Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Pekerjaan untuk harun


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Karena malas terus di omelin rosa, akhir nya harun keluat rumah menghampiri teman nya yang bekerja sebagai tukang ojek di pangkalan dekat pasar yang letak nya lumayan jauh dari rumah orang tua harun.


" Kenapa wajah kamu kusut begitu run ? Tidak di kasih jatah istri mu ?" Tanya bagio teman SMP harun , hanya temen SMP karena bagio memang tidak melanjutkan sekolah lagi.


" Pusing aku, istri ku marah - marah karena aku sudah 3 bulan menganggur dan istri ku sudah hampir satu bulan ini juga menganggur. Ada kerjaan gak Bang buat ku " Ucap harun memanggil bagio dengan panggilan bang.


" Ada sih, tapi cuma jadi tukang ojek.Kamu mau jadi tukang ojek ?" Tanya bagio.


Tukang ojek ?


Harun langsung melotot di tawarin jadi tukang ojek oleh bagio. Selama hidup nya tidak ada bayangan untuk menjadi tukang ojek.


" Kamu yang bener saja bang, masak tukang ojek sih ? yang lain kek, paling tidak karyawan kantoran gitu. " Seru harun.


" Nah saya kan memang tukang ojek run, kalau kamu mau kerja kantoran ya jangan minta sama saya, aneh - aneh saja kamu run. Lagian aku heran dech sama kamu sama kakak mu si amar itu kenapa harus selingkuh dengan perempuan yang sama sih. Kakak ipar kamu embat juga" Seru bagio .


" Kucing di kasih ikan mana dia bisa menolak " Jawab harun simpel.


Tiba - tiba ada calon penumpang datang menghampiri mereka.


" Ojek bang " Seru penumpang.


" Kemana mbak ?" Tanya bagio.


" Jalan delima 7, 20 ribu kan ?" Tanya calon penumpang.


" Iya mbak. Run, kalau kamu mau ambil nih penumpang lumayan 20 ribu. " Seru bagio.


Harun nampak berfikir, daripada dia menganggur di rumah tidak ada salah nya ikutan ngojek. Lumayan bisa untuk beli rokok dan bensin, motor juga sudah punya sendiri.

__ADS_1


" Oke, ayuk mbak saya antar" Seru harun akhirnya mau menjadi tukang ojek.


Hari ini pertama kali harun menjadi tukang ojek, beruntung bagio masih mau menolong nya. Karena memang tukang ojek di pangkalan itu hanya ada dua, tidak ada salah nya membantu harun walaupun hanya tukang ojek.


" Ini ongkos nya bang " Seru penumpang memberikan uang 20 ribu.


" Terimakasih" Jawab harun sambil menerima uang.


" Bang boleh minta nomor telepon nya, siapa tahu bisa langganan ojek sama abang. " Ucap penumpang.


" Boleh , mana ponsel mbak biar saya save nomor saya " Seru harun.


Harun menerima ponsel dari penumpang nya tadi dan langsung mengetik nomor ponsel nya dan memberikan kembali kepada penumpang nya, lalu harun putar balik untuk menuju pangkalan ojek lagi.


" Bagaimana jadi tukang ojek ? menyenangkan kan ? " Tanya bagio.


" Menyenangkan apa nya yang ada panas - panasan cuma dapat 20 ribu. Tau jauh begitu tidak aku ambil tadi, bensin seliter sendiri bang " Ucap harun menggerutu .


" Nanti lama - lama juga biasa run. Sabar saja, biar sedikit yang penting berkah dan halal . Kalau kamu mau cepat dapat uang banyak kamu jadi rampok saja run." Seru bagio sambil terkekeh.


" Gila saja aku jadi rampok. Jadi tukang ojek saja aku malu, suruh jadi rampok tambah malu kalau sampai ketangkap polisi" ucap harun kesal.


Waktu pun sudah semakin sore, namun harun masih saja duduk di pangkalan dengan bagio sambil meminum kopi. Hari ini harun baru satu kali narik saja, karena saat bagio meminta nya narik penumpang harun menolak dan memilih tiduran di post pangkalan.


" Ngojek " Jawab harun ketus.


" Kamu sekarang jadi tukang ojek ? memang nya kamu betah panas - panasan narik penumpang ?" Tanya amar penuh selidik.


" Bukan urusan mu. Bang, aku balik dulu ya. Disini sudah gak asik lagi " Seru harun langsung melajukan motor nta meninggalkan pangkalan ojek


******


Ibu siti malam - malam mendatangi rumah kontrakan amar. Dia berencana akan menginap beberapa hari di rumah amar, dia lagi malas dengan rosa karena bisa nya hanya makan tidur. Di mintain uang alasan tidak ada uang kas.


" Loh bu, kenapa malam - malam datang kesini ? " Tanya amar heran.


" Ibu mau menginap disini " Jawab ibu siti dan langsung duduk di kursi ruang tamu.


" Oh iya sudah kalau ibu mau menginap , tapi ibu bersihkan dulu kamar nya karen sudah lama tidak amar bersihkan . Memang nya ada masalah apa sampai ibu menginap disini ?" Tanya amar ingin tahu.

__ADS_1


" Ibu malas mendengar rosa setiap hari mengomel - ngomel dan menyuruh harun untuk bekerja. Dia di mintain uang alasan terus yang belum ambil uang lah, yang beginilah begitu lah. Lama - lama puyeng kepala ibu mar. " Gerutu ibu siti.


Amar tidak mau berkomentar , karena memang ibu nya sendiri juga yang mendukung hubungan harun dan rosa.


" Ibu bersihkan saja kamar nya , amar cari makan malam dulu. " Ucap amar kepada ibu nya.


" Ibu mau ayam bakar sama gurameh goreng lengkap sambal dan lalapan nya " ucap ibu siti.


Amar hanya mengangguk lalu mengeluarkan motor nya untuk mencari makan malam. Tadi nya amar hanya ingin memasak mie instan saja berhubung ibu nya datang mau tidak mau dis harus mencari makanan yang lain.


Setelah dua puluh menit amar sudah kembali dan membawa makanan yang di pesan oleh ibu nya. Ibu siti memakan makanan nya dengan sangat lahab, karena sudah seminggu ini dia hanya makan tahu tempe saja.


Uhuk... uhukk


Ibu siti sampai tersedak, amar dengan cepat langsung mengambilkan air putih untuk ibu nya.


" Pelan - pelan buk. Amar sengaja beli banyak agar ibu bisa kenyang. Jadi tidak perlu buru - buru begitu " Ucap amar.


" Iya " Jawab singkat ibu siti.


Setelah selesai makan ibu siti dan amar duduk di ruang TV sambil menonton Tv dan berbincang - bincang.


" Bu, tadi aku lihat harun ada di pangkalan ojek dekat pasar. Saat aku tanya dia jawab nya ngojek. Memang benar ya kalau harun jadi tukang ojek " Tanya amar memastikan.


" Iya mungkin. Ibu tidak tahu soal pekerjaan harun, terserah dia saja mau bekerja apa saja. Oh iya mar apa kamu tidak ingin menikah lagi ? Ibu harap kamu bisa mencari wanita yang lebih dari delia, tunjukan pada nya kalau kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih dari dirinya. Biar dia tidak sombong, di ajak rujuk tidak mau tapi malah menikah dengan pria lain. Lihat saja rumah tangga nya bakalan tidak langgeng, dia pasti cuma mau harta suami nya saja untuk memperkaya diri sendiri " Ucap ibu siti tetap delia yang menjadi topik pembicaraan nya.


" Amar belum mau menikah " Jawab amar singkat padat dan jelas.


" Kamu masih mengharapkan wanita parasit itu ? Huuu... kamu ini payah mar, seharus nya kamu itu move on. Cepat cari pengganti nya. Jangan bikin ibu malu dong mar " Seru ibu siti.


" Kok amar bikin malu ? Kapan amar bikin malu ibu? Yang ada mbak tini yang bikin malu bu, dengan menjadi wanita penghibur, wanita panggilan itu semua tidak bikin ibi malu ? Harun selingkuh dengan kakak ipar nya sendiri juga tidak bikin malu ?" Tanya amar tidak terima jika dirinya selalu di salahkan .


Ibu siti diam, dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari amar. Yang di ucapkan amar memang ada benar nya juga, jika tini dan harunlah yang sela ini menjadi biang masalah dan sudah bikin malu.


Bersambung.


*******


TETAP DUKUNG SEMUA KARYA - KARYA AUTHOR YA KAK, TANPA DUKUNGAN DARI KALIAN AUTHOR BUKANLAH SIAPA - SIPA 🙏🙏❤❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤


.


__ADS_2