Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Kehamilan kartika


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


" Hamil ?" Ucap amar dengan mata berbinar.


Akhirnya keinginannya mempunyai bayi pun dikabulkan oleh sang pencipta. Pernikahannya dengan kartika baru 5 minggu tetapi Allah sudah mempercayakan mereka untuk memiliki anak.


" Iya kartika hamil Mar, dan sekarang usia kandungannya baru 3 minggu. Selamat ya mar akhirnya kamu sebentar lagi menjadi seorang Ayah yang sesungguhnya " Ucap tini juga ikut bahagia.


" Terimakasih mbak. Alhamdulillah akhirnya aku akan menjadi Ayah mbak , mas. Aku masuk dulu ya mbak." Ucap amar langsung masuk keruangan kartika.


" Ehhh .. Mar, berhubung kamu sudah ada disini mbak sama mas joko pulang dulu ya. Tadi lala ada dirumah delia, dan ini sudah siang jadi mbak tidak enak kalau lala disana lama - lama. Pasti novi juga kerepotan, nanti mbak pasti datang kesini lagi. " Ucap tini sekalian berpamitan.


" Iya mbak, mas terimakasih ya sudah mau membantu membawa kartika kerumah sakit. " Seru amar mengucapkan terimakasih.


Tini mengangguk lalu pergi meninggalkan amar. Amar masuk ruang rawat kartika, dan tepat saat amar masuk kartika membuka matanya.


" Mas aku ada dimana ?" Tanya kartika dengan suara pelan.


" Kamu sudah bangun dek ? Sekarang kamu ada dirumah sakit dek. " Jawab amar sambil mengusap kepala kartika.


" Rumah sakit ? Memangnya aku sakit apa mas ?" Tanya kartika yang belum tahu jika saat ini dia sedang hamil.


Kartika mengingat - ingat kejadiaan saat di rumah, tadi dia mual muntah - muntah dan tiba - tiba pusing setelah itu kartika tidak ingat apa - apa lagi dan bangun - bangun sudah di rumah sakit.


" Kamu tadi pingsan dek, dan mbak tini sama mas joko yang membawa mu kerumah sakit. " Jawab amar.


" Mbak tini ? Oh iya tadi aku memang menghubungi mbak tini untuk datang kerumah karena aku mau minta tolong di kerik mas. " Jawab kartika yang sudah ingat jika tadi dia menghubungi tini.


" Dek, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua. Kamu hamil dek. " Seru amar memeluk Kartika.


Hamil ?


Kartika tidak menyangka jika dia akan cepat hamil , dia memang tidak menunda kehamilan tapi kartika tidak menyangka jika dia akan secepat ini hamil. Bahkan pernikahannya baru 5 minggu. Kartika meneteskan air mata bahagianya.

__ADS_1


" Dek kenapa kamu menangis? Apa ada yang sakit ? Mas panggilkan dokter dulu ya ?" Ucap amar dengan khawatir.


" Aku tidak apa - apa mas. Aku menangis karena bahagia, iya aku sangat bahagia mas. Allah sudah mempercayakan kita untuk mempunyai anak. " Seru kartika.


" Alhamdulillah dek. Semoga dia selalu sehat di dalam sini, dan kamu juga sehat terus. Jangan capek - capek dan tidak boleh banyak fikiran. " Ucap amar lagi sambil mengusap perut kartika yang masih rata.


" Aamiin " Jawab kartika dengan lembut.


Susterpun datang mengantarkan makan siang untuk kartika. Dengan telaten amar menyuapi kartika, sebenarnya kartika ingin makan sendiri tetapi amar melarang nya karena dia ingin merawat kartika dengan baik.


*********


" Mbak kartika masuk rumah sakit? Sakit apa mbak ?" Tanya novi saat tini memberitahunya.


Tini sudah sampai di rumah delia untuk menjemput lala, namun lala belum mau pulang dan terpaksa tini menunggunya sampai mau pulang. Sedangkan joko kembali ke toko.


" Iya tapi dia tidak sakit kok Nov, hanya tensi darah nya rendah. Dan ternyata dia juga sedang hamil muda makanya dia lemas dan mual. Dia sendiri tidak tahu kalau dia hamil. " Ucap tini memberitahu kabar kehamilan kartika.


" Alhamdulillah mbak kartika akhirnya hamil. Terus sekarang dia sama siapa mbak di rumah sakit ?" Tanya novi. Karena yang novi tahu jam segini amar masih di tempat kerjanya.


" Ada amar. Tadi saat amar datang terus mbak kesini , jadi kartika tidak sendirian. " Seru tini menjelaskan.


Novi mengangguk paham, namun tiba - tiba wajahnya jadi murung. Dia juga ingin hamil tapi sampai sekarang belum hamil juga, padahal usia pernikahan nya lebih dulu daripada amar dan kartika.


" Tidak apa - apa mbak. Aku cuma pengen cepat hamil juga mbak. " Jawab novi dengan senyum yang terpaksa.


" Nanti kalau sudah waktunya kamu hamil, pasti hamil juga Nov. Kamu pasti bisa hamil kok, beda seperti mbak yang memang sudah divonis mandul. " Ucap tini dengan mata yang berkaca - kaca.


" Iya mbak. Mbak juga jangan berkecil hati, Allah itu maha adil jika Allah sudah berkehendak yang mandul pun bisa mempunyai anak mbak. " Ucap novi memberi tini semangat.


Tiba - tiba delia ikut bergabung dengan tini dan delia di arena bermain anak - anak.


" Baru pulang del ? " Tanya tini .


" Iya mbak. Oh iya mbak, memangnya kartika sakit apa ya mbak. Kok tumben banget dia hari ini izin katanya sakit. Selama bekerja baru kali ini dia sakit?" Tanya delia heran.


" Biasa hamil muda Del. Tensi dia juga rendah jadi di sarankan untuk istirahat. Tadi aku antar dia kerumah sakit, karena tadi saat aku kerumahnya dia pingsan di depan kamarnya. Alhamdulillah sekarang dia sudah baikan dan ada amar yang menemaninya. " Ucap tini menjelaskan.


Delia tidak menyangka jika kartika sampai di rawat di rumah sakit, dia mengira hanya sakit karena kelelahan atau apa. Dan ternyata kartika juga sedang hamil, delia ikut bahagia mendengar kabar kehamilan kartika. Namun dia tidak mau terlalu antisius mengingat dua wanita yang ada di hadapannya belum hamil juga.


" Alhamdulillah. Nanti sore aku dan mas juna mau menjenguk kartika, kita jenguk sama - sama ya. Tapi tunggu mama dan papa datang, biar si kembar ada yang menjaga. Tidak mungkin si kembar mau aku bawa kerumah sakit. " Ucap delia sambil tersenyum.

__ADS_1


" Iya del. Tante silvi mau datang ya ?" Tanya tini.


" Iya mbak sudah dua minggu mama tidak ketemu si kembar, kangennya sudah menggunung . Kita mau kesana mas juna sibuk terus, ada waktunya cuma hari minggu. Kalau kesana hari minggu cuma capek di jalan saja mbak.." Jawab delia.


" Iya juga sih " Jawab tini.


Tiba - tiba lala berlari menghampiri tini, lala langsung duduk di pangkuan tini. Jika seperti itu berarti lala sudah lelah dan mengantuk.


" Lala capek dan mengantuk ?" Tanya tini sudah hafal dengan sikap anaknya.


" Iya ma. Lala mau num cucu " Seru lala.


" Minum susu disini atau mau dibawa pulang ?" Tanya tini dengan lembut.


Sebenarnya lala ini malu jika minum susu dilihatin orang lain karena dia masih pakai botol dot. Jadi dia memilih untuk pulang , dia juga sudah lelah dan mengantuk.


" Biar di antar sopir saja mbak, tidak usah menghubungi mas joko. Nanti malah lama kalau nunggu mas joko, sudah sama sopir saja" Ucap delia.


" Apa tidak merepotkan del ?" Tanya tini.


" Tidak mbak, seperti sama siapa saja loh." Seru delia.


Akhirnya tini pun mau pulang diantar oleh sang sopir. Lala sendiri sudah mengantuk dan tidur saat perjalanan pulang. Tini mengusap kepala lala dengan lembut, dia berterimakasih kepada lala karena sudah melengkapi kebahagiaannya. Berkat lala tini dan joko rujuk kembali, tini berjanji akan selalu menyayangi lala sepenuh hatinya.


Ting


Ada pesan masuk di ponsel tini, tini langsung membukanya dan tersenyum saat mengetahui pesan itu dari suaminya.


[ Jadi pulang di antar pak sopir ya dek ?] Tanya joko.


[ Iya mas ini sudah di jalan kok, lala juga sudah tertidur. Dia kelelahan dan tadi minta susu tapi dia malu mau minum pakai dot. Akhirnya dia minta pulang ] Balas tini.


[ Heheee... Lala memang begirtu. Ya sudah hati - hati ya. ]


[ Iya mas ]


Tini memasukan kembali ponsel kedalam tas nya, dan kembali menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi mobil sambil terus mengusap kepala lala dengan lembut.


********


RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️

__ADS_1


MAAF DARI KEMARIN MEMANG SUSAH UNTUK UP, MT DAN NT MASIH GANGGUAN 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2