
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞
Delia mendatangi showroom tempat harun bekerja, bukan untuk ketemu dengan harun tetapi delia ingin membeli 1 unit mobil. Mobil yang nanti nya akan jadi kendaraan nya, setiap minggu dia harus ke kota untuk belanja setok barang toko nya. Jadi untuk menghemat waktu dia memilih mempunyai mobil sendiri.
Saat masuk ke dalam showroom harun menatap nya dengan penuh tanda tanya. Harun mengira jika delia datang untuk meminta sumbangan atau ingin ketemu dengan nya.
" Mbak delia ngapain disini ?" Tanya harun mendekati delia.
" Kamu sendiri ngapain disini ?" Tanya balik delia.
Harun kesal dengan pertanyaan balik delia, bukan nya menjawab pertanyaan nya tapi malah balik bertanya.
" Aku memang bekerja disini mbak. Mbak sendiri juga ngapain ada disini ? Mau minta sumbangan ?" Ucap harun masih memandang rendah delia.
" Kalau kamu disini bekerja berarti aku kesini mau membeli mobil " Ucap delia dengan santai nya.
HaHaHaHa HaHaHaHa
Harun menertawakan jawaban delia. Dia mengira delia terlalu banyak bermimpi jadi ucapan nya sudah ngelantur. Harun tertawa sampai teman nya menghampiri menanyakan ada masalah apa sampai harun tertawa begitu keras.
" Ada apa run ? Ketawa mu sampai mana - mana tuh. Beruntung pak menejer tidak tahu. " Tegur teman harun.
" Oh iya saya lupa kalau masih ada di showroom. " Jawab harun langsung berhenti tertawa.
Harun langsung menatap delia kembali, dia tetap tidak percaya jika delia datang untuk membeli mobil. Harun mengira jika delia sudah stress jadi daripada dia di bikin malu oleh delia, dia lebih memilih meninggalkan delia.
" Kamu urus saja orang ini,jika membuat keributan kamu usir saja. Orang tidak jelas begini kenapa di izinkan masuk" ucap harun kepada teman kerja nya tadi.
Harun pun pergi meninggalkan delia, dia lebih memilih menghampiri calon pembeli yang baru datang dan membawanya berkeliling melihat - lihat mobil.
__ADS_1
" Mbak nya mau cari mobil yang seperti apa ?" Tanya rahmat teman kerja harun.
" Saya mau cari mobil yang nyaman buat saya mas, yang pasti yang sesuai dengan isi dompet saya " Jawab delia sambil terkekeh.
" Mari saya antar lihat - lihat mobil nya mbak " Ajak rahmat dengan ramah dan sopan.
Delia mengangguk dan mengikuti rahmat melihat mobil - mobil yang berjajar rapi di showroom. Mata delia langsung tertuju kepada salah satu mobil berwarna hitam yang ukuran nya pas untuk dirinya.
" Ini seperti nya cocok untuk saya mas. Ini muat berapa orang ya mas ?" Tanya delia.
" Kurang lebih 8 orang mbak. 2 di depan , 3 di tengah dan 2 atau 3 orang di belakang. Apa mau yang ini saja mbak ?" Tanya karyawan showroom yang bernama rahmat tadi dengan ramah dan sopan.
" Iya mas yang ini saja, saya mau bayar kas ya " Seru delia serius membuat rahmat melongo, karena delia akan membayar kas tanpa keredit.
Dengan senang hati rahmat langsung memproses dan menyiapkan berkas jual beli nya. Sudah pasti rahmat akan mendapatkan bonus dari penjualan nya.
* Tidak apa - apalah sedikit mahal, bisa untuk membungkam mulut nya harun yang sombong itu. Tidak bermaksud menyombongkan diri, setidak nya ini bentuk pembelaan ku atas hinaan nya * Gumam delia menatap harun yang masih sibuk dengan calon pembeli yang lain.
Proses jual beli mobil sudah selesai dan berkas semua juga sudah siap, tinggal mobil yang akan di antarkan ke rumah delia. Delia meminta pihak showroom untuk mengantarkan mobil sore hari karena dia masih mau ke toko terlebih dahulu.
******
Saat di showroom tadi harun juga sempat tidak percaya jika mantan kakak ipar nya membeli mobil baru dengan bayaran kas. Tapi setelah melihat surat - surat jual beli nya harun pun percaya. Karena disana tertulis nama delia sebagai pembeli dan pemilik kendaraan yang baru saja di beli nya.
" Kok bisa sih mas" Tanya rani heran.
" Kamu serius kan run ?" Tanya ibu siti juga tidak percaya.
" Serius bu, mobil itu atas nama mbak delia" Jawab harun menyakinkan ibu dan yang lain nya.
Ibu siti dan yang lain nya terdiam, mereka memikirkan ucapan harun barusan. Senyum sinis menghiasi bibir ke tiga wanita beda usia itu, mereka saling pandang dan tersenyum. Seperti nya apa yang ada dalam fikiran mereka sama.
" Pasti delia jual diri " Ucap ibu siti.
Tini dan rani mengangguk menyetujui ucapan ibu nya. Sedangkan harun sudah pergi masuk ke dalam kamar nya untuk beristirahat.
" Bu aku keluar dulu ya " Seru tini pamit kepada sang ibu.
__ADS_1
" Eh mbak tini mau kemana ? " Tanya rani yang memang sedari tadi penasaran melihat tini sudah rapi dan mek up menor.
" Ada bisnis sama teman " Jawab tini berbohong.
Ibu siti tidak menjawab tapi hanya menganggukkan kepala nya saja. Dia tahu mau kemana pergi nya tini pasti mau menemui pria yang sudah memesan nya.
" Kalau pulang jangan malam - malam tin, kasihan joko kalau pulang tidak ada yang mengurus nya. " Seru bu siti memperingatkan tini.
" Mas joko pulang malam bu, dia dapat shif lembur juga " Teriak tini yang sudah ada di teras rumah.
Tini pergi begitu saja dengan menaiki taksi online yang sudah di pesan nya. Setelah satu jam perjalanan tini sampai di tempat yang sudah di janjikan.
" Hai Om sudah lama menunggu ya " Ucap tini menyapa pelanggan nya.
" Hai sayang, aku baru saja datang. Kamu mau makan dulu atau langsung ke tempat biasa " Ucap pria yang bersama tini.
" Langsung ke tempat biasa saja om" Jawab tini manja.
" Baik sayang" Ucap pria itu sambil mencium mesra pipi tini.
Tanpa mereka sadari sedari tini keluar dari rumah tadi ada seseorang yang mengikuti tini. Orang itu adalah suami tini. Joko sengaja berbohong ada pekerjaan tambahan, padahal dia sengaja ingin mengintai sang istri.
" Aku akan menjadikan video dan foto - foto ini sebagai barang bukti perselingkuhan mu. Aku terlalu bodoh pernah mencintai wanita sialan seperti mu " Ucap joko sambil memperhatikan tini dan pria yang tidak joko kenal.
Mobil yang di kendarai tini dan pria asing itu pun memasuki halaman hotel. Dengan hati - hati joko terus mengikuti langkah kaki mereka memasuki kamar hotel.
" Kamu tidak bisa mengelak lagi tini " Seru joko geram.
Joko terus mengikuti mereka sampai tini dan pria itu masuk ke dalam kamar hotel. Sepanjang jalan masuk ke hotel tini terus berada dalam pelukan pria asing itu, dan tanpa malu mereka juga berciuman di lorong hotel.
Joko sudah siap menerima semua apa yang dia lihat. Setelah tini dan pria asing itu masuk kamar joko pergi meninggalkan hotel itu. Dengan mengendarai motor nya , joko menuju rumah sakit dimana tempat istri ke dua nya sedang di rawat sehabis melahirkan.
******
TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK ❤❤❤
JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA JUGA YA KAK, AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI. 🙏❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤❤