
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Usia babby twins delia sudah berusia 7 hari dan hari ini di adakan ajara syukuran. Banyak kerabat dan teman - teman yang di undang oleh delia dan juna. Toko dan showroom hari ini di tutup semua, dan semua karyawan di undang ke acara syukuran babby twins.
Ucapan selamat berdatangan dari para kerabat, sahabat dan para tetangga dan yang lain nya. Hadiah untuk babby twins sampai menggunung. Tidak lupa delia juga mengundang panti asuhan.
" Selamat ya juna, delia semoga anak nya kelak menjadi anak - anak yang sholeh dan shokeha tentu nya bisa membanggakan kedua orang tua nya " Ucap rendi yang juga ikut menghadiri acara syukuran babby twins.
" Aamiin.. terimakasih mas rendi sudah bersedia datang kemari. Semoga mas rendi dan rani segera menyusul di beri momongan, siapa tahu kembar sepasang juga. " Seru juna sambil tersenyum.
" Aamiin juga Jun. Maaf rani tidak bisa datang, tadi dia titip salam buat kalian " Ucap rendi.
" Iya mas tidak apa - apa " Jawab delia sambil memanggku bayi perempuan nya.
Sedangkan bayi laki - laki nya ada dalam gendongan mama mertua nya.
" Selamat ya mbak, akhir nya sekali brojol langsung dua. Aku kaget banget loh saat lihat story pesan WhatsApp mbak, ternyata babby twins. Pokok nya selamat dan selamat " Ucap ajeng memeluk delia.
Ajeng dan diki sengaja delia undang karena bagaimana pun ajeng dan diki adalah teman delia. Selepas diki sahabat karib amar itu tidak membuat delia menjaga jarak kepada diki dan ajeng.
" Terimakasih jeng, oh iya mana si jagoan kok tidak di bawa " Ucap delia mencari keberadaan anak ajeng.
" Ada itu sama ayah nya, sudah biarin saja dia sama ayah nya. Biar ayah nya yang jagain, oh iya aku boleh gendong babby cantik ini mbak " Tanya ajeng lalu mencium pipi babby hana.
"Boleh dong, kita sambil duduk disana saja yuk. Tamu yang lain nya juga sudah pada pulang kok jadi biar mas juna saja yang bersama tamu - tamu. Wanita mah rempong, apalagi sudah ada babby begini. " Seru delia sambil menunjuk sofa .
Delia dan ajeng duduk di sofa yang sedikit menjauh dari para tamu. Berhubung mona juga sudah pulang, biasa ibu hamil satu itu akhir - akhir ini mageran. Jadi delia hanya mengobrol berdua dengan ajeng.
" Mpok onah sini " Panggil delia saat melihat mpok onah sedang clingak - clinguk, sudah pasti delia yang dia cari.
" Ohh.. kamu disini. " Seru mpok onah.
__ADS_1
" Sudah makan nya mpok. ?" Tanya delia.
" Sudah dong, gak lihat apa perut ku sudah buncit begini. " Seru mpok onah sambil tertawa.
Mereka bertiga pun terlibat obrolan serius. Banyak hal yang mereka obrol kan, dan pada akhir nya ajeng menceritakan soal rencana pernikahan amar dan kakak nya, Asti. Pernikahan yang akan di gelar kurang lebih 3 minggu lagi.
" Jadi amar mau menikah lagi ? dengan kakak mu ?" Tanya mpok onah serius sambil mata melotot.
" Iya mpok. Mas diki sih yang jadi mak comblang nya , tapi tanpa mas diki tahu ternyata mereka suda kenal. Dan sepertinya mereka memamg sama - sama saling jatuh cinta. Awal nya aku tidak setuju dengan hubungan mereka, tapi sejauh ini yang aku lihat mas amar serius dan sudah banyak berubah. " Ucap ajeng bercerita soal rencana pernikahan amar dan asti.
Delia hanya mendengar kan saja, dia tidak mau berkomentar apa - apa. Dia hanya berharap semoga pernikahan amar kali ini bisa langgeng dan amar bisa tegas dengan keluarga nya.
" Amar sekarang memang sudah berubah sih, semenjak dia pisah sama rosa dan mengontrak rumah jauh dari keluarga nya. Mungkin karena efek jauh dari keluarga nya dia jadi waras " Ucap mpok onah ikut menambahi.
" Kita doakan saja semoga kelak rumah tangga mereka samawa " Ucap delia yang akhirnya ikut menimpali pembicaraan.
" Aamiin " Jawab mereka serempak.
*******
Hari pernikahan amar dan asti semakin dekat, semua persiapan sudah hampir siap. Karena memang acaranya sederhana jadi tidak banyak yang harus mereka persiapkan. Amar berencana mengajak asti menemui orang tua nya.
" Apa pun yang di ucapkan oleh ibu ku nanti, tolong jangan di masukkan ke hati. Dan jangan sampai membuat kamu untuk mundur, apa pun yg terjadi kita akan tetap melangkah bersama " Ucap amar sambil menggenggam tangan asti.
Amar dan asti langsung menaiki motor dengan berboncengan menuju rumah kontrakan ibu siti. Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam , motor amar sudah berbelok di sebuah rumah kontrakan bedeng yang terlihat kecil namun halaman nya cukup luas.
" Ayok dek kita temui ibu" Ucap amar .
" Ini kontrakan ibu mu mas ?" Tanya asti ragu dan seolah tidak percaya.
" Iya, kontrakan nya memang kecil dan sempit. Karena ini memang sudah pilihan nya sendiri. " Seru amar.
Kaki amar dan asti beriringan menuju pintu kontrakan yang sedikit terbuka. Amar mengetuk pintu dan tidak lupa untuk mengucapkan salam.
Tok Tok Tok
" Assalamamualaikum... permisi bu " Seru amar dari luar pintu.
Tidak lama kemudian muncul tini dari dalam kamar menuju pintu depan, dengan wajah kusut dan rambut berantakan karena memang baru bangun tidur. Dia baru pulang subuh tadi, dan baru saja beberapa jam tidur amar sudah datang.
__ADS_1
" Siapa sih baru jam segini sudah bertamu, tidak tahu apa orang masih mengantuk. " Seru tini sambil membuka pintu yang memang sudah sedikit terbuka itu.
" Amar " Seru tini kaget.
Amar dan asti tersenyum ramah ke arah tini, tini justru melongo melihat ke arah amar dan asti secara bergantian.
" Ini siapa mar ?" Tanya tini menunjuk ke arah asti.
" Masuk dulu saja ya mbak , nanti kita bicara di dalam. Ibu ada kan mbak ?" Tanya amar lalu mengajak asti masuk dan duduk di karpet.
" Ada.. dia ada di belakang" Ucap tini.
" Oh iya mbak.. kenalkan ini asti calon istri ku. Asti kenalkan ini mbak tini, dia kakak perempuan ku. Dan masih ada satu lagi adik laki - laki ku tapi entah sekarang dia dimana. " Ucap amar saling memperkenalkan diri.
Asti mengulurkan tangan ke arah tini, dengan ragu - ragu tini menyambut tangan asti.
" Asti."
" Tini "
Tiba - tiba dari arah belakang datang ibu siti dengan kursi roda nya. Pandangan ibu siti tertuju lurus ke arah asti, ibu siti sudah bisa memastikan jika wanita yang duduk di samping amar adalah calon istri amar.
" Mau apa kamu datang kesini ? Mau pamer calon istri mu itu ?" Tanya ibu siti dengan ketus dengan pandangan tidak suka ke arah Asti.
" Bu jangan seperti ini dong. Hargai amar, lihat dia datang dengan calon istri nya " Seru tini mendekati ibu nya.
" Aku tidak perduli " Jawab ibu siti.
Asti menunduk , namun amar dengan cepat meraih tangan asti dan menggenggam nya dengan erat. Memberi kekuatan agar asti tidak takut dengan calon ibu mertua nya.
" Bu, amar kesini membawa asti calon istri amar. Asti ini ingin mengenal ibu " Seru amar.
" Bu, apa kabar " Ucap asti mendekat dan mengulurkan tangan nya.
Bukan nya menyambut uluran tangan asti dengan baik, justru ibu siti mendorong asti sampai asti tersungkur di lantai.
" Ibu... !!" Teriak amar dan tini bersamaan.
******
__ADS_1
JANGAN LUPA, LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH DAN RATE BINTANG 5 NYA. ❤❤❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤