
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Tagihan rumah sakit sudah di bayar lunaa oleh amar, ibu siti setelah kaki nya di pasang gips langsungung di bawa pulang tidak perlu menginap. Namun ibu siti bersikeras untuk menginap di rumah sakit, amar tidak mau lagi mengikuti kemauan ibu nya. Amar memberi pilihan jika menginap biaya di tanggung ibu siti sendiri.
" Dasar anak kurangajar, pelit banget sama ibu nya. Padahal ibu ingin mendapat perawatan yang lebih maksimal lagi agar kaki ibu cepat sembuh. " Gerutu ibu siti.
" Bu, dokter yang lebih tahu saja tidak masalah jika ibu di bawa pulang yang penting kaki ibu sudah di pasang gips. Ibu jangan banyak gerak dulu, istirahat di rumah pasti nanti juga cepat sembuh. Amar ini tidak banyak uang bu, amar juga banyak kebutuhan. Belum lagi nanti kalau obat ibu habis masih harus amar juga, ini tadi amar sudah habis 3 juta bu. " Ucap amar serius.
" Kamu perhitungan sama ibu mar ?" Tanya ibu siti kesal.
" Amar tidak perhitungan bu. Tapi... ya sudahlah pokok nya sekarang kita pulang saja. Ibu mau pulang ke kontrakan amar apa ke kontrakan harun ?" Ucap amar lebih memilih menyudahi perdebatan .
Ibu siti diam dia tidak mau bicara dengan amar. Dia meminta harun untuk mendorong kursi roda nya keluar dari rumah sakit.
" Amar sudah pesan kan taksi bu. Kalau ibu mau di kontrakan harun tidak apa - apa. Ya sudah sekarang amar mau balik ke kantor lagi, amar tidak bisa ikut mengantar ibu pulang. "Ucap amar.
Amar ingin mencium tangan ibu nya tapi ibu siti menepis tangan amar dengan ketus. Tidak mau membuat keributan akhir nya amar pun mengurungkan niat nya untuk mencium tangan ibu nya. Dia langsung ke parkiran mengambil motor nya dan mengendarai nya kembali ke tempat kerja nya.
" Kamu di kaaih uang tidak sama mas mu ?" Tanya ibu siti kepada harun.
" Emhh... dikasih 200 ribu bu untuk ongkos taksi kalau sisa ya nanti bisa untuk isi bensin motor harun. " Jawab harun.
Sebelum keluar dari rumah sakit tadi amar memang memberi uang harun 200 ribu untuk membayar taksi online. Bagaimana pun amar tetap masih memikir kan ibu nya walaupun terkadang amar juga harus bersikap tegas kepada ibu nya.
" Kenapa tidak minta lebih banyak " Seru ibu siti.
" Sudahlah bu nanti kita bicarakan lagi, sekarang kita pukang. Itu mobil nya dari tadi sudah menunggu" Ucap harun lalu mendorong kursi roda menuju ke mobil.
Setelah sampai mobil harun memindahkan ibu nya ke dalam mobil dan mengembalikan kursi roda yang dia pinjam dari rumah sakit.
__ADS_1
" Loh kok kursi roda nya kamu tinggal run ?" Tanya ibu siti heran saat melihat harun meninggalkan kursi roda nya.
" Itu kan kursi roda rumah sakit bu ya tidak boleh di bawa pulang. " Jawab harun.
Ibu siti melongo, dia mengira jika kursi roda itu adalah kursi roda nya yang sengaja amar belikan untuk nya. Ibu siti menggerutu, karena dia tidak bisa berjalan tanpa kursi roda itu.
" Ibu kira tadi amar yang belikan kursi roda itu untuk ibu. Kalau tidak ada kursi roda bagaimana ibu bisa jalan run. ?" Tanya ibu siti.
" Nanti harun buatkan tongkat " Jawab harun singkat.
Mobil yang membawa harun dan ibu nya kini sudah membelah jalanan yang cukup lenggang, sehingga mempercepat mobil sampai di kontrakan harun. Setelah tiga puluh menit akhirnya mobil taksi online sudah sampai di halaman rumah kontrakan. Setelah harun membayar ongkos taksi nya, dia langsung membawa ibu nya masuk ke dalam rumah.
******
" Wahh dia menendang - nendang sayang " Ucap juna senang.
Juna sedang mengusap - usap perut delia yang sudah semakin membesar. Di usia kehamilan nya yang sudah memasuki tujuh bulan membuat perut delia semakin terlihat besar. Acara pengajian tujuh bulanan pun sudah di gelar sehari yang lalu.
" Iya mas aku juga merasakan nya. " Ucap delia ikut mengusap perut nya.
" Wah mas juna sudah menyiapkan nama untuk si kembar ? Siapa nama nya mas, aku ingin tahu. " Ucap delia antusius.
" Ssstt... nanti mas kasih tahu tapi tidak sekarang. Kalau sekarang tidak surprise dong. Para pembaca pasti akan tahu lebih dulu, nanti mas bisikin saja ya " Ucap juna sambil terkekeh.
" Iya juga ya mas,nanti para pembaca tidak penasaran lagi " Seru delia.
Nama nya masih di rahasiakan oleh Author dulu ya .
Mama silvi datang menghampiri anak dan menantu nya, dia duduk di sofa seberang juna dan delia. Wajah mama silvi terlihat berbinar.
" Mama kok kelihatan nya bahagia sekali sih ? " Tanya delia kepo.
" Mama memang bahagia banget sayang, akhirnya sebentar lagi mama mau jadi nenek. Dapat cucu langsung sepasang, mama sudah tidak tahan lagi untuk berburu baju - baju lucu si babby " Ucap mama silvi.
" Kalau baju - baju babby bisa ambil di toko saja ma, tidak perlu repot - repot kan delia punya toko yang besar dan lengkap " Ucap juna seenak nya.
" Tidak bisa begitu dong jun. Walaupun itu toko milik nya delia tetap kamu harus keluar uang, masak mau anak nya tapi tidak mau keluar uang. Kalau aku jadi delia sudah aku suruh kamu tidur di luar kamar " Ucap mama lusi sebenar nya hanya bercanda.
__ADS_1
" Kok sampai tidur di luar ? Memang nya kenapa ?" Tanya juna masih belum paham.
" Kamu enak saja bilang ambil - ambil saja di toko delia, wakaupun ngambil tetap harus bayar dong. Bisnis ya bisnis dong " Ucap mama silvi melirik delia sambil memainkan alis nya.
Delia tahu sinyal - sinyal yang di berikan oleh mama mertua nya. Dia pun ikut masuk ke dalam permainan sang mama mertua.
" Tidak apa - apa dong mengambil kan toko milik istri ku sendiri " Jawab juna lagi.
" Jelas tidak bisa dong mas. Yang nama nya bisnis ya bisnis, benar yang di katakan mama. Kalau asal mengambil begitu aku juga yang repot, lama - lama habis juga keuntungan toko ku" Seru delia pura - pura bicara dengan serius.
" Iya deh.. iya. Nanti kalian belanja apa saja terserah untuk si anak kembar itu. Nanti mas kasih kartu khusus untuk uang bulanan si kembar" Ucap juna .
Mama silvi dan delia saling beradu pandang. Padahal niat nya cuma mau bercanda dan mengerjai juna tapi akhirnya dengan bercanda juna justru akan membuatkan kartu ATM khusus untuk keperluan sikembar.
" Terimakasih suami ku sayang " Ucap delia sambil memeluk juna.
" Sama - sama istri ku sayang " Jawab juna sambil membalas pelukan delia dengan erat.
Ehemm..Eheemm
Mama silvi berdehem untuk mengingatkan mereka jika saat ini masih ada sang mama yang duduk di hadapan mereka berdua.
" Eh lupa masih ada mama ya. " Seru juna sambil terkekeh.
" Jangan pura - pura tidak melihat " Ucap mama silvi sambil melirik sewot ke arah juna.
" Yah ngambek " Goda juna.
Delia justru hanya tersenyum melihat tingkah suami dan mama mertua nya yang terlihat sangat lucu. Sang mama pura - pura merajuk dengan memasang wajah cemberut sedangkan juna justru senang menggoda mamanya.
******
MAAF YA KAK BARU BISA UPLOUD. SEHARIAN BENAR -BENAR DI REPOTKAN DENGAN KEGIATAN DI REAL LIFE 🙏❤
JANGAN LULA KLIK LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤
__ADS_1