Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Rahasia tentang amar


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Sore hari amar dan asti datang ke rumah ibu siti untuk menengok keadaan ibu siti. Sebenar nya amar malas karena pasti ibu nya akan menghina asti dan menyakiti hati asti, namun asti memaksa karena asti ingin mencoba mengenal ibu mertua nya lebih dekat lagi. Siapa tahu ibu siti bisa menerima asti sebagai menantu nya.


" Tapi adek tahu sendiri kan bagaimana sikap ibu ku ? Aku tidak mau ucapan ibu melukai hati mu dek, jadi kita tidak usah kesana ya ? kita batalin saja , kita jalan - jalan saja bagaimana ?" Ucap amar tetap tidak mau ke rumah ibu nya.


" Tidak mas, sekali ini saja kita temui ibu mas. Aku ingin mengenal ibu lebih dekat, kalau aku terus menjauh bagaimana kami bisa akrab. Mas tenang saja, aku tidak akan mengambil hati semua perkataan dan hinaan ibu. " Seru asti menyakinkan amar.


Huuffftt...


Amar tidak bisa menolak lagi ajakan istri nya, mungkin kali ini amar akan menuruti kemauan istri nya. Karena entah kenapa hari ini amar juga ingin sekali mengunjungi ibu nya. Akhirnya selepas sholat ashar amar dan asti pergi ke rumah kontrakan ibu nya.


" Mas seperti nya ada yang sedang ribut " Seru asti saat sudah sampai halaman kontrakan ibu mertua nya.


Saat ini tini dan ibu nya sedang bertengkar lagi, dengan masalah yang sama. Mereka tidak menyadari jika ada amar dan asti di balik pintu depan.


" Ibu bisa tidak sih sehari saja tidak meributkan soal uang ? Lihat kondisi ibu sudah tidak bisa jalan lagi, ibu sudah lumpuh. Seharus nya ibu iti tobat bu, tobat jangan kayal gini terus. Ingat kita ini sudah miskin sudah tidak punya harta apa - apa lagi. " Ucap tini dengan kesal karena ibu nya masih saja main judi lewat online.


" Kalau kamu tidak mau memberi ibu uang tidak perlu marah - marah. Ibu bisa minta sama amar, lagi pula amar juga tetap anal ku " Seru ibu siti.


" Ibu kira amar akan memberi ibu uang ? Hahh... ? Apalagi uang itu ibu pakai untuk main judi online, bu amar itu sudah menikah dia juga sudah banyak berkorban untuk keluarga kita. Selama ini amar sudah banyak keluar uang untuk menopang biaya hidup kita semua, saat ini biarkan amar hidup bahagia dengan istri nya. Dan jangan pernah ibu mengganggu kebahagiaan amar, ingat bu amar itu juga butuh kebahagiaan. Selama ini dia di perlakukan berbeda dia tidak pernah protes bahkan mengeluh, bagaimana jika amar tahu kalau dia di perlakukan seperti itu karena ibu membenci amar. Yang terlahir karena kesalahan ibu sendiri " Ucap tini lebih berani lagi.


" Biarpun dia terlahir karena kesalahan ku, tetap amar anak ku dari pacar ku. Selagi amar tidak mengetahui jika bapak bukan ayah kandung nya, pasti dia tetap akan memberi apa yang ibu mau. " Ucap ibu siti percaya diri.


Deg..


Di luar amar langsung tertegun saat mendengar penuturan sang ibu. Seakan amar ingin langsung membuka pintu dan menanyakan semua yang belum amar ketahui. Namun amar mengurungkan nya, dia ingin lebih tahu apa yang di sembunyikan oleh ibu nya.

__ADS_1


" Ibu yakin amar masih mau baik dengan ibu jika dia tahu kalau dia bukan anak kandung bapak ? Melainkan anak ibu dengan selingkuhan ibu , bahkan ibu membenci amar karena saat hamil amar lah selingkuhan ibu itu meninggalkan ibu dan lebih memilih istri nya " Ucap tini memperjelas apa yang ingin amar ketahui.


Amar sudah tidak tahan lagi tetap berdiam diri di depan pintu kontrakan. Dengan kasar dia membuka pintu.


Brrakkkkk....


" Jadi aku ini anak dari hasil selingkuhan ibu?" Seru amar dengan pandangan lurus menatap ibu nya.


Ibu siti dan tini terkejut dengan kedatangan amar yang tiba - tiba. Karena terlalu serius berdebat , mereka sampai tidak mendengar suara motor amar. Asti ada di belakang amar, dia memilih diam tidak mau ikut campur dengan urusan keluarga suami nya. Disini dia memang istri amar,namun dia tidak mau ikut campur.


" Amar " Seru tini dan ibu nya bersamaan.


" Jawab bu. Apa benar aku ini anak dari hasil selingkuhan ibu ?" Tanya amar lagi.


Ibu siti tergagap dia tidak tahu harus menjelaskan darimana. Cepat atau lambat amar memang tahu semua rahasia yang selama ini dia simpan rapat - rapat. Salah nya hari ini amar mengetahui nya di saat ibu siti belum siap untuk menjelaskan nya.


" Jawab bu !!" Seru amar lantang.


Asti mendekati amar lalu mengusap lengan amar dengan lembut , agar amar bisa mengontrol emosi nya.


" Sabar mas , bicara jangan dengan emosi" Ucap asti lembut.


" Kalau ibu tidak mau memberitahu ku, mbak tolong jelaskan semua ini. Apa benar aku ini anak dari selingkuhan ibu? Apa ini yang membuat ibu selalu memperlakukan aku berbeda, ibu tidak pernah menyayangi ku tapi hanya mau dengan uang ku saja ?" Tanya amar dengan mata berkaca - kaca.


Dia sangat sedih ternyata di balik sikap tidak perdulinya ibu siti menyimpan banyak rahasia yang amar tidak ketahui, dan sial nya rahasia itu tentang amar.


" Duduk dulu mar, mbak akan jelaskan semua nya. Kamu memang sudah seharus nya mengetahui rahasia ini. " Seru tini mencoba meredakan amarah amar.


" Jangan berani - berani kamu bercerita kepada amar! Amar kamu jangan percaya dengan kakak mu, dia itu pombohong. Dia mengarang cerita karena dia itu iri dan tidak suka melihat kamu hidup bahagia " Ucap ibu siti membela diri.


" Kebohongan apa yang di lakukan mbak tini bu ? Bahkan mbak tini belum cerita apa - apa sama amar. Kenapa ibu takut seperti itu, kalau ibu merasa tidak punya kesalahan ibu jangan takut dan biarkan mbak tini menceritakan semua nya ? Atau ibu sendiri yang mau mencerita kan kepada amar ?" Tanya amar dengan serius.


Ibu siti langsung terdiam, amar memang pintar membuat ibu nya terdiam.


" Ceritalah mbak " Seru amar.

__ADS_1


" Apa kamu siap mendengar cerita ini mar. ?" Tanya tini serius.


" Aku siap mbak" Jawab amar singkat.


Akhirnya tini menceritakan semua rahasia yang sudah di rahasiakan oleh ibu siti. Tini menceritakan apa yang dia tahu dari bapak nya dulu tanpa ada yang dia tutup - tutupi sedikit pun. Amar menyimak setiap perkataan tini, hati amar terasa sakit saat tahu kenyataan jika ibu nya sangat membenci amar dari dia masih di dalam kandungan, bahkan setetes Asi pun tidak dia berikan kepada amar.


" Itulah cerita yang sesungguh nya mar " Ucap tini mengakhiri cerita nya.


" Jadi bapak sudah tahu jika aku bukan anak kandung nya ? Bahkan bapak yang bukan orang tua kandung ku sangat menyayangi ku dan sangat menjaga ku, tapi ibu.. ibu setetes asi pun dia tidak mau memberikan kepada ku. Jadi ini alasan ibu memperlakukan amar berbeda? Kalau amar boleh memilih bu , amar tidak mau di lahirkan di dunia ini. " Seru amar dengan mata berkaca - kaca.


" Tini itu pembohong, kamu itu anak ibu bukan anak orang lain " Seru siti tetap membela diri nya.


" Memang benar aku anak ibu, anak kandung ibu. Tapi aku anak dari hasil selingkuh ibu , aku anak dari hubungan zina ibu dengan pria lain. " Seru amar sambil terisak.


Asti langsung memeluk suami nya, saat ini amar benar - benar rapuh. Kenyataan ini membuat amar bersedih, apalagi setelah mengetahui dia anak dari hasil zina ibu nya dengan pria lain.


" Beruntung aku mau melahirkan mu. Tahu begini sudah aku bunuh kamu saat masih dalam kandungan, susah payah aku melahirkan mu tapi sama sekali kamu tidak menghargai ku. Sejelek - jelek nya prilaku aku ini tetap ibu kandung mu ibu yang sudah melahirkan mu !!" Bentak ibu siti.


" Sampai kapan pun ibu memang ibu amar, ibu yang sudah melahirkan amar. Tapi kenapa ibu tidak jujur dengan amar, kenapa ibu membenci amar dan memperlakukan amar berbeda. Kalau amar boleh memilih amar tidak mau di lahirkan bu. ," Seru amar lagi.


Suasana hening, hanya isak tangis amar yang terdengar. Asti semakin merasa bersalah, kalau saja tadi dia tidak memaksa amar untuk ke rumah ibu nya sudah pasti suami nya saat ini tidak akan sesedih ini dan tidak akan ribut dengan ibu nya.


" Asti berikan teh hangat ini kepada amar, agar dia lebih tenang " Ucap tini sambil meletakkan dua gelas teh di atas nampan di samping asti.


" Iya mbak " Jawab asti.


Asti memberikan teh hangat itu kepada amar, amar langsung meminum nya dan di bantu oleh asti.


" Kita pulang dek ?" Seru amar.


" Iya mas " Jawab asti.


Amar dan asti pun langsung keluar dari rumah kontrakan tanpa berpamitan kepada ibu siti. Asti hanya berpamitan kepada kakak ipar nya saja , sedang kan ibu siti hanya diam di kursi roda nya.


*******

__ADS_1


LIKE, KONEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤


__ADS_2