Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Asti pulang


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


" Bu, aku mau pulang. Tolong bawa asti pulang bu. Asti sudah tidak betah tinggal disini bu. Disini isinya orang - orang gila semua. " Ucap Asti memohon kepada ibu jujuk.


Ibu jujuk saat ini memang sedang menjenguk Asti di salah satu rumah sakit. Asti memang sudah banyak perubahan, dia sudah tidak pernah yang nama nya marah - marah dan mengamuk. Bahkan Asti sudah terlihat menjalankan sholat lagi.


" Nanti ibu tanya sama dokter yang merawat mu dulu ya. " Ucap ibu jujuk.


" Iya bu, tanya sekarang bu." Ucap asti bersemangat.


" Iya ibu temui dokter nya dulu. " Jawab ibu jujuk.


Ibu jujuk pun pergi menemui dokter yang menangani atau merawat asti selama asti tinggal di rumah sakit. Cukup lama ibu jujuk berada di ruangan dokter, asti menunggu di kamar rawat nya dan berharap sang ibu segera kembali dengan membawa kabar baik.


" Bagaimana buk ?" Tanya asti dengan semangat langsung menghampiri ibu nya saat ibu jujuk baru masuk.


" Alhamdulillah kamu boleh pulang. Sekarang kamu bereskan barang - barang mu dan ibu akan mengurus berkas - berkas kepulangan mu. " Ucap ibu jujuk dengan senang karena asti bisa di perbolehkan pulang.


Sebenarnya dokter belum memperbolehkan asti pulang apalagi berbaur dengan masyarakat luas. Namu pihak rumah sakit tidak bisa memaksa, apalagi pihak keluarga sangat memaksa untuk asti dibawa pulang.


Setelah menunggu hampir satu jam semua urusan asti di rumah sakit itu sudah beres, asti dan ibu jujuk bisa pulang. Mereka pulang dengan mengendarain taksi online yang sudah ibu jujuk pesan.


" Bu, nanti saat di rumah aku mau makan masakan ibu yang enak sampai kenyang. Disana aku makan nya selalu makanan yang dimasak oleh pihak rumah sakit, walaupun daging tapi kalau yang masak bukan ibu ya rasanya tidak enak.


" Iya nanti ibu masakin banyak untuk kamu. Ibu senang akhirnya kamu bisa pulang, ajeng pasti senang melihat kamu pulang." Ucap ibu jujuk sambil menggenggam tangan Asti.


Asti mengangguk dan tersenyum, dia sudah tidak sabar ingin sampai rumah dan tidur dengan nyenyak di kamar pribadinya. Tanpa ada nya suara - suara pengganggu dari pasien lain.


" Loh mbak asti !" Seru Ajeng kaget saat asti turun dari mobil.

__ADS_1


" Iya ini aku jeng, kamu senangkan aku pulang ?" Tanya asti dengan senyum mengembang.


Ajeng langsung memandang sang ibu yang berdiri di samping Asti. Namun ibu jujuk hanya memandang ajeng sekilas lalu dia lebih memilih membawa barang bawaan asti kedalam rumah.


" Masuk yok mbak, di luar panas " Ajak ajeng.


" Iya jeng. Tolong buatkan minuman yang segar - segar dong Jeng. Aku haus banget nih, sudah lama tidak minum -minuman yang segar. " Ucap asti memerintah sang adik.


" Iya nanti ajeng buatkan minuman segar untuk mbak asti. Mbak asti istirahat di kamar saja nanti minuman nya ajeng antar kekamar mbak. " Ucap ajeng


Asti mengiyakan ucapan ajeng, dan dia masuk ke kamar nya. Kamar yang sudah lama sekali tidak dia tempati, di dalam kamar asti melihat masih ada foto pernikahan nya dengan amar di yang terpajang rapi di meja rias nya. Tini mengambil foto itu lalu memeluk nya dengan etat.


* Mas amar. Apa kamu masih mengingat ku atau kamu sudah melupakan ku. ?* Gumam asti dalam hati nya.


Asti membuka tas yang tdi sudah di letakkan kamar oleh ibu jujuk. Ibu jujuk sendiri sudah masuk ke kamarg nya. Asti menyusun beberapa baju di dalam lemari, tidak banyak barang bawan asti. Hanya ada beberapa potong baju saja.


" Mbak ini aku buatkan jus mangga, semoga mbak asti suka. " Ucap ajeng yang masuk dengan membawa segelas besar jus mangga.


" Hemm... Pasti segar banget nih. Terimakasih ya jeng, oh iya suami kamu belum pulang ? Dan anak kamu mana ?" Tanya asti lalu meminum jus buatan ajeng sampai tandas.


" Oh... Emm jeng apa mas amar tidak pernah main kesini.? Ehh.. kamu jangan salah paham dulu aku hanya menanyakan kabar nya saja kok. " Ucap asti malu - malu.


Ajeng tidak tahu harus senang atau sedih, disisi lain dia senang kakak nya sudah boleh pulang dan ingat dengan mantan suami nya amar. Itu berarti memang kakak nya sudah lebih baik, karena beberapa bulan lalu dia tidak mengenal amar dan yang lain nya,hanya ibu dan dia saja yang di ingat nya.


Tapi disisi lain ajeng tahu jika asti masih menyimpan rasa untuk amar, tapi saat ini amar akan menikah. Bahkan pernikahan nya hanya tinggal dua minggu lagi.


* Apa mbak asti tahu ya kalau mas amar akan menikah. Tapi tidak mungkin mbak asti tahu, dia tahu darimana sedangkan dia saja baru pulang. Kalau dari ibu tidak mungkin, ibu juga belum aku kasih tahu jika mas amar mau menikah.* Gumam ajeng dalam hati nya.


" Jeng, Ajeng ! Kok kamu bengong ?" Seru asti sambil memegang bahu ajeng.


" Ehh.. Gak.. Aku tidak melamun kok mbak. Mbak masih ingat juga dengan mas amar.?" Tanya ajeng.


" Ingat dong jeng,bahkan sudah beberapa hari ini aku mimpiin dia terus. Apa mungkin karena aku kangen dengan nya ya jeng. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya. " Ucap asti lalu dia mengambil foto pernikahan yang ada di atas meja rias.


* Benar mbak asti masih mengharapkan mas amar. Bisa gawat nih kalau dia tahu mas amar mau menikah. Bisa - bisa dia mengamuk dan kumat lagi stress nya. Orang kalau sudah stress memang susah tidak bisa banyak fikiran* Gumam ajeng dalam hatinya.


" Ya sudah keluar dulu ya mbak, mbak asti istirahat saja biar badan mbak asti lebih segar. Atau mbak mau makan dulu ? " Tanya ajeng mencoba mengalihkan pembicaraan tentang amar.

__ADS_1


" Nanti saja jeng aku mau istirahat saja. Kamu kalau keluar tolong tutup pintunya ya " Ucap asti.


Ajeng tersenyum dan mengamgguk, dia pun keluar dari kamar asti lalu ke dapur meletakan gelas kotor dan nampan. Saat ajeng ke dapur ternyata sudah ada ibu jujuk yang sedang duduk sambil makan.


" Asti tidak makan jeng ?" Tany ibu jujuk.


" Nanti katanya bu, mbak asti katanya mau istirahat dulu. " Jawab ajeng.


" Jeng, stok bahan makanan masih lengkap kan ? Nanti ibu mau masak makanan kesukaan mbak mu, saat di mobil tadi dia minta dimasaki oleh ibu.Katanya dia kangen masakan ibu. " Ucap ibu jujuk antusius bercerita.


Asti memeriksa isi kulkas, Stok bahan makanan masih banyak dan bahan - bahan untuk memasak makanan kesukaan asti juga masih ada.


" Masih komplit kok bu. Walaupun tidak banyak tapi cukup kalau untuk satu kali masak. Oh iya bu, emm...kok mbak tini tadi di perbolehkan pulang ? Ibu tidak memaksa petugas rumah sakit kan ?" Tanya ajeng curiga.


" Jelas tidak dong Jeng, tadi saat ibu bicara sama dokter dan dokter memang mengizinkan asti pulang. Ssat itu ibu sangat senang jeng, ibu langsung menemui asti dan menyqmpaikan kabar bahagia ini, dan asti sangat senang sekali dia bisa pulang." Ucap ibu jujuk berbohong.


" Syukurlah kalau memang mbak asti pulang atas saran dari dokter nya langsung. Aku tadi mengira jika ibu yang memaksa dokter untuk mengizinkan pulang. " Seru ajeng masih menaruh curiga terhadap ibu nya.


Ibu jujuk langsung diam dan terlihat salah tingkah. Ajeng bisa menebak jika kepulangan asti ada campur tangan ibu nya,pasti sang ibu sudah memaksa dokter untuk mengizinkan asti pulang.


* Aku bukan tidak senang dengan kepulangan mbak asti tapi kalau dia nanti kumat lagi bagaimana ? *Gumam ajeng dalam hatinya.


" Kamu istirahat saja Jeng nanti sore biar ibu yang masak. Ibu mau masak yang enak untuk merayakan kepulangan mbak mu " Ucap ibu jujuk.


" Iya bu.. Ajeng masuk kamar ya, kalau ada yang perlu di bantu atau bahan - bahan nya ada yang kurang panggil ajeng saja bu. " Ucap ajeng sebelum berlalu masuk kekamar.


Ibu jujuk hanya mengangguk lalu melanjutkan acara makan siang nya yang sudah sedikit terlambat.


********


MAMPIR JUGA DI KARYA AUTHOR " PERJODOHAN PENGGANTI "


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2