
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞
Malam pertama delia dan juna berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan. Delia sepenuh nya sudah menjadi istri juna. Dia bahkan tidak menyangka jika juna sudah menjadi suami nya.
" Mas juna mau ke show room pusat atau cabang yang di sini. ?" Tanya delia saat sedang mengambilkan sarapam untuk juna.
" Mas mau ke show room cabang saja. Selama pindah dan tinggal di daerah X ini baru dua kali mas ke show room itu. Oh iya kamu mau ke toko kan, mas anter ya ?" Ucap juna.
" Terimakasih mas " Jawab delia singkat dengam senyum mengbang di bibir nya.
Tok Tok Tok
Tiba - tiba pintu rumah delia ada yang memgetuk dan seperti nya tamu yang datang tidak sabaran, terlihat dari cara nya mengetuk tanpa jeda.
" Siapa ya dek ?" Tanya juna.
" Tidak tahu mas" Jawab delia dengan cemas.
Dia takut jika orang itu adalah amar, pasti datang akan membuat masalah lagi. Delia bangkit dari duduk nya dan hendak membukakan pintu.
" Kamu duduk saja dan habiskan sarapan mu, bik asih tadi pamit kepasar. Biar mas saja yang membukakan pintu " Cegah juna.
" Iya mas " Delia terlihat sangat cemas jika tamu itu ternyata memang amar.
Juna berjalan mendekati pintu dan membukakan pintu untuk tamu yang datang.
Ceklekkk...
Pintu terbuka dari dalam dan terlihat orang yang berdiri di depan pintu dengan membelakangi juna. Juna tidak mengenal orang itu.
" Cari siapa mas " Sapa juna ramah.
" Kok anda yang membuka kan pintu ? anda siapa ? dan mana delia ?" Tanya amar memandang juna dari atas sampai bawah penuh selidik.
__ADS_1
" Delia nya ada dia sedang sarapan. Ada perlu apa ya mas dengan delia. ?" Tanya juna masih denga ramah dan sopan.
Amar tidak suka melihat juna sok akrab dengan delia, apalagi pagi - pagi begini sudah ada di rumah delia. Dia tersenyum sinis menatap juna yang masih saja berdiri di pintu.
" Kamu siapa ? pagi - pagi sudah ada di rumah delia ? Kamu menginap di rumah ini ?" Tanya amar tidak suka
" Oh iya saya juna, saya semalam memang menginap disini ? Memang nya kenapa ya mas ? ada yang salah jika saya menginap di rumah ini ?" Tanya juna mulai tidak suka dengan kehadiran amar.
" Salah dong, kamu itu laki - laki jadi tidak pantas menginap di rumah wanita seperti ini. Apalagi delia seorang janda dan dia tinggal sendiri." Ucap amar mencari alasan.
" Di sini ada bik asih, jadi kami tidak berdua saja. " Jawab juna mengikuti permainan amar.
Setelah sarapan nya selesai dan piring dan gelas kotor selesai di cuci, delia menghampiri suami nya. Dia belum tahu jika benar amar lah yang datang ke rumah nya.
" Siapa tamu nya mas kok tidak di ajak masuk " Seru delia yang baru saja keluar dari arah dalam.
Mata delia terbelalak saat mengetahui jika amarlah yang datang bertamu. Delia sangat cemas, dia takut jika amar akan memancing keributan.
* Dugaan ku benar, ternyata mas amar yang datang * Gumam delia.
" Delia kamu kemana saja ? dari kemarin aku mencari mu " Ucap amar dan hendak masuk ke dalam rumah tapi langsung di halangi oleh tangan juna.
" Kamu di larang masuk " Ucap juna penuh penekanan.
Delia terlihat kebingungan , karena dia memang belum sempat cerita kepada juna soal amar yang mengajak nya untuk rujuk.
" Mas amar tolong segera pergi dari rumah ku " Ucap delia mengusir amar.
" Kamu kenapa mengusir ku? Apa karena ada lelaki ini ? " Tanya amar menatap sinis juna yang berdiri di samping delia.
" Dia mas juna, dia suami ku " Jawab delia serius.
Deg
Amar langsung lemas saat delia bicara jika lelaki yang di samping nya adalah suami nya. Hati amar rasanya sakit bagaikan di tusuk ribuan jarum, baru kemarin dia mendengar rencana pernikahan delia namun sekarang justru delia sudah menikah.
" Jangan bohong kamu " Seru amar tersenyum kecut.
" Delia tidak bohong. Aku memang suami delia baru kemarin siang kami menikah " Seru juna ikut bicara.
" Kalian pasti bohong, kalian belum menikah tapi kalian sudah tinggal satu rumah. Pasti kalian berzina.. iya kalian berzina . Dasar wanita murahan !!!" Teriak amar dengan suara cukup keras.
__ADS_1
Plakk.....
Tamparan keras mendarat di pipi amar. Dengan mata berkaca - kaca delia menampar amar. Dia tidak terima dengan tuduhan zina yang amar tuduhkan.
Bughh...
Juna pun tidak terima istri nya di hina oleh amar , pukulan keras mendarat tepat di perut nya hingga amar menunduk kesakitan.
" Jangan berani kamu menghina istri ku dengan mulut busuk mu itu. Segera tinggalkan rumah ini sebelum aku hilang kesabaran " Seru juna terlihat sangat marah dan murka karena amar.
" Delia kamu tidak boleh memperlakukan ku seperti ini. Aku yang mengajak mu rujuk tapi kenapa justru kamu menikah dengan lelaki ini. Aku yakin kamu cuma di manfaatkan oleh lelaki ini, lihat saja setelah dia mengeruk harta mu dia akan meninggalkan mu " Ucap ar dengan tatapan penuh kebencian.
" Aku yang lebih tahu soal mas juna. Mas juna tidak seperti mu mas, kamu mendekati ku karena ada maksud terselubung kan ? Kamu hanya mau dengan harta yang aku miliki, sampai ibu mu juga pura - pura baik dengan ku. Seharus nya kamu itu sadar diri mas, kamu itu sudah beristri. Seharus nya kamu bimbing istri mu untuk lebih baik lagi, jangan sampai bikin malu keluarga mu " Ucap delia.
Amar tidak mengerti maksud dari perkataan delia, amarah nya sudah membutakan akal sehat nya. Seharus nya dia paham dengan apa yang di ucapkan oleh delia.
" Pergi kamu dari sini " Seru juna lagi.
" Lihat saja aku akan membuat hidup mu menyesal karena sudah mengabaikan ku del. Jangan bahagia di atas penderitaan ku " Ucap amar lalu pergi meninggalkan rumah delia.
Juna langsung memeluk delia, dia tahu saat ini istri nya pasti sangat emosi dan terpukul dengan penghinaan yang di lontarkan mantan suami nya.
" Mas , maaf" Seru delia.
" Sudah tidak perlu meminta maaf. Sekarang kita masuk dulu, sepertinya mas tidak jadi ke show room. Kita di rumah dan istirahat saja. Tidak baik bekerja dalam keadaan seperti ini " Ucap juna menuntun delia masuk ke dalam.
Juna melihat raut kesedihan di wajah istri nya.
" Mas, kamu tidak marah kan ? "Tanya delia.
" Kenapa mas harus marah ? Kamu tidak salah apa - apa istri ku sayang. " Goda juna sambil mencubit pipi istri nya.
" Terimakasih mas " Seru delia lalu memeluk juna dan merebahkan kepala nya di dada juna.
Delia sangat bersyukur bisa menikah dengan juna, walaupun umur nya tidak beda jauh dari nya. Juna bisa menjadi pelindung untuk delia.
******
Terus dukung karya Author ya kak.
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, DAN BERIKAN HADIAH SERTA RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤❤