Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Menginap


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞


" Bu , mbak apa mbak delia itu punya mata - mata ya ? Soalnya dia tahu semua nya, apa yang kita lakukan dan apa yang terjadi dengan kita dia tahu semua nya. Bahkan dia itu tahu kalau rani hanya tamatan SMA" Ucap harun saat berkumpul dengan kakak san ibu nya.


Ibu siti dan tini terlihat sedang memikirkan sesuatu, bu siti ingat dulu saat masih menjadi istri amar, delia juga pernah menyinggung masalah rani. Ternyata delia sudah tahu lebih dulu kebohongan rani.


" Ibu tidak tahun run,ibu pusing mikirin delia.Sekarang dia sombong nya kebangetan, tiap ibu menemui nya bicara nya selalu ketus. Kalau bukan karena mas mu aku tidak mau baik - baik dengan delia" Seru ibu siti.


" Oh iya bagaimana usaha pendekatan ibu kepada delia?" Tanya tini.


Tapi harun heran dengan kakak perempuan nya dan ibu nya, kenapa ibu nya juga harus menemui delia. Dan kakak nya juga terlihat biasa saja.


Pendekatan ?


" Maksud kalian pendekatan apa sih ? Apa ada yang sudh harun lewat kan ?" Tanya harun ingin tahu.


" Kami ingin membalas perbuatan delia dengan cara memoroti uang nya. Sekarang delia itu banyak uang, maka nya ibu baik - baikin dia agar delia mau rujuk dengan amar dan dengan mudah kita memoroti uang nya " Ucap tini memberitahu harun.


" Apa ?" Seru harun terlihat terkejut.


Bukan masalah harta yang di miliki delia, tetapi harun terkejut soal amar yang akan rujuk dengan delia. Lalu rosa bagaimana ? Kalau rosa di ceraikan amar sudah pasti rosa akan datang kepada nya, lalu rani ? Harun tidak mau menceraikan rani karena rani cinta pertama nya, meskipun rani sudah membohongi nya tidak bisa di pungkiri jika dia masih mencintai rani.


" Kenapa mas amar harus rujuk dengan mbak delia ? Terus mbak rosa bagaimana ? Kasihan dia kalau harus di ceraikan. Lagi pula sebanyak apa sih harta yang di miliki mbak delia sampai kalian berubah seperti ini. ?" Tanya harun beruntun.


" Delia itu pemilik DL shop , dan untuk masalah rosa ibu tidak tahu. Itu urusan amar, lagi pula delia juga cuma harta nya yang akan kita keruk. Seperti rosa tetap jadi istri amar juga, karena rosa menantu yang bisa di banggakan. Pendidikan bagus pekerjaan juga bagus" Ucap ibu siti tetap rosa kebanggaan nya.


Harun tersenyum mendengar nama rosa di banggakan oleh ibu nya. Dia juga merasa bangga karena bisa mendapatkan rosa, walaupun tidak bisa memilikinya setidak nya bisa merasakan apa yang di miliki rosa.


" Kenapa kamu senyum - senyum ?" Tanya tini curiga kepada harun.

__ADS_1


" Masak senyum - senyum tidak boleh si mbak. Aku cuma memikirkan bagaimana kalau mas amar hidup seatap dengan dua istri. Pasti di pusing karena rosa dan delia sama-sama tidak mau mengalah, bisa berantem setiap hari " Ucap harun pura - pura.


" Tapi mbak delia hebat juga ya bisa punya toko sebesar itu. Pasti rumah yang di tempatinya juga rumah nya, kalau mobil memang milik nya. Ternyata diam - diam banyak harta juga dia " Gumam harun.


Assalamualaikum....


Tiba - tiba mereka di kejutkan suara salam dari luar. Ternyata amar dan rosa yang datang ke rumah ibu siti. Amar dan rosa langsung masuk dan menyalami tuan rumah.


" Kalian ini datang gak bilang - bilang. Padahal rumah juga deket " Ucap ibu siti dengan senyum senang karena rosa datang membawakan banyak oleh-oleh.


" Kok tidak kedengeran suara mobil atau motor nya mar" Tanya tini.


" Kami jalan kaki mbak " jawab amar.


Mereka tidak menyadari jika saat ini rosa dan harun saling curi pandang dan saling melempar senyum. Beruntung mereka fokus dengan oleh-oleh yang di bawa rosa dan amar tadi.


" Rani kemana run ?" Tanya rosa .


" Rani tadi sore minta di anter ke rumah ibu nya mbak, dia malam ini menginap di sana karena ibu nya sakit " Jawab harun jujur.


Hati rosa bersorak gembira, karena malam ini amar dan rosa berencana menginap di rumah ibu siti. Dengan rani menginap di rumah orang tua nya berarti rosa bisa menyelinap ke kamar harun.


" Malam ini kamu mau menginap bu, sudah lama amar tidak menginap di rumah ini. Rosa pun tidak masalah kok bu menginap disini, dia ingin lebih dekat dengan keluarga kita " Ucap amar sambil melirik ke arah istri nya.


Rosa hanya mengangguk dan tersenyum saja, karena fikiran nya sudah melanglang untuk nanti malam.


*Jadi mas amar dan rosa akan menginap disini ? Hemm.. pucuk di cinta ulam pun tiba, pas banget . * Gumam harun dalam hati nya.


Jam dinding di ruang keluarga sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Mereka semua pun menyudahi obrolan nya dan masuk ke kamar nya masing - masing untuk beristirahat.


[ Honey malam ini tidur di kamar ku ya ] Harun mengirim pesan ke rosa.


Selang beberapa menit rosa pun membalas pesan harun.


[ Iya sayang. Tunggu sampai mas amar tidur dulu ya, kamu tunggu saja aku pasti datang ke kamar mu ] Balas rosa.


[ Oke honey ]

__ADS_1


" Sayang kok sibuk sama ponsel sih ? Mas lagi pengen sayang " Seru amar sambil memeluk rosa dari belakang.


Rosa langsung meletakkan ponsel nya di nakas samping tempat tidur. Dia langsung berbalik menghadap ke arah amar, tanpa menunggu lama rosa langsung melahap bibir amar. Rosa sengaja tidak menolak ajakan amar, karena dia harus berpindah ke kamar harun. Setiap habis berolah raga amar pasti akan kelelahan dan tidur dengan nyenyak, dengan begitu amar tidak akan tahu jika rosa pindah kamar.


Setelah satu jam lebih mereka berolah raga, amar langsung tumbang dan tertidur dengan pulas tanpa membersihkan sisa - sisa permainan nya terlebih dahulu. Melihat amar yang sudah tertidur nyenyak, rosa langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya dan langsung berpindah ke kamar harun.


" Kenapa lama sekali sih honey aku sudah lama menunggu mu " Seru harun langsung memeluk rosa dan menciumi rosa.


" Maaf sayang, aku kan harus menunggu mas amar tidur. Kalau dia belum tidur mana bisa kita malam ini bisa satu kamar " Ucap rosa yang tangan nya sudah mulai tidak bisa diam.


" Heemmmm.... honey kamu memang tahu yang aku butukan" Ucap harun sambil memejamkan mata nya.


Harun dan rosa pun terhanyut dalam permainan panas nya, suara dari permainan mereka menggema di ruangan kamar. Beruntung kamar harun agak jauh dari kamar - kamar yang lain nya.


" Sedikit lagi sayang " Ucap rosa dengan suara khas nya saat sedang bermain.


Mereka berdua tidak takut dosa sama sekali, yang penting mereka puas dan bisa menikmati permainan nya. Rasa takut sudah hilang karen memang akal sehat mereka pun sudah tidak berfungsi lagi.


" Suara siapa itu ? Kenapa di kamar harun ada suara - suara seperti itu ? Rani kan sedang di rumah orang tua nya " Gumam tini saat melewati kamar harun.


Jam dua malam tini merasa haus dan minum yang ada di kamar nya habis, tini pun menuju dapur untuk mengambil minum dan melewati kamar harun. Tapi saat melewati harun telinga tini mendengar suara seseorang sedang bermain di kamar harun.


" Ini ada yang tidak beres, jangan - jangan harun memasukan wanita lain. Tapi sebenarnya tidak masalah sih , harun kan laki - laki dia berhak mendapatkan nya dari wanita lain salah siapa rani menginap di rumah orang tua nya " Ucap tini tidak mempersalahkan suara yang dia dengar dari kamar harun.


Sedangkan dua insan yang sedang di mabuk cinta dan di mabuk ranjang itu pun sudah mulai kelelahan . Setelah dua jam bermain mereka menyudahi nya dan mereka pun tertidur dengan saling berpelukan.


Benar-benar pasangan yang tidak takut akan dosa.


*******


TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK 🙏❤


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤


SEMAKIN BANYAK DUKUNGAN , SEMAKIN SEMANGAT AUTHOR UP NYA. ❤❤


TERIMAKASIH 🙏❤🥰

__ADS_1


__ADS_2