
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Amar sudah resmi membeli rumah dan tinggal pindahan saja, tapi untuk sementara waktu masih menempati kontrakan nya dulu. Karena rumah baru nya belum ada isi perabotan sama sekali, amar berniat mengajak tini untuk membeli barang perabot rumah seperti kursi dan yang lain nya.
" Jadi kamu sudah beli rumah mar?" Tanya tini antusius.
" Iya mbak, dan hari ini aku berniat mengajak mbak untuk belanja perobat rumah. Perabot yang di kontrakan juga kan tidak lengkap, kursi juga cuma ada kursi kecil saja. Sama perabot dalur juga tidak lengkap, karena waktu itu sebagian punya asti jadi sudah amar antarkan juga ke rumah orang tua asti." Seru amar menjelaskan.
" Memang apa saja yang ingin kamu beli?" Tanya tini lagi.
" Kursi ruang tamu, meja makan, lemari sama perabot dapur yang belum ada. Sementara itu dulu, karena uangnya juga masih di bagi - bagi " Jawab amar.
"Oh...ya sudah weekend saja ya , kalau hari ini mbak sudah capek banget. " Ucap tini.
Amar mengangguk karena hari ini juga dia lelah sekali karena semalam lembur kerja sampai jam 11 malam. Dan pagi ini dia izin tidak masuk kantor. Dia menyempatkan datang kerumah kakak nya karena ingin minta tolong belanja perabot.
" Mbak mau ke makam bapka ibu tidak ?" Tanya amar lagi.
" Sepertinya tidak mar, dua hari yang lalu mbak baru dari ziarah makam bapak dan ibu bareng harun dan Novi " Ucap tini menolak ajakan amar.
" Oh ya sudah amar ziarah ke makam dulu ya mbak. Amar nanti langsung pulang ya tidak mampir lagi kesini " Seru amar sekaligus berpamitan.
" Ehh tunggu mar !" Seru tini menghentikan langkah kaki nya.
Amar pun langsung balik badan dan menghadap ke arah kakak nya. Tini juga langsung menghampiri amar yang sudah ada di ambang pintu.
" Mar, apa kamu tidak mau menikah lagi ?" Tanya tini tiba - tiba mengejutkan amar.
" Apaan sih mbak ? Amar kira mau ada hal yang penting, tidak tahu nya menanyakan soal menikah. Aku belum kefikiran untuk menikah lagi mbak. Kegagalan ku membuat aku trauma mbak, tapi jika Allah masih memberikan aku jodoh, aku pun tidak menolak nya. Tapi tidak untuk waktu dekat ini mbak." Jawab amar membuat tini mendengus kesal.
__ADS_1
" Huufff.... kamu ini sudah mapan mar, kerjaan bagus dan sekarang rumah juga sudah punya. Lalu apalagi yang ingin kamu cari, mbak punya calon yang cocok dengan kamu. Kamu pasti menyukai nya, dia baik dan cantik. " Ucap tini dengan senyum mengembang.
" Siapa mbak ?" Tanya amar singkat.
" Kartika ! Bagaimana ? " Jawab tini singkat padat dan jelas.
Kartika ?
Amar pun terkejut saat nama kartika di sebut oleh kakak nya, pasal nya dia dan kartika tidak ada hubungan apa - apa dan hanya sebatas teman. Itupun jarang sekali bertemu.
" Memang nya kartika cocok buat amar ?. Justru aku yang tidak cocok dengan kartika mbak. Kartika masih lajang dan aku sudah 3 kali menduda. Bagaikan langit dan bumi mbak. Kartika lebih cocok sama pria lajang yang belum pernah menikah. " Seru amar kembali duduk di atas karpet.
Tini juga kembali duduk dan menghadap ke arah amar. Tini melanjutkan obrolan nya.
" Hemmm... sepertinya kartika itu juga suka sama kamu, mbak juga kan waktu itu pernah bilang sama kamu juga kan. Kalau memang kamu juga menyukai kartika kamu harus gerak cepat menyakinkan kartika dan kedua orang tua nya. Kali ini, ini menjadi tantangan mu. Selama ini kamu tidak ada tantangan kan ? Saat menikahi rosa memang dia nya juga yang kegatelan, saat menikahi asti kalian memang sama - sama suka dan orang tua nya merestui. Nah sama si kartika ini kamu harus mendekati orang tua nya terlebih dahulu, kalau soal kartika mah gampang dia mau - mau saja kamu nikahi. " Ucap tini dengan penuh keyakinan.
" Kenapa mbak bisa yakin begitu ?" Tanya amar menaruh curiga.
" Heheeee.... sebenarnya mbak sudah pendekatan dengan kartika. Dan dia memang menyukai kamu kok mar, kamu nya saja yang tidak peka. Jangan kelamaan mar nanti keburu diambil orang loh, apalagi kartika itu cantik dan menarik dan masih muda. Menurut mbak kartika itu wanita yang cocok, dia sederhana dan tidak banyak gaya. " Seru tini memberi wejangan untuk adik nya agar adik nya bisa membuka hati nya kembali.
" Tidak tahulah mbak, ya sudah amar mau ke makam dulu. Lain kali kita bahas lagi, amar pergi dulu ." Seru amar lalu bangkit dan keluar dari kontrakan kakak nya.
**********
Sepulang dari ziarah makam amar langsung menuju rumah kontrakan nya. Di rumah kontrakan nya amar merenungkan apa yang tadi di bicarakan oleh tini, amar tidak percaya jika wanita secantik kartika menyukai nya yang seorang duda sudah tiga kali.
" Apa yang di katakan mbak tini itu benar ya ?" Tanya amar pada dirinya sendiri.
" Haaaahhhh.... Sepertinya tidak mungkin. Kartika iti kan lajang, masak iya dia mau sama aku yang seorang duda " Seru amar lagi seakan tidak percaya.
Amar mengambil ponsel yang ada di kantong celana nya, lalu menghubungi seseorang. Tepat panggilan ke dua orang di seberang sana mengangkat telepon dari amar.
[ Hallo assalamualaikum ?] Tanya orang di seberang sans.
[ Waalaikumsalam ] Jawab amar singkat.
[ Tumben mas amar menghubungi kartika? ada perlu apa ma?]
__ADS_1
Amar memang menghubungi kartika karena dia ingin membuat janji kepada kartika. Padahal awal nya harun yang ingin dia telepon tapi bisa berbelok menghubungi kartika.
[ Kamu nanti malam pulang jam berapa?] Tanya amar langsung pada intinya.
[ Pulang seperti biasa sekitar jam 10 memangnya ada apa mas ?]
[ Hemmm... kamu tidak perlu naik ojek, nanti aku yang akan menjemput mu. Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu ]
[ Emm... baiklah sekitar jam 10 aku pulang ]
[ Ya, maaf sudah mengganggu waktu nya ]
[ Tidak kok mas ]
Tut tut tut
Amar langsung mematikan sambungan telepon nya tanpa permisi terlebih dahulu. Dia sendiri bingung kenapa dia bisa menghubungi kartika.
" Kenapa aku justru menghubungi kartika? Padahal aku tadi tidak berniat menghubungi nya, tadi aku hendak menghubungi harun. Tapi justru nomor kartika yang aku pencet " Gumam amar merasa aneh.
Ting
Ponsel amar berbunyi, ada notifikasi pesan masuk.
[ Mas amar memang nya ada perlu apa sampai mau mengantar aku pulang? Kalau memang penting banget aku bisa izin pulang cepat. Soal nya kalau jam biasa kan jam 10 malam, nanti kita kemalaman ]
Kartika mengirimi pesan kepada amar, kareba dia sanhat penasaran ada hal apa yang ingin amar sampaikan sehingga malam - malam harus bertemu.
[ Baiklah, jam brpa ?] Balas amar singkat.
[ Nanti aku akan izin pulang jam 8 malam,mas amar tunggu saja di depan ]
[ Baiklah ] Balas amar singkat.
Amar meletakkan ponsel nya dan memilih membaringkan tubuh nya di atas kasur kamar nya. Tanpa menunggu lama akhirnya amar pun tertidur dan terbang ke alam mimpi nya.
**********
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤️❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️❤️