
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Asti datang ke rumah sakit untuk membantu tini membawa ibu mertua nya pulang. Asti datang dengan mengendarai ojek online, sebelum nya asti sudah mampir ke toko kue untuk membelikan kue ibu mertua nya.
" Mau naik apa mbak ?" Tanya asti.
" Tadi aku sudah pesan taksi online, mungkin lagi di jalan. Kamu tolong bawakan tas ibu saja ya asti, biar aku yang mendorong kursi roda ibu. " Seru tini.
" Iya mbak. " Jawab asti singkat.
Taksi online yang di pesan tini sudah sampai di depan rumah sakit, tini di bantu pak sopir mengangkat ibu siti ke dalam mobil, sedangkan asti sudah duduk di samping kemudi. Tini melihat asti yang tidak seperti biasa nya pun heran, asti tampak cuek dan seperti tidak nyaman.
" Asti kamu sakit ?" Tanya tini.
" Ehh.. sakit ? tidak kok mbak, aku tidak sakit. Kok mbak tini bisa bilang aku sakit, memang nya mbak melihat aku kayak orang sakit ya mbak ?" Seru asti sambil tersenyum tipis.
" Oh..aku kira kamu saki. Soal nya aku lihat kamu sedari tadi diam saja. " Ucap tini jujur.
" Iya mbak aku bingung mau ngobrolin apa ? Mau ngobrol sama mbak tini juga aku tidak tahu apa yang mau di obrolin, jadi aku mending diam saja. Oh iya mbak kok harun tidak ikut menjemput ibu ? " Seru asti mencoba berbasa - basi.
" Harun kerja. Tapi selama di rumah sakit setiap malam dia yang nemenin mbak jaga ibu. Kalau tidak ada harun mbak tidak bisa istirahat. " Seru tini.
Tanpa terasa mobil yang membawa mereka pun sudah sampai di depan kontrakan. Pak sopir langsung turun dari mobil dan menurunkan kursi roda, setelah itu membantu ibu siti turun dari mobil.
__ADS_1
" Terimakasih ya pak, ini ongkos nya pak " Ucap tini sambil menyerahkan uang selembar biru kepada sopir taksi online.
" Terimakasih mbak, kalau begitu saya permisi. Semoga ibu nya cepat sembuh " Ucap sang sopir juga ikut mendoakan ibu situ.
" Aamiin terimakasih pak " Jawab asti dan tini bersamaaan.
Tini mendorong kursi roda ibu siti masuk kedalam rumah kontrakan nya, sebum nya tini sudah menyerahkan kunci kepada asti.
" Asti kamu mau minum apa biar mbak buat kan ?" Tanya tini.
" Tidak usah repot - repot mbak. Nanti kalau saya haus saya ambil sendiri. Aku mau ngobrol saja sama ibu mbak , mbak kalau mau istirahat , istirahat saja gak apa - apa " Seru asti.
" Oh ya sudah, mbak nitip ibu ya. Mbak mau mandi dulu dari pagi mbak belum mandi. " Seru tini lalu meninggalkan asti dengan ibu nya berdua saja.
Asti melihat ke arah ibu mertua nya yang hanya diam di kursi roda nya. Asti mencoba mengajak ibu nya berbincang agar tidak sepi.
" Ibu mau makan kue ?" Tanya asti sambil mengangkat kotak kue yang tadi dia beli saat hendak ke rumah sakit.
Asti hanya mengangguk kan kepala nya saja, dia pun diam kembali. Mengajak mertua nya berbincang pun percuma, mertua nya bicara aja susah bagaimana mau nyambung kalau di ajak bicara. Di pun mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas dan membuka sosial media nya.
* Daripada diam lebih baik aku main sosial media saja* Gumam asti dalam hati nya.
Ibu siti terus melihat ke arah asti yang senyum - senyum sendiri dengan ponsel nya. Bahkan kadang juga dia tertawa lepas, entah apa yang dia tertawakan.
* Kenapa dia malah sibuk dengan ponsel nya ? Seharus nya dia itu memperhatikan ku, piji kaki ku atau apalah. Atau buatkan aku minuman. Apa dia ini istri yang baik untuk amar ? Menantu kok tidak ada perduli nya dengan mertua, aku harus hati - hati dengan menantu ku ini * Gumam ibu siti dalam hati nya.
******
Asti sudah pulang dan kini tinggal tini dan ibu siti saja yang ada di rumah kontrakan. Ibu siti memanggil tini dan meminta tini untuk duduk di dekat nya, karena ada sesuatu yang ingin di bicarakan.
" Ibu mau bicara apa ? Kalau tidak ada yang penting lebih baik ibu istirahat saja, aku juga mau istirahat bu. Badan ku lelah banget, selama di rumah sakit aku kurang istirahat. " Seru tini sambil memijit kaki nya sendiri.
__ADS_1
" Ibu mau bicara sama kamu tin ?" Ucap ibu siti bicara dengan terbata - bata.
" Iya bicaralah bu " Seru tini singkat.
" Ibu masih belum bisa menerima asti sebagai istri amar. Ibu takut amar menderita hidup dengan asti, seperti nya asti bukan wanita baik - baik " Seru ibu siti dengan suara terbata - bata nya.
Huffttt...
Tini hanya menghela nafas dengan berat. Dia bimgung juga mau menanggapi perkataan ibu nya, dia sendiri juga merasa jika asti seperti hanya pura - pura baik. Tapi tini belum bisa memastikan nya , dia hanya berharap asti bisa menjadi istri yang baik untuk amar.
" Bu, itu mungkin hanya perasaan ibu saja. Jangan cari masalah lagi bu, kalau tidak suka dengan asti cukup diam saja jangan marah - marah atau menghina nya. Lihat kondisi ibu sudah seperti ini, ini teguran buat ibu agar hidup lebih baik dan bisa menghargai orang lain. Kata nya ibu mau minta maaf sama delia, kalau ibu serius nanti kita datang ke rumah nya sama - sama. " Ucap tini bicara cukup panjang.
* Kenapa aku harus minta maaf sama delia , mau di taruh mana muka ku. Masak sih aku harus minta maaf sama wanita seperti delia, dulu memang miskin sih tapi sekarang dia sudah kaya. * Gumam ibu siti masih ragu untuk meminta maaf kepada delia.
" Kenapa diam bu? Malu mau minta maaf sama delia ? Ingat bu , semua kejadian yang menimpa keluarga kita khusus nya menimpa ibu itu karena kesalahan masalalu ibu,ibu jahat , curang bahkan ibu selalu menghina dan merendahkan orang. Ibu harus minta maaf kepada tante silvin dan delia " Seru tini lagi.
" Tidak mau !" Jawab ibu siti.
" Ini semua demi kebaikan ibu . Siapa tahu dengan begini hidup ibu lebih tenang. " Tini mencoba merayu ibu siti.
Ibu siti menggekengkan kepala nya, dia masih belum mau untuk meminta maaf kepada mama juna dan delia. Malu dan gengsi nya terlalu besar.
" Ibu memang susah di kasih tahu. Ibu mau masuk kamar atau tidak, aku mau istirahat bu. Kalau ibu mau ke kamar ayok sekalian. Tini nanti malam ada kerjaan jadi sekarang harus istirahat, jadi nanti malam ibu di rumah sama harun. " Seru tini sudah mulai menerima pelanggan lagi.
" Ibu mau tiduran " Jawab ibu siti yang memang sudah capek duduk di kursi roda terus.
Tini langsung mendorong kursi roda ibu siti masuk ke kamar. Setelah membaringkan ibu nya di kasur, tini pun ikut berbaring di samping ibu nya.
*******
Like, komen, vote, favorite serta berikan hadiah nya yang banyak dan berikan rate bintang 5 nya ya kak. 🙏🙏❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤