
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Kediaman delia.
" Si kembar tidur ya del ?" Tanya mama silvi yang datang menghampiri delia ke dalam kamar nya.
Mama silvi baru saja pulang dari arisan dengan teman - teman nya. Setiap pulang darimana pun selalu si kembar yang dia cari. Tentu nya sudah membersihkan diri dulu baru menemui si kembar.
Si kembar belum tidur di kamar nya sendiri, masih tidur satu kamar dengan delia. Namun si kembar di letakkan di dalam bok bayi nya masing - masing. Delia juga belum mau memakai jasa babby siter karena si kembar masih bisa di handel sendiri, apalagi di rumah ada mama silvi dan bibi yang kapan pun siap membantu.
" Iya ma baru sepuluh menit yang lalu mereka tidur. Kok tumben baru jam segini mama sudah pulang ? Arisan nya tidak jadi ya ?" Tanya delia heran.
" Jadi dong,malah mama loh yang dapat arisan nya. Kamu mau apa ? biar mama yang traktir ? Tadi mereka memang ngajak ke mall dulu untuk shopping, tapi mama tolak. Mama bilang mereka jika mama kangen si babby kembar. Mereka bis memaklumi nya karena ini cucu pertama mama, ya walaupun dulu sudah ada cucu tapi dia sekarang sudah tenang di surga " Ucap mama silvi mengingit anak juna dengan istri pertama nya.
" Aamiin... kita doakan saja semoga dia dan mama nya berkempul di surga nya Allah ya ma." Ucap delia.
" Iya nak, aamiin " Ucap mama silvi.
Mama silvi mendekati si kembar yang tidur di bok dia mengusap pipi ke duanya dengan lembut. Ingin sekali dia membangunkan si kembar namun dia tahu pasti delia capek seharian mengurus si kembar , bahkan si kembar juga baru saja tidur.
" Oh iya del, bagaiman kabar nya siti ?" Tanya mama silvi menanyakan siti sang mantan mertua delia.
" Maksud mama, ibu siti ? " Tanya delia singkat.
" Iya, apa dia sudah sembuh. Ehh.. tapi terakhir anak perempuan nya itu kesini bilang jika siti lumpuh ya. Mama kok lupa ya, hemm.. wajar sudah tua ya del." Ucap mama silvi sambil terkekeh.
" Tumben mama menanyakan soal ibu siti ? Apa ada masalah lagi?" Tanya delia.
__ADS_1
Mama silvi menggeleng dan berjalan mendekati delia dan ikut duduk di pinggir ranjang. Mama silvi terlihat membuang nafas dengan kasar. Seperti memang ada beban yang belum mama silvi selesai kan.
" Mama hanya ingin menanyakan dimana hartawan berada. Biar pun kami sudah sama - sama tua, dan semua itu hanya masa lalu. Tapi mama berharap bisa ketemu hartawan dan menjelaskan kesalah pahaman yang pernah terjadi di masa lalu. Mama tidak mau saat menghadap sang pencipta nanti masih ada masalah yang belum terselesaikan " Ucap mama silvi lagi.
" Sabar ya ma. Jika teman mama itu masih hidup pasti suatu saat bisa bertemu " Ucap delia sambil memeluk mama mertua nya dari samping.
Delia bisa merasakan kesedihan dan rasa bersalah yang di rasakan oleh mama mertua nya. Seandainya dia tahu dimana om hartawan berada pasti dia akan mempertemukan nya dengan mama silvi. Ini jangan kan mempertemukan nya, tahu orang nya yang mana saja tidak.
" Kalau begitu mama ke kamar dulu ya del, mama mau tidur siang. Mau main sama si kembar dia juga masih tidur. Kamu juga tidur, istirahat mumpung si kembar tidur. " Ucap mama silvi.
" Iya ma " Jawab singkat delia.
Mama silvi keluar dari kamar delia dan masuk ke kamar pribadi nya. Delia sendiri pun memilih segera mengistirahatkan tubuh nya.
*******
Pernikahan asti dan amar tinggal 5 hari lagi , amar belum mengambil cuti. Dia akan mengambil cuti 3 hari sebelum acara pernikahan nya. Amar sore setelah pulang dari kantor langsung menuju ke suatu tempat untuk mengambil cincin pernikahan nya.
Amar mengendarai motor nya dengan pelan, jalanan pun terlihat macet karena memang sore hari begini jam nya para karyawqn pulang dari kantor jadi jalanan menjadi macet. Setelah empat puluh lima menit amar sudah sampai di mall, amar memarkirkan motor nya dan langsung masuk ke mall menuju toko perhiasan tempat dia memesan cincin pernikahan nya.
" Iya pak. Sebentar ya saya ambi dulu barang nya " Ucap karyawan dengan ramah.
Amar mengangguk, dia pun menunggu sambil duduk di kursi yang sudah di sediakan sembari memainkan ponsel nya, tidak berselang lama karyawan memanggil amar dan memberikan cincin pesanan nya.
" Silahkan di cek dulu pak, apa ada yang kurang ?" Ucap karyawan.
" Sudah kok mbak. Sesuai dengan yang saya ingin kan, kalau begitu saya bawa ya mbak. Terimakasih " Seru amar sambil menganggukkan kepala nya.
" Sama - sama pak " Ucap karyawan sambil mengatupkan ke dua tangan nya.
Amar menuju salah satu tempat penjual makanan cepat saji, amar berniat untuk mengisi perut nya terlebih dahulu sebelum pulang. Karena adzan magrib juga sedang berkumandang, seperti nya amar mencari mushola terlebih dahulu. Amar berjalan ke arah belakang gedung, di sana letak musholla yang di gunakan untuk sholat para karyawan mall dan pengunjung mall.
Setelah selesai sholat amar hendak kembali ke dalam mall dan membeli makan. Namun langkah amar terhenti karena ada seseorang memanggil nya.
" Mas amar !!" Teriak seorang perempuan memanggil amar.
__ADS_1
" Rani " Seru amar. Ya rani lah yang memanggil amar
Rani dan rendi langsung berjalan mendekati amar, mereka saling mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
" Mas amar sama siapa ?" Tanya rani sambil melihat kesekeliling amar.
" Aku sendirian ran. oh iya ini siapa ? atau ini suami kamu ? mas dengar kamu sudah menikah lagi?" Tanya amar yang memang belum tahu soal rendi. Yang amar tahu rani memang sudah menikah kembali tapi dia tidak tahu jika menikah nya dengan mantan suami rosa.
" Iya mas ini suami ku nama nya rendi, mas rendi kenalkan ini mas amar. "
" Amar.. Rendi " Ucap kedua nya saling mengenalkan diri.
" Mas rendi ini dulu mantan suami nya mbak rosa . " Ucap rani membuat amar langsung mengalihkan pandangan nya ke arah rendi.
Amar memang merasa wajah rendi tidak asing, seperti sudah pernah bertemu tapi amar lupa.
* Benar.. dia kan rendi mantan suami rosa . Kita pernah bertemu dua kali kalau tidak salah. Saat ada acara di kontor. * Gumam amar dalam hati nya.
" Mas amar kok diam ? Sebelum nya sudah pernah kenal kan ?" Tanya rani.
" Ehh..emm.. Iya seperti nya memang pernah ketemu saat ada acara di kantor. Tapi hanya ketemu sekilas saja jadi aku lupa, tapi memang wajah nya tidak asing. Ternyata pak rendi.." Seru amar menjelaskan.
" Iya pak, senang bisa bertemu anda kembali. Oh iya pak amar tadi datang kesini dengan siapa. ?" Tanya rendi.
" Saya sendiri, tadi habis mengambil pesanan. Kalau begitu saya duluan ya pak rendi, rani senang bisa bertemu dengan kalian. Semoga kalian samawa dan segera di beri momongan " Ucap amar mendoakan rumah tangga rani.
" Aamiin , terimakasih " Seru rani dan rendi bersamaan.
Amar pun langsung menuju parkiran dan tidak jadi membeli makanan di dalam mall. Dia memgurungkan niat nya,dia akan membeli makan malam nya di rumah makan yang dia temui di pinggir jalan saja.
* Ternyata yang jadi suami rani adalah rendi mantan suami rosa, apa rosa sudah tahu ya jika rani menikah dengan mantan suami pertama nya. Ahh.. kenapa aku memikirkan rosa, wanita sialan itu yang sudah menghancurkan hidup ku. Sekarang aku fokus dengan asti, wanita baik hati pilihan ku. Bismillah yakin dan percaya jika asti yang akan menemani sampai hari tua ku * Gumam amar dalam hati penuh harap.
*******
LIKE, KOMENTAR,VOTE, FAVORITE, DAN JANGAN LUPA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏🙏❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤