Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Kesalah pahaman selesai


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Jantung mama silvi berdetak semakin tidak karuan saat mobil yang di kendarai juna sudah sampai di komplek pesanteren yang di maksud ibu siti. Kali ini juna hanya berdua dengan ibu nya, delia tidak ikut karena tidak mungkin membawa si kembar yang masih terlalu kecil untuk bepergian keluar kota.


Amar, asti , tini dan ibu siti ada di mobil yang lain. Mereka sengaja tidak satu mobil dengan juna, sedangkan harun tidak ikut karena dia harus mengantar penumpang yang sudah lama membuat janji dengan nya.


Setelah 3 jam perjalanan mobil yang mereka kendarai sudah sampai di depan pesantren dan mereka semua pun turun dari mobil dan di sambut oleh pengurus pesantren, pengurus pesantren hanya mengenal ibu siti saja yang memang pernah beberapa kali datang ke pesantren untuk bertemu hartawan.


" Assalamualaikum " Seru rombongan juna serempak.


" Waalaikumsalam." Seru seorang pria paruh baya yang menyambut kedatangan mereka.


" Mari masuk pak, buk " Ucap pria itu dengan ramah dan sopan.


Semua rombongan pun masuk dan duduk di ruang tamu yang sangat luas , ruangan itu sengaja di buat luas untuk menerima tamu yang ingin menemui anak - anak nya atau saudara nya yang sedang menuntut ilmu di pesantren.


" Ibu siti apa kabar ? Kenapa ibu bisa begini ,?" Tanya pria itu dengan sopan.


" Ibu kami terkena stroke pak " Jawab amar.


Ibu siti hanya mengangguk pelan.


" Semoga cepat sembuh ya bu, dan di angkat semua penyakit nya sama Allah " Ucap pria yang diketahui bernama ilham.


" Aamiin " Jawab semua nya.


Setelah berbasa - basi akhir nya amar mewakili ibu nya menyampaikan kedatangan nya ke pesantren yang tidak lain karena ingin menemui pak hartawan.


" Begini pak ilham,maksud kedatangan kami disini karena kami ingin bertemu dengan pak hartawan. Apa beliau ada ? Menurut ibu saya sekitar dua tahun yang lalu pak hartawan masih di pesantren ini " Ucap amar dengan sopan.

__ADS_1


" Pak hartawan memang masih disini dan memang disinilah rumah pak hartawan. Beliaulah pendiri pondok pesantren ini, sekarang beliau masih mengajar. Sekitar sepuluh menit lagi beliau selesai , pasti nanti beliau akan langsung kemari. " Ucap pak ilham.


Benar saja belum juga sepuluh menit pak hartawan sudah datang menghampiri para tamu nya. Tadi dia memang sengaja meminta anak didik nya untuk meneruskan pelajaran, karena perasaan nya tidak tenang ingin segera menemui para tamu yang datang.


" Assalamualaikum " Seru pak hartawan.


" Waamaikumsalam " Jawab semua nya.


" Silvi " Ucap pak hartawan terkejut saat mendapati silvi sang mantan kekasih dan sang cinta pertama nya ada di hadapan nya.


Tubuh pak hartawan terasa lemas dan sekuat mungkin dia mencoba tetap bertahan. Ingin rasa nya dia berlari dan nemeluk silvi dengan erat, tapi dia tersadar jika dirinya dan silvi bukan mahrom.


" Hartawan " Seru mama silvi juga tak kalah terkejut melihat kedatangan hartawan yang secara tiba - tiba.


Pak hartawan pun duduk di samping pak ilham dan mencoba menetralkan perasaan nya agar tidak hanyut dalam masa lalu nya lagi.


" Siti apa yang terjadi dengan mu ?" Tanya pak hartawan setelah menyadari jika wanita yang duduk di kursi roda itu adalah siti.


" Aa.. aku susah menerima hukuman ku hartawan. Ini hukuman dari Allah atas semua kesalahan ku. Tolong maafkan lah semua kesalahan ku hartawan " Ucap ibu siti bicara dengan terbata - bata.


" Maksud kamu apa siti ?" Tanya pak hartawan dengan bingung.


* Oh jadi ini kisah masa lalu yang belum selesai, ternyata ibu jahat juga ya sampai menjebak tante silvi. Begini saja mas amar tidak mau menceritakan kepada ku, saat aku tanya justru mengelak terus * Gumam asti dalam hati nya.


Pak hartawan langsung menatap ke arah mama silvi untuk mencari jawaban dari mama silvi. Dengan cepat mama silvi mengangguk.


" Ya Allah siti.. kenapa kamu menyembunyikan ini semua selama puluhan tahun. Kamu tahu apa dampak dari perbuatan mu ini siti ? Aku membenci silvi sampai detik ini, entah mengapa aku tidak bisa melupakan kejadian itu. Terlalu sakit saat melihat silvi di atas ranjang dalam keadaan yang tidak pantas. " Ucap pak hartawan.


" Maaf " Lirih ibu siti.


" Hartawan..aku sudah memaafkan siti, siti sudah mengakui semua kesalahan nya. Jadi sekarang di antara kita sudah tidak ada salah paham lagi, selama ini aku mencari mu hanya ingin menjelaskan masalah ini. Sekarang sudah jelas jadi suatu saat jika kita menghadap sang pencipta sudah tidak ada kesalah pahaman lagi. Maafkan lah siti " Ucap mama silvi bicara dengan lembut.


Inilah yang di sukai hartawan,silvi adalah wanita yang baik dan lemah lembut. Tidak pernah sekalipun silvi menyelesaikan masalah dengan marah - marah, selalu memakai kepala dingin.


" Aku tidak berhak menghakimi mu siti, biar Allah yang menghakimi mu. Aku pun memaafkan semua perbuatan mu siti " Ucap pak hartawan.


" Terimakasih " Jawab ibu siti.

__ADS_1


" Silvi.. Maafkan aku karena dulu aku tidak mau mendengarkan penjelasan mu terlebih dahulu. " Seru pak hartawan.


Ehhemm... ehheemm


Juna berdehem agar pak hartawan menghentikan ucapan nya. Sepertinya mama silvi dan pak hartawan perlu bicara berdua agar mereka lebih leluasa untuk saling memaafkan.


" Maaf pak ucapan nya saya potong, emm.. begini lebih baik pak hartawan dan mama bicara berdua saja. Maaf bukan harus berdua di tempat yang sepi atau bagaimana, mengingat ini memang lingkungan pesantren. Kami akan menunggu disini " Seru juna.


" Tidak perlu juna, biar disini saja. Mama dan pak hartawan tidak ada lagi yang mau di bicarakan. Semua nya sudah jelas, kesalah pahaman yang selama ini terjadi sudah di jelaskan semua nya. " Ucap mama silvi tidak menyetujui saran juna.


" Baiklah kalau menurut mama begitu " Jawab juna mengerti dengan keinginan mama nya.


" Ssii.. silvi. Sampai sekarang hartawan itu masih setia dengan mu. Terakhir aku bertemu dua tahun yang lalu dia masih belum menikah. Dia masih sangat mencintai mu silvi " Ucap ibu siti.


Mama silvi langsung memandang ke arah ibu siti untuk mencari kebenaran yang baru saja di ucapkan nya. Ibu siti terlihat mengangguk kan kepala nya. Sedangkan pak hartawan tidak menyangka jika siti akan berbicara seperti itu. Sebenar nya memang benar hartawan sampai setua ini belum pernah menikah, semua wanita yang mendekati nya di tolak nya secara halus karena dia memang sangat mencintai silvi. Pernah sudah mau menikah karena di jodohkan oleh orang tua nya sekitar 20 tahun yang lalu, tetapi belum juga menikah sang perempuan sudah pergi meninggalkan nya dengan pria lain. Sebab itulah pak hartawan seakan tidak punya keinginan untuk menikah sebelum bertemu dengan silvi.


" Siti benar, aku memang belum menikah. " Jawab pak hartawan jujur.


Tini tiba - tiba mendekati ibu nya yang terlihat mulai sesak nafas.


" Ibu sepertinya kelelahan. Ibu minum dulu ya " Seru tini sambil mengambilkan segelas teh yang sudah terhidang di atas meja.


" Kenapa ibu mbak ?" Tanya amar panik.


" Sepertinya ibu kelelahan mar, bagaimana kalau ibu biat istirahat dulu. Ini juga sudah waktu nya ibu minum obat. " Ucap tini yang juga khawatir.


" Bawa saja siti ke kamar biar dia istirahat. Ilham tolong panggilkan yuk sanah agar menemani mbak nya mengantar siti ke kamar " Ucap pak hartawan kepada ilham.


" Iya pak" Ucap pak ilham.


Setelah seorang perempuan tengah baya yang bernama yuk sanah itu datang siti dibawa ke kamar untuk betistirahat dengan di temani oleh tini. Tiba adzan zuhur, mereka semua sholat di masjid yang ada di dalam pesantren. Setelah sholat mereka di jamu makan siang oleh pak hartawan dan para pengurus pesantren.


********


ALHSMDULILLAH BISA UPDATE SEPAGI INI KAK 🤲 MAAF YA KALAU TIDAK BISA BALAS KOMENTAR SATU PERSATU. 🙏


LIKE, KOMEN, VOTE , FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2