
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Rosa jenuh ada di rumah terus dia pun pergi keluar rumah untuk sekedar mencari angin segar dan ada kepentingan sedikit. Rosa pergi begitu saja tanpa pamit dengan suami dan mertua nya karena memang rumah dalam keadaan kosong. Dia menuju salah satu toko perhiasan yang ada di pasar untuk menjual emas yang tinggal satu - satu nya dia miliki.
" Permisi mbak ada yang bisa saya bantu ?" Tanya karyawan toko perhiasan.
" Saya mau jual ini mbak" Ucap rosa sambil menyerahkan anting - anting nya yang sudah dia lepas dari rumah.
" Oh.. sebentar ya mbak saya cek dulu. Apa ada surat nya mbak ? Kalau tidak ada surat nya kami tidak bisa menerima nya mbak" Ucap karyawan toko dengan ramah.
" Ada kok mbak " Ucap rosa.
Rosa langsung menyerahksn surat anting - anting nya yang memang sudah dia siapkan dari rumah. Rosa terpaksa menjual anting - anting nya karena dia memang sudah tidak ada uang, uang di dompet hanya tinggal selembar warna hijau.
" Kami hanya bisa membeli nya dengan harga 3 juta mbak. Bagaimana apa mbak mau ?" Tanya karyawan toko perhiasan yang sudah di percaya oleh pemilik nya.
Rosa terlihat berfikir sejenak, akhirnya dia pun menyetujui harga yang di berikan pihak toko.
* Tidak apa - apalah aku rugi, lagi pula aku memang butuh duit..* Gumam rosa dalam hati nya.
" Iya mbak tidak apa- apa " Ucap rosa.
Karyawan toko perhiasan itupun langsung mengambilkan uang sejumlah yang sudah di sepakati dan di serahkan nya kepada rosa.
Setelah menerims uang nya rosa pun langsung pergi meninggalkan toko perhiasan. Dia beralih ke toko baju untuk membeli baju baru, karena sedang hamil badan rosa cepat sekali mengembang nya. Sehingga baju - baju lama nya banyak yang tidak muat lagi.
" Nasib...nasib..aku sama sekali tidak pernah bermimpi beli baju di pasar seperti ini. Walaupun tidak di mall setidak nya beli di toko - toko yang bergengsi. Seperti DL shop gitu, mau kesana pun lumayan jauh mana nanti pasti ketemu delia kan jadi malas" Ucap rosa pelan sambil memilih baju yang akan dia beli.
Saat sedang memilih baju tiba - tiba pandangan rosa tertuju kepada seseorang pria yang tidak asing lagi bagi nya.
* Mas Rendi ?* Gumam rosa dalam hati nya.
Rosa pun menunda membeli baju dan langsung mengikuti arah kaki rendi melangkah. Karena pasar memang cukup ramai,rosa sulit untuk mengejar rendi. Namun rosa masih bisa melihat kemana arah kaki rendi pergi, ternyata rendi menuju parkiran.
__ADS_1
" Mas rendi ngapain di pasar ? Apa dia sudah pindah ke kota ini lagi? Tapi bukan nya mas rendi merantau ke luar kota ?" Tanya rosa pada dirinya sendiri .
Baru saja rosa akan menghampiri rendi namun rendi sudah masuk ke dalam mobil lebih dulu dan langsung mengendarai mobil nya keluar dari parkiran pasar.
" Ah sial mas rendi sudah pergi. Dia disini ngapain ya ? apa dia mengantarkan istri nya ? Kalau mengantarkan ibu nya tidak mungkin karen ibu mas rendi sudah meninggal " Gumam rosa.
Rosa pun kembali ke dalam pasar untuk berbelanja kembali. Saat dia putar badan dan hendak balik ke dalam pasar dia menabrak seseorang.
Brukk...
" Auw... " Seru orang yang di tabrak rosa.
" Rosa!!" Seru orang yang di tabrak rosa. Orang itu ternyata rani yang memang sedang buru - buru mengrjar rendi karena sebagian belanjaan nya tadi tertinggal di toko nya.
Rosa pun langsung mrmandang ke arah rani , tapi bukan nya meminta maaf tetapi dia malah memarahi rani dan menyalahkan rani jika dia yang salah sudah menabrak nya.
" Kalau jalan itu pakai mata dong Ran. Jangan asal jalan saja,kalau aku jatuh bagaimana ? Atau kamu memang sengaja menabrak ku karena kamu masih dendam dengan ku ?" Seru rosa tidak tahu malu justru memarahi rani.
" Maaf rosa .. saya sama sekali tidak bermaksud begitu . Kamu juga tadi yang jalan tidak lihat - lihat. Jangan main asal menyalahkan dong " Seru rani membela dirinya.
" Helehhh.... alasan saja kamu ini. Bilang saja kalau kamu masih dendam karena harun lebih memilih ku daripada kamu. " Ucap rosa tidak mau kalah tetap saja menyalahkan rani.
" Terserah kamu saja lah. Ya sudah lebih baik aku balik ke lapak , karena orang yang aky cari juga sudah tidak ada " Ucap rani .
" Lihat aku sekarang sedang hamil lagi jadi wajar dong kalau mas harun lebih memilih dan menyayangi ku. Aku lebih segala nya dari kamu, memang nya kamu cuma penjual kain. Tidak level sama aku dong " Ucap rosa sambil tersenyum mengejek rani.
" Jelas tidak selevel dong, karena situ cuma menang goyang doang. Tapi kalah di otak, yang nama nya perempuan baik - baik itu tidak akan pernah merebut suami orang apalagi kakak adik di embat juga. Ingar rosa karma itu pasti akan menghampiri mu, dan aku orang pertama yang akan menertawakan mu ! " Ucap rani dengan berani.
" Heh...j@l@n9 jaga mulut mu. !!" Seru rosa marah.
" Bicara dengan mu tidak ada guna nya ,lebih baik kamu jaga suami mu agar tidak di ambil wanita lain. Kasihan kalau anak mu lahir tidak ada ayah nya. Oh ya salam untuk suami kamu ya dan bilang sampai kapan pun aku tidak akan mau rujuk dengan nya " Ucap rani tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan rosa.
Rosa sangat kesal, ingin rasa nya dia meremas mulut rani. Dari perkataan rani bisa di ketahui jika harun masih sering menemui dan menghubungi rani untuk mengajak nya rujuk.
* Apa mas harun sudah membohongi ku ? Dia mengajak mantan istri nya untuk rujuk * Gumam rosa.
Rosa pun kembali menghampiri toko yang tadi dan memilih pakaian yang cocok untuk ibu hamil sepertinya. Setelaah menemukan model yang cocok rosa langsung membeli 5 baju dan menghabiskan uang 450 ribu.
* Akhirnya bisa beli baju baru juga , yah walaupun hanya baju beli di pasar tapi lumayan lah daripada aku tidak beli. Setelah ini aku mau makan siang dulu, makan apa yang aku mau. Bosan di rumah makan tempe tahu terus * Gumam rosa.
Rosa memesan taksi online , setelah taksi pesanan nya datang rosa pun langsung masuk ke dalam mobil dan meminta sopir untuk menuju tempat yang sudah di tunjukan oleh rosa.
__ADS_1
Setelah dua puluh menit rosa sudah sampai di salah satu cafe yang makanan nya memang rosa sukai. Dulu saat masih bekerja setiap sore dia dan amar pasti akan mampir dan makan di cafe ini.
" Rosa !" Panggil delia .
Delia melihat rosa yang baru saja turun dari taksi online dan delia sendiri baru keluar dari restoran. Kali ini delia tidak bersama juna namun delia bersama mona dan di temani oleh para sopir pribadi nya masing - masing yang menunggu di dalam mobil.
" Kenapa juga kamu menyapa mak lampir ini del " Seru mona menatap tidak suka ke arah rosa.
" Sssttt... jangan bicara seperti itu dong Mon, ingat sekarang sudah hamil. Tidak ada salah nya kan kita menyapa sesama,lagi pula hanya menyapa bukan untuk cari masalah mon. " Ucap delia menasehati sahabat nya yang memang sangat membenci rosa. Bencinya mona terhadap rosa seperti sudah mendarah daging.
" Ngapain manggil saya ? Mau pamer kebahagiaan atau mau pamer kesuksesan kamu ?" Ucap rosa ketus.
" Nah lihat kan del kamu sudah baik - baik mau menyapa dia. Tapi apa dia malah ketus seperti itu. Sudahlah del ayuk kita ke mobil kasihan pak sopir ysng sudah lama menunggu , menyapa dia itu buang - buang waktu saja del" Ucap mona masih saja ketus.
Huft..
Delia hanya bisa menghela nafas panjang melihat sikap mona kepada rosa. Memang rosa adamah wanita yang tidak tahu diri, wanita tidak punya malu, wanita yang sudah menghancurkan rumah tangga nya dulu dengan amar. Selepas dari semua itu, itu semua saat ini sudah menjadi masalalu delia. Delia hanya ingin hidup tenang dengan mencoba memaafkan semua yang sudah melukai dan menjahati nya.
" Maaf rosa tadi sayq hanya menyapa kamu saja kok tidak ada maksud apa - apa. Nanti kalau saya tidak menyapa kamu bilang sombong, kalau begitu saya duluan ya. Ayok mon kita ke mobil. " Ucap delia sambil menarik tangan mona.
" Iya del, aku sudah malas melihat muka dia" Seru mona.
" Heiii..dasar wanita gila !" Seru rosa meneriaki mona.
Delia dan mona langsung menuju mobil nya masing - masing dan meninggalkan parkiran cafe.
Ting Ting.... Dua pesan masuk ke ponsel delia.
[ Lihat muka si lampir jadi ingin ketawa aku del ] Tulis mona .
[ Pasti tadi dia kesal banget del.]
[ Kamu memang senang membuat orang marah dan kesal mon, ingat loh hamil jangan suka membuat orang kesal. Nanti anak kamu bisa seperti kamu juga]. Balas delia dengan emot tertawa.
Mobil delia dan mobil mona pun sudah sampai di halaman rumah delia. Rumah delia sendiri, rumah yang sudah lama tidak dia tempati hanya di tempati oleh bik asih dan anak nya saja. Delia sengaja meminta bik asih dan anak nya tinggal di rumah nya agar rumah nya tidak kosong dan tidak kotor. Delia tetap menggaji bik asih seperti biasa.
*******
Rosa ohh rosa malang juga nasib mu.
LIKE,KOMEN, VOTE,FL FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤❤❤