
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
💞💞💞💞💞
Pov Delia
Seperti yang sudah di beritahu mas amar jika malam ini ada acara dengan teman - teman kantor nya untuk merayakan keberhasilan salah satu rekan kerja nya yang naik jabatan.
Aku datang bersama mas amar mengendarai motor, mas amar malam ini terlihat sangat berbeda. Dia mengenakan celana warna hitam dan kemeja maroon di gulung sampai siku, membuat mas amar semakin gagah dan tampan.
Aku hanya mengenakan dress motif bunga - bunga warna cream dengan panjang di bawah lutut. Aku tidak memakai perhiasan yang mencolok, meskipun aku punya perhiasan aku hanya memakai anting dan cincin yang aku beli dari uang yang mas amar berikan waktu itu.
" Dek ini kita sudah sampai." Ucap mas amar menyadarkan aku dalam lamunan.
" Oh iya mas " Jawab ku singkat.
Aku turun dari motor dan menunggu mas amar yang sedang memarkirkan motor nya. Selesai memarkirkan motor mas amar langsung mengajak ku masuk ke dalam restoran. Aku baru pertama kali datang ke restoran ini, tempat nya bagus dan sepertinya makanan di sini mahal dan enak - enak.
" Hallo mar sini " Teriak diki teman mas amar yang memang sudah aku kenal, aku pun mengenal istri diki cukup baik.
Aku dan mas amar langsung menghampiri teman - teman nya, dan disana ada ajeng istri diki. Saat ini ajeng sedang hamil 4 bulan, walaupun hamil ajeng terlihat tetap cantik dan modis. Pakaian yang di pakai malam ini juga sangat bagus dan pasti nya baju itu mahal.
" Mbak delia duduk sini " Panggil ajeng ramah dan menepuk kursi kosong yang ada di samping nya.
Kebetulan ada dua kursi kosong dekat ajeng, aku duduk tepat di samping ajeng dan mas amar duduk di samping ku. Teman -teman mas amar yang lain pun mulai berdatangan , rata - rata para istri teman mas amar adalah wanita karier ada juga yang memang ibu rumah tangga. Dandanan dan pakaian mereka terlihat sangat mencolok,mungkin para suami nya sangat memanjakan mereka sehingga apa yang mereka inginkan bisa terpenuhi. Beda dengan ku yang jatah saja pas - pasan jika mau apa - apa harus usaha sendiri.
" Ini istri mu mar ?" Tanya rosa teman sekantor mas amar sambil menatap sinis ke arah ku.
" Iya ini delia, kan sudah sering aku ajak jika ada acara kantor " Jawab mas amar masih membuat aku merasa di bela.
__ADS_1
" Oh kok makin hari istri kamu tak terawat sih mar, ehh sorry tidak bermaksut untuk menghina " Ucap teman mas amar. Memang cantik dan seksi sih tapi cantik nya karena mek up, mek up nya saja hampir 3 centi. Aku yang wanita saja merasa enggan melihat wanita dengan mek up setebal itu.
Mas amar terlihat tidak perduli dengan ucapan teman nya, entah tidak dengar atau memang pura - pura tidak perduli biar dia tidak malu. Tapi kenapa malu ? aku tidak membuat masalah?
Teman - teman wanita yang lain hanya menertawakan ucapan teman kerja mas amar tadi yang aku ketahui bernama rosa.
" Sudah jangan di dengarkan omongan rosa mbak, dia itu dari dulu memang seperti itu. Mulut nya julid banget, dari zaman SMA dia sudah begitu. " Ucap ajeng mencoba menenangkan .
" Iya jeng, oh rosa itu teman SMA kamu ya ?" Tanya ku kepada ajeng.
" Dia dulu kakak kelas ku mbak, ya orang nya memang begitu ngeselin dan sok cantik. Tapi lihat sendiri mek up nya saja kayak badut." Ucap ajeng saedikit berbisik agar tidak di dengar oleh yang lain nya.
Aku hanya mengangguk paham dengan apa yang di ucapkan oleh ajeng. Beruntung malam ini ada ajeng jadi aku ada teman mengobrol karena mas amar sibuk dengan teman - teman nya sedikit pun tidak menghampiri ku untuk sekedar bertanya apakah aku nyaman atau tidak.
" Delia sekarang kerja dimana ? atau masih tetap jadi ibu rumah tangga saja ?" Tanya rosa lagi.
" Aku masih seperti yang dulu menjadi ibu rumah tangga, karena suami ku sudah menanggung semua kebutuhan ku " Ucap ku sedikit memuji dan menyanjung suami ku, siapa tahu sampai rumah nanti suami ku bisa berubah menjadi lebih baik.
" Oh.. wajar lah kalau kamu itu cuma di rumah karena gaji amar juga besar, untuk menanggung hidup mu sudah lebih dari cukup. Lagi pula yang aku tahu kamu hanya lulusan SMP, dengan ijazah SMP kamu mau dapat pekerjaan seperti apa? Bagusan di rumah mengurus amar dengan baik, kebutuhan mu sudah terpenuhi " ucap rosa seakan tahu tentang diri ku.
Apakah mas amar menceritakan tentang diriku kepada rosa ? Tapi kenapa ?
Rasa nya aku ingin segera pergi dari tempat ini, namun aku tidak mau membuat mas amar malu. Biarlah nanti saat di rumah aku tanyakan masalah ini kepada mas amar.
" Ros, sudah dong jadi wartawan nya. Memang nya delia itu narasumber dari tadi kamu tanya ini dan itu. Lihat itu delia jadi tidak nyaman " Ucap diki yang aku tahu pasti dia mendengar semua yang di ucapkan rosa.
Diki saja mencoba membela ku dengan meminta rosa untuk berhenti bicara. Sedangkan suami ku ? Kenapa suami ku sama sekali tidak membela ku. Aku benar - benar seperti tamu yang tak di harapkan kedatangan nya.
Rosa berpindah tempat duduk di samping mas amar dan mengobrol dengan mas amar terlihat begitu akrab dan tidak merasa canggung karena ada aku sebagai istri mas amar. Mereka terlihat dekat, mereka tertawa entah apa yang mereka tertawakan.
__ADS_1
" Kamu kenapa diam saja mbak? Dimakan makanan nya, dari tadi aku lihat kamu tidak makan ?" Ucap ajeng menyapa ku lagi.
" Iya jeng, oh iya bagaimana rasa nya hamil ? pasti senang banget ya bisa hamil, aku sudah lama ingin hamil tapi belum diberi kepercayaan juga " Tanya ku kepada ajeng.
" Rasa nya campur - campur mbak, aku doakan semoga mbak delia segera hamil. " Ucap ajeng dengan tulus.
" Aamiin " Jawab ku mengaminkan ucapan ajeng.
Mata ku melirik ke arah mas amar yang masih duduk di samping ku tetapi posisi duduk nya membelakangi ku karena badan nyamenghadap ke arah rosa. Ada rasa perih yang aku rasakan saat melihat suami ku begitu akrab dengan wanita lain dan bahkan tertawa bersama wanita lain.
* Apa mereka setiap hari dekat seperti ini ? * Ucap ku yang hanya bisa bertanya di dalam hati.
Sepertinya diki melihat rasa tidak nyaman yang aku rasakan sehingga diki pun memanggil suami ku dan mengajak suami ku mengobrol. Benar saja mas amar langsung memperbaiki posisi duduk nya dan mengobrol dengan diki,membahas tentang hobby mereka. Apalagi kalau bukan footsal.
" Jeng bukan nya rosa itu sudah bersuami ? kok aku tidak melihat suaminya ya ? Apa dia tidak ikut ?" Tanya ku beruntun kepada ajeng, namun aku pun sedikit berbisik kepada ajeng agar rosa tidak mendengar nya.
" Dia itu janda, bercerai baru 3 bulan yang lalu. Kabar nya karena rosa selingkuh dan suami nya tidak terima jadi di ceraikan oleh suami nya " Bisik ajeng pelan di telinga ku.
Hah janda ?
Aku merasa takut saat mengetahui rosa seorang janda, takut jika suami ku tergoda dengan sosok janda muda seperti rosa. Di depan ku saja mereka terlihat sangat akrab, lalu bagaimana jika ada di belakang ku ? apakah mereka seakrab dan sedekat itu jika ada di kantor ?.
* Ya Allah kenapa aku bisa kefikiran seperti ini ? Semoga tidak akan terjadi * Gumam ku dalam hati.
*******
Hari ini sudah up 4 bab, semoga para pembaca suka 🥰🥰 Yuk tinggalkan LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH NYA, JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA JUGA YA KAK ❤❤
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤
__ADS_1