Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Menginap


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Keesokan hari nya amar benar mengambil cuti selama seminggu, dan pagi ini dia mendatangi rumah kontrakan nya yang lama untuk menemui keluarga nya. Namun setelah dia sampai di rumah kontrakan, rumah terlihat sangat sepi dan pintu pun terkunci. Amar mencoba menghubungi nomor ponsel ibu nya namun tidak aktif juga.


Amar mencoba menunggu di teras sambil duduk di kursi kayu yang ada di teras. Tiba - tiba ada motor berbelok ke halaman, amar mengira jika itu motor harun namun ternyata salah. Yang datang adalah ibu jaenab pemilik kontrakan.


" Loh mas amar ngapain disini ?" Tanya ibu jaenab turun dari motor dan menghampiri amar.


" Ehh.. bu. Iya ini bu mau ketemu ibu dan harun tapi kok rumah kosong. Kira - kira mereka pergi kemana ya bu ?" Tanya harun.


Ibu jaenab mengernyitkan kening nya, dia heran karena amar tidak tahu jika keluarga nya sudah pindah. Berarti keluarga nya memang tidak memberitahu amar.


" Apa mas amar tidak tahu kalau mereka ber tiga sudah pindah?" Tanya ibu siti.


Pindah?


Mereka bertiga pindah kemana ?


Amar terkejut dengan penuturan ibu jaenab, karena dia memang tidak tahu jika keluarga nya sudah pindah dan tanpa meninggalkan pesan apa pun. Bahkan pindah kemana pun amar tidak tahu.


" Pindah ? Pindah kemana bu?" Tanya amar mencari tahu.


" Saya tidak tahu mas. Mereka juga tidak berpamitan kepada saya bahkan kunci kontrakan nya saja hanya di titipkan di rumah nya mpok onah. Bahkan barang - barang yang ada juga sudah mereka jualmas


" Ucap bu jaenab menjelaskan.


Amar menyugar rambut nya. Keluarga nya sudah sangat keterlaluan. Pindah boleh saja dan tidak masalah tapi bukan berarti dengan menjual semua barang - barang yang amar tinggal.

__ADS_1


" Terimakasih bu, maaf kalau saya sudah merepotkan ," Ucap amar merasa tidak enak hati.


" Iya mas sama - sama.Saya tidak merasa di repotkan mas,kalau begitu saya masuk dulu ya mas. Mau membersihkan kontrakan karena besok sudah ada yang mau nempatin " Ucap ibu jaenab.


" Iya bu silahkan. Saya juga permisi ya bu " Ucap amar.


Setelah berpamitan amar langsung menghampiri motor nya dan melajukan motor nya meninggalkan halaman kontrakan lama nya. Dia tidak tahu mau mencari alamat kontrakan ibu nya kemana.


" Mereka mengontrak dimana ya ? Apa di kontrakan bedeng yang ada di desa sebelah. Tapi masal ibu mau tinggal di kontrakan bedeng. " Amar bermonolog dengan dirinya sendiri.


Tidak tahu mau mencari nya kemana, akhirnya amar memutuskan untuk pulang saja. Dia nanti akan mencoba menghubungi ibu nya dan harun lagi, siapa tahu nanti sudah aktif.


*******


" Run kenapa kamu cari kontrakan yang seperti ini sih run. Baru semalam saja tinggal disini ibu sudah tidak betah. Panas, gerah pokok nya ibu tidak betah kita cari kontrakan yang baru" Seru ibu siti bersungut - sungut.


Harun akhirnya di buat pusing juga oleh permintaan ibu nya. Bagaimana dia mau mencari kontrakan yang baru jika kontrakan yang sekarang sudah dibayar full untuk satu tahun sebesar 6 juta.


" Tidak bisa bu. Kontrakan ini sudah harun bayar untuk satu tahun. Sudahlah bu nanti kalau sudah terbiasa tidak akan panas lagi. Nanti harun beli kipas angin untuk di letakkan di kamar ibu dan harun. Lagi pula hanya kontrakan ini yang harga nya murah, lain nya harga 1 juta / bulan " Seru harun menjelaskan.


" Iya mas ini panas banget, buruan kamu beli kipas angin sana " Rosa ikut berbicara.


" Terus kamu mau kerja apa disini ?" Tanya ibu siti.


" Belum tahu bu. Belum kefikiran untuk mencari kerja, mau ngojek juga harun lihat di pangkalan ojek sudah ada beberapa tukang ojek. Kalaupun mau ngojek ya mungkin ke pangkalan yang biasa saja,jauh sedikit tidak masalah yang penting ada hasil nya" Ucap harun.


" Terserah kamu saja. Sekarang kamu belikan ibu pulsa atau paketan internet, internet ibu sudah habis dari tadi malam. Ibu juga belum mengabari mas mu kalau kita sudah pindah. " Ucap ibu siti.


" Iya bu " Seru harun lalu bangun dari posisi tiduran nya.


Harun pun langsung keluar mengendarai motor nya untuk mencari kipas angin sekaligus membelikan pulsa untuk ibu nya.


Sementara itu di tempat lain delia dan mama mertua nya ada di rumah milik delia. Dia sengaja datang ke rumah nya untuk melihat suasana rumah yang sudah lama tidak dia kunjungi.


" Del, malam ini kita menginap di rumah kamu ini saja ya ? " Ucap mama silvi kepada delia.

__ADS_1


" Mama yakin mau menginap disini ? Kalau delia sih mau - mau saja ma, tapi kita harus bilang sama mas juna dulu ma. Siapa tahu nanti malam mas juna pulang terus kita tidak ada di rumah, kan kasihan ma." Ucap delia .


" Iya kamu hubungi saja juna, dia jadi pulang nya kapan dan sekalian bilang kalau kita menginap di rumah kamu " Ucap mama silvi.


" Siap mama mertua ku yang cantik " Seru delia sambil tersenyum.


" Huhhhh... dasar menantu paling baik. Ya sudah mama lihat bi asih ya, mama mau ikutan masak. Pegel - pegel badan mama kalau tidak ngapa - ngapain " Ucap mama silvi.


Delia mengangguk , dia sudah paham betul dengan kebiasaan mertua nya. Memang orang nya tidak bisa di selalu ada saja yang ingin dia kerjakan.


Delia mengambil ponsel di dalam tas kecil nya dan menghubungi sang suami. Saat deringan ke dua juna langsung mengangkat telepon dari delia.


[ Hallo...Assalamualaikum istri cantik ku. Tumben telepon, kangen ya ?] Juna menggoda delia dan tanpa juna ketahui saat ini wajah delia memerah bak kepiting rebus.


[ Waalaikumsalam mas, mas lagi sibuk tidak ?] Tanya delia.


[ Sibuk sih tapi tidak banyak kok, kalau cuma untuk mengobrol dengan sang istri bisa banget ]


[ Apaan sih mas. Oh iya mas, mas juna jadi pulang hari ini ? ]


[ Maaf sayang seperti nya besok siang mas baru bisa pulang. Memang nya kenapa sayang ?]


[ Tidak apa - apa mas. Mas, aku sama mama malam ini mau menginap di rumah ku tidak apa - apa kan mas ?]


[ Iya sayang tidak apa - apa dong, yang penting kalian berdua yang akur dan tetap jaga kesehatan. ]


[ Dikira kami ini anak kecil apa ya, sudah pasti kami akur dong mas. Ya sudah, aku cuma mau ngasih tahu itu saja mas. Mas kerja lagi aja, cari uang yang banyak ya daaaa... ]


[ Iya sayang ]


Delia menutup sambungan telepon nya dan meletakkan nya di atas meja. Dia mengambil seangkir teh yang sudah di hidanglan oleh bik asih dan meminum nya. Mata delia memandang ke arah sekeliling ruangan , delia mengamati setiap sudut rumah nya. Rumah yang dulu dia beli dengan jerih payah nya sendiri.


* Rumah ini adalah bukti nyata jerih payah ku, semoga rumah ini selalu terisi kebahagiaan. Seorang istri yang dulu selalu di anggap parasit, bahkan di hina dan di rendahkan kini bisa merubah kehidupan nya menjadi lebih baik * Gumam delia dalam hati nya.


******

__ADS_1


KLIK LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤❤


__ADS_2