Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Status rumah


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞


Pov. Delia


Setelah aku mengetahui suami ku merencanakan pernikahan dengan selingkuhan nya, hari itu juga aku bergerak menyiapkan berkas - berkas untuk gugatan perceraian ku. Tepat di hari pernikahan mas amar aku melayang kan gugatan perceraian di pengadilan agama setempat.


Sebenar nya hati ku hancur, pernikahan yang ku bina selama dua tahun lebih harus kandas karena penghianatan. Penghianatan yang di lakukan mas amar sudah tidak bisa aku maafkan, bahkan setiap weekend saat aku berada di toko dia selalu mengundang selingkuhan nya ke rumah dan melakukan hubungan tak senonoh di ranjang ku. Semua aku ketahui dari CCTV yang aku pasang di sudut kamar, semua itu atas ide mpok onah.


" Dek mas bawa oleh - oleh nih buat kamu " Ucap mas amar saat dia baru pulang dari luar kota dengan alasan ada kerjaan dari kantor. Padahal aku tahu jika mas amar tiga hari pergi karena menikah dengan rosa.


Sebelum dia menerima surat panggilan sidang dari pengadilan agama, aku akan pura - pura baik saja dulu. Hitung - hitung karena aku numpang di rumah kontrakan nya. Namun aku tidak akan mau di sentuh nya.


" Iya mas terimakasih " Jawab ku singkat.


" Dek, apa kamu tidak kangen dengan mas. " Ucap mas amar dengan menggeser posisi duduk nya.


Aku sebenarnya risih duduk berdekatan dengan mas amar, tapi ku biarkan saja dulu selagi cuma sebatas duduk.


" Biasa sih mas,lagi pula walaupun kamu tidak keluar kota kita juga jarang ngobrol. Ngobrol cuma sebentar saja " Jawab ku yang sudah malas.


" Maaf ya dek karena mas kan sibuk bekerja, kamu juga kan setiap hari bekerja dek. Dek kapan ya kita bisa punya momongan, mas sudah ingin menimang bayi loh dek. Padahal kita sudah cek dokter dan hasil nya sama - sama bagus, tapi kenapa kamu belum hamil juga " Ucap mas amar sambil memeluk ku dari samping.


Deg


Yang di katakan mas amar memang benar, aku pun sangat mengharapkan kehadiran anak dalam rumah tangga ku. Apa mungkin mas amar menduakan ku karena segera ingin mempunyai momongan. Namun tetap saja tidak bisa di benarkan, apa yang sudah di lakukan nya sudah benar - benar menyakiti hati ku.

__ADS_1


Jodoh, rezeki , maut itu semua sudah ada yang mengatur. Aku tidak boleh berkecil hati, justru sekarang aku bersyukur belum di beri momongan setidak nya tidak akan ada korban dalam perceraian ku nanti.


" Aku capek mas mau istirahat " Jawab ku mencoba menghindari mas amar.


" Dek , boleh tidak malam ini mas mintak. Mas kangen loh dek " Ucap mas amar.


Aku tahu apa yang di minta mas amar, sekuat mungkin aku akan menolak ajakan mas amar. Bukan nya aku ingin menjadi istri yang durhaka, namun aku jijik dengan suami ku. Saat ini pun aku sudah melayangkan gugatan cerai untuk suami ku itu.


" Maaf mas aku sedang kedatangan tamu bulanan " Jawab ku berbohong.


Ya Allah maafkan lah aku karena aku sudah menolak tugas ku sebagai seorang istri.


Menerima kenyataan pahit karena penolakan ku barusan mas amar terlihat tidak semangat. Mas amar keluar kamar sambil membawa ponsel nya, aku tahu pasti dia akan menghubungi selingkuhan nya yang sekarang sudah berstatus istri siri nya.


Sebenarnya aku belum mengantuk tetapi aku pura - pura bohong agar mas amar tidak mengajak ku ngobrol terus menerus. Ku ambil ponsel ku yang ada di atas nakas dan ku buka aplikasi whatsAp di ponsel pintar ku, ku unggah foto ku yang berselfi di depan rumah baru ku dan ku tuliskan caption yang pasti akan menjadi bahan hujatan untuk ku.


[ Bismillah semoga segera ku miliki istana seindah ini ]


Begitulah isi caption yang ku sertakan di status di aplikasi hijau ku, sebelum nya status sudah ku buat publik. Nomor yang di kecualikan sudah ku kembalikan normal kembali.


[ Jangan kebanyakan menghayal mbak, awas gila kalau tidak kesampaian. Atau jangan - jangan mbak memang sudah gila ]


Itu isi pesan dari harun membalas foto yang ku unggah tadi.


[ Bangun del, jangan tidur terus. Sampai kapan pun kamu tidak akan punya rumah seperti itu. ] Tulis mbak tini.


[ Istri parasit mana bisa membeli rumah sebagus itu, kalau pun beli pasti uang anak ku. Kamu tidak bisa apa - apa tanpa anak ku. ] Tulis ibu mertua ku.


[ Yakin bisa beli rumah seperti itu ? ] Pesan dari rani juga ikut mengejek ku.


Ada satu pesan dari keluarga mas amar yang membuat ku sedikit bahagia. Pesan itu terlihat sopan dan mendoakan kebaikan untuk ku.


[ Bismillah dulu saja del, insya allah apa yang kamu harapkan akan segera terkabul. Semoga kebahagiaan selalu bersama mu del ] Pesan dari mas joko suami mbak tini.

__ADS_1


Ngomongin soal mas joko beberapa hari yang lalu aku pernah melihat dia bersama seorang perempuan. Dan perempuan itu sedang hamil, apa itu istri baru mas joko ya ? Karena mereka terlihat mesra dan mas joko mengelus perut wanita hamil itu.


Kalau memang itu istri baru nya mas joko, berarti mas joko juga selingkuh dan mengkhianati mbak tini. Kalau memang benar begitu berarti mas joko juga bukan pria yang baik. Karena dia juga sudah menyakiti mbak tini, tapi mbak tini memang tidak bisa menghargai suami nya sih. Yang dia tahu hanya uang suami nya saja.


Tring


Ada pesan masuk lagi, aku membuka nya dan ternyata itu dari mas amar.


[ Kata nya mau istirahat dek? Kok masih main ponsel ? Itu rumah siapa dek ? Semoga suatu saat kita bisa memiliki istana impian mu itu ya dek. ] Tulis mas amar ikut mengomentari status ku.


Hah ? Apa tidak salah mas amar masih mengharapkan mempunyai istana impian dengan ku ? Kenapa tidak bersama rosa saja, tah dia nanti yang akan jadi istri dia satu - satu nya.


Aku abaikan semua pesan dari keluarga mas amar dan dari mas amar juga aku abaikan. Namun baru saja aku mau meletakkan ponsel ku tiba - tiba ponsel ku berbunyi lagi.


[ Mimpi kamu terlalu tinggi del, apa kamu yakin bisa memiliki rumah sebagus itu ? Kamu itu cuma pegawai toko dan gaji tidak seberapa. Kalau aku sih sudah pasti bisa memiliki rumah itu. Tidak perlu memikirkan rumah del, urus saja suami mu agar tidak di ambil oleh wanita lain. ] Tulis rosa terlihat jelas mengejek ku.


Aku kesal dan merasa tertantang untuk membalas pesan dari rosa.


[ Tidak salah nya bermimpi mbak, karena sesuatu itu bisa berawal dari mimpi. Seperti mbak rosa misal memimpikan menikah dengan suami orang, pasti suatu saat bisa menikah juga dengan suami orang. Soal suami ku di ambil orang aku mah tidak masalah mbak. Karena wanita baik - baik tidak akan pernah merusak kebahagiaan orang lain. Kalau ada wanita seperti itu berarti dia tak ubah nya dengan sampah ]


[ Maksud kamu apa ? ]


[ Aku tidak bermaksud apa - apa mbak, bukan nya tadi mbak rosa yang membahas soal suami di ambil orang. Ya itu tadi jawaban ku, memang ada yang salah dengan jawaban ku. ]


[ Jangan sampai kamu menangis jika suami mu di ambil wanita lain, suami mu itu tidak pantas bersanding dengan wanita seperti mu ]


[ Terus dengan wanita seperti apa dong mbak ? Apa seperti mbak rosa ? Tapi itu jauh lebih tidak pantas lagi. ]


Mbak rosa tidak membalas pesan ku lagi, mungkin dia saat ini sedang marah atau sedang chatt dengan mas amar mengadukan chatt ku tadi. Tapi terserah mereka saja mau mereka chatt atau apa pun itu aku tidak perduli, lagi pula mereka pasangan yang sah. Berbahagia lah kalian di atas penderitaan ku, suatu saat nanti pasti akan ada balasan yang setimpal untuk kalian. Jika bukan aku yang membalas nya, aku percaya Allah lah yang akan membalas perbuatan kalian.


******


AUTHOR MASIH SEMANGAT UP NIH KAK, TAPI BERIKAN DUKUNGAN NYA JUGA DONG BIAR SEMAKIN SEMANGAT 🙏❤

__ADS_1


TERIMAKASIH ❤❤


__ADS_2