Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Berharap bersatu lagi


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞💞


Pernikahan Amar dan Kartika tinggal dua minggu lagi, pernikahan amar kali ini akan mengadakan pesta yang meriah atas permintaan orang tua kartika, maklum kartika anak perempuan satu-satu nya dan adik nya seorang laki - laki. Dan Amar juga menyanggupi permintaan calon mertua nya.


Pernikahan Amar kali ini akan menjadi pernikahan paling bersejarah bagi amar. Karena 3 kali menikah sebelum nya tidak ada pesta sama sekali. Kali ini akan di adakan pesta dengan cukup mewah.


" Persiapan di rumah kamu bagaimana dek ?" Tanya amar saat mereka sedang makan di rumah makan. Mereka baru saja fiting baju pengantin, dan mulai hari ini kartika sudah libur bekerja. Delia memberi kartika cuti 2 minggu sebelum hari pernikahan nya.


Pesta pernikahan akan di adakan di rumah orang tua kartika agar mereka juga bisa berbagi dengan tetangga sekitar.


" Sudah mas tenang saja, nanti mas lihat saja hasil nya. Untuk tenda dan dekorasi sudah beres. Kalau konsumsi sudah ada penanggung jawab nya, ada tetangga yang memang sudah menjadi panggung dapur. Tapi tetap di kerjakan sama - sama secara gotong royong mas. Karena di lingkungan ku memang begitu, jika ada warga yang hajatan mereka akan datang membantu tanpa kita minta. " Ucap kartika menjelaskan.


" Bagus itu jadi irit biaya sewa tenaga . Hahaaaaa " Seru amar lalu tertawa.


" Ssstt.... Jangan bicara seperti itu mas pamali. Lagi pula nanti saat acara sudah selesai dan beres semua kita sebagai tuan rumah ya kita harus ngasih sembako atau apa gitu sebagai ucapan terimakasih kita" Ucap kartika memberitahu.


" Kenapa tidak kita kasih uang saja ?" Tanya amar.


" Mereka tidak bakal mau menerima nya mas. Karena mereka memang ikhlas menolong , makanya sebagai tuan rumah yang tahu terimakasih uang itu diganti dengan sembako. " Ucap kartika lagi menjelaskan.


Amar mengangguk paham, setiap tempat tinggal mempunyai tradisi yang atau cara yang berbeda - beda. Mungkin di lingkungan nya dulu juga seperti itu hanya saja dia yang tidak tahu dan tidak pernah mau tahu. Apalagi memang dia belum pernah menikah dengan pesta yang meriah.


Deg....


Namun tiba - tiba pandangan amar tertuju ke arah orang yang baru saja masuk ke dalam rumah makan. Amar kaget dan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat. Asti masuk dengan seorang perempuan yang amar tidak kenal, penampilan asti yang modis dan benar - benar berubah 180 derajat.

__ADS_1


* Itu Asti ? Jadi dia sudah keluar dari rumah sakit jiwa ? Dia beneran sudah sembuh atau pura - pura saja . Janga sampai dia melihat ku dan kartika, dia bisa mengacaukan semuanya. * Gumam amar dalam hatinya.


" Mas kamu kenapa sih ? Lihatin apaan ?" Tanya kartika penasaran.


" Dek, coba kamu lihat wanita yang baru masuk itu , ehh dia duduk di dekat kaca pojok itu. Itu benar Asti bukan ?" Tanya amar sambil menunjuk ke arah asti dan kawan nya duduk.


Pandangan kartika mengikuti arah tangan Amar dan benar saja kartika juga menyakini jika itu asti mantan istri calon suami nya.


" Iya mas dia mbak asti. Sekarang tambah cantik dia mas " Seru kartika.


" Heeesss... Buat apa cantik kalau stress dan punya penyakit hati akut " Jawab amar tidak suka dengan pernyataan kartika.


" Jangan begitu dong mas, siapa tahu dia sudah sembuh. Apa mas tidak mau mengundang dia di pernikahan kita ?" Tanya Kartika sama sekali tidak ada rasa cemburu atau khawatir jika amar akan kembali dengan Asti.


" Jangan !! Aku tidak mau dia mengacaukan semua nya. Aku yakin dia itu hanya waras sebentar saja, kalau keinginan nya tidak terpenuhi mungkin saja dia bisa mengamuk atau stress lagi. " Ucap Amar tidak setuju jika kartika mengundang Asti.


Kartika diam dia melihat tatapan amar yang berbeda, seperti ada yang sedang amar sembunyikan.


" Kenapa kamu punya fikiran seperti itu. Aku tidak ada rasa apa - apa lagi sama Asti. Sebenarnya sekitar 1 bulan yang lalu ibu nya Asti menemui ku , agar aku mau menjenguk asti dan rujuk dengan Asti. Tapi aku tidak mau dan aku tidak akan pernah mau rujuk dengan dia. Karena sebentar lagi kita menikah, dan aku beruntung mempunyai wanita seperti kamu. Aku sangat mencintai dan menyayangi mu.." Ucap amar menyakinkan kartika sambil menggenggam tangan kartika.


Saat ini amar memang sudah mencintai kartika, amar juga tidak tahu kapan rasa itu datang. Padahal saat meminta kartika kepada orang tua nya amar belum ada rasa cinta, hanya rasa nyaman yang dia rasakan. Namun sekarang amar sangat mencintai kartika.


" Terimakasih mas " Jawab kartika lembut dengan senyum mengembang.


" Sama - sama sayang " Seru Amar memanggil kartika sayang.


Setelah selesai makan amar langsung membayar tagihan nya, untuk menghindari asti merekapun keluar lewat pintu samping agar tidak dilihat oleh Asti. Amar malas jika asti melihat nya, untuk saat ini lebih baik menghindar saja.


" Mas kenapa takut sama mbak asti ?" Tanya kartika saat sudah sampai parkiran.


" Mas bukan nya takut. Mas hanya saja tidak mau asti melihat kita terus dia bikin ulah. Pokok nya sekarang ini yang penting yang waras mengalah jangan ladenin asti. Mungkin kalau kamu bertemu dia tanpa aku, tidak masalah kamu menyapa nya. Tapi kalau sedang bersama ku lebih baik jangan menyapa dia. " Ucap amar memberitahu kartika.


" Mbak asti masih mengharap sama kamu ya mas ?" Tanya kartika lagi membuat amar menghela nafas panjang. Padahal tadi saat di dalam sudah di beritahu jika ibu nya asti meminta amar rujuk kembali, berarti asti memang masih mengharap.

__ADS_1


" Sudah tidak perlu dibahas, sekarang kita harus pulang. " Seru Amar.


Kartika pun diam dan tidak banyak bertanya lagi, dia tahu amar tidak suka jika terus - terusan membahas asti si mantan istri gila nya itu.


Sedangkan di dalam rumah makan asti dan teman nya sedang bercerita tentang kesibukan nya. Lebih tepat nya Asti yang bercerita kemana saja dia selama 6 bulan ini tidak ada kabar.


" Oh jadi selama 6 bulan ini kamu keluar kota ? Liburan , kerja atau bagaimana ?" Tanya teman asti.


" Aku di rumah saudara ku kebetulan dia punya usaha gitu, jadi aku bantuin disana sekaligus aku menenangkan diri . Aku masih belum terima dengan perceraian ku, sebenarnya apa yang membuat mas amar menceraikan ku. " Ucap asti berbohong untuk mencari simpatik teman nya.


" Apa mungkin amar selingkuh terus dia lebih memilih selingkuhan nya ?" Tebak teman asti.


" Bisa jadi. Kurang apa sih aku ini ? Cantik, Modis dan setia. Keluarga ku memang bukan orang kaya tapi aku bisa mencari uang sendiri bahkan uang ku juga banyak sehingga aku bisa membeli barang - barang mewah dan mahal yang aku inginkan." Ucap asti menyombongkan dirinya.


Teman asti hanya tersenyum tipis mendengar perkataan asti. Dia memang tahu jika asti memang dulu pekerja keras, terbukti sampai asti keluar negeri selama bertahun - tahun.


" Apa kamu tidak mau rujuk lagi dengan mantan suami mu ?" Tanya teman asti.


" Mau..mau banget. Tapi selama aku pulang ini aku belum pernah ketemu dia, atau aku datang ke kontrakan nya saja ya. Tapi apa dia masih mengontrak disana ? Emm... Nanti aku tanya sama adik ipar ku dulu. Dia pasti tahu dimana amar tinggal. " Seru asti.


" Hemmm... Lebih baik kamu tanyakan dulu sama adik ipar mu itu, nanti baru kamu datangi amar dan nanti aku pasti akan menemani mu. Jangan lupa dandan yang cantik dan seksi agar mantan suami mu itu jatuh cinta lagi sama kamu. " Ucap teman asti.


" Sipp deh.. Yuk kita ke salan. Aku mau perawatan biar nanti saat ketemu mas amar aku cantik dan fresh " Seru asti lalu bangkit dan membayar makanan nya.


Asti dan teman nya meninggalkan rumah makan lalu masuk ke dalam mobil. Teman kartika memang punya mobil tetapi asti yang mengendarai nya , teman nya pun tidak masalah justru dia senang.Karena bensin sudah di tanggung Asti, makan juga asti bahkan kesalon pun pasti asti.


********


RATE BINTANG 5 NYA YUK 🙏🙏


LIKE, KOMENTAR, VOTE , FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA 🙏❤️


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2