
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Delia dan rani dulu pernah di hina dan di rendahkan oleh keluarga para mantan suami nya. Bahkan delia di katakan sebagai istri parasit, padahal nafkah yang delia terima tidak sesuai seperti yang mereka fikirkan. Kini para mantan menantu itu hidup nya sudah bahagia dengan keluarga baru nya. Rosa sebagai wanita perusak rumah tangga delia dan rani justru kehidupan nya semakin sulit dan susah.
Semenjak pertemuan nya dengan rendi dan rani minggu lalu, rosa lebih banyak diam. Harun dan ibu nya pun heran melihat perubahan rosa. Ibu siti sudah bisa berjalan tanpa bantuan tongkat.
" Run, istri kamu itu kenapa ? Lebih banyak diam dan kalau di tanya malah marah - marah. Apa dia sudah stres karena tidak kuat hidup miskin ?" Tanya ibu siti kepada harun.
" Harun juga tidak tahu bu. Sudah biarkan saja bu , oh iya bu hari ini harun tidak mengojek. Harun capek mau istirahat saja " Ucap harun sambil merebahkan tubuh nya di atas karpet tipis.
" Ibu mau keluar dulu run, pusing di rumah terus. Mau cari hiburan " Ucap ibu siti.
" Iya terserah ibu. Tapi jangan jauh - jauh bu, ingat kaki nya masih belum sembuh total " Ucap harun memperingatkan.
" Iya - iya bawel banget sih kamu " Ucap ibu siti ketus.
Ibu siti bersiap, setelah selesai dia langsung keluar rumah dan menghampiri taksi online yang sudah dia pesan lewat aplikasi. Tujuan pertama nya adalah ke ATM untuk mengambil uang yang dikirimkan oleh tini. Memang tidak banyak tapi lumayan untuk ibu siti jalan - jalan, tapi untuk kali ini tini mengirimkan cukup banyak. Mobil taksi yang di naiki ibu siti sampai di salah satu ATM yang ada di samping mini market. Ibu siti turun dan langsung mengambil uang.
" Lanjut ke alamat sesuai aplikasi ya pak " Ucap ibu siti setelah kembali masuk ke dalam.mobil.
" Baik bu " Jawab pak sopir.
Mobil taksi online pun melaju ke alamat yang sudah tertera sesusi aplikasi saat pemesanan. Setelah tiga puluh lima menit mobil sampai di salah satu toko perhiasan yang cukup besar dan terkenal di kota itu. Ibu siti turun dan langsung masuk ke dalam toko. Dia berniat ingin membeli cincin, dia malu karena saat berkumpul dengan para tetangga tidak mempunyai perhiasan untuk dia pamerkan.
" Mbak aku mau lihat cincin yang ini dong." Ucap ibu siti dengan gaya angkuh nya.
" Baik bu sebentar ya. " Ucap karyawan toko dengan ramah dan sopan.
Karyawan toko langsung mengambil cincin yang di tunjuk ibu siti dan meletakkan nya di atas etalase. Dengan mata berbinar ibu siti langsung mencoba nya.
" Aku mau yang ini mbak " Seru ibu siti senang.
Hari ini dia baru saja mengambil uang 5 juta kiriman dari tini. Dia berdalih meminta uang itu untuk pengobatan kaki nya yang sampai sekarang belum juga sembuh dan belum bisa berjalan. Padahal semua itu bohong, saat ini ibu siti sudah bisa berjalan.
" Ini bu, total nya 4 juta " Ucap pegawai memberikan total yang harus ibu siti bayar.
Ibu siti membayar nya dengan uang pas, selesai membayar cincin itu langsung dia pakai di jari manis nya dengan senyum sumringah dia keluar dari toko perhiasan.
" Itu kan silvi ? Aku harus menghindari nya, aku tidak mau dia melihat ku ada disini " Ucap ibu siti.
Tanpa di duga mama silvi melihat ibu siti yang berdiri di toko perhiasan. Dia pun berjalan menghampiri nya karena ada hal yang ingin di tanyakan langsung kepada ibu siti.
" Siti tunggu !! " Panggil mama silvi sambil sedikit berlari.
__ADS_1
" Aduh... kenapa lagi silvi memanggil ku. Aku tidak mau ketemu dengan dia, pasti dia mau menanyakan keberadaan mas hartawan. Tidak.. sampai kapan pun aku tidak akan mengatakan dimana mas hartawan berada. Aku tidak bisa memiliki mas hartawan, sampai kapan pun silvi juga tidak bisa memiliki mas hartawan " Seru ibu siti terus berlari menghindari mama silvi.
" Kenapa siti justru menghindari ku " Seru mama silvi terus berjalan.
Sedangkan ibu siti tetap saja menghindari mama silvi, melihat mama silvi yang semakin dekat ibu siti pun bingung. Saat ini dia sudah berada di ujung jalan jauh dari pusat pertokoan yang tadi dia kunjungi. Jalanan disini pun cukup lenggang dan sepi.
" Siti tunggu jangan menghindar lagi, ada yang ingin aku tanyakan ! " Seru mama silvi semakin dekat.
Kaki ibu siti memang belum pulih secara normal jadi membuat pergerakan nya pun lambat sehingga dengan mudah mama silvi menyusul nya.
" Kita tidak ada urusan lagi " Teriak ibu siti.
Ibu siti tetap saja menghindari mama silvi,dan dia pun memilih menyebrang jalan tanpa melihat kanan kiri. Jalanan memang sepi tapi naas saat ibu siti ada di tengah - tengah jalan ada sebuah motor melaju dengan cukup kencang.
" Siti awaaassss " Teriak mama silvi dari kejauhan
Bruuukkkk...
Ibu siti terpental sekitar 5 meter, pengemudi motor pun ketakutan dan melarikan diri. Keadaan jalan yang sepi membuat pengendara motor melarikan diri dengan mudah. Mama silvi langsung lemas melihat ibu siti yang bersimbah darah. Tidak berselang lama orang - orang sudah berkumpul dan menolong ibu siti.
" Bagaimana keadaan korban pak ?" Tanya mama silvi.
" Korban nya tak sadarkan diri bu. Motor yang menabrak nya tadi melarikan diri. " Ucap bapak - bapak yang memang melihat kejadian nya.
Ibu siti langsung di bawa ke rumah sakit oleh orang - orang yang menolong nya. Ibu silvi tidak berani mendekat karena dia memang phobia darah.
" Bagaimana ini ? Apa aku harus menghubungi delia ? " Gumam ibu siti.
" Mumgkin rumah sakit mitra sehat bu, karena itu rumah sakit yang dekat dari sini " Ucap bapak - bapak.
Mama silvi pun mengangguk paham dan langsung mengjubungi delia.
[ Hallo ma. Mama sudah selesai belanja nya ? ] Tanya delia.
[ Del, emhh.. ibu siti mantan mertua mu kecelakaan del. Dia mengalami tabrak lari, tolong kalau kamu masih menyimpan nomor anak nya kamu hubungi anak nya del. Menurut warga dia di bawa ke rumah sakit mitra sehat ]
[ Ya Allah... Iya ma, delia coba cek dulu ya ma. Kalau masih ada nomer nya mas amar delia langsung hubungi mas amar ]
[ Iya del, mama sepertinya mau ke rumah sakit del. Mama mau memastikan keadaan siti ]
[ Iya ma. Mama hati - hati ya, kalau ada apa - apa hubungi delia atau mas juna ]
[ Baiklah del . Mama tutup ya telepon nya ]
[ Iya ma ]
Mama silvi langsung kembali dimana sopir nya sedang menunggu. Tadi dia berniat untuk belanja bulanan tapi tanpa sengaja melihat ibu siti yang baru saja keluar dari toko perhiasan, mama juna pun meminta sopir menghentikan mobil nya dan berniat menghampiri ibu siti tapi justru ibu siti menghindari nya sampai terjadilah kecelakaan tadi.
Sedangkan di tempat lain delia mengecek kontak di ponsel nya mencari ko tak atas nama amar. Beruntung delia masih menyiman nya dan langsung menghubungi nya.
[ Hallo del..ada apa ? Tumben kamu memghubungi ku ? ] Tanya amar keheranan.
__ADS_1
[ Iya mas, maaf kalau aku mengganggu. ]
[ Tidak mengganggu kok del. Apa ada yang perlu mas bantu del ]
[ Tidak mas. Emh..aku cuma mau mengabarkan kalau ibu siti mengalami kecelakaan atau tabrak lari ]
[ Ibu kecelakaan ?]
[ Aku juga tidak tahu pasti mas, tadi mama yang menghubungi ku dan meminta ku untuk mengabari mu. Di bawa ke rumah sakit mitra sehat ]
[ Baik terimakasih atas informasi nya ]
Setelah sambungan telepon terputus amar pun langsung menemui atasan nya dan meminta izin untuk pulang. Beruntung setelah mendengar alasan amar, atasan amar memberikan izin.
Amar langsung menuju rumah sakit yang sudah di beritahu oleh delia. Setelah empat puluh lima menit motor amar sudah sampai di parkiran rumah sakit, setelah memarkirkan motor nya amar langsung masuk kedalam rumah sakit dan langsung menanyakan tempat ibu nya di rawat.
" Pasien masih di UGD pak, bapak lurus saja setelah itu belok kanan. Di situ letak ruangan UGD nya " Ucap salah satu suster.
" Terimakasih sus " Jawab amar.
Amar pun langsung berjalan dengan cepat menuju ruangan UGD. Saat sampai di ruangan UGD disana terlihat ada mama mertua delia yang duduk sendirian di ruangan tunggu.
" Tante " Seru amar.
" Amar, ibu kamu masih di dalam. " Ucap mama silvi ramah.
" Sebenar nya apa yang terjadi tante ?" Tanya amar ingin tahu.
Mama silvi pun menceritakan semua nya kepada amar tanpa ada yang dia tutupi agar amar tidak salah paham.
" Tante tidak salah. Semua ini salah ibu ,coba kalau ibu menyebrang tidak sembarangan pasti semua ini tidak akan terjadi. Amar heran kenapa ibu masih saja menghindari tante. " Seru amar terlihat lesu.
" Mungkin ibu mu belum siap untuk bertemu tante mar " Ucap mama silvi.
" Terimakasih tante masih perduli dengan ibu, bagaimana pun aku sebagai anak tetap meminta maaf atas kesalahan ibu tante. " Ucap amar bersedih.
" Sudah sekarang fikirkan saja ibu mu jangan bahas yang sudah berlalu. Tante sudah memaafkan ibu mu " Ucap mama silvi.
Tiba - tiba ruangan UGD terbuka da keluarlah dokter yang tadi menangani ibu siti.
" Bagaimana keadaan ibu saya dok ?" Tanya amar khawatir.
" Kita bicara di ruangan saya saja pak, mari ikuti saya " Ucap dokter yang ber nametag Gunawan.
Amar pun langsung mengikuti langkah kaki dokter gunawan. Setelah sampai ruangan dokter gunawan, amar ikut masuk dan membicarakan tentang keadaan ibu siti.
*******
Jangan lupa untuk meninggalkan LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA HADIAH NYA DAN JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤❤
__ADS_1