
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Tiba saat nya para anak dan menantu memberikan kado untuk ibu siti, mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Mereka duduk dengan pasangan nya masing - masing. Dimulai dari rani sebagai menantu termuda di keluarga memberikan kado ulang tahun untuk ibu siti.
Rani memberikan kado yang terbungkus rapi dan besar, semua penasaran dengan isi dalam bungkusan kado itu. Rani terlihat senyum - senyum karena kado yang dia berikan pasti akan di sukai oleh ibu mertua nya.
" Ibu buka ya Ran ?" Ucap ibu siti tersenyum bahagia.
" Iya bu silahkan " Seru rani.
Ibu siti pun membuka kado dari rani, kado terbuka dan terlihat ada tas cantik di dalam nya. Ibu siti tersenyum bahagia mendapatkan kado tas mahal dari menantu nya. Tas kisaran harga 400 ribu di beri menantu tersayang nya untuk sang mertua.
" Terimakasih nak rani dan anak ku harun, kalian memang paling mengerti yang ibu mau " Seru ibu siti bahagia.
" Sekarang giliran kado dari amar dan delia bu " Seru tini dengan senyum mengejek ke arah delia.
" Nanti saja , lihat tuh kado dari delia saja kecil begitu pasti isi nya sapu tangan. " Seru ibu mertu mengejek.
" Biarpun cuma sapu tangan, kado ini murni delia beli pakai uang delia loh bu. Jadi apa pun isi dalam kado itu nanti, amar harap ibu bisa menghargai nya. " Ucap amar mencoba membela delia.
Delia menyunggingkan senyum nya saat amar mencoba membela nya. Karena tidak biasa nya amar mau membela nya di depan keluarga nya.
* Tumben dia membela ku? Hemm.. aku tahu ! Dia tadi bilang kado ini di beli murni pakai uang ku, ini sama saja dia membela diri nya sendiri. Karena dia pasti mengira isi kado tidak lah begitu berharga. Suami tidak mau rugi !* Gerutu delia dalam hati nya.
" Wah bagus sekali baju ini Tin, pasti harga nya mahal ya tin ?" Tanya ibu siti sambil memeluk baju gamis warna abu - abu itu.
__ADS_1
" Tidak kok bu , cuma 300 ribu saja. Segitu mah kecil buay tini bu. " Ucap tini sombong.
" Terimakasih ya Tin, nak joko kalian memang anak dan menantu yang luar biasa. Tidak pelit dan tidak sombong, bisa menyenangkan orang tua dengan baik " Ucap ibu siti sambil melirik delia.
Ibu siti mengabaikan kado dari delia, melirik nya saja dia malas apalagi membuka nya.
" Buk tidak mau buka kado dari saya ?" Tanya delia.
" Tidak sudi, mungkin isi nya juga sapu tangan. Buat apa barang murahan seperti itu, di lemari ku saja banyak bahkan banya juga yang baru " Ucap ibu siti mencibir delia.
Delia mengangguk dan tersenyum penuh arti, dia mengambil kado yang sedari tadi dia letak kan di atas meja. Delia membuka kado itu, amar terus memperhatikan apa yang di lakukan istri nya. Ibu siti dan yang lain nya hanya tersenyum sinis saat delia membuka kado nya.
" Ini kado dari saya bu, yakin tidak mau ?" Tanya delia lagi.
" Tidak sudi !!" Jawab ibu siti ketus.
" Baiklah kalau tidak mau aku bawa pulang lagi, dan biar aku yang pakai. " Ucap delia sambil terus membuka bungkus kado.
Bungkus kado itu sudah terbuka semua dan delia mengeluar kan isi yang terbungkus dalam kado kecil itu.
" Haahhh ? Cincin ? kamu memberi kado untuk mertua mu cincin mainan ?" Tanya ibu siti.
" Haha haa haaa delia .. delia sebegitu miskin nya kamu sampai mertua ulang tahun cincin mainan yang kamu kasih. Beruntung tadi ibu tidak membuka kado nya, kalau ibu buka sudah pasti ibu kecewa" Seru tini dengan tertawa lebar.
" Lihat mas istri mu. Ibu bukan anak kecil mbak jadi cincin itu tidak berlaku untuk ibu " Ucap harun ikut mengolok delia.
Amar menundukkan kepala nya, dia seperti nya juga malu karena delia memberikan cincin mainan di hari ulang tahun ibu nya. Amar memang tidak memberi delia uang untuk membeli kado, tapi tidak harus cincin mainan juga yang delia berikan.
" Ini cincin emas dan ini surat nya, ibu kan tidak mau menerima nya. Jadi cincin ini batal untuk ibu dan akan delia pakai sendiri. " Ucap delia.
Amar langsung mengambil kertas yang di pegang delia dan membaca nya. Dan benar saja itu surat dari cincin yang delia pegang. Tini pun ikut penasaran lalu melihat kertas itu, dan dia pun terkejut ternyata itu surat dari cincin yang di pegang delia.
" Ini surat cincin asli bu !" Seru tini dengan mata melotot.
__ADS_1
" Jadi itu cincin mas asli del ?" Tanya ibu siti dengan wajah terkejut.
Delia mengangguk lalu mengambil kertas surat yang di pegang tini dan memasukan nya ke dalam kotak kecil bersama cincin yang dia pegang. Setelah itu kotak itu delia masukan ke dalam tas nya.
" Ibu kan tidak mau jadi delia bawa pulang lagi cincin nya " Seru delia lalu bangkit dari duduk nya dan berjalan ke luar tidak memperdulikan tatapan aneh dari para penghuni rumah.
******
" Dek kenapa kado tadi kamu bawa pulang lagi ? Padahal itu kan kado buat ibu? Ibu marah dek dan meminta mas untuk mengambil cincin itu" Tanya amar.
Delia tidak perduli ibu mertua nya marah, lagi pula ibu mertua nya tadi sudah menolak kado dari delia. Bahkan sempat menghina kado yang dia bawa.
" Bukan nya ibu tadi tidak mau dengan kado yang aku bawa mas ? Jadi kenapa dia marah ?" Ucap delia.
" Setelah dia tahu kalau kado nya cincin emas dia mau dek, bahkan meminta mas untuk mengambil nya. Tolong berikan cincin itu dek, biar mas antarkan sekarang ke rumah ibu. " Ucap amar sambil tangan nya meminta emas yang ada di tas delia.
" Oh jadi saat tahu cincin ini emas dia mau menerima nya ? Bukan nya tadia dia mencemooh ku kalau ini cincin mainan ? Tidak mas, aku sudah terlanjur sakit hati sama perkataan mereka jadi cincin ini tidak akan aku kasih ibu. " Seru delia lalu pergi masuk ke dalam kamar tidak memperdulikan amar yang terus memanggil nya.
Keluarga yang hanya baik saat ada mau nya saja, tetapi keluarga amar ada mau nya juga tidak menunjukan sikap baik nya. Delia sudah capek menghadapi hinaan dan cacian dari keluarga suami nya. Sekarang sebisa mungkin dia akan melawan nya. Bukan nya tidak menghormati keluarga suami, tetapi yang bagaimana dulu yang harus di hormati.
" Beruntung cincin ini tidak jadi di terima, jadi bisa aku pakai saja. Mulai sekarang aku tidak akan perduli lagi dengan keuarga mas amar, terserah mereka mau menghinku atau merendah kan ku aku tidak perduli lagi. Sudah cukup mereka menghina ku, sekarang saat nya aku bangkit dan lebih baik aku fokus dengan usaha ku. " Ucap delia berjanji pada diri nya sendiri.
" Soal mas amar dan rosa teta harus aku cari bukti - bukti perselingkuhan mereka. " Ucap delia lagi.
Delia lalu mengganti pakaian nya dan mencuci muka nya, setelah itu delia tidur. Dia tidak perduli dengan suami nya, sudah pasti saat ini suami nya sedang di marahi oleh ibu nya karena tidak berhasil membawa cincin ke hadapan nya.
* Terima saja amarah dari ibu tercinta mu itu mas * Gumam delia dalam hati nya.
******
UP LAGI KAK ❤❤
TETAP TINGGALKAN LIKE, KOMEN, VOTE ,FAVORITE SERTA RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤❤
__ADS_1
JIKA BERKENAN BERIKAN HADIAH NYA JUGA BISA 🙏❤
TERIMAKASIH 🙏🙏