
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞
Amar berkunjung ke rumah orang tua nya, rosa pun ikut karena dia tidak mau jika amar keluar rumah tanpa dirinya. Kemanapun amar pergi pasti rosa akan selalu ikut bahkan amar sekarang sudah tidak pernah lagi nongkrong dengan teman - teman nya.
Di rumah orang tua amar saat ini anak dan menatu sedang berkumpul. Ibu siti sengaja mengumpulkan anak dan menantu nya karena ada hal yang ingin dia sampaikan.
" Jadi apa tujuan ibu mengumpulkan kami disini ?" Tanya amar memulai membuka pembicaraan.
" Apa ibu mau bagi - bagi warisan ?" Seru harun tanpa berfikir.
" Harun !! " Bentak amar tidak suka dengan pertanyaan harun.
Ibu nya masih hidup dan masih sehat tidak sepantas nya harun menanyakan perihal harta warisan. Lagi pula harta mana lagi yang harus di bagi karena hanya rumah satu - satu nya yang menjadi harta mereka.
" Kenapa sih mas ? lagi pula wajar dong kalau kita bahas harta warisan agar ibu segera membagi harta bagian anak - anak nya " Ucap harun tidak mau mengalah.
" Lagi pula ibu juga tidak masalah kan bu ?" Tanya rani yang ikut menambahi ucapan suami nya.
Bicara soal rani, semenjak rani menikah dengan harun. Orang tua rani sudah tidak mau lagi menanggung biaya hidup rani, semua keperluan rani sudah di serahkan kepada harun selaku suami rani. Cukup sudah orang tua rani yang selama ini memanjakan rani, akibat sering di manja rani jadi wanita yang boros dan tidak mau tersaingi.
" Harun, rani jangan bicara seperti itu. Lebih baik kita biarkan ibu bicara terlebih dahulu. " Ucap tini menengahi perdebatan
" Ibu mau bicara apa? Sekarang bicaralah " Seru tini.
Ibu siti mengangguk dia pun mulai menyampaikan tujuan nya kepada anak - anak nya terutama amar.
" Mar, ibu mau kamu membelikan ibu mobil " Ucap ibu siti serius.
__ADS_1
Jderrr
Amar terkejut dengan permintaan sang ibu, kenapa soal mobil. Justru amar mengira jika sang ibu akan membahas soal cucu, karena dari ketiga anak nya belum ada yang melahirkan seorang cucu untuk ibu siti.
Mobil ?
Kepala amar tiba - tiba terasa pusing,hingga amar menyandarkan punggung nya di sandaran kursi.
" Kenapa ibu meminta mobil ?" Tanya amar pelan.
" Karena ibu tidak mau kalah dengan delia. Kemarin lusa kata harun, delia beli mobil baru senilai 210 juta secara kas. Ibu juga mau mar, kemana - mana ibu selalu naik ojek atau taksi online. Sedangkan mobil rosa selalu di pakai rosa, lagi pula mobil rosa juga sudah jelek. " Ucap ibu siti membuat mata rosa melotot seakan mau keluar.
" Delia beli mobil ? " Seru amar yang memang belum tahu jika delia beli mobil.
" Iya mas dua hari yang lalu mbak delia beli mobil di showroom tempat ku bekerja " Jawab harun bicara jujur.
" Kamu sudah pastikan jika itu mobil nya ? atau jangan - jangan itu mobil boss nya dan delia hanya diminta tolong untuk beli saja. Boss DL Shop pasti orang kaya karena toko itu sekarang semakin besar dan lengkap, jadi wajar kalau boss nya beli mobil baru. " Ucap amar dengan yakin.
Harun menggeleng dia tetap bilang jika mobil itu di beli atas nama delia.
" Memang ada yang salah ya kalau delia beli mobil ? Lagi pula dia yang beli kenpa kalian semua yang kebingungan. " Ucap joko yang akhirnya mengeluarkan pendapat nya.
Semua pasang mata menatap ke arah joko. Mereka merasa aneh dengan pertanyaan joko. Apalagi tini dia sangat kesal saat suami nya membela mantan adik ipar nya.
" Ya jelas salah dong mas. Delia itu hanya wanita miskin dan wanita yang hanya tamatan SMP darimana dia dapat uang segitu banyak mas, kecuali jika dia jual diri. " Ucap tini tidak terima dengan ucapan suami nya.
" Delia tidak mungkin seprti itu. Dia wanita baik - baik. Kenapa sih kalian tidak berdamai saja dengan delia biar hidup kalian tenang dan tidak ada lagi iri dengki " Ucap joko menasehati semua nya.
" Mas kenapa kamu malah membela delia sialan itu ? apa fikiran mu sudah di racuni oleh delia !!" Bentak tini tidak terima jika suami nya membela delia.
Melihat perdebatan antara tini dan joko membuat kepala amar semakin pusing dan sakit.
" Amar tidak ada uang sebanyak itu untuk beli mobil bu " Seru amar membuka suara kembali hingga perdebatan joko dan tini berhenti.
" Pokok nya ibu tidak mau tahu ibu harus punya mobil sendiri " Ucap ibu siti merajuk.
__ADS_1
" Turuti saja permintaan ibu mas. " Ucap harun seenak nya.
Amar memandang harun penuh kebencian, begitu mudah dan gampang nya dia meminta amar untuk memenuhi permintaan sang ibu.
" Kenapa tidak kamu saja yang beliin ibu mobil " Ucap amar.
" Kok aku sih. Aku tidak ada uang " Jawab harun.
" Selalu begitu alasan mu. Uang, uang dan uang. Sekali saja kamu berkorban untuk ibu run. Kamu ingat semua uang kuliah kamu sampai kamu lulus aku yang tanggung, motor mu itu juga pakai uang ku 10 juta, dan biaya pernikahan mu itu aku juga membantu. Awal aku memberi 10 juta dan besok nya kamu minta tolong lagi sambil nangis - nangis minta 15 juta lagi. Kebutuhan dapur kalian sampai sekarang masih aku yang tanggung. Kalau di total sudah bisa uang ku yang kamu pakai untuk beli mobil " Ucap amar marah
Rani langsung menatap harun seakan meminta penjelasan, namun harun tidak tahu arti tatapan sang istri.
" Tapi mas biaya pernikahan itu 100 % di tanggung oleh orang tua ku mas. Mas harun tidak keluar uang kecuali untuk beli barang bawaan saat akat. " Jelas rani membuat harun merutuki kebodohan istri nya.
Amar mengepalkan ke dua tangan nya, ingin rasa nya dia menghajar harun. Kalau saja bukan adik mungkin harun sudah habis di pukul amar.
" Begini cara kamu mendapatkan uang run ? dengan membohongi kakak mu sendiri " Seru amar sambil menahan amarah nya.
" Kenapa jadi bahas soal uang pernikahan ku. Tadi kan bahas soal ibu yang meminta mobil. " Seru harun dengan wajah ketakutan.
" Itu pasti atas kehendak mu !! Pasti kamu yang menyuruh ibu untuk meminta mobil. Jangan harap aku mengikuti kemauan mu lagi, dasar adik tidak tahu diri. " Ucap amar marah.
Melihat suami nya yang sudah mulai emosi rosa pun mendekati amar dan mengusap lengan amar dengan lembut.
" Kita pulang ya mas " Ajak rosa. Rosa tidak mau amar marah - marah dan berujung darah tinggi dan struk.
* Keluarga suami ku benar - benar keluarga benalu. * Gumam rosa.
" Iya memang aku yang meminta ibu untuk minta belikan mobil sama mas amar. Kalau ibu punya mobil kan kita mau pergi - pergi enak tidak perlu naik motor lagi. Sedangkan mobil mbak rosa di pakai mbak rosa sendiri. Aku juga ingin punya mobil mas, masak kerja di showroom tapi tidak punya mobil kan lama - lama aku juga malu " Ungkap harun seenak nya.
Brraakk...
******
TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA ❤❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤