Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Sikap Asti


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Masih di rumah sakit.


" Mas aku keluar sebentar ya ?" Seru Asti menghentikan obrolan tini dan amar.


Amar langsung menoleh ke arah asti, dan menganggukkan kepala nya. Asti merasa risih karena tini dan amar membahas mantan istri amar, Delia. Ada rasa tidak terima saat suami nya membicarakan soal delia.


" Mar sepertinya asti tidak suka dengan pembicaraan kita tadi. " Ucap tini saat asti sudah berada di luar.


" Itu hanya perasaan mbak saja. Asti itu orang nya baik dan pengertian, lagi pula kita tadi cuma membicarakan soal meminta maaf kepada delia. " Seru amar menampik perasangka kakak nya.


* Semoga saja perasangka ku salah. * Gumam tini dalam hati nya.


" Aaaaiiirr " Tiba - tiba terdengar suara seperti meminta air. Ternyata ibu siti yang tersadar kembali, tadi saat pertama kali sadar dan mendapati badan nya mati sebelah dia syok dan pingsan lagi.


Amar dan tini langsung mendekati ranjang ibu nya, tini langsung memberikan segelas air dan meminumkam nya.


" Bu, apa yang ibu rasakan saat ini ?" Tanya tini.


Namun tidak ada jawaban, hanya isak tangis ibu siti yang terdengar. Amar langsung memeluk ibu nya dan menguatkan ibu nya, seburuk apa pun seorang ibu sebagai anak pasti terpukul melihat keadaan ibu nya yang tersiksa seperti itu.


" Ibu jangan bersedih , ibu harus kuat dan harus yakin untuk sembuh " Seru amar sambil mengusap air mata ibu nya.


" Ii... iibu.. mminta maa.. af " Ibu siti bicara dengan susah payah.


Ternyata yang di takutkan dokter benar ada nya, akibat saraf - saraf motorik yang rusak berakibat ibu siti susah berbicara. Tini meneteskan air mata melihat penderitaan ibu nya, kaki lumpuh , stroke badan mati sebelah bahkan bicara pun susah.


" Iya bu amar sudah memaafkan ibu. Sekarang ibu istirahat saja ya. Amar dan mbak tini akan menjaga ibu disini " Ucap amar dengan lembut.

__ADS_1


" Amar benar bu, sekarang lebih baik ibu istirahat. " Tini ikut berbicara.


" Iiss.. istrii kamu mana mar ? " Tanya ibu siti ( Anggap saja ibu siti bicara nya susah ya , author nulis nya normal saja biar enak bacanya ).


" Asti ada di luar bu, amar panggil dulu ya " Seru amar.


Belum sempat amar keluar memanggil asti, asti sudah masuk sendiri dan menghampiri ranjang ibu mertua nya. Asti mengulas senyum dan menyalami ibu mertua nya dengan lembut.


" Ibu semoga cepat sehat ya " Ucap asti.


" Tterimaa...kaasih " Seru ibu siti pelan.


" Dek, malam ini mas temani ibu di rumah sakit ya. Gak apa - apa kan kamu di rumah sendiri ? Nanti mas antar kamu pulang dulu baru mas ke rumah sakit lagi. Atau kamu mau ikut menginap di rumah sakit disini juga ada mbak tini kok dek." Ucap amar.


" Iya mas gak apa - apa , aku pulang saja." Jawab asti seperti terpaksa.


Asti duduk di kursi dekat pintu masuk sambil memainkan ponsel nya, sedangkan tini menyuapi ibu siti makan. Amar tadi izin keluar sebentar untuk bertemu dengan dokter menanyakan keadaan ibu nya. Asti sesekali melirik ke arah tini dan ibu siti, begitupun dengan tini dia sesekali melirik adik ipar nya yang sedang fokus dengan ponsel nya.


" Asti duduk sini " Panggil tini agar asti mendekat.


Tini hanya mengangguk pelan. Dia merasa jika asti tidak nyaman ada di rumah sakit.


* Mungkin asti belum terbiasa dengan ibu apalagi kemarin lusa ibu sudah marah - marah dan pernah menghina nya. Semoga amar dan asti bahagia selalu * Gumam tini dalam hati nya.


*******


Sudah lima hari ibu siti di rawat di rumah sakit, selama lima hari ini tini selalu menemani ibu nya. Harun hanya datang di malam hari. Sedangkan amar datang sebentar saat dia pulang dari kantor saja, walaupun jarak nya lumayan jauh dia menyempatkan ke rumah sakit dan dia hanya sekali menginap di rumah sakit.


" Kata dokter ibu besok sudah boleh pulang mar. Tapi maaf mar mbak tidak bisa bantu biaya rumah sakit ibu. Harun pasti sama, dia hanya mengojek. " Ucap tini dengan wajah sedih.


" Sudah mbak tenang saja biar ini jadi urusan amar, mbak cukup merawat ibu saja. Maaf amar tidak bisa sering - sering datang ke kontrakan, karena amar mulai minggu besok banyak lembur mbak, nanti amar minta tolong asti untuk jengukin ibu. " Ucap amar memberitahu.


" Terimakasih ya mar, kamu catat saja berapa habis nya nanti kalau mbak ada rezeki mbak ganti mar. " Seru tini.


" Jangan di fikirin soal itu mbak. Ya sudah amar pulang dulu ya mbak. " Ucap amar berpamitan.


Amar pulang menuju rumah kontrakan nya, sebenar nya amar sangat lelah dan ingin segera mandi dan tidur memeluk sang istri. Amar mampir membelikan martabak manis terlebih dahulu untuk asti.

__ADS_1


" Sudah pulang mas" Seru asti saat melihat amar masuk ke dalam rumah.


" Iya dek, ini mas bawakan martabak manis untuk mu. Oh iya mas mandi dulu ya, setelah ini kita makan malam. " Ucap amar.


" Terimakasih mas, tapi.. maaf, malam ini aku tidak masak mas. Kita makan mie instan sama telor aja gak apa - apa kan mas ?" Ucap asti.


Amar mengangguk dan tersenyum hangat , dia pun masuk ke dalam kamar untuk mandi. Asti langsung ke dapur memasak mie instan untuk makan malam suami dan diri nya. Setelah selesai asti langsung membawa dua mangkok mie instan yang masih panas itu di ruang Tv. Mereka makan lesehan sambil menonton Tv.


" Wah seperti nya enak nih dek, pas banget dingin - dingin makan nya mie instan mana banyak rawit nya juga hemmm cocok bener nih " Seru amar yang sudah duduk di karpet ruang Tv.


" Makan yuk mas, nanti keburu dingin jadi tidak enak. " Seru asti.


" Iya dek " Jawab amar singkat.


Amar dan asti langsung memakan mie instan nya masing - masing. Mereka benar - benar menikmati makanan sederhana nya itu. Dulu sebelum menikah dengan asti , amar sering makan mie instan tapi rasa nya tidak senikmat sekrang , dulu dia makan seorang diri kalau sekarang kan berdua dengan sang istri tercinta.


" Oh iya dek, besok ibu sudah di bolehkan pulang. Mas gak bisa ke rumah sakit, kamu nanti tolong bantu mbak tini ya. Sekitar jam 11 siang ibu keluar dari rumah sakit" Ucap amar saat sudah selesai makan.


" Oh.. syukur kalau ibu sudah boleh pulang mas. Semoga ibu segera sembuh ya mas. Oh iya masalah biaya rumah sakit bagaimana mas ? " Tanya asti ingin tahu.


" Untuk sementara biaya rumah sakit mas bayarin dek. Mau ngandelin mbak tini dan harun tidak mungkin. " Ucap amar.


" Habis berapa juta mas ?" Tanya asti ingin tahu.


" Sekitar 15 juta dek " Jawab amar jujur.


* Apa ? 15 juta ? Uang segitu mas amar tanggung sendiri, kenapa tidak di tanggung bertiga ? Mas amar kan punya dua saudara lagi. * Gumam asti dalam hati nya.


Asti pun langsung diam , dia tidak mau bertanya lagi tentang ibu nya. Entah kenapa semenjak kedatangan nya di rumah sakit dan mendengar saat amar dan tini membicarakan soal delia, hati asti tidak terima bahkan sekarang seperti nya asti menjaga jarak dengan keluarga suami nya. Padahal dulu dia sangat ingin mendekati keluarga suami nya terutama ibu mertua nya.


Ada apa dengan Asti ??


*********


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤❤


TERIMAKASIH. 🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2