Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Air mata palsu


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


💞💞💞💞💞


Sesampai nya di rumah delia langsung masuk dan menuju ke dapur, di dapur sudah ada amar yang sedang meminum teh buatan nya.


" Kenapa wajah mu cemberut begitu dek ? Pulang belanja kok cemberut ?" Tanya amar yang sedang menikmati teh hangat di meja makan.


" Kok mas sudah bangun ? Maaf ya mas tadi belanja nya agak lama" Ucap delia sambil mengeluarkan belanjaan nya dari kantong plastik.


Bukan nya menjawab pertanyaan amar, delia malah balik bertanya kepada amar. Amar hafal betul dengan sikap istri nya, amar pun tahu jika saat ini delia sedang ada sesuatu yang di fikirkan nya.


" Kamu kenapa dek ? Cerita sama mas, pasti kamu ada masalah " Ucap amar sambil memegang kedua bahu delia.


Dengan mata yang berkaca - kaca delia langsung memeluk amar dan menangis dalam pelukan amar. Sebenar nya salah satu keinginan nya untuk punya rumah atau pindah kontrakan adalah ingin jauh dari keluarga suami nya agar kehidupan nya tenang dan tidak ada yang selalu merendahkan nya.


" Kamu kenapa menangis?" Tanya amar lagi.


" Aku ingin segera pindah dari sini mas, bukan rumah kita pun tidak apa - apa. Rumah kontrakan pun aku mau mas, aku tidak sanggup hidup berdekatan dengan keluarga mu mas. Bagaimana pun aku punya hati mas , aku punya batas kesabaran " Seru delia sambil terisak dan melepaskan pelukan nya lalu duduk di kursi meja makan.


Amar pun ikut duduk di samping delia, tangan amar mengusap air mata delia. Hati amar terasa perih melihat delia menangis seperti itu apalagi gara - gara keluarga nya, namun amar belum tahu masalah apa yang saat ini terjadi antara delia dan keluarga nya.


" Apa yang di perbuat ibu dan mbak tini atau harun dek?" Tanya amar ingin segera tahu.


" Ibu dan mbak tini memfitnah ku mas, aku malu mas. Orang - orang menganggap aku ini menantu yang tidak tahu diri, menantu yang kurangajar. Padahal selama ini aku cukup mengalah dan diam dengan segala hinaan dari keluarga mu. Apa belum cukup selama dua tahun ini mereka merendahkan,menghina bahkan menganggap ku sebagai pembantunya !!" Ucap delia mengeluarkan semua keluh kesah nya yang sudah lama dia tahan akhirnya pagi ini semua dia ungkapkan.


Amar masih belum tahu masalah apalagi yang saat ini sedang terjadi, sehingga amar hanya diam dan membiarkan delia meluapkan semua kekesalan nya.


" Ibu dan mbak tini memfitnah ku mas" Seru delia pelan.

__ADS_1


Delia pun menceritakan semua nya kepada amar tanpa ada yang di tutupi atau pun dia tambah - tambahi. Mendengar cerita delia amar langsung bangkit dari duduknya dan mengambil kunci motor dan langsung pergi mengendarai motor tanpa pamit kepada delia.


Delia tahu kemana tujuan pergi suami nya, pasti akan ke rumah orang tuanya dan pulang dengan membawa kekecewaan untuk delia. Sudah sering kali amar seperti ini dari rumah seakam amarah nya tak terbendung namun jika sudah sampai rumah ibu nya dan berhadapan dengan ibunya akan seperti kerupuk di siram air.


*******


Sampai di rumah ibu nya amar langsung menyetandarkan motor nya dan masuk ke dalam rumah dengan buru - buru.


" Bu... " Seru amar yang baru saja masuk ke dalam rumah dan mendapati ibu siti dan tini ada di dapur sedang sarapan.


" Eh.. amar, tumben pagi - pagi sudah datang ke rumah ibu ? Mau ngasih uang ya ?" Tanya tini dengan wajah tidak bersalah nya.


Braakk...


Amar langsung menggebrak meja makan, dia benar - benar tidak habis fikir dengan keluarga nya. Yang ada di dalam fikiran nya hanya uang, uang dan uang bahkan menyuruh amar untuk duduk pun mereka lupa.


" Amar !! Apa maksud mu datang - datang langsung marah seperti ini. Lama - lama kamu ini tidak ada sopan santun nya ya " Seru ibu siti marah.


Ibu siti dan tini saling pandang ,mereka masih belum paham arah pembicaraan amar.


" Kamu itu ngomong apa sih mar? ibu tidak tahu apa yang kamu bicarakan ?" Ucap ibu siti.


" Jangan pura - pura lupa bu, kalian sudah memfitnah delia dengan hutang baju dengan ibu rohanah. Padahal kalian sendiri yang berhutang dan meminta delia yang membayarkan nya, tapi kalian memutar balik kan fakta, ibu eka tadi pagi yang bilang saat delia belanja sayuran, dan delia pulang dalam keadaan sedih. " Ucap amar.


Ibu siti dan tini kebingungan,merek tidak menyangka jika semuanya akan menjadi bekini. Kalau amar marah bisa gawat, yang ada jatah bulanan dari amar akan hilang jadi lah mereka makan dengan garam saja.


" Ibu tidak memfitnah delia mar, mungkin kemarin ibu eka salah dengar mar. Lagi pula kamu kan tahu sendiri ibu eka itu memang biang gosip jadi pasti sudah dia tambah - tambahin tuh cerita" Ucap ibu siti mencoba membela diri.


" Iya mar,kemarin kami tidak ada memfitnah delia pasti ibu eka yang salah dengar. Beneran deh mar sebenci - benci nya kita sama delia kami tidak mungkin memfitnah delia seperti itu. Kalau seperti itu bukan hanya delia yang malu, kami juga yang malu " Ucap tini mencoba menyakinkan amar.

__ADS_1


Amar terdiam, dia mulai mencerna apa yang di ucapkan oleh ibu nya dan kakak nya.


Dia bingung harus mempercayai siapa, amar beranggapan apa yang dikatakan tini tadi memang ada benar nya juga.


* Benar juga kata mbak tini, kalau mereka memfitnah delia seperti itu bukan hanya delia yang malu tapi keluargaku juga yang malu. * Gumam amar sambil.


mengacak - acak rambut nya karena frustasi.


" Entahlah aku bingung harus percaya dengan siapa ?" Seru amar yang terlihat frustasi.


" Percaya sama ibu mar, delia pasti hanya salah paham. Ibu kemarin memang sempat ketemu ibu eka, ibu sefikit cerita soal hutang ibu dan mbak mu. Nah mungkin ibu eka itu memang salah paham atau dia memang yang sudah menambah - nambahi ucapan kami. Maklum lah ibu eka itu kan memang terkenal biang gosip" Seru ibu siti mencoba menyakinkan amar.


Ibu siti akan memainkan trik nya agar amar percaya dan menganggap delia lah yang salah paham.


" Kalau kamu tetap tidak percaya dengan ibu, ibu akan meminta maaf kepada delia. Biarpun ibu tidak melakukan kesalahan yang delia tuduhkan ibu akan meminta maaf. Ibu memang tidak menyukai delia dan ibu sering memperlakukan nya tidak baik, tapi ibu tidak mungkin memfitnah nya " Ucap ibu siti dengan pura - pura menangis dan mengeluarkan air mata buaya nya.


Tini yang melihat ibu nya berakting sedih dan menangis pun mengikuti nya. Dia juga pura - pura sedih dan ingin meminta maaf kepada delia.


" Mbak juga akan meminta maaf atas kesalahan yang tidak mbak lakukan, bisa dibilang semua ini salah paham saja " Ucap tini dengan wajah di buat sesedih mungkin.


Kalau sudah begini amar pasti luluh dan mempercayai ibu siti dan tini. Sudah jadi kebiasaan amar, pasti akan luluh dengan air mata buaya dari ibu siti dan tini. Amar paling tidak bisa melihat ibu nya bersedih ataupun menangis. Amar takut jika nanti tidak mendapatkan surga dari ibu nya, segala macam kesalahan ibu nya pasti akan dia lupakan dan delia lah yang akan selalu menderita karena ulah keluarga nya.


" Amar percaya sama ibu dan mbak tini, sudah jangan menangis dan bersedih lagi. Amar pulang dulu untuk meluruskan masalah ini kepada delia jika semua ini hanya salah paham. Amar pamit bu " Seru amar lalu pergi meninggalkan rumah orang tua nya.


Setelah amar pulang, tini dan ibu nya langsung menghapus air mata nya dan langsung tertawa dengan puas. Mereka sangat puas bisa menyakinkan amar, padahal tadi amar sudah benar - benar marah, dengan air mata palsu dari ibu nya amar luluh juga.


💞💞💞💞💞💞


*******

__ADS_1


Hari ini cukup 5 Bab dulu ya kak,besok Author Up lagi. Tetap dukung karya Author kak ❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2