Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Menyewa ruko


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


💞💞💞💞💞


Amar langsung menyusul delia pulang namun saat sampai rumah kontrakan, rumah masih keadaan terkunci. Amar baru ingat jika tadi kunci rumah dia yang mengantongi. Amar pun langsung membuka pintu dan masuk mencari delia,meskipun dia tahu jika delia tidak ada di dalam dia tetap mencari nya.


Tak hilang akal, amar langsung menghubungi ponsel delia. Tersambung namun delia tidak mau mengangkat nya justru me reject nya. Amar terlihat sangat frustasi saat delia tidak mau mengangkat telepon dari nya.


" Kamu kemana dek ? Maafin mas dek, tadi mas tidak bermaksud memukul mu. Mas hanya tidak suka kamu bicara sekeras itu kepada ibu, karena bagaimana pun beliau itu ibu ku " Ucap amar.


Amar pun mencoba mengirim pesan kepada delia, berharap delia mau membaca nya dan segera pulang.


[ Dek, kamu dimana ? Maafkan mas dek, mas benar - benar mintak maaf ]


[ Tolong segera pulang dek ]


[ Kita bicara di rumah ]


Tiga pesan amar kirim sekaligus, namun belum ada satu pun yang di balas oleh delia. Jangan kan untuk di balas di baca pun belum.


Sedangkan di tempat lain, saat ini delia sedang berada di sebuah danau yang cukup jauh dari tempat tinggal nya. Danau yang dulu sering dia datangi bersama amar dan di danau inilah pertama kali delia mengenal amar . Di danau ini juga amar mengutarakan cinta nya untuk delia, danau ini menjadi saksi bisu untuk amar dan delia.


" Aku memang tidak bergelar sarjana, tapi bukan berarti aku tidak bisa sukses. Aku akan buktikan kepada orang - orang yang sudah menghinaku jika aku Delia si wanita miskin dan hanya tamat SMP bisa sukses dan bisa punya segala nya " Seru delia.


" Suami ku hanya bisa diam saat keluarga nya menghinaku, bahkan rela memukul ku hanya karena aku bicar cukup keras kepada ibu nya. Aku tahu jika itu memang salah , tapi itu semua salah ibu nya yang membawa - bawa orang tua ku untuk menghina ku " Ucap delia.


Delia mengambil ponsel nya dan melihat ada 3 pesan dari amar, delia tak membaca nya. Pesan dari amar delia abaikan begitu saja. Delia membuka aplikasi bank online nya dan mulai mengecek saldo dalam tabungan nya.

__ADS_1


" Tabungan ku sudah hampir 150 juta ? Ini murni uang ku sendiri tanpa ada uang mas amar. Beberapa bulan ini memang penghasilan ku meningkat di tambah bonus juga dari mona, dasar mona dia memang sahabat terbaik ku. " Ucap delia sambil melihat ponsel nya yang tertera jumlah saldo dalam rekening nya.


" Baiklah besok aku akan mulai bergerak, aku mau cari ruko yang di sewakan dengan harga sedikit murah setelah itu aku akan menghubungi mona untuk masalah stock barang. " Delia bermonolog dalam hati nya sendiri.


Setelah merasa sedikit tenang delia pun memutuskan untuk pulang. Dilirik nya jam pada ponsel nya, sudah menunjukan pukul empat sore, cukup lama juga delia berada di danau . Saat sore hari begini danau mulai ramai di kunjungi oleh warga, ada yang sekedar mengajak pasangan nya jalan - jalan ada juga yang memang sengaja datang untuk lari sore. Apalagi weekend begini memang sudah ramai dari pagi.


********


" Dek maaf kan mas " Seru amar terus meminta maaf kepada delia.


Padahal hari sudah berganti, hari ini sudah hari senin waktu nya amar untuk bekerja. Namun sedari tadi amar masih saja di atas kasur terus meminta maaf kepada delia, delia diam saja dan masih bergelung di bawah selimut nya.


" Sudahlah mas ini sudah siang , cepat kamu mandi dan berangkat kerja. Aku tidak masak kamu sarapan di kantor saja. " Ucap delia tanpa melihat wajah amar.


" Baiklah mas siap - siap dulu ya, nanti pulang kerja mas bawakan makan kesukaan mu. Kamu tidak perlu masak ya dek. " Ucap amar lalu beranjak dan masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah lima belas menit amar sudah beres dan siap untuk berangkat ke kantor. Tanpa di antar delia ke depan amar pun berangkat kerja dengan menaiki motor nya.


Delia sudah berada di depan ruko yang di sewakan, letak nya strategis dan jarak dari rumah kontrakan nya tidak cukup jauh hanya sekitar empat puluh menit saja.


" Sewanya tidak kurang lagi ya bu ?" Ucap delia mencoba menawar.


" Ini sudah terhitung murah loh mbak, kalau di tempat lain ini tidak boleh 1 tahun 18 juta. Pasti sekitar 20 juta ke atas, berhubung memang disini bukan kota jadi harga segitu sudah pasaran mbak. " Seru ibu yang punya ruko.


" Baiklah bu saya sewa ruko nya, saya ambil dua tahun langsung ya bu. Pembayaran nya mau kas apa transfer " Ucap delia dengan ramah. Akhirnya delia menyutuji harga sewa toko nya 18 juta pertahun.


" Transfer saja ya mbak ,kalau begitu kerumah saya saja yuk mbak. Kita buat bukti pembayaran dan bukti perjanjian sewa nya dulu, setelah itu baru mbak transfer pembayaran nya" Ucap wanita setengah baya yang di ketahui bernama Dartik.

__ADS_1


" Begitu lebih baik bu " Jawab delia setuju.


Delia dan buk Dartik pun berjalan menuju rumah ibu dartik yang memang letak nya tidak jauh dari ruko. Setelah urusan pembayaran selesai delia langsung menghubungi mona.


[ Hallo delia sayang, ada apa kamu menghubungi ku ? pasti kangen ya ?]


[ GR banget sih Mon. Mon, aku sudah sewa ruko yang terletak di jalan Apel no 67 itu. Setelah aku beresin aku mau kamu langsung menyuplai barang - barang di toko baru ku ]


[ What ? Toko ? kenapa kamu tidak memberitahu ku dari jauh - jauh hari delia ? ]


[ Ini kan sudah aku kasih tau mona sayang. Lagi pula aku kan masih harus membereskan ruko nya dulu, mungkin sekitar seminggu lah selesai baru barang kamu masuk ke toko. Sekarang yang penting kamu siapkan saja barang - barang nya kalau mau belanja - belanja dulu dan stock yang banyak ]


[ Baiklah - baiklah kebetulan besok aku mau belanja nanti aku belanja sekalian untuk toko mu. Kalau gak kamu mencoba stock sendiri bagaimana ? ]


[ Tidak !! Aku percaya sama kamu saja, urusan stock menyetok sendiri itu urusan nanti yang penting toko ku berjalan dulu. ]


[ Baiklah terserah diri mu saja delia , nanti aku kirim satu karyawan ku untuk membantu mu. Jika sudah berjalan baru kamu cari karyawan ]


[ Baik banget sih boss mona ]


[ Lebay ] Ucap mona lalu menutup panggilan dari delia.


Delia pun mulai mencari tukang untuk memperbaiki bagian ruko yang rusak. Tapi alhamdulillah semua masih dalam kondisi bagus, hanya cat nya saja yang perlu di perbarui. Tapi delia tetap memperkerjakan tukang untuk membuat beberapa rak kecil untuk tempat memajang baju - baju. Sebagian delia memilih beli saja biar cepat selesai.


" Uang ku 150 juta sudah berkurang 36 juta untuk sewa ruko. Untuk biaya lain - lain kurang lebih 15 - 20 juta. Sisa nya untuk modal isi toko, semoga saja masih cukup kalau kurang terpaksa hutang dulu sama mona " Gumam delia mulai menghitung pengeluaran nya.


******

__ADS_1


Semoga usaha nya delia bisa lancar dan sukses 🤲🤲 Terus dukung karya Author ya kak, Like komen dan vote dari kalian semua sangat berarti bagi Author. ❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2