Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Keluarga yang aneh


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


💞💞💞💞💞


Setelah membayar lunas hutang baju nya kepada ibu rohanah, ibu siti dan tini langsung pergi mendatangi rumah kontrakan delia yang tidak jauh dari rumah nya. Ibu siti dan tini berjalan menuju rumah kontrakan delia karena motor di bawa suami tini bekerja.


Sepanjang jalan menuju rumah delia, ibu siti dan tina terus saja mengomel dan menggerutu sehingga mengundang tanya beberapa orang yang lewat.


" Mau kemana bu siti ?" Tanya bu eka salah satu ibu - ibu yang suka gosip.


" Oh bu eka, ini bu mau ke rumah delia. Saya hari ini benar - benar di buat marah dan malu sama delia bu, siapa yang tidak marah dia ngambil baju sama bu rohanah sudah dua bulan tidak di bayar juga, ehh bu rohanah datang ke rumah ku menagih uang baju itu kata nya di suruh delia nagih ke saya, kan benar - benar menantu durhaka itu " Ucap ibu siti memutar balikkan fakta yang ada.


" Wah masak mbak delia begitu sih bu, kok jadi menantu kurangajar begitu, harus di beri pelajaran itu buk dan jangan mau di perlakukan seenak nya begitu sama menantu." Ujar ibu eka malah memanasi ibu siti.


" Delia memang begitu bu, saya sudah bingung menghadapi menantu ku itu. Dia boros sekali, padahal gaji amar itu lumayan besar dan semua di pegang delia. " Ucap ibu siti semakin menjelekkan delia.


Tini dan ibu siti saling pandang dan melempar senyum, mereka sangat senang bisa menjelekkan nama delia di depan ibu eka, apalagi ibu eka ini biang gosip nya bisa di bilang ratu gosip di lingkungan nya berita apa pun yang dia dengar akan cepat sekali menyebar di kalangan ibu - ibu.


" Saya kasihan dengan ibu saya bu, ibu saya selalu mengah kepada delia. Tapi perlakuan delia selalu membuat ibu malu dan sedih, aku juga kasihan dengan amar bu. Dia bekerja banting tulang tapi uang nya selama ini di habiskan istri nya, makanya sampai sekarang mereka masih mengontrak " Ucap tini dengan wajah yang di buat sesedih mungkin untuk menyakinkan lawan bicara nya.


" Aku tidak menyangka ternyata mbak delia kelakuan nya seperti itu, padahal wajah nya polos dan alim tapi kok ya sama mertua tidak ada baik dan hormat nya. Ya sudah sekarang kalian datangi saja rumah mbak delia bila perlu saya bantu bawa ibu- ibu yang lain untuk membela bu siti agar mbak delia malu" Ucap ibu eka dengan semangat empat lima nya.


Ibu siti dan tini jelas - jelas menolak tawaran dari bu eka, kalau bu eka dan ibu yang lain nya tahu bisa - bisa ibu siti dan tini yang malu karena apa yang di ucapkan nya tidak sesuai dengan fakta.


" Ehh.. emh maaf bu eka, sepertinya ibu tidak perlu ikut dan tidak perlu mengajak ibu - ibu yang lain nya. Biarkan ini menjadi urusan keluarga kami saja, kami ingin menegur delia secara baik - baik kalau bawa yang lain nya saya khawatir delia akan semakin membenci saya karena merasa di permalukan " Ucap ibu siti yang sok bicara dengan bijak.


" Iya bu eka, apa yang di katakan ibu saya benar. " Ucap tini yang hanya bisa bicara nengikuti ucapan ibu nya saja.


" Oh baiklah kalau begitu ,ya sudah say permisi dulu bu siti saya tadi mau ke warung beli garam. " Ucap ibu eka lalu pergi menuju warung yang ada di ujung jalan.

__ADS_1


Ibu siti dan tini langsung melanjutkan langkah kaki nya menuju rumah kontrakan delia yang memang letak nya tidak jauh dari rumah nya.


*******


" Delia .... deliaaaa... buka pintu nya !!!" Seru tini sambil menggedor - gedor pintu kontrakan delia.


Ibu siti pun ikut mrnggedor sambil berteriak memanggil - manggil nama delia.


" Delia buka pintu nya !" Seru ibu siti yang ikut berteriak.


Namun tetap saja tidak ada jawaban dari dalam rumah kontrakan delia, rumah memang terlihat sangat sepi dan seperti dalam keadaan kosong.


" Bu sepertinya delia tidak ada di rumah atau mungkin dia sedang kepasar atau malah memang sengajs menghindar. Tadi pagi - pagi dia sudah membuat harun dan kita kesal karena pakaian kita tidak ada yang dia cuci justru semakin bau karena berhari - hari tidak di cuci. " Ucap tini.


" Kamu benar tin, dia pasti sengaja tidak mau ketemu kita" Seru ibu tini.


Pagi - pagi sekali harun datang ke rumah kontrakan delia untuk mengambil baju - baju nya yang dia bawa beberapa hari yang lalu untuk di cuci delia. Harun sengaja datang pagi - pagi sekalian dia berolah raga lari pagi.


" Apa ? jadi baju - baju ku ini belum mbak delia cuci ?" Tanya harun dengan wajah serius nya.


" Iya , memang nya aku ini pembantu mu yang harus mencucikan pakaian kalian ? kalian kan punya tangan dan kaki, bisa mencuci sendiri kalau kalian malas kan bisa kalian laundry" Seru delia sambil menyiram tanaman bunga di halaman kecil nya.


" Tidak bisa begitu dong mbak, lalu apa guna mbak delia sebagai kakak ipar. Apa cuma untuk menghabiskan uang mas amar saja?" seru harun dengan kesal.


Mendengar ada keributan di depan rumah nya amar yang baru saja bangun tidur pun langsung ke luar rumah untuk melihat keributan yang terjadi.


" Ada apa ini ? dan kamu kenapa pagi - pagi sudah ada di rumah ku Run?" Tanya amar.


" Ini mas istri mu, aku sudah membawa pakaian kotor kemari dari tiga hari yang lalu tetapi istri mu ini belum mencuci nya juga. Berarti pekerjaan istri mu ini di rumah cuma bermalas - malasan dan menghabiskan uang gaji mu saja mas" Ucap harun membuat amar ingin menampar mulut nya, namun delia dengan lembut mengusap lengan suami nya agar tidak terbawa emosi menghadapi harun.

__ADS_1


" Delia ini istri ku, menantu di keluarga kita ! Dia bukan pembantu !! Jadi jangan seenak nya kamu menyuruh delia.! " Sentak amar dengan nada bicara penuh penekanan.


Harun yang melihat amarah sang kakak pun lebih memilih segera pergi meninggalkan rumah kontrakan kakak nya, tidak lupa dia juga membawa sekantong plastik besar baju kotor nya.


" Wajah mu kenapa run? Kusut amat ?" Tanya tini yang sedang duduk sofa ruang tamu sambil memainkan ponsel di tangan nya.


Tanpa menjawab harun langsung melemparkan kantong plastik yang berisi pakaian kotor di samping tini. Tini pun langsung mengambil kantong plastik itu dan membuka nya.


" Ini pakaian kotor ? jadi delia tidak mencuci nya ? terus baju seragam mas joko bagaimana ?" Seru tini dengan bingung karena seragam kerja joko ada dalam kantong plastik itu.


" Aku juga bingung, seragam ku juga ada di situ. Mbak delia benar - benar membuat aku marah. Kalau tidak ada mas amar tadi sudah aku tampar mulut pedasnya, mas amar juga bodoh mau - mau nya dia menikah dengan wanita yang hanya tamat SMP, mana tadi mas amar memarahi ku juga " Ucap harun kesal.


Ibu siti dan joko mendekati mereka ber dua ingin tahu ada masalah apa sehingga harun dan tini pagi - pagi sudah mengomel.


" Ada apa sih run, kok pagi - pagi sudah mengomel ?" Tanya ibu siti.


" Itu buk harun sedang kesal karena baju kotor yang di antarkan ke rumah delia belum di cuci juga,bahkan masih utuh di dalam plastik " Seru tini sambil menunjuk plastik yang ada di sampingnya.


" Delia memang kurangajar !! Nanti ibu akan memberikan dia pelajaran biar dia kapok. Menyesal aku mempunyai menantu seperti delia, dia pasti sudah main pelet sehingga amar sangat mencintai nya dan menikahi nya meski ibu tidak menyetujuinya " Seru ibu siti.


Joko hanya bisa diam saja, dia tidak mau menanggapi apa pun. Lebih baik dia diam saja dari pada menimbulkan keributan baru. Beruntung joko kemarin sudah meminjam seragam teman nya yang memang mempunyai seragam cadangan,ya walaupun warna sudah sedikit pudar.


💞💞💞💞💞


*******


Jangan lupa setelah membaca tinggalkan jejak nya ya kak, like komen vote favorite dan hadiah nya ❤❤ Serta rate bintang 5 nya ❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤

__ADS_1


__ADS_2