Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Bertemu mantan suami


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞💞


" Jadi kamu sudah jadian dengan kartika ?" Tanya tini dengan mata penuh binar bahagia.


Tini sangat bahagia dan senang saat amar memberitahu jika dia dan kartika sudah resmi jadian. Tini sudah berjanji dengan almarhum ibu nya jika dia akan menebus kebahagiaan untuk ke dua adik nya, Amar dan Harun.


" Iya mbak,tadi malam aku langsung menemui kartika dan mengatakan apa yang sudah mbak ajarkan. Jujur aku memang belum ada cinta untuk kartika, tapi aku nyaman bersama kartika dan ada rasa ingin memiliki nya. Kami bukan pacaran mbak, tapi kami sudah berkomitmen untuk menikah. Tapi aku harus mendapat restu dari kedua orang tua kartika terlebih dahulu, dan itu tantangan terberat bagi amar " Ucap amar berkata dengan serius.


" Bagus kalau kamu gerak cepat begitu. Kapan kamu mau melamar kartika, mbak akan mempersiapkan semua nya " Ucap tini antusius.


" Nanti dulu mbak, aku belum mengenal lebih dekat lagi orang tua kartika. Aku baru bertemu dengan nya sekali saja itu pun cuma sebentar. " Ucap amar .


" Ohh.. baiklah kalau begitu. Nanti kalau sudah pasti kamu kasih tahu mbak, biar mbak semua yang menyiapkan nya. Mbak sangat senang mar akhirnya kamu akan segera menemukan kebahagiaan mu kembali. " Ucap tini dengan penuh harap kebahagiaan untuk adik nya.


" Iya mbak, terimakasih. " Jawab amar singkat.


Harun sudah berbahagia dengan kehidupan baru nya dan Amar sudah mulai menemukan kebahagiaan nya kembali. Tapi tini ? Tini sampai detik ini masih setia dengan kesendirian nya dan hal itulah yang membuat amar sering bersedih , melihat kakak satu - satu nya yang masih setia hidup seorang diri.


" Mbak selalu meributkan tentang jodoh dan kebahagiaan ku. Terus mbak sendiri bagaimana ? Mbak sudah lama hidup seorang diri tapi sampai sekarang mbak belum juga menikah lagi. " Seru amar mengungkapkan apa yang selama ini mengganjal di hati nya.


" Jangan pikirkan mbak Mar, sekarang kebahagiaan mu sudah menanti mu. Mbak hanya berharap Kartika cinta terakhir mu dan bisa menemanimu sampai kalian menua bersama. " Ucap tini penuh harap.


" Aamiin... Tapi aku juga mau melihat mbak hidup bahagia bersama orang yang mbak cintai . Apa mbak masih belum move on dari mas Joko ?" Tanya amar membuat tini langsung memandang amar.


Tini langsung salah tingkah saat mendengar nama Joko di sebut oleh Amar. Tidak dapat di pungkiri jika hati nya saat ini masih terpaut kepada mantan suami nya itu. Namun saat ini Joko sudah bahagia dengan wanita lain, bahkan sudah beberapa kali Tini melihat kebahagiaan Joko dengan anak dan istrinya.


" Apaan sih Mar. Mas Joko itu sudah bahagia dengan anak dan istri nya jadi jangan di bawa - bawa lagi dalam kehidupan mbak" Ucap tini tidak suka dengan pertanyaan amar.


" Iya mbak maaf. Oh iya mbak besok jadi kan menemani aku untuk belanja?" Tanya amar mengalihkan pembicaraan.


" Heemmm... bagaimana ya mar. Bagaimana kalau kamu di temani sama kartika saja. Karena rumah itu kan nanti yang menempati kamu sama kartika, jadi lebih baik sama kartika saja. " Ucap tini menyarankan.


" Tapi kartika kan besok kerja mbak. Aku tidak mau mengganggu jam kerja nya . " Ucap amar.

__ADS_1


Tini nampak berfikir sejenak, memang benar juga jika kartika memang bekerja dan tidak libur. Libur juga harus bergantian, dan dia juga tidak tahu kapan jadwal nya kartika libur.


" Sama mbak saja ya. " Seru amar lagi.


" Baik lah kalau begitu. " Jawab tini dengan singkat.


********


Keesokan hari nya, amar dan tini sudah berada di toko yang memang buka di hari minggu. Toko meubel yang menjual segala macam perlengkapan rumah, dari elektronik pun juga ada.


" Pilih yang mana ya mbak yang bagus ?" Tanya amar bingung menentukan kursi yang hendak dia beli.


" Yang abu - abu ini saja mar, cocok sama cat rumah kamu. Tapi kalau kamu punya pilihan lain ya tidak masalah " Seru tini.


" Hemmm.... bagus kok mbak. Lagi pula aku dari tadi juga suka sama yang ini mbak." Jawab amar sambil nyengir kuda.


" Huuuhhh... dasar kamu ini, tau begitu kan kamu tentukan sendiri dari tadi " Seru tini sambil mendengus kesal.


Amar hanya tertawa melihat kakak nya yang sedang kesal. Setelah di rasa cukup , amar membeli satu set sofa ruang tamu, satu set kursi dan meja makan, lemari dan kasur. Yang lain nya memakai barang yang sudah ada du kontrakan nya. Untuk peralatan dapur yang masih belum ada nanti bisa di susul du bulan berikut nya.


Amar dan tini pun menuju meja kasir untuk membayar semua barang yang sudah amar beli. Namun saat sampai di meja kasir, tiba - tiba tini terdiam..Ternyata pria yang ada di kasir adalah mantan suami nya, Joko.


" Tini... Amar ... !!" Seru Joko yang juga terkejut melihat tini dan amar.


Joko menyambut uluran tangan amar dengan hangat, Joko juga mengulurkan tangan nya kepada Tini. Dengan ragu - ragu Tini menyambut uluran tangan Joko.


" Apa kabar Tin " Seru joko menyapa tini.


" Kabar baik mas " Jawab tini singkat.


Tini, Amar dan Joko terlibat obrolan singkat sampai akhirnya Joko bercerita jika Toko ini milik nya dan Istri nya meninggal sekitar dua bulan yang lalu karena suatu penyakit. Dan sekarang Joko hanya hidup berdua dengan Anak nya yang masih balita.


" Maaf ya aku jadi menyampaikan kesedihan ku kepada kalian. " Seru Joko dengan senyum yang di paksakan karena dia memang sedih saat menceritakan kepergian istrinya.


" Iya mas tidak apa - apa, kami turut berduka cita mas. Dan sekarang anak mas joko dimana ?" Tanya amar ingin tahu.


" Ada di rumah sama bibi yang mengasuh nya, aku tidak mungkin membawa nya ketoko Mar. Disini terlalu bahaya untuk anak seusia nya yang memang sedang aktif - aktif nya. " Seru joko menjelaskan sambil sekilas melirin ke arah Tini.


Sesaat pandangan mata mereka saling bertemu, namun dengan cepat tini mengalihkan pandangan nya kearah lain.


" Mar,sudah selesaikan ?.Yuk pulang, ini sudah siang banget " Seru tini mengajak pulang amar.

__ADS_1


" Iya mbak. Mas Joko nanti barang - barang nya kirim saja ke alamat yang tadi ya. Tidak bisa hari ini besok juga tidak apa - apa. Tidak buru - buru kok mas, lagian aku juga masih lama pindahan nya " Seru amar memberitahu.


" Iya mar, terimakasih ya sudah mau berbelanja di toko ku ini." Seru Joko mengucapkan terimakasih kepada Amar.


" Sama - sama Mas. Kami permisi ya mas, Assalamualaikum " Seru Amar berpamitan.


" Waalaikumsalam " Ucap Joko menjawab salam amar.


Tini dan Amar meninggalkan toko meubel milik Joko. Mereka tidak menyangka bisa bertemu dengan Joko, apalagi Tini. Dia benar - benar kaget dan syok saat bertemu dan mengobrol langsung dengsa Joko. Selama ini Tini memang beberapa kali melihat Joko dan Istri serta anak nya. Tapi Tini hanya melihat dari kejauhan, saat Joko sering ke rumah sakit.


* Apa waktu itu mas joko dan istrinya sering ke rumah sakit karena memeriksakan kesehatan istrinya. Karena tadi mas joko bilang jika istrinya meninggal karena penyakit. Kasihan sekali anak nya , man masih kecil. * Gumam tini dalam hatinya.


" Melamun saja mbak ?" Tanya amar mengagetkan.


" Siapa yang melamun,janga mengarang deh " Seru Tini sedikit sewot.


" Sewot nih... Hemm kalau tidak melamun kenapa tidak turun dari motor ? Tidak sadar kan kalau sudah sampai depan rumah kontrakan ?" Seru amar sambil terkekeh.


Tini kaget dan langsung memandang kesekitar nya dan benar saja saat ini dia sudah ada di depan rumah kontrakan nya.


" Ohhh...iya sudah sampai. " Jawab nya singkat.


" Ya sudah turun geh, amar beli makan dulu ya. Mbak mau makan apa ? " Seru amar.


" Kenapa tidak dari tadi saja sekalian mampir beli makan mar ?" Gerutu Tini.


" Tadi kan mbak melamun, amar tanya diam saja ya sudah amar antar pulang mbak saja dulu. Oh iya mbak sekarang dia sudah duda loh . " Seru amar menggoda tini.


Plaakk


Tini langsung memukul lengan amar, dia tidak suka amar menggodanya seperti itu.


" Sudah sana cepat beli makan,aku tadi belum sempat masak. Nasi padang pakai ayam goreng !!" Seru tini langsung menyebutkan makanan yang dia mau agar amar tidak banyak bertanya lagi.


" Siap " Jawab amar.


Amar menghidupkan motornya kembali dan melajukan ke arah warung makan padang yang ada di deretan ruko pinggir jalan.


********


KLIK LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK.. JANGAN LUPA HADIAH NYA 🙏❤️❤️

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2