mas. Kartika aku pulang dulu ya, nanti kalau kamu sudah pulang kita berempat ngobrol - ngobrol lagi. Yuk mbak , nov kita pulang sebelum diusir sama dokter piketnya." Ucap delia lalu tertawa kecil.
" Iya yuk " Jawab tini dan novi bersamaan.
Keadaan kembali sepi karena yang lainnya sudah pada pulang. Kini tinggal kartika dan amar saja yang ada di dalam kamar perawatan. Amar meminta kartika untuk segera istirahat , kartika pun menurutinya denga mulai memejamkan matanya.
*********
" Terus yang ini buat siapa dek ?" Tanya amar sambil memandang 8 jagung bakar yang ada di atas meja.
" Mas amar habiskan saja " Jawab kartika seenaknya.
" Mas tadi sudah makan nasi banyak dek. Dan sudah makan jangung 1 ditambah ini yang punya kamu juga mas yang makan. Mas tidak sanggup menghabiskannya, bagaimana kalau ini mas kasih ke satpam komplek saja " Ucap amar dengan wajah memelas.
Kartika nampak berfikir sejenak, dia memperhatikan wajah memelas amar. Kartika pun kasihan jika memaksa amar untuk menghabiskan semua jagung bakar.
" Lagian mas ini beli langsung 10, beli itu dua saja sudah cukup. Ya sudah sana kasih ke satpam saja." Seru kartika akhirnya dia juga menggerutu.
" Heemm... Mas mengira kamu bakal menghabiskannya makanya mas beli banyak" Seru amar sambil nyengir kuda.
" Mas mengira aku ini rakus ? Aneh deh mas ini, bikin aku kesel saja " Ucap kartika.
" Maaf. Maaf istriku yang cantik jangan ngambek ya. Mas tidak bermaksud bicara seperti itu, hanya bercanda kok sayang. Ya sudah mas mengantar jagung bakar ini ke pos satpam dulu ya, keburu dingin nanti tidak enak lagi. " Ucap amar lalu bangkit dan mengambil jagung bakar yang ada di atas meja.
__ADS_1
Kartika hanya mengangguk pelan dengan mulut yang mengerucut karena kesal dengan amar. Akhir - akhir ini emosi kartika juga sering naik turun. Kartika pun menyadari semua itu, dan beruntungnya amar selalu sabar dan telaten menghadapi perubahan sikap suaminya.
" Kamu baik - baik di dalam sini ya nak. Nanti kalau ayah kamu libur kerja kita menginap dirumah nenek, mama ingin makan sayur asam buatan nenek mu " Seru kartika sambil mengusap perutnya yang sudah agak menonjol.
Usia kehamilan kartika sudah 3 bulan, dan beberapa hari yang lalu sang ibu juga menginap dirumahnya tetapi tidak bisa lama - lama karena ada adik dan ayahnya yang harus diurus juga.
" Mas kamu bawa apa ?" Tanya kartika saat amar masuk dengan menenteng kantong kresek berwarna hitam.
" Ini mangga mentah dek, bahkan masih muda. Mas juga tidak tahu kenapa pak satpam menyuruh mas memetiknya padahal kan ini pasti asam banget. Aneh - aneh saja itu pak satpam." Seru amar.
" Memangnya dimana ada pohon mangga mas ?" Tanya kartika.
" Ada di dekat pos satpam dek, pohonnya kecil kok dek. Tapi buahnya lebat. " Seru amar.
Kartika langsung menyambar buah mangga muda yang dibawa suaminya. Dengan mata berbinar dia langsung membawa mangga muda itu ke dapur dan mencucinya lalu membelahnya kecil - kecil.
" Mau untuk apa dek ?" Tanya amar heran karena kartika bersemangat membelah mangga muda itu.
" Mau aku makan mas. Karena tidak ada bumbu rujaknya jadi aku makan pakai garam saja. " Seru kartika dengan senang.
" Jangan dek, itu asam banget nanti perut kamu sakit. " Ucap amar tidak memperbolehkan kartika makan mangga muda yang tadi dia bawa.
" Isshh... Apaan sih mas. Ini enak tahu, kalau tahu di dekat post satpam ada mangga muda sudah dari kemarin - kemarin mas aku minta. Besok - besok minta lagi ya mas. " Ucap kartika mulai memakan buah mangga nya.
Gigi amar terasa ngilu melihat kartika memakan mangga muda dengan lahab. Apalagi hanya dengan garam saja.
" Kok pak satpam bisa nyuruh mas amar metik mangga muda ini, memangnya mas amar cerita kalau aku sedang hamil?" Tanya kartika sambil terus menikmati mangga mudanya.
" Tadi pak satpam tanya kok kamu tidak pernah kelihatan berangkat kerja apa sakit?. Nah aku jawab kalau kamu sedang hamil muda , nah pak satpam langsung menyuruh mas untuk mengambil mangga muda. Untuk menghormatinya akhirnya mas memetiknya 5 biji saja " Ucap amar menceritakan.
* Hemm... Sepertinya pak satpam ini sudah berpengalaman menghadapi ibu hamil. Buktinya dia tahu jika ibu hamil suka dengan mangga muda. Ini bisa jadi langganan aku minta mangga muda nih, tapi kalau setiap hari ya malu * Gumam kartika dalam batinnya.
*******
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️