
πΉπΉπΉπΉ HAPPY READING πΉπΉπΉπΉ
.
.
.
πππππ
Usaha delia semakin maju , dan delia sudah membangun satu petak lagi di samping untuk tempat khusus tas dan sepatu , sandal agar tempat nya makin lebar dan banyak barang yang bisa di pajang. Delia sudah berencana membeli ruko yang dia sewa setelah waktu sewa nya habis. Dan pemilik ruko pun sangat senang akhirnya ΔΊdelia mau membeli ruko nya.
Penghasilan delia sudah semakin hari semakin bertambah, biasa nya dia akan belanja dua minggu sekali namun sekarang tiap minggu dia harus belanja. Mona sudah meminta nya untuk belanja sendiri agar delia lebih tahu lagi soal barang yang dia jual.
Membicarakan soal mona, toko mona juga semakin ramai. Dengan ada nya toko delia tidak mempengaruhi omset nya. Karena toko mereka juga berjauhan butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan ke toko mona, yang ada di pusat kota.
Rani menemui delia di toko, rani kesal dengan delia karena masalah cincin beberapa malam yanh lalu. Ibu mertua nya selalu meminta cincin baru.
" Ada apa ran ?" Tanya delia singkat.
" Aku kesini mau mengambil cincin ibu , mana sini cincin nya biar aku kasih ke ibu. " Seru rani dengan berani dan tidak ada sopan santun nya.
" Hah !! Cincin ? Cincin ibu yang mana lagi Ran? aku tidak membawa cincin ibu" Seru delia yang sebenar nya sudah tahu maksud rani namun delia pura - pura tidak tahu.
" Itu cincin yang mau mbak kasih ke ibu, itu terus meminta cincin nya mbak. Kami di rumah pusing mendengar ocehan nya terus menerus, ibu selalu meminta kami untuk mengambil cincin itu. Sekarang mana cincin nya" Ucap rani tetap meksa.
Delia menganggkat ke dua baha nya sambil menggeleng kan kepalanya. Sampai kapan pun cincin itu tidak akan delia berikan, karena delia sudah tidak mau tahu lagi dengan urusan keluarga amar.
" Lebih baik kamu pergi dari sini Ran, jangan paksa aku untuk mengusir mu. Kamu itu anak seorang lurah dan kata nya seorang sarjana apa kamu tidak malu kalau sampai ribut dan jadi bahan pembicaraan para warga sekitar. Kalau aku sih sudah pasti malu " Seru Delia mengusir rani dengan cara halus.
Takut apa yang di ucapkan delia terjadi, rani pun dengan cepat meninggalkan delia. Dengan kesal rani melajukan motor nya dan menuju tempat kerja nya lagi.
******
Waktu sudah semakin sore, saat nya para pekerja kantor dan yang lain nya pulang. Di jam pulang kantor begini biasa nya toko juga ramai, karena para karyawan kantoran akan mampir di jam pulang kantor.
* Itu bukan nya Rosa ? Kebetulan dia belanja di sini, siapa tahu bisa ada sedikit bukti kedekatan nya dengan amar * Gumam delia.
Rosa datang dengan tiga teman nya, rosa tidak menyadari keberadaan delia. Dia tetap fokus dengan pakaian yang dia pilih - pilih.
" Hai rosa !" Sapa delia dengan senyum mengembang di bibir tipis nya.
__ADS_1
" Hai delia ! " Seru rosa.
" Oh iya lupa kamu bekerja di sini ya ? Aku lupa, waktu itu amar pernah cerita kalau istri nya kerja sebagai pelayan toko di DL Shop. Pekerjaan rendahan sih, sampai amar saja malu mengakui pekerjaan istri nya. Amar itu sudah banyak cerita loh sama saya tentang kamu. Ya salah satu nya tentang pekerjaan kamu. Mana badan tidak terawat, awas loh suami mu berpaling kepada wanita lain " Seru rosa tersenyum mencibir delia.
" Iya aku memang bekerja hanya sebagai pelayan toko, tapi apa kamu percaya jika aku bilang toko ini milik ku ? pasti tidak percaya kan ? Lagi pula aku jadi pelayan toko juga tidak merugikan orang lain, jadi ya sah - sah saja aku jadi pelayan toko. Lebih terhormat pelayan toko daripada menjadi pelayan suami orang !! " Seru delia membalas ucapan rosa.
Wajah rosa nampak memerah menahan emosi nya, ucapan delia barusan sangat menyinggung nya. Apa yang di ucapkan delia memang ada benar nya. Selama ini rosa sangat memuja dan selalu membantu amar, tapi rosa menepis ucapan delia. Dia tidak terima di katakan pelayan suami orang karena dia dan amar saling mencintai.
* Kenapa delia bisa bicara seperti itu ? apa dia tahu kalai aku dan amar ada hubungan yang spesial ? Huh lagi pula aku dan amar saling mencintai * Gumam rosa dalam hati nya.
" Kenapa diam Ros ? Apa ucapan ku barusan menyinggung mu ?" Tanya delia lagi.
" Tidak !" Jawab rosa ketus.
" Oh ya sudah selamat berbelanja dan semoga hari mu menyenangkan. " Ucap delia sebelum meninggal kan rosa .
Delia kembali ke meja kasir kembali, sebenar nya hati delia saat ini sedang tidak baik - baik saja. Ucapan rosa tadi sudah menandakan jika suami nya sangat dekat dengan rosa.
" Baiklah mas perang akan segera di mulai, selama ini aku diam bukan berarti aku tidak tahu. Lihat saja setelah bukti - bukti terkumpul apa kamu bisa mengelak lagi " Seru delia.
Delia pulang dengan memesan ojek online, kalau rosa sudah pulang dari kantor berarti suami nya juga sudah pulang dari kanor. Ojek yang di tumpangi delia sudah sampai di halaman rumah kontrakan delia.
" Mas mau kemana kok sudah rapi ?" Tanya delia yang baru saja masuk kamar dan melihat suaminya sudah rapi dan siap pergi.
" Baru juga jam 6 mas, memang acara nya jam berapa ? " Tanya delia ingin tahu.
" Jam setengah tujuh mas berangkat dek, mas kan bawa motor jadi berangkat harus lebih awal agar tidak kemalaman di jalan. Dingin dek perjalanan jauh " Seru amar lagi
Delia menganggukkan kepala nya dan pura - pura percaya dengan apa yang di bicarakan oleh suami nya. Delia sudah merencanakan jika dia akan mengikuti kemana suami nya pergi.
Delia mandi dengan cepat, selesai mandi adzan magrib berkumandang. Delia langsung melaksanakan sholat magrib tanpa amar menjadi imam. Akhir - akhir ini amar sudah jarang sholat berjamaah dengan delia, bahkan delia tidak melihat amar sholat.
" Mas aku cari makan di depan ya, mas sudah mau berangkat kan ?" Tanya delia.
" Iya sebentar lagi mas berangkat, ini lagi menghabiskan kopi dikit lagi. Kamu pergi saja nanti pintu mas yang kunci " Ucap amar.
" Iya mas, aku bawa kunci cadangan kok jadi nanti kunci mas bawa saja " Seru delia lalu keluar dari rumah kontrakan nya.
Amar mengangguk dan mengantar kepergian delia dengan senyum manis nya. Kelebihan amar adalah senyuman nya yang sangat manis dan bisa saja membuat orang tergoda.
Delia sebenar nya tidak mencari makanan tetapi dia mempersiapkan dirinya untuk mengikuti amar, delia keluar lebih dulu untuk mencari pinjaman motor. Beruntung ada tukang ojek yang mangkal dan delia menyewa motor nya.
__ADS_1
" Itu motor mas amar sudah keluar dari pekarangan rumah, aku harus mengikuti nya. Apa dia menuju rumaj rosa atau ke daerah X sesuai yang dia katakan tadi. " Seru delia terus mengikuti motor amar dari belakang.
Sedangkan amar tidak tahu jika saat ini di belakang nya ada istri nya yang mengikuti. Amar mengendarai motor nya dengan bahagia karena malam ini dia akan berkencan dengan rosa. Hubungan amar dan rosa sudah berjalan satu bulan, hubungan mereka pun sudah terlalu jauh namun belum sampai ke tahab hubungan ranjang.
" Ini kan rumah rosa ?" Seru delia yang melihat amar membelokkan motor nya kesebuah rumah minimalis tetapi terlihat mewah.
Benar saat ini amar memang mendatangi rumah rosa. Delia menepikan motor nya tepat di seberang jalan rumah rosa, dan memilih di tempat yang gelap. Rosa membuka kan pintu untuk amar dan menyambut nya dengan pelukan yang terlihat mesra. Melihat itu semua hati delia panas dan seperti mendidih, namun delia harus tetap kuat untuk mencari bukti - bukti yang lebih akurat lagi.
Amar dan rosa pun masuk ke dalam rumah, dengan hati - hati delia menghidupkan motor nya dan menitipkan ke warung yang tidak jauh dari rumah rosa.
" Aku harus bisa masuk ke dalam sana agar aku lebih tahu apa yang mereka lakukan di dalam sana " Seru delia.
Dengan hati - hati delia mendekati rumah rosa. Dia mengintip ke dalam ruang tamu kosong dan seperti nya mereka ada di ruangan lain.
Delia mencoba membuka pintu dan beruntung pintu tidak terkunci.
" Alhamdulillah tidak di kunci " Seru delia mendorong pintu pelan- pelan.
Delia mencoba mencari keberadaan rosa dan amar, delia mendengar ada suara di di dalam ruangan yang delia yakini itu pasti kamar rosa. Delia mendekat dan mencoba menempelkan telinga nya di pintu.
" Ah kamu jangan nakal dong sayang, sabar dong nanti semua yang ada ini pasti akan jadi milik mu. Seutuh nya tubuh ku akan menjadi milik mu " Ucap rosa dengan nada manja nya.
" Punya mu terlihat padat dan besar sayang, ini pasti bisa membuat aku puas. Aku sudah tidak sabar lagi untuk merasakan nya" Suara amar terdengar mulai tidak karuan.
" Nanti dulu sayanv ini masih jam berapa, kata nya malam ini kita mai menghabiskan malam bersama. Sebentar lagi semua ini akan jadi milik mu " Seru rosa.
Delia penasaran apa yang mereka lakukan di dalam sana, beruntuk pintu kamar sedikit terbuka. Rosa ternyata wanita yang ceroboh , pintu depan tidak di kunci dan begitupun pintu kamar nya. Delia mendorong pintu pelan - pelaan.
Deg
Jantung delia seakan berhenti berdetak saat melihat apa yang di lakukan suami nya dan rosa di dalam sana. Terlihat amar sedang berada di atas tubuh rosa dengan menikmati buah kembar rosa. Air mata delia menetes begitu saja, betapa sakit nya hati nya di khianati oleh suami nya sendiri.
" Aku harus kuat, jangan menangis delia kamu wanita kuat. Aku harus mengumpulkan bukti - bukti perselingkuhan mereka " Seru delia pada dirinya srndiri.
Delia langsung mengambil ponsel nya dan mengarahkan kamera ponsel nya ke dalam melalui celah pintu yang sedikit terbuka.
*******
Jangan lupa untuk terus mendukung karya - karya author ya kak. Author hanya meminta Like , Komen , Favorite, Vote dan Bintang 5 nya β€β€
Jika berkenan boleh tinggalkan hadiah untuk karya Author. πβ€
__ADS_1
TERIMAKASIH ππ