Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Semakin terlihat


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Asti datang ke rumah kontrakan ibu mertua nya , hari ini asti membawakan masakan nya untuk ibu mertua nya tidak lupa asti juga membawa sayuran mentah hasil tanaman amar. Tini senang akhirnya asti bisa datang dan membantu nya untuk menemani ibu nya.


" Terimakasih ya As kamu sudah mau datang, soal nya rencana nya hari ini aku mau mencari pekerjaan. Siapa tahu bisa di terima, sekarang aku tidak pilih - pilih pekerjaan asal halal apa pun aku mau" Ucap tini yang sudah rapi dan ingin segera berangkat.


" Iya mbak mau jadi OB asalkan halal itu berkah. Asal jangan mengambil pekerjaan yang instan saja mbak " Ucap asti sedikit menyindir tini.


" Maksud kamu apa ? " Tanya tini tidak suka dengan perkataan asti barusan. Menurut tini asti sekarang sudah banyak berubah, bukan asti yang pertama kali dia kenal saat datang sebelum menikah dengan amar.


" Maksud aku baik mbak. Jangan sampai mbak salah jalan, terus mengambil pekerjaan instans jadi teman pria hidung belang. Jangan sampai ada video viral selanjut nya" Ucap asti terus terang tanpa memfilter ucapan nya.


Tini tidak mau berdebat, apalagi saat ini ibu nya sedang sakit. Tini tidak mau membebani fikiran ibu nya terlalu berat. Dia pun meninggalkan asti begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


" Huuhhh... di kasih tahu malah main nyelonong saja sih mbak tini itu. Padahal maksud aku kan baik agar mbak tini tidak salah jalan lagi. Tapi ya sudahlah yang penting aku sudah mengingatkan. " Ucap asti.


Asti masuk ke dalam kamar dan melihat ibu mertua nya yang masih tidur di atas kasur tanpa ranjang. Setelah melihat ibu mertua nya yang masih tertidur asti pun memilih menonton televisi, untuk melihat acara gosip sambil memainkan ponsel nya.


" Loh ada mbak asti " Seru harun yang baru saja keluar dari kamar.


" Iya " Jawab asti singkat.


" Mbak tini sudah berangkat ya mbak ? Huuh...padahal mau aku antar malah sudah berangkat. Ya sudahlah kalau begitu aku berangkat ngojek saja " Seru harun.


" Iya lebih baik kamu kerja run daripada diem saja di rumah. Lagi pula ibu juga sudah aku jagain, gak enak juga lama - lama aku disini kalau ada kamu di rumah. Apalagi kita sama - sama dewasa, takut ada setan lewat. Sudah sana cepat pergi kamu " Seru asti bicara seakan harun sudah mengganggu diri nya .


Harun heran melihat perubahan sikap asti yang terlihat lebih berani . Tapi harun tidak mau berfikir jelek, dia pun segera meninggalkan rumah kontrakan nya. Selepas harun pergi asti langsung mengunci pintu rumah dan kembali menonton televisi sambil tiduran.


*******

__ADS_1


" Pak Juna tidak apa - apa, dia hanya kelelahan saja. Harus banyak istirahat dulu ya pak, yang nama nya pekerjaan itu memang tidak ada habis nya. Jangan karena hanya mengejar dunia kita mengabaikan kesehatan. " Ucap dokter yang memeriksa juna.


Saat ini juna di temani delia sedang di rumah sakit memeriksakan kesehatan juna. Karena akhir - akhir ini juna sering bolak - balik ke luar kota mengurus showroom jadi juna pun kelelahan.


" Iya dokter terimakasih atas saran nya " Jawab juna.


" Ini resep nya bisa di tebus di tempat penebusan obat. Banyak minum air putih ya pak juna " Saran dari dokter.


" Jadi suami saya tidak ada sakit yang serius kan dok ?" Tanya delia ingin lebih jelas lagi.


" Tidak ada bu, pak juna hanya kelelahan dan dehidrasi, kalau dehidrasi wajar kalau badan sering lemas dan mudah lelah. " Ucap dokter lebih jelas.


Delia mengangguk paham dengan penjelasan dokter, setelah pemeriksaan selesai delia dan juna langsung menuju tempat penebusan obat. Saat sedang mengantri obat delia di kejutkan dengan mantan ibu mertua nya yang duduk di kursi roda di temani oleh wanita yang tidak asing oleh delia.


" Mas apa boleh aku menyapa ibu nya mas amar?" Tanya delia meminta izin dulu kepada sang suami.


" Iya boleh dong sayang,masak saling bertegur sapa tidak boleh. " Jawab juna .


" Iya mas " Jawab delia.


Delia pun langsung berjalan menghampiri mantan ibu mertua nya. Delia baru ingat jika wanita yang bersama mantan ibu mertu nya adalah asti , wanita yang minggu lalu pernah dia antar pulang.


" Waalaikumsalam " Asti yang menjawab salam dari delia. Sedangkan ibu siti hanya mengangguk karena dia susah untuk berbicara.


Delia ?


Asti dan ibu siti terkejut saat bertemu delia di rumah sakit. Terutama ibu siti, dia sangat malu bertemu delia dalam keadaan seperti itu. Dia benar - benar malu dengan delia, dulu dia menghina nya dan merendahkan delia kini dirinya sendiri yang tidak bisa apa - apa dan hanya terkulai di kursi roda.


" Ibu apa kabar ?" Tanya delia lembut.


Tidak ada jawaban dari ibu siti membuat delia jadi serba salah.


" Maaf mbak, ibu susah untuk berbicara. Dia terkena stroke, anggota tubuh nya mati sebelah dan bicara pun agak susah. " Ucap asti menjelaskan.


" Ibu stroke ? Semoga cepat sembuh ya bu, maaf delia tidak tahu. Oh iya, ini mbak asti kan ? Berarti mbak ini istri nya mas amar ? " Seru delia.


" Iya saya istri nya mas amar " Jawab asti singkat.

__ADS_1


Tini yang baru saja dari toilet pun datang dan menghampiri ibu nya. Tini belum menyadari jika ada delia sedang berbincang dengan asti.


" Loh delia ?" Seru tini kaget.


" Mbak tini apa kabar ?" Sapa delia ramah.


" Kabar kami baik del, kamu ngapain disini del ? Kamu sakit ?" Tanya tini dengan canggung. Dia tidak menyangka bisa bertemu delia di rumah sakit.


" Oh saya tadi nganterin mas juna periksa kesehatan mbak. " Jawab delia


Tini hanya mengangguk kan kepala nya sambil mencari sosok juna. Setelah mata nya menangkap sosok juna yang sedang menunggu antrian obat , tini pun langsung mengalingkan pandangan nya. Dia masih malu dengan juna atas kejadian yang terdahulu dimana dia pernah merayu juna.


" Mbak itu nama ibu yang di panggil , biar aku yang ambil obat nya mbak temani ibu disini " Seru asti langsung pergi begitu saja.


" Kalau begitu saya permisi ya mbak, mau balik temani mas juna " Ucap delia lagi.


Tini mengangguk, namun saat deli hendak pergi tiba - tiba ibu siti memanggil nya. Delia pun langsung mengurungkan niat nya.


" Ddeellia mmaa..aaaf " Suara ibu siti terbata - bata mengucapkan kata maaf kepada delia.


Delia langsung menunduk dan mensejajarkan tubuh nya dengan ibu siti. Delia menggenggam tangan mantan ibu mertua nya dengan lembut.


" Delia sudah memaafkan semua kesalahan ibu. Sekarang ibu fokus sama kesehatan ibu saja, jangan memikirkan masalah yang sudah berlalu. Yang lalu biarlah berlalu bu, delia sama sekali tidak menganggap kalian musuh karena dulu kalian itu adalah keluarga delia sampai kapan pun kalian masih tetap delia anggap keluarga. Bu, delia sekarang delia sudah punya anak kembar jika ibu berkenan ibu bisa menongok cucu ibu. Walaupun mereka tidak ada hubungan darah dengan ibu, anggaplah mereka cucu ibu " Seru delia dengan lembut.


" Teerrimakaasihh " Jawab ibu siti dengan air mata yang tanpa terasa ikut menetes.


" Sama - sama buk. " Jawab delia dengan senyum mengembang.


" Del... Maaf " Seru tini juga ikut mengucapkan kata maaf.


" Jika ada waktu datang lah kerumah ku mbak, nanti kita bicara dengan duduk santai. Ajaklah ibu biar dia bisa melihat anak - anak ku. Aku duluan ya mbak, bu. Permisi " Seru delia sambil menganggukan kepala nya.


Asti yang sudah selesai mengambil obat pun sedari tadi menyaksikan kelembutan dan keakraban delia dengan keluarga suami nya. Entah kenapa hati asti tidak suka melihat delia akrab dengan ibu mertua dan kakak ipar nya.


*******


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2