Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Terpaksa dipecat


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Delia memanggil yuni ke ruang kerja nya, beruntung di datang pagi - pagi sehingga bisa mengetahui semua kejadian dengan mata kepalanya sendiri. Walaupun ada CCTV tapi tetap melihat secara langsung lebih baik. Tanpa menunggu yuni bercerita akhirnya delia sudah tahu semua nya.


" Jadi mbak delia sudah tahu?" Tanya yuni serius.


" Iya tadi sebenarnya aku melihat semua peedebatan kalian. Aku tidak menyangka mbak asti bisa seangkuh dan searogan itu " Seru delia.


" Hari pertama sampai ke tiga kerja dia masih ramah dan sopan mbak, tapi seminggu ini dia kerja nya tidak benar. Ketus sama custemer , jika di tegur dia malah marah dan tidak ramah sama pelanggan. Sudah banyak pelanggan yang mengeluh mbak. Kalau di biarkan begini terus lama - lama nama baik toko yang menjadi jelek mbak. " Seru yuni sepemikiran dengan delia.


" Baik aku sudah punya solusi nya yun. Terpaksa aku harus memecat nya, kamu siapkan uang gaji nya. Kamu siapkan bayaran nya full satu bulan, anggap saja itu uang pesangon dia. Dan tolong panggilkan mbak asti kemari." Seru delia masih berbaik hati.


Yuni mengangguk patuh lalu keluar dari ruangan delia, yuni menghampiri asti yang terlihat duduk santai di dekat rak kosmetik.


" Mbak asti di panggil mbak delia di ruangan nya " Seru yuni.


" Oh.. Ok " Jawab nya terlihat sangat senang.


Dengan langkah pasti nya asti menuju ruangan delia, tanpa permisi dan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu asti langsung masuk begitu saja dan itu membuat delia geram.


" Mbak kalau masuk itu ketuk pintu dulu " Ucap delia memperingatkan.


" Upshh... maaf ya del, aku kira tinggal masuk saja tanpa harus ketuk pintu. Kan tadi yuni bilang kamu memanggil ku jadi aku masuk saja. Maaf ya besok - besok tidak lagi. " Seru asti dengan senyum cerah nya.


Huuuhhh..


Delia mendengus pelan, dia bingung mau memulai percakapan darimana. Dia seperti tidak tega memecat asti begitu saja padahal juga baru sepuluh hari bekerja. Tapi kalau di biarkan orang seperti asti ini akan semakin melunjak dan berbuat semau nya, di beri peringatan pun pasti tidak akan berubah. Delia sudah hafal orang - orang modelan asti.


" Oh iya ada apa memanggil ku kesini del ?" Tanya asti santai sambil duduk di kursi seberang delia.

__ADS_1


Lihat saja tidak ada sopan santun nya sama sekali asti kepada delia. Dia tidak bisa menempatkan diri, dimana tempay kerja dan dimana teman atau saudara. Seharus nya di saat jam kerja atau di lingkungan kerja asti lebih dapat menjaga sikap dan menghormati delia sebagai boss nya.


" Mbak asti, aku tadi pagi melihat mu ribut sama karyawan yang lain. Kenapa mbak asti bersikap seperti itu?" Tanya delia.


" Oh soal yang tadi pagi. Biasalah del mereka itu tidak suka kalau aku datang terlambat, padahal kan tidak terlambat. Cuma aku tidak ikut bantu beres-beres saja mereka marah - marah. Ya wajar dong aku tidak ikut beres - beres, aku sudah punya suami jadi harus mengurus suami ku dulu lagi pula kita kan keluarga jadi ada keringanan dong buat ku. " Ucap asti seenak nya tanpa tahu malu.


" Mbak ! Mereka juga ada yang sudah menikah dan punya anak bahkan tempat tinggal nya lebih jauh. Tapi mereka tetap berangkat sesuain peraturan. Mereka punya tanggung jawab mbak. Oke kalau soal itu mungkin aku masih bisa memaafkan, tapi bagaimana dengan sikap mbak yang suka ketus dengan custemer bahkan tidak segan - segan mbak marah jika mereka menegur untuk tidak bicara ketus." Seru delia lagi ingin tahu jawaban dari asti.


Asti terdiam sesaat untuk mencari alasan yang tepat agar delia tidak memarahi nya. Bagaimana pun dia tidak mau jika delia memecat nya. Asti pun menemukan jawaban yang tepat dan langsung dia sampaikan kepada delia.


" Mereka itu hanya melihat - lihat saja, mereka tidak mau beli del. Terbuktikan mereka memang tidak berbelanja " Seru asti beralasan.


" Mereka tidak jadi berbelanja karena mbak asti yang terlalu ketus dan cerewet, mereka itu pelanggan tetap mbak. Akhirnya mereka lebih membeli secara online karena malas sama sikap mbak, masih untung mereka belanja online di toko ini. Mbak aku sudah mendapat laporan langsung dari beberapa custemer jika mereka tidak suka dengan cara kerja mbak, aku disini itu berjualan mbak jadi aku mencari pekerja yang benar - benar serius untuk bekerja. Tentu nya yang ramah , baik dan sopan. Mbak, sepertinya mbak memang tidak cocok bekerja di toko ku. Oh iya mbak satu lagi, dimana pun mbak bekerja jangan mentang - mentang teman, saudara atau keluarga mbak bisa bersikap semau nya. Bekerja ya tetap bekerja tidak ada kaitan nya dengan keluarga " Ucap delia lagi.


" Jadi maksud nya kamu memecat ku del ?" Seru asti memperjelas ucapan delia.


" Maaf mbak dengan terpaksa aku memecat mu, dan silahkan mbak ambil gaji mbak sama yuni. Gaji mbak tetap aku bayarkan full satu bulan. Aku tidak mau pelanggan ku pada lari dan nama baik toko ku jadi tercoreng karena sikap mbak asti. " Ucap delia lagi.


Braakk..


Asti menggebrak meja cukup keras sampai delia terlonjak kaget. Asti berdiri dan menatap delia dengan penuh amarah, wajah asti memerah. Saat ini asti benar - benar di liputi amarah yang memuncak. Dia tidak terima di pecat oleh delia, baginya itu semua sebuah penghinaan.


Delia langsung mengusap dada nya, dia benar - benar kaget dengan tindakan arogant asti. Seperti bukan asti yang delia kenal.


* Kenapa jadi bawa - bawa soal mas amar ? Kok aneh ya mbak asti ini , ada yang tidak beres ini * Gumam delia dari dalam hati nya.


" Sombong banget kamu delia, padahal dulu kamu itu bukan apa - apa. Bahkan pendidikan mu lebih rendah dari ku, baguslah kalau dulu ibu tidak menyukai mu. Benar juga yang ibu bilang kalau kamu itu istri parasit, buktinya hanya bisa mengandal kan suami. Usaha mu ini pasti modal dari suami mu kan ? Huhh... sok kaya " Seru asti semakin tidak bisa mengontrol emosi nya.


" Mbak asti ini tidak ada kaitan nya dengan masalalu ! kenapa mbak asti bisa mengaitkan ini semua dengan masalulu ? Saya terpaksa memecat mbak asti karena kinerja mbak asti yang memang tidak baik. Kalau mbak asti tetap bertahan di toko saya, lama - lama toko saya yang akan bangkrut karena pelanggan ku pada tidak mau belanja di sini lagi. " Seru delia mencoba membela diri nya.


" Aku tidak perduli !! mau kamu bangkrut , mau kamu jatuh miskin itu urasan kamu. Memang lebih baik kamu sekalian bangkrut dan miskin agar orang - orang tidak membanggakan kamu lagi. Delia sialan, delia gila... !!" Teriak asti dengan lantang.


Plaaakkk..


Delia hilang kesabaran karena asti sudah menghina nya. Sebaik nya delia segera memanggil satpam untuk mengusir asti.


Belum sempat delia menghubungi satpam, ponsel delia langsung di rebut oleh asti dan di lemparkan ke sembarang arah. Beruntung ponsel itu mendarat di atas sofa jadi masih bisa terselamatkan.

__ADS_1


" Mau coba - coba menghubungi satpam agar bisa mengusir ku. Tidak semudah itu kamu mengusirku delia !! Kamu sudah menampar ku dan kamu harus merasakan pembalasan ku " Seru asti geram .


" Mbak, kamu yang sudah memancingku untuk berbuat kasar jadi jangan salahkan aku jika aku menampar mu. Sekarang lebih baik kamu pergi dari ruangan ku mbak. " Ucap delia masih berusaha baik.


Asti mengamuk dia mengacak - acak barang yang ada di ruangan delia. Betuntung yuni datang bersama dua satpam, delia langsung meminta satpam untuk membawa asti pergi.


" Delia... !! Kurangajar kamu ! Lepaskan..lepaskan ! Lepaskan aku, jangan coba - coba kalian menodai saya. Tolong lepaskan, aku tidak mau, aku tidak mau. Tolong jangan nodai aku, jangan lakukan itu." Teriak asti. Sepertinya asti teringat dengan kejadian memilukan yang pernah dia alami beberapa tahun yang lalu.


" Mbak ini bagaimana ? kenapa dia bicara seperti ini ? ini gila kayak nya mbak !" Tanya pak satpam sambil terus memegang tangan asti.


" Bawa keluar saja dulu pak, aku akan menghubungi suami nya " Seru delia.


Delia langsung menghubungi amar untuk datang menjemput istri nya, kebetulan memang sudah jam istirahat kantor.


[ Hallo mas amar ] Seru delia saat amar mengangkat telepon nya.


[ Iya del ada apa ? Kok seperti orang yang ketakutan ?] Tanya amar yang punya feling tidak enak.


[ Mas bisa datang ke toko ku sekarang, mbak asti mengamuk mas ]


[ Hahhh...iya - iya aku kesana sekarang ]


Sepertinya amar sudah paham dengan keadaan asti sehingga dia tidak bertanya lagi.


" Bagaimana mbak ? Mas amar mau datang ?" Tanya yuni.


" Iya mas amar lagi jalan kesini, ya sudah ayok kita lihat dia dulu. Oh iya tadi satpam membawa nya kemana ?" Seru delia.


" Kebelakang mbak,kalau di bawa kedepan sudah pasti jadi tontonan orang " Seru yuni.


Delia mengangguk, dia pun langsung menuju kebelakang tepat nya di mushola. Di mushola asti terlihat sedikit tenang, dia duduk di teras mushola sambil menatap dua satpam yang ada di hadapan nya. Delia tidak mau mendekat karena takut jika asti mihat nya akan mengamuk lagi.


********


YANG TIDAK SUKA HARAP DI SKIP SAJA YA KAK, DAN TOLONG JANGAN KOMENTAR YANG BIKIN AUTHOR DOWN. BERKOMENTAR DAN MENGKRITIKLAH YANG MEMBANGUN BUKAN MALAH MENGHINA KARYA AUTHOR. 🙏🙏


LIKE, KOMEN,VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2