
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Keesokan pagi sekitar jam 8 pagi keluarga rosa sudah ada di rumah sakit. Ada ayah angkat rosa dan istrinya, mereka benar - benar terkejut saat melihat keadaan rosa yang memprihatinkan. Badan kurus kering dan layu, wajah menua dan keriput bahkan pipi seperti tinggal tulang nya saja.
" Rosa, maafkan bapak Rosa. Bapak tidak menyangka jika keadaan mu seperti ini. Bagaimanapun kamu, kamu tetap anak ku rosa. Orang tua mu sudah menitipkan mu kepada kami, maafkan bapak rosa " Ucap ayah angkat rosa penuh penyesalan.
" Bapak tidak salah, rosa yang sudah banyak salah sama bapak dan ibu . Tolong maafkan rosa ya pak. Rosa juga sudah bikin malu keluarga. Mungkin waktu rosa tidak banyak lagi, rosa semalam mimpi bertemu dengan ayah dan ibu. Mereka meminta rosa untuk bersiap - siap " Ucap rosa dengan suara pelan dengan sedikit terbata - bata.
" Rosa.. Ibu sudah memafkan mu. Jika memang Allah sudah mentakdirkan hidup mu sampai sini. Ibu dan bapak ikhlas melepas mu Nak " Ucap ibu angkat rosa sambil memeluk rosa.
Tangisan ke dua orang tua angkat rosa sudah tidak bisa di tahan lagi. Sebenarnya mereka sangat menyayangi rosa, tapi rasa sayang mereka sedikit demi sedikit berkurang karena ulah rosa sendiri. Namun saat melihat kondisi rosa yang memprihatinkan hati mereka sakit dan sedih.
Delia dan Juna, serta amar yang juga ada di ruangan itu tidak bisa menahan rasa sedih nya. Mereka itu merasakan kesedihan yang di rasakan oleh orang tua rosa. Pak Rt dan istrinya pun ikut hadir, delia yang sudah menghubungi mereka.
" Mas, apa Rosa akan pergi secepat ini?" Tanya delia dengan wajah sedih nya.
" Semoga itu yang terbaik untuk Rosa sayang. Semua ini pasti ada hikmah nya. Jika Allah sudah berkehendak kita bisa apa " Ucap Juna sambil memeluk delia dari samping.
* Aku sudah memaafkan mu Rosa. Jika memang Allah menghendaki kamu pergi, pergilah dengan tenang. Ikhlas lahir batin aku sudah memaafkan mu * Gumam delia dari dalam hati nya.
" Delia.... !!" Panggil rosa dengan pelan.
Delia mendekati bangsal rosa dan berdiri di samping rosa sambil mengenggam tangan rosa.
" Aku ada disini rosa " Seru delia dengan lembut.
" Maafkan aku. " Ucap rosa lagi terus meminta maaf kepada delia.
" Aku sudah ikhlas memaafkan mu, kamu tidak perlu meminta maaf terus menerus. Kamu wanita yang baik rosa, kamu wanita yang kuat. " Seru delia tersenyum kepada rosa.
__ADS_1
Roda sedikit mengulas senyum nya, dia bahagia bisa di puji oleh delia.
" Boleh aku minta peluk ?" Tanya rosa.
Delia tersenyum lalu mengangguk pelan, dia memeluk rosa dari samping. Rosa terlihat senang saat delia memeluk nya. Tanpa mereka semua ketahui itu adalah pelukan dan permintaan terakhir Rosa.
" Rosa.. Rosa.. Rosa " Seru delia yang menyadari tidak ada pergerakan dari Rosa.
Delia langsung melepaskan pelukan nya dan memeriksa nafas dan denyut nadi Rosa. Semua nya sudah tidak ada lagi, Rosa sudah menghadap sang pencipta.
" Innalillahiwainna illahi rajiun " Seru Delia dan di ikuti oleh semua nya.
" Rosa sudah meninggal pak , bu " Ucap delia memberitahu orang tua rosa.
" Iya nak delia, maafkan semua kesalahan - kesalahan rosa ya nak. " Seru ibu rosa.
" Saya sudah memaafkan semua kesalahan rosa buk " Jawab delia.
* Pergilah dengan tenang rosa, semoga Allah mengampuni segala dosa - dosa mu. * Gumam amar dalam hatinya.
Jenazah rosa akan di bawa ke kampung halaman nya, delia di bantu suaminya menyelesaikan segala administrasi rumah sakit selama rosa di rawat dan proses kepulangan jenazah.
" Selama tinggal di kontrakan mbak rosa tidak punya hutang pak. Kami semua sudah memaafkan kesalahan mbak rosa. Oh iya untuk barang - barang mbak rosa yang di kontrakan nanti akan kami antarkan." Ucap pak Rt.
" Terimakasih pak. Tapi untuk barang - barang itu biarlah untuk orang - orang yang membutuhkan. Bapak berikan saja kepada siapa saja yang mau" Ucap ayah rosa.
Pak Rt hanya menganggukkan kepala nya saja. Setelah proses pemulangan jenazah seleai, jenazah rosa pun du bawa pulang dengan di antarkan mobil Ambulan dari pihak rumah sakit menuju kampung halaman rosa.
********
Dua hari sudah Rosa pergi untuk selama nya, Rosa sudah tenang di alam sana. Kedua orang tua angkat rosa ingin mengganti semua biaya yang di keluarkan delia tapi delia tidak mau. Saat pemakaman rosa para mantan suami rosa pun ikut menghadirinya. Ada Rendi, Amar dan Harun. Mereka mengantarkan Rosa keperistirahatan terakhirnya.
Sekarang semua sudah kembali ke akrifitas nya masing - masing. Delia di sibukkan denga anak kembar nya yang semakin aktif, beruntung novi masih bekerja dengan nya.
" Nov, sepertinya aku harus cari pengasuh lagi" Ucap delia saat sedang bersamanl novi menemani si kembar bermain di halaman belakang.
" Kenapa mbak ? " Tanya novi heran.
__ADS_1
" Kamu kan sudah menikah pasti nya nanti kan bakalan hamil. Saat kamu hamil nanti pasti suami mu tidak memperbolehkan kamu bekerja, makanya aku mai cari pengasih 1 lagi dari sekarang.Sekalian biar kamu yang trainingkan." Ucap delia.
" Oh... Iya juga sih mbak. Nanti biar aku yang training pengasuh baru nya si kembar. Tapi kalaupun hamil aku masih mau kok mbak bekerja tapi ya minta persetujuan mas harun dulu sih " Ucap novi.
" Bukan nya aku tidak mengizinkan kamu kerja, kalau kamu hamil lebih baik kamu istirahat dulu. Tapi ngomong - ngomong kamu sudah hamil ya ?" Tanya delia serius.
Novi menggengkan kepala nya, padahal dia sudah terlambat sepuluh hari dan pagi tadi sudah di tes tapi masih garis satu alias negatif.
" Sabar dulu baru juga menikah, betarti kalian diminta untuk pacaran dulu. Karena dulu kalian kan tidak ada pacaran - pacaran, dekat dua bulan langsung menikah. Sekarang nikmati dulu pacaran setelah menikah " Ucap delia menasehati novi agar novi tidak berkecil hati.
" Iya mbak. Mas harun juga bilang begitu mbak, nikmati masa pacaran dulu. Kalau sudah saat nya hamil nanti juga hamil. " Ucap novi sambil tertawa.
" Hemm..Nov kamu bahagia kan menikah dengan Harun ?" Tanya delia pelan takut jika Novi tersinggung.
Novi langsung diam dan memandang ke arah delia, mencari tahu maksud pertanyaan delia.
" Maksud mbak delia apa kok bertanya seperti itu ?" Tanya novi heran.
Delia sepertinya salah bicara , dia sendiri bingung mau menjelaskan. Tapi sudah kepalang basah jadi delia pun melanjutkan pembahasan nya.
" Tidak bermaksud apa - apa sih Nov. Harun kan sempat menjadi adik ipar ku. Jadi baik buruk nya harun aku sudah tahu. Dulu saat menjadi adik ipar ku sikap san sifat nya itu buruk sekali, tapi alhamdulillah sekarang sudah baik dan berubah lebih baik. Aku hanya takut dia memperlakukan mu dengan tidak baik. " Ucap delia berterus terang.
" Dulu keluarga mereka itu memandang orang dari segi harta yang di miliki dan tingkat pendidikan nya. Aku saat menjadi menantu di keluarga mereka hanya di jadikan bahan hinaan dan bahkan aku di katakan istri parasit. " Ucap Delia mengingat masalalu nya.
" Mas harun memperlakukan ku dengan baik mbak, dia sangat menyayangi ku dan menghormatiku " Ucap novi serius.
" Alhamdulillah Nov. Harun dan keluarga nya sekarang sudah berubah. Semoga kebahagiaan selalu menyertai mu ya Nov. Mbak hanya berharap kamu dan harun bahagia dan menua bersama." Ucap Delia penuh harap.
" Aamiin " Jawab novi.
Sebagai msntan kakak ipar nya harun, tentunya delia paham betul bagaimana watak harun dan saudara nya. Tapi delia bersyukur, novi bersama harun saat harun sudah berubah menjadi lebih baik. Amar, tini pun sudah meninggalkan watak buruk nya.
* Hemm.... Novi menikah dengan harun dan Kartika akan menikah dengan Mas amar. Kenapa para pekerja ku bisa menikah dengan orang - orang dimasalalu ku ? Semua pasti sudah kehendak Allah, dan pasti ada hikmah nya. * Gumam delia dalam hati nya.
**********
TOLONG RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️
__ADS_1
KLIK LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️❤️