
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Diki di kantor menghampiri amar yang seharian terlihat murung, bahkan tidak seperti biasa nya amar tidak keluar untuk makan siang. Dia memilih OB membelikan dia makan siang.
" Mar, kamu kenapa lagi ? kenapa seharian ini kamu seperti malas - malasan begitu. Apa ribut sama mbak asti. " Tanya diki langsung mengarah kepada asti.
" Iya. Aku bingung dik, mengikuti keinginan nya. Setiap bulan aku memberikan uang 4 juta tapi habis begitu saja, bahkan belum ada sebulan sudah habis. Padahal untuk bayar kontrakan sudah aku bayar full satu tahun dan listrik pun aku yang tanggung. Asti itu suka belanja barang - barang mahal, bahkan dia sekarang menuntut rumah dan mobil. Kenapa 3 kali aku menikah selalu begini ,hanya delia yang bisa menerima semua kekurangan ku. Rosa dulu memang tidak mempermasalahkan soal uang karena dia memang punya penghasilan juga, Asti sekarang matrealistis. Bahkan semalam dia marah - marah sambil membuang barang - barang. " Ucap amar sambil menundukkan kepala nya.
Diki tertegun melihat amar yang benar - benar sedih , dia kasihan kepada amar. Dia ingin menceritakan kepada amar soal asti. Tapi bukan ranah pribadi nya untuk berbicara, apalagi dia sudah berjanji kepada istri nya untuk tidak bercerita kepada amar.
* Apa mbak asti depressi lagi ? Atau dia kumat seperti yang di ceritakan ajeng ? * Gumam diki dalam hati nya.
" Nanti pulang dari kantor ikut aku pulang ke rumah ibu mertua kita " Seru diki.
" Ibu kenapa ?" Tanya amar bingung.
" Sudah yang penting kamu ikut saja, nanti kamu menemukan jawaban nya sendiri. Aku tidak berhak untuk bercerita. " Seru diki lagi.
Setelah berbicara seperti itu diki pun langsung kembali kemeja kerja nya dan menyelesaikan semua pekerjaan nya.
* Kenapa diki menyuruh ku untuk menemui ibu mertua ? Apa ada yang mereka sembunyikan dari ku ? Hemm... baiklah sepulang kerja aku akan ke rumah ibu mertua * Gumam amar dalam hati nya.
Tanpa terasa jam pulang kantor sudah tiba, amar dan diki pun keluar ruangan bersama - sama dan menuju parkiran bersama.
" Memang nya ada apa sih dik ? Kenapa harus menemui ibu mertua kita segala ?" Tanya amar masih penasaran.
" Datang kerumah ibu mertua kok kenapa ? Memang nya baru ada perlu dulu baru mau ke rumah mertua ? Tidak kan ? " Jawab diki membuat amar garuk - garuk kepala nya yang tidak gatal.
Memang yang dikatakan diki benar, tidak perlu ada keperluan terlebih dahulu jika ingin berkunjung ke rumah mertua nya. Lagi pula memang selama dua bulan menikah dengan asti baru sekali saja amar ke rumah mertua nya.
__ADS_1
Amar dan diki mengendarai motor nya masing - masing, mereka saling beriringan. Jalanan lumayan ramai karena memang jadwal nya para pekerja pulang. Sebelum nya diki sudah menghubungi ajeng jika amar akan datang, diki menceritakan apa yang di ceritakan amar kepada ajeng. Dan ajeng setuju jika amar datang dan tahu semua nya langsung dari ibu nya.
******
Setelah sampai di rumah mertua nya amar langsung menemui ibu mertua nya. Ibu mertua nya pun menyambut kedatangan amar dengan hangat. Dia sudah tahu apa yang saat ini di rasakan oleh amar.
" Kamu dan asti habis ribut ya nak?" Tanya ibu jujuk
" Emm... maaf bu, pasti diki ya yang cerita sama ibu. Maaf bu, bukan maksud amar untuk mengadu. Tapi iya memang semalam amar dan asti ribut kecil bu, tapi tadi pagi sudah seperti biasa lagi seolah tidak ada kejadian apa - apa. " Jawab amar menjelaskan.
Ibu jujuk mengangguk paham, memang begitulah asti jika marah. Marah hanya pada saat itu saja dan jika sudah semua nya akan kembali normal. Tapi keributan itu pasti akan terulang lagi.
" Ibu mau menceritakan soal kejadian di masalalu asti. Seperti nak amar ketahui jika asti pernah di perkosa oleh pacar nya, mungkin yang nak amar tahu hanya pacar nya saja. Sebenar nya asti pernah di lecehkan oleh pacar nya dan dua teman lelaki pacar nya. " Ucap ibu jujuk mulai menceritakan masalalu asti.
Deg..
Amar terkejut saat mengetahui asti pernah menjadi korban pelecehan tiga pria sekaligus. Ternyata benar, amar belum mengetahui tentang asti seutuh nya.
" Dan banyak lagi yang ingin ibu ceritakan, bagaimana awal mula asti di lecehkan oleh pacar dan teman nya. Tapi ibu minta jangan potong cerita ibu sebelum ibu selesai bercerita " Ucap ibu jujuk.
" Iya bu" Jawab amar sambil menganggukkan kepala nya.
Ibu jujuk menarik nafas dalam - dalam sebelum berbicara. Akhir nya ibu jujuk menceritakan semua nya tentang asti di masalalu nya. Dari asti yang memiliki penyakit hati berupa iri dengki, kasus pelecehan dan sampai depressi sampai asti yang bekerja di luar negeri selama bertahun - tahun tidak dapat hasil apa - apa karena uang nya hanya habis untuk foya - foya.
Amar tertegun mendengar cerita dari ibu mertua nya, ternyata asti mempunyai masalalu yang membuat nya trauma dan depresi. Sifat iri dengki nya juga sudah mendarah daging dan susah untuk di hilangkan, tetbukti dia bekerja hanya untuk foya - foya untuk memenuhi gaya hidup nya yang tidak mau kalah dari teman - temannya.
" Jadi asti pernah depresi bu?" Tanya amar memperjelas semua nya.
" Iya nak. Ibu selama ini takut jika asti kembali seperti dulu lagi. Dia itu iri hati nya sangat tinggi, dia selalu ingin lebih dari seseorang yang dia anggap pesaing nya. Dan dia akan marah jika keinginan nya tidak di penuhi. Ibu mohon nak amar bisa lebih sabar menghadapi asti, bimbinglah dia menjadi lebih baik. Dan sadarkanlah dia dari sifat iri dengki nya itu, ibu berharap sifat itu jauh - jauh dari asti. Meski ibu tahu semua itu perlu waktu dan tentu nya akan sulit. " Ucap ibu jujuk penuh harap kepada amar.
" Insya allah amar akan membimbing asti bu, tapi amar tidak bisa janji. Penyakit iri dengki itu tidak bisa di sembuhkan jika dalam diri asti tidak ada keinginan untuk berubah. " Jawab amar.
" Iya nak ibu paham. Sekarang ini yang ibu khawatirkan jika depresi asti kembali lagi " Ucap ibu jujuk dengan khawatir.
Kalau soal depresi asti amar tidak tahu harus bicara apa, apa mungkin akhir - akhir ini asti suka marah tidak jelas dan suka membuang barang - barang itu karena depresi nya yang kembali.
Drett... Dreett... Drettt
__ADS_1
Ponsel amar bergetar, ada panggilan masuk dari asti. Amar pun langsung mengangkat telepon nya.
[ Assalamualaikum... ada apa dek?] Seru amar.
[ Mas amar ada dimana ? ini sudah magrib mas belum pulang juga ? Di rumah ibu juga tidak ada ? ] Bukan nya menjawab salam amar tapi malah langsung memberondong amar dengan pertanyaan.
Haahhh.. Amar menghela nafas mendengar pertanyaan asti yang beruntun.
[ Mas masih ada kerjaan di luar dek, ada pekerjaan yang harus mas selesaikan. Ini baru saja selesai dan mau pulang. Adek mau di bawakan apa ?]
[ Oh sudah mau pulang ? Ya sudah, tidak usah beli apa - apa mas aku sudah masak. Mas cepat pulang saja ]
[ Iya ini mas sudah mau pulang, ya sudah telepon nya mas tutup ya ]
[ Iya mas, hati - hati ]
Amar kwmbali memasukan ponsel nya ke dalam saku celana nya.
" Asti meminta mu pulang nak ?" Tanya ibu jujuk.
" Iya bu, tadi memang amar tidak mengabari asti jika amar pulang terlambat. Amar lupa dan mungkin asti khawatir " Jawab amar.
" Sebenar nya asti itu anak yang baik dan perhatian, hanya saja dia saat muda nya salah pergaulan " Ucap ibu jujuk penuh sesal.
" Tidak perlu di sesalkan bu. Semua sudah terjadi, doa kan saja yang terbaik untuk asti " seru amar.
Diki datang menghampiri amar dan ibu mertua nya. Diki memang sengaja meninggalkan amar berdua dengan ibu mertua nya agar amar lebih leluasa berbicara dengan ibu mertuanya.
" Makan dulu mar baru pulang " Ajak diki.
" Tidak dik. Asti sudah masak di rumah, aku numpang sholat saja. Nanti aku makan di rumah saja sama asti." Tolak amar secara halus.
Diki mengangguk paham dengan apa yang di sampaikan amar. Setelah sholat magrib amar pun berpamitan pulang kepada ibu mertua nya. Ibu mertuanya berpesan untuk tidak memberitahu asti jika amar datang ke rumah mertua nya.
*******
LIKE, KOMEN , VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK KAK. JANGAN LUPA BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK, BIAR AUTHOR NYA SEMANGAT UPDATE NYA 🙏❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤❤