Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Masuk rumah sakit


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Tengah malam rosa menjerit kesakitan, sampai orang yang ada di dalam rumah terbangun dari tidur nya dan langsung menghambur ke kamar harun. Tini dan ibu siti penasaran dengan apa yang terjadi dengan rosa. Harun langsung membuka pintu kamar nya sehingga ibu dan kakak nya bisa masuk.


" Sakit mas.. sakit " Seru rosa sambil memegang perut nya.


" Rosa kenapa run ? " Tanya ibu siti.


" Harun tidak tahu bu, tiba - tiba saja dia menjerit kesakitan seperti ini. Dan lihat bu itu darah bu.. darah" seru harun sambil menunjuk ke arah seprai yang di duduki rosa.


Mata ibu siti dan tini langsung menatap ke arah seprai , mata mereka membulat dan mereka tahu apa yang terjadi kepada rosa.


" Rosa keguguran bun" Seru tini asal bicara.


" Harun cepat bawa rosa ke rumah sakit" Ucap ibu siti panik.


Harun langsung mengambil kunci mobil milik rosa dan menggendong rosa langsung menuju mobil. Sedangkan ibu tini mengikuti harun dan membukakan pintu mobil untuk rosa.


" Cepat run !!" Seru ibu siti yang mengkhawatirkan keadaan rosa dan calon bayi nya.


" Iya bu ini sudah cepat " Seru harun.


Tini memilih tidak ikut, dia pun melanjutkan tidur nya kembali dan masa bodo dengan masalah yang di alami rosa. Dia justru senang jika rosa keguguran, pasti harun akan dengan mudah meninggalkan rosa.


" Lebih baik aku melanjutkan tidur ku, gara - gara mulut rosa sialab itu tidur ku terganggu " Seru tini kembali menarik selimut nya.


Di tempat lain harun dan ibu nya sangat panik menunggu rosa yang sedang di tangani dokter di ruang UGD. Harun bukan mencemaskan rosa, tetapi bayi yang di kandung rosa lah yang dia cemaskan.


" Bu kira - kira rosa kenapa ya ? Sampai dia bisa kesakitan dan berdarah seperti itu ?" Tanya harun belum paham.


" Sudah jangan banyak bertanya lagi, sekarang lebih baik kita doa kan saja semoga rosa dan bayi nya tidak apa - apa " Seru ibu siti.


Hufftttt....


" Memang nya doa orang seperti kita bisa di kabulkan bu ?" Tanya harun begitu mudah nya.

__ADS_1


Ibu siti hanya melotot ke arah harun tanpa menjawab nya. Melihat sang ibu tidak menjawab pertanyaan nya, harun memilih memainkan ponsel nya saja.


" Keluarga ibu rosa " Seru dokter yang baru saja keluar dari ruangan UGD.


Ibu siti langsung menghampiri dokter.


" Saya ibu mertua nya dok dan ini suami nya " Ibu siti menunjuk ke arah harun. Tapi harun masih saja fokus dengan ponsel nya.


" Harun " Panggil ibu siti.


Baru harun memasukan ponsel ke kantong celana nya dan menghampiri dokter.


" Begini pak buk, pasien mengalami pendarahan yang cukup serius dan maaf janin nya tidak bisa kami selamat kan . Dan saat ini pasien perlu transfusi darah sebanyak dua kantong. Alhamdulillah persediaan di rumah sakit masih mencukupi " Ucap dokter menjelaskan keaadaan rosa.


" Lakukan yang terbaik untuk menantu saya dokter " Ucap ibu siti.


" Baiklah bu, pak. Saya akan melakukan yang terbaik untuk pasien. Sekarang bapak bisa mengurus administrasi terlebih dahulu. " Ucap dokter lalu pergi.


Ibu siti dan harun saling beradu pandang, mereka tidak membawa uang untuk biaya rumah sakit rosa. Dompet saja harun lupa bawa.


" Bu, harun tidak ada uang. Lagi pula harun juga lupa bawa dompet. " Ucap harun.


" Kamu pulang dan ambil uang rosa, dia pasti punya uang simpanan. Cepat sana pulang " Seru ibu siti menyuruh harun segera pulang.


" Kamu mau ibu coret dari kartu keluarga dan tidak akan mendapatkan warisan sedikit pun " Ancam ibu siti.


Dengan begitu harun pun langsung mau mengikuti perintah ibu nya.


" Bagaimana keadaan rosa run ?" Tanya tini yang teebangun karena harun pulang. Pintu tini kunci jadi saat harun pulang dia harus membukakan pintu.


Harun bukan nya cepat mengambil uang untuk biaya perawatan rosa, justru dia tiduran di sofa ruang Tv terlebih dahulu.


" Rosa keguguran mbak, aku mengantuk sekali tapi ibu menyuruh ku mengambil uang untuk bayar biaya perawatan rosa di rumah sakit " Ucap harun sambil memejamkan mata nya.


Tini tersenyum mendengar kabar rosa keguguran.


" Sudah sana kamu cepetan, jangan menunggu ibu marah - marah. Kasihan ibu itu sudah tua " Ucap tini, tumben bicara ada benar nya juga.


Harun langsung bangkit dan masuk ke kamar nya, tidak menunggu lama dia keluar lagi dengan membawa dompet rosa.


" Run, uang rosa banyak kan ? Minta dulu buat beli makan besok pagi. " Seru tini.


" Apaan sih mbak, rosa itu baru saja terkena musibah. Mbak malah minta uang, ini seratus ribu saja cukup kan " Seru harun menyerahkan uang selembar warna merah.

__ADS_1


" Terimakasih . Jangan lupa tutup pintu nya ya." Seru tini kembali masuk ke kamar nya.


Harun kembali lagi ke rumah sakit, padahal dia sangat mengantuk tapi bagaimana lagi sang ibu sudah mengancam nya.


Dasar harun saja yang bodoh. Kamu memang sudah tidak ada dalam daftar kartu keluarga ibu mu, kamu kan sudah menikah jadi punya KK sendiri. Tapi masih satu KK dengan rani, si calon mantan istri.


******


Rani dan harun sudah resmi bercerai dan surat putusan dari pengadilan agama sudah ada di tangan rani. Harun tidak tahu menahu jika mereka sudah resmi bercerai, karena harun tidak pernah datang ke sidang dengan alasan tidak mau menceraikan rani.


Rani menghubungi harun untuk menyerahkan surat cerai. Dia tidak mau datang ke rumah karena malas bertemu dengan rosa dan mantan ibu mertua nya.


[ Ehhh sayang ada apa kamu menghubungi ku ? kangen ya ?]


[ Aku ingin bertemu dengan mu mas, kamu ada waktu tidak ?]


[ Bisa - bisa, tapi aku sekarang masih di rumah sakit. Rosa sedang di rawat. ]


[ Oh ya sudah, kalau begitu lain kali saja ]


Tut tut tut.


Rani langsung mematikan sambungan telepon nya.


" Rosa tidak ada di rumah, tapi pasti ada kak tini dan ibu. Aku antar pakai jasa kurir saja lah, lagi pula jarak rumah tidak terlalu jauh." Seru rani .


" Kenapa ran ?" Tanya ibu nya rani.


" Oh ini buk aku mau ketemu sama mas harun untuk menyerahkan surat cerai. Tapi dia lagi di rumah sakit, istri baru nya sakit. " Ucap rani.


" Oh .. sudah lebih baik kamu kirim lewat kurir saja ran. Ibu tidak mau kalau kalian bertemu, nanti kalian ribut terus kamu di sakiti dia " ucap ibu rani takut jika rani di sakiti harun.


" Iya buk. Nanti aku minta tolong tukang ojek saja " Seru rani.


Rani dan ibu nya kembali memberskan barang dagangan nya. Waktu sudah sorw mereka memilih menutup lapak mereka.


* Rosa sakit apa ya ?* Gumam rani


******


KASIHAN DECH ROSA .


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤❤


__ADS_2