
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Dengan berani nya tini datang ke rumah juna untuk menemui mama juna. Tini akan menuntut tanggung jawab mama juna atas insiden yang menimpa ibu nya. Tini tidak perduli dengan masalalu mereka, saat ini yang terpenting mama juna harus ikut andil dalam pengobatan ibu nya.
" Buk di depan ada tamu yang mencari ibu ?" Ucap bibik yang bekerja di rumah juna.
" Siapa bik ?" Tanya mama silvi.
" Tidak tahu bu, bibi baru pertama kali melihat nya " Ucap bibik memang tidak mengenali tini.
" Baiklah aku akan menemui nya, bibi buatkan minuman nya ya " Ucap mama silvi.
Mama silvi langsung menemui tamu nya di ruang tamu. Dia berjalan sambil bertanya - tanya siapa kira - kira yang bertamu dan mencari nya.
" Siapa ya ?" Tanya mama silvi sopan saat sudah ada di ruang tamu dan melihat tini duduk sambil memainkan ponsel nya.
" Kamu yang nama nya Silvi? " Tanya tini angkuh. Sama sekali tidak ada sopan santun nya dengan orang tua terlebih dia bertamu ke rumah orang.
Mama silvi langsung duduk di sofa seberang tini sambil menyilangkan kaki nya dan bersedekap sambil menatap lurus ke arah tini. Melihat sikap tini yang tidak tahu sopan santun,mama silvi bisa menebak jika tini adalah anak dari siti.
" Kamu anak siti ?" Tanya mama silvi.
" Iya. Aku kesini untuk menuntut tanggung jawab mu. Kamu sudah membuat ibu ku mengalami tabrak lari dan sekarang dia lumpuh. Kalau kamu tidak berusaha mendekat dan menengejar nya pasti ibu saya saat ini masih bisa berjalan. Semua ini gara - gara kamu !! Dasae wanita tua tidak tahu diri !!" Sentak tini yang terlihat sangat emosi.
Bibik yang tadi nya hendak mengantarkan teh dan cemilan pun ketakutan. Dia tidak berani mendekat dan memilih kembali ke dapur dengan membawa nampan yang masih utuh dengan teh dan cemilan.
__ADS_1
" Terus mau kamu apa ?" Tanya mama silvi dengan santai.
" Kami menuntut ganti rugi untuk pengobatan ibu ku " Ucap tini dengan sangat percaya diri.
" Kenapa kamu minta ganti rugi kepada ku. ? Seharus nya kamu minta sama orang yang menabrak ibu mu bukan kepada ku " Jawab mama silvi lagi.
" Pokok nya aku tidak mau tahu ! Kamu yang sudah menyebabkan ibu ku lumpuh. Sekarang kami meminta 100 juta untuk biaya berobat, kalau tidak mau akan aku bawa masalah ini ke jalur hukum biar kamu membusuk di penjara. " Ucap tini.
" Kamu mau meminta ganti rugi apa mau memeras ? Sepeserpun aku tidak akan memberikan uang kepada mu. Dan aku tidak takut dengan ancaman mu itu, jika kamu mau melaporkan ku ke kantor polisi ya silahkan. Aku juga bisa melaporkan ibu mu balik, atas kasus penjebakan yang dia lakukan terdahulu. Karena sampai sekarang aku masih menyimpan rekaman CCTV nya, dengan mudah aku akan menjebloskan ibu di penjara " Ancam balik mama silvi.
Tini menelan saliva nya sendiri, dia tidak tahu jika aksi ibu nya dulu terekam CCTV karena ibu nya memang tidak cerita soal CCTV. Nyali tini menjadi ciut, ancaman mama silvi mampu membuat nya ketakutan.
" Kurangajar ! Lihat saja aku akan membuat perhitungan dengan keluargs mu " Seru tini mencoba menghilangkan rasa takut nya.
Saat mereka sedang berbicara tiba - tiba delia datang dengan sopir nya. Tadi delia memang sedang pergi ke toko sebentar untuk mengecek laporan keuangan jadi dia tidak tahu jika ada tini di rumah nya.
" Loh ada mbak tini. Mbak tini apa kabar ?" Sapa delia ramah dan mengulurkan tangan nya untuk menyalami tini.
Tini menepis tangan delia dan menatap sinis delia, bahkan tini tidak perduli jika saat ini dia sedang berada di rumah mertua delia. Kapan pun dia bisa di usir dengan tidak sopan.
PLAAKK
PLAAAKK
Dua tamparan mendarat di pipi tini, bukan delia yang menampar tini tetapi mama silvi lah yang sudah menampar tini. Dia tidak terima menantu terbaik nya, menantu tersayang nya dihina dan di rendahkan oleh orang seperti tini.
" Kamu jangan merendahkan menantu ku ! Ingat dia itu lebih baik dari kamu. Kamu itu yang wanita hina dan rendahan. Kamu kira aku tidak tahu kalau pekerjaan kamu itu hanya menjual tubuh mu pada para hidung belang di luaran sana " Ucap mama silvi sambil menunjuk wajah tini.
" Jangan sok tahu kamu nenek peot " Ucap tini tidak terima.
" Sebelum kesabaran ku habis lebih baik sekarang juga kamu tinggalkan rumah ini. Kalau tidak pergi juga aku akan panggil polisi untuk menangkap mu dan ibu mu !!" Bentak mama silvi lantang.
Ternyata tini takut juga dengan ancaman mama silvi. Dia pun langsung keluar dari rumah juna tanpa me gucapkan satu patah kata pun, hanya pandangan penuh amarah ke arah mama silvi dan delia.
__ADS_1
" Mama sekarang istirahat, delia takut darah tinggi mama kumat. Jangan memikirkan soal mbak tini dan ibu nya, itu ibu sama anak memang sama saja. Sama - sama bloon nya " Ucap delia sambil terkekeh.
" Astaghfirullahaladzim... mimpi apa mama bisa ketemu wanita seperti itu. Benar - benar foto copy nya siti tu anak." Ucap mama silvi sampai beristighfar.
*******
" Dasar bodoh kamu tini ..... !!" Teriak ibu siti lantang.
Dia memarahi tini karena datang ke rumah silvi tanpa memberitahu nya terlebih dahulu. Padahal ibu siti juga ingin ikut karena ingin membuat perhitungan kepada silvi.
" Tahu gitu ibu kan ikut tini. Ibu ingin membuat pelajaran kepada wanita sombong itu " Ucap ibu siti.
" Kalau ibu ikut justru akan semakin bikin ribet, lihat ibu saja tidak bisa berjalan. Mana bisa naik motor dengan keadaan ibu yang membawa kursi roda seperti ini. Jangan bertingkah deh bu. Lagian aku datang kesana tidak membuah kan hasil karena dia mengancam akan melaporkan ibu ke kantor polisi dan ibu akan mendekam lama di penjara, karena dia punya bukti - bukti rekaman CCTV saat ibu menjebak si silvi sialan itu. " Ucap tini kesal.
" Apa ? Dia punya bukti kecurangan ibu ? kenapa sudah puluhan tahun bukti itu masih saja ada, aku kira sudah hilang ataupun usang di makan tahun. Sialan silvi itu, dia benar - benar licik " Ucap ibu siti lagi.
" Maka nya sekarang kita harus diam saja sementara ini kita cari aman saja . Dari pada kita melawan tapi ujung nya ibu yang di penjara." Ucap tini dengan kesal.
Ibu siti mengangguk, dia paham betul dengan keadaan nya sekarang ini. Dengan kelumpuhan nya itu sangat mempengaruhi pergerakan nya, dia berniat untuk menyembuhkan kaki nya terlebih dahulu agar bisa jalan lagi lalu kembali memikirkan cara untuk membalas semua yang sudah di lakukan oleh silvi.
" Amar bilang kaki ibu masih bisa sembuh, setelah ibu sembuh ibu akan menghancurkan silvi dan keluarga nya " Ucap ibu siti.
Padahal kemungkinan besar ibu siti akan lumpuh selamanya itu berarti dia tidak ada harapan untuk bisa berjalan lagi. Amar sengaja berbohong agar ibu nya tidak sedih, agar sang ibu mempunyai semangat untuk hidup. Amar saat itu tidak tega berkata jujur, takut saat itu ibu siti drop dan tidak ada semangat untuk hidup.
" Semua itu perlu biaya bu . Ibu kira murah apa biaya pengobatan ibu. Mau dapat uang darimana bu. Amar saja sudah tidak mau lagi membantu kita. Ibu sih serba boros dan banyak menuntut ini dan itu,jadi lama - lama amar juga malas dan muak bu." Ucap tini seperti nya dia juga merasakan apa yang di rasakan amar.
Baru seminggu tinggal dengan ibu nya dan sang adik harun, uang tini sudah semakin menipis. Semua karena gaya hidup yang tidak wajar, makan harus beli dan sudah pasti harus ada daging, sudah pasti itu permintaan sang ibu. Belum lagi perbaikan motor harun yang habis sekitar 500 ribu, semua itu pakai uang tini.
*****
LIKE, KOMEN DAN HADIAH NYA MANA NIH. ❤❤
Jangan lupa FAVORITE, VOTE DAN RATE BINTANG 5 NYA JUGA YA KAK 🙏❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏