Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
DL ternyata delia


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞


Ibu siti datang ke DL Shop untuk berbelanja sekaligus mencari tahu tentang pemilik DL Shop. Ibu siti penasaran karena waktu bertemu dengan delia dia mengakui jika DL Shop adalah milik nya, walaupun tidak percaya dia tetap saja penasaran.


" Aku harus mencari tahu siapa pemilik DL Shop ini. Aku tidak percaya jika delia si mantan istri parasit itu yang punya toko sebesar ini. Ini bukan toko lagi tapi sudah termasuk swalayan karena barang - barang yang di jual sudah sangat lengkap." Ucap ibu siti saat masih berdiri di depan toko sambil terus memandangi bangunan toko.


Dia pun melangkahkan kaki nya dan masuk ke dalam toko. Dengan gaya sok kaya nya ibu siti langsung menuju lantai dua, dimana tempat perlengkapan fashion berada.


" Selamat siang bu, mau belanja apa ? bisa kami bantu ?" Sapa karyawan dengan ramah.


" Saya cari baju ini mbak " Ucap ibu siti sambil menunjukan foto baju yang ada di ponsel nya.


Delia memang masih sering menguploud barang jualan nya di akun sosial media yang di buat khusus untuk DL shop.


" Oh ada di sebelah sana bu. Warna nya tinggal 3 saja, merah, hijau dan putih " Ucap karyawan ramah.


" Kebetulan saya suka warna merah, jadi saya ambil yang merah saja mbak. " Seru ibu siti yang pura - pura ramah padahal biasa ny dia itu kan sombong dan judes.


Demi mengetahui siapa pemilik DL shop dia harus pura - pura baik dengan karyawan agar karyawan merasa nyaman melayani nya.


" Oh iya mbak saya ini sudah sering belanja di sini, tapi sampai sekarang saya itu tidak tahu singkatan dari DL itu apa sih mbak. ?" Tanya ibu siti mulai mencari tahu.


" Maksud ibu DL nya DL shop ini?" Tanya karyawan memperjelas .


" Iya mbak " Jawab ibu siti singkat.

__ADS_1


" DL itu singkatan nam dari sang pemilik nya bu . DL itu Delia nama pemilik DL shop. Orang nya masih muda dan beliau sangat baik, sekarang belia ada di ruangan nya " Ucap karyawan sangat jelas di indera pendengaran ibu siti.


Deg.


Jantung ibu siti seakan berhenti berdetak, dan darah nya seakan berhenti mengalir dalam tubuh nya. Badan nya lemas beruntung dia masih kuat berdiri sehingga tidak jatuh pingsan.


" Maksud mbak delia ini bukan sih ?" Tanya ibu siti sambil menunjukan foto deliq yang ada di ponsel nya yang dia ambil dari sosial media delia.


" Iya bu benar. " Jawab karyawan semakin membuat dada ibu siti bergemuruh.


Dia tidak menyangka ternyata delia benar pemilik DL shop. Tapi ibu siti masih saja berfikir nefatif kepada delia. Dia mengira jika delia bisa seperti ini itu karena delia awal nya bekerja dengan cara yang tidak halal dan menggunakan dukun untuk pesugihan.


* Pasti ada yang tidak beres dengan delia. Bukan nya DL Shop ini berdiri disini dari saat delia masih jadi istri amar. Terus dia dapat modal dari mana kalau tidak jual diri dan pesugihan * Gumam ibu siti masih saja membenci delia.


" Oh terimakasih ya mbak. Kalau begitu saya mau bayar baju ini mbak " Ucap ibu siti lalu membawa baju itu ke kasir.


Setelah membayar baju , ibu siti langsung keluar dari toko dan meninggalkan toko dengan wajah yang masih penuh tanda tanya. Masih terus memikirkan delia yang ternyata pemilik DL Shop.


******


Ibu siti mengangguk dengan pasti dan yakin karena pegawai delia sendiri yang memberitahu nya. Dan nama toko pun memakai nama singkatan delia jadi sudah tidak di ragukan lagi tentang kebenaran nya.


" Ibu juga tadi nya tidak percaya tapi setelah karyawan itu bicara ibu jadi percaya. Karena DL itu ternyata Delia." Ucap ibu siti menyakinkan tini.


" Tapi dia dapat uang darimana untuk biaya semua itu buk ? Tapi tunggu dulu bu, DL Shop itu dulu cuma berjualan secara online bahkan tini juga salah satu pelanggan nya bu, dan saat itu memang nama pemilik rekening atas nama delia. Berarti dari dulu delia memang sudah punya usaha online bu. Kurangajar delia sudah membohongi kita " Seru tini tidak suka dengan keberhasilan delia.


" Dia berbohong bagaimana ?" Tanya ibu siti tidak mengerti.


" Karena dia tidak jujur sama kita bu, coba kalau dulu kita tahu dia punya usaha pasti kita juga akan meminta bagian dari hasil usaha nya itu. Dia terlalu pelit makanya dia tidak bilang - bilang punya usahs online " Ucap tini kesal.


" Kamu benar juga tin, tumben otak mu bisa mikir sampai situ. Karena kamu memang dari dulu bodoh, dapat gelar sarjana juga dari nembak. " Seru ibu siti.


Tini langsung memelototkan mata nya ke arah ibu nya, dia tidak suka sarjana dari hasil nembak atau nyogok. Pada dasar nya memang dari hasil nyogok.

__ADS_1


" Sudah tidak perlu bahas tentang gelar sarjana ku bu. Sekarang lebih baik kita makan, aku sudah lapar. Kira - kira tini masak apa ya bu?" Tanya tini sambil mengusap perut nya yang sudah mulai berbunyi minta di isi.


" Ibu tidak tahu, tadi ibu cuma beri dia uang 50 ribu untuk belanja hari ini. Kamu itu sesekali bantu dulu uang untuk dapur tin, kamu tiap malam kan dapat uang. " Seru ibu siti.


" Selagi ibu ada duit buat apa aku harus keluar uang , makan di rumah sendiri masak iya saya suruh keluar uang. Aku tidak mau " ucap tini seenak nya.


" Terserah kamu lah tin, lagi pula amar masih rutin kasih jatah bulanan untuk ibu dan dapur. " Seru ibu siti terlihat malas bicara soal uang sama tini.


Tini dan harun benar - benar tidak mau tahu urusan biaya dapur. Seperti ucapan harun dulu jika dia hanya akan menanggung uang listrik saja.


" Rani... Rani.. Kenapa kamu cuma masak seperti ini saja !!" Teriak tini.


" Mau mbak aku masak apa ? Uang 50 ribu dapat apa mbak,mana tadi gas juga habis. Jadi yang 25 ribu untuk beli gas, sisa 25 ribu buat belanja ya cuma dapat tempe tahu sama kangkung saja. Sudah sih mbak makan aja apa yang ada, tidak perlu protes mbak " Ucap rani dengan kesal, sudah capek - capek memasak tapi justru tini tidak terima.


Sebenarnya rani sudah ingin mencabik mulut kakak ipar nya itu. Tapi rani takut jika tini marah lalu mengadu kepada harun.


" Sudah makan yang ada kenapa sih tin " Ucap ibu siti yang kini sudah ada di meja makan.


" Masak aku makan tempe tahu bu . Mana ada gizi nya,bisa - bisa kulit ku cepat keriput buk " Seru tini cemberut.


" Kalau kamu tidak mau makan ini ya sudah kamu beli saja sana. Kamu kan punya uang untuk beli makan. Makan tinggal makan saja banyak protes " Gerutu ibu siti lalu dia menyendok kan nasi ke dalam piring nya.


Daripada dia keluar uang tini lebih memilih makanan yang di masak rani. Bahkan tini tahu jika masakan rani tidak enak, kadang ke asinan, kadang kemanisan dan juga terlalu pedas tapi tetap di makan juga. Rani juga tidak bisa memasak, tapi dia paksakan untuk memasak daripada dia di marah suami dan mertua nya.


" Masakan entah apa rasa nya " Seru tini.


" Aku memang tidak bisa masak mbak. Ya beginilah masakan ku, kalau mau enak ya panggil chef saja suruh masak " Ucap rani ketus.


Tini memandang dengan emosi ke arah adik ipar nya itu. Bahkan kedua tangan nya sudah menggepal ingin sekali menonjok mulut adik ipar nya itu.


*******


TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK. DENGAN CARA LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH DAN RATE BINTANG 5 NYA ❤❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤


__ADS_2