
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Seperti yang sudah di rencanakan malam ini amar dan ke dua saudara nya datang ke rumah delia untuk menyampaikan maksud keinginan harun melamar novi. Bagaimana pun saat ini novi juga tanggung jawab juna dan delia, jadi tidak ada salah nya untuk izin terlebih dahulu dengan mereka.
Tepat jam 8 malam ketiga nya sampai di rumah delia, dan kebetulan saat ini mama silvi dan suami nya juga sedang menginap. Mereka bertiga di sambut dengan ramah oleh tuan rumah.
" Apa ada yang ingin di bicarakan mar?" Tanya mama silvi ramah.
" Iya tumben datang bertiga tanpa kasih kabar terlebih dahulu, pasti ada yang ingin di sampaikan ya mbak ?" Seru delia melirik ke arah tini.
" Hemm... bagaimana ya del, tante. Sebenarnya kedatangan kami bertiga karena. ... Emm, biar amar saja lah yang menyampaikan selaku lelaki tertua dia keluarga kami" Ucap tini sambil menunjuk ke arah amar.
Semua pandangan mata sang tuan rumah menatap ke arah amar, mereka semua menantikan apa yang ingin di sampaikan oleh amar dan para saudara nya.
" Emm... begini juna dan semua nya, kami datang kesini karena memang ada maksud tertentu. Kami ingin meminta persetujuan juna dan yang lain nya , harun minggu depan ingin melamar novi menjadi istri nya. Berhubung novi memang bekerja disini jadi kami memutuskan untuk menyampaikan maksud kami kepada kalian terlebih dahulu. " Ucap amar akhirnya menyampaikan apa yang ingin mereka sampaikan.
Juna dan delia pun saling pandang, pasal nya juna memang tidak tahu apa - apa tentang kedekatan harun dan novi. Delia tahu jika mereka dekat tapi tidak menyangka harun akan bertindak secepat ini. Apalagi novi memang belum lama kerja dengan delia.
" Kamu serius ingin menikahi novi?" Tanya juna .
" Serius pak juna " Jawab harun pasti.
" Biar saya panggil mbak novi dulu ya , karena kalian juga kan tamu nya mbak novi. Kami tidak bisa memutuskan soal hidup seseorang, kami sih asal harun serius dan mbak novi nya menerima dan bahagia ya kami setuju - setuju aja " Ucap delia lalu bangkit memanggil novi.
Tidak menunggu lama delia kembali datang bersama novi, novi duduk di samping mama silvi.
" Novi , mereka datang kesini karena mereka meminta izin kepada kamu jika mereka ingin melamar kamu. Tante dan yang lain nya tidak bisa memutuskan, ini soal hidup mu, kami senang - senang saja jika kamu ingin menikah " Ucap mama silvi lembut.
__ADS_1
" Iya tante.. emm, saya minta sama mas harun dan keluarga meminta saya langsung kepada orang tua saya " Ucap novi malu - malu.
" Iya nov, jangan salah paham dulu ya. Kedatangan kami kesini hanya ingin meminta persetujuan atau menyampaikan kabar kepada keluarga pak juna saja, agar mereka tidak salah paham kepada kami . Karena kamu kan kerja sama keluarga nya pak juna, dan minggu depan kami akan datang ke rumah orang tua mu untuk melamar mu, apa pun jawaban mu nanti akan kami terima" Amar mencoba menjelaskan secara detail agar tidak salah paham.
" Iya pak " Jawab novi memanggil amar dengan panggilan pak.
Sedari tadi pak hartawan hanya diam menyimak semua percakapan. Dia tidak mau ikut campur dengan urusan amar dan keluarga nya, namun tidak ada salah nya dia juga memberikan nasehat nya kepada amar dan yang lain nya.
" Saya setuju dengan amar, dia datang kesini untuk mengabari kita jika adik nya akan melamar novi. Selama novi bekerja dan tinggal disini, novi itu tanggung jawab juna dan delia nah untuk acara lamaran nanti memang harus ke orang tua nya langsung. Maksud amar dan saudara nya baik, memberitahu kita terlebih dahulu agar kita tidak salah paham " Ucap pak hartawan.
" Iya pa kami tahu maksud nya amar, jadi kapan kita akan melamarkan novi untuk harun ?" Tanya mama silvi serius.
" Tante silvi mau ikut melamarkan novi untuk harun ?" Tanya harun terkejut.
" Iya tante akan ikut " Jawab mama silvi dengan senyum ramah nya.
Harun langsung mengucapkan terimakasih dan mencium tangan mama silvi. Sebenarnya sedari tadi harun memang ingin menyampaikan keinginan nya untuk mengajak tante silvi saat melamar novi. Beruntung tante silvi ternyata tanpa di ajak mau ikut juga.
" Bukan hanya mama yang akan ikut tapi kita semua juga akan ikut melamar novi, dan untuk novi 2 hari sebelum acara lamaran kamu boleh pulang dulu untuk mempersiapkan semua nya " Ucap juna dengan bijak.
" Terimakasih pak " Jawab novi sambil menganggukkan kepalanya.
*********
Tiga hari berlalu dan hari ini rosa harus membayar uang kontrakan sebesar 1 juta. Saat ini uang 1 juta itu sangat banyak bagi rosa, kemana rosa harus mencari uang sebanyak itu. Ibu kontrakan sudah ada di depan kontrakan nya untuk mengambil uang kontrakan.
Dor
Dor
Dor
Suara pintu kontrakan rosa di gedor - gedor oleh ibu kontrakan dan pengawal nya sekaligus sopir pribadinya. Sudah sekitar 4 menit pintu kontrakan di gedor tapi rosa tak kunjung membuka nya juga.
" Rosa... Rosa ... !! Jangan pura - pura tidur kamu !! Cepat buka pintu nya dan bayar uang kontrakan kamu ! Kalau hari ini tidak kamu bayar, cepat angkat kaki dari kontrakan ku. Cepat keluar.. !! Atau mau aku seret kamu !" Teriak ibu kontrakan dengan geram karena sedari tadi rosa belum juga muncul.
__ADS_1
Ceklekk..
Pintu kontrakan terbuka dan nampak rosa tertunduk dengan lesu. Sepertinya dia memang tidak punya uang dan takut untuk di usir.
" Mana uang kontrakan kamu ?" Tanya ibu kontrakan tanpa basa - basi.
" Maaf bu saya belum ada uang, ibu tahu sendiri kan saya sakit dan tidak bisa bekerja berat. Jadi saya dapat uang darimsna untuk membayar kontrakan " Ucap rosa dengan mimik wajah di buat sesedih mungkin.
" Aku tidak perduli dan itu bukan urusan ku. Sekarang mana uang kontrakan mu ! Kalau tidak mau bayar segera tinggalkan kontrakan ini " Ucap ibu kontrakan.
Rosa langsung bersimpuh dan memohon agar dirinya tidak di usir dari kontrakan itu karena dia tidak tahu lagi mau tinggal dimana. Dia tidak mau menggembel atau tinggal di bawah jembatan.
" Aku mohon tolong jangan usir saya bu, tolong kasihanilah saya. Kalau ibu mengusir saya, saya mau tinggal dimana bu ? Saya sudah tidak punya uang lagi dan saya juga tidak punya saudara, tolong kasihanilah saya bu. " Ucap rosa memohon .
" Aku tidak perduli ! mau kamu tinggal di kolong jembatan pun bukan urusan ku Rosa. Sekarang jika kamu tidak punya uang lebih baik keluar dari kontrakan ku. Mau pergi sendiri secara baik - baik atau aku seret dengan paksa ?" Tanya ibu kontrakan memberi pilihan rumit untuk rosa.
Rosa terdiam dia benar - benar tidak tahu lagi harus bagaimana. Ada uang cuma 500 ribu untuk bayar kontrakan pun tidak cukup, dan jika harus buat nyicil bayar kontrakan bagaimana dengan biaya makan nya.
" Apa ibu tidak kasihan kepada saya ?" Tanya rosa .
" Kalau di bilang kasihan sih aku kasihan rosa, apalagi melihat kondisi mu yang memang memprihatinkan.Tapi sifat sombong mu itu yang membuat aku malas menolong mu. Sekarang begini saja, berhubung ini sudah sore kamu aku izinkan tinggal di kontrakan ini semalam lagi. Besok pagi segera tinggalkan kontrakan ku dan bawa semua barang - barang mu, ingat !! Hanya barang - barang mu saja yang kamu bawa untuk TV dan perabot lain itu punya ku. " Ucap ibu kontrakan.
" Semalam saja bu ?" Seru rosa tidak percaya.
" Iya , kalau kamu tidak mau sekarang juga kamu bisa tinggalkan kontrakan ku ini . " Ucap ibu kontrakan itu dengan sinis.
" Iya - iya aku mau bu. Besok pagi atau paling lambat siang aku akan keluar dari kontrakan ini. " Ucap rosa akhirnya setuju.
Ibu kontrakan pun akhir nya pergi setelah rosa menyetujui apa yang sudah dia tetapkan nya. Setelah ibu kontrakan pergi rosa menangis sejadi - jadi nya. Dia bingung besok harus tinggal dimana dan harus kemana. Semua teman - teman nya tidak ada yang mau menolong nya.
Itulah buah apa yang kita tanam, jika kita baik dan perduli kepada sesama pasti suatu saat ada balasan yang lebih baik juga.
*******
Maaf ya Rosa kali ini AUTHOR harus tega sama kamu, karena ulah mu juga sudah membuat AUTHOR geram 😁🤭
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤