Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Arjuna


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Sore ini hujan sangat lebat sekali , padahal di jam - jam sore seperti ini para pencari nafkah banyak yang pulang dan melewati jalan yang saat ini sedang di guyur hujan. Begitupun delia tadi dia pergi ke kota tapi tidak membae mobil sendiri karena mobil nya di pakai untuk mengantar barang ke salah satu reseller toko.


Delia menunggu bus di halte seorang diri, dan bus juga tidak kunjung lewat. Pesan taksi online dari tadi tidak ada yang mau mengambil orderan nya, mungkin karena hujan lebat para sopir lebih memilih beristirahat. Sebenarnya dia takut karena ini pertama kali nya dia ke kota sampai sore seperti ini bahkan satu jam lagi tiba waktu magrib.


" Aduh bagaimana ini bus pasti sudah tidak ada yang lewat, pesan taksi dari tadi tidak dapat kalau naik ojek sudah pasti basah. Mana sepi begini " Seru delia sambil memeluk tas nya karena cuaca semakin dingin.


Namun tiba - tiba ada mobil yang berhenti di depan delia.


Tin


Tin


" Mbak mau kemana ?" Tanya seseorang yang ada di dalam mobil.


Delia takut karena memang hujan lebat dan sangat sepi. Dia takut jika orang di dalam mobil itu orang jahat, di tengah - tengah hujan lebat seperti ini jika dia teriak juga tidak ada orang yang mendengar nya.


* Kenapa tadi aku tidak menunggu hujan reda di cafe seberang itu. Disanakan ramai jadi aku tidak akan ketakutan begini* Gumam delia.


" Mbak mau kemana ?" Orang dalam mobil itupun bertanya kembali. Dan saat ini orang itu sudah ada di samping delia dengan mengenakan payung.


* Kapan orang ini turun ? tau - tau sudah berdiri di samping, atau jangan - jangan dia hantu * Gumam delia sambil melirik kaki pria yang berdiri disamping nya.


" Ternyata dia manusia " Gumam pelan delia.


" Tidak usah takut mbak aku manusia dan juga bukan orang jahat. Mbak ini mau kemana,hujan - hujan sendirian disini ? Awas loh banyak orang jahat " Ucap pria itu.


" Saya mau ke daerah XX mas. Lagi nunggu bus lewat. " Ucap delia yang akhirnya berani membuka suara nya.

__ADS_1


" Jam segini sudah tidak ada bus lewat mbak ,lagi pula hujan seperti ini. Kebetulan saya juga mau pulang ke daerah XX mbak bareng sama saya saja. Jangan takut aku bukan orang jahat kok mbak. " Ucap pria itu.


Delia hendak menolak tawaran pria itu, tapi waktu sudah semaki larut dan hujan tak kunjung reda. Lama - lamadi halte bus juga dia kedinginan, akhirnya delia menerima tawaran pria itu.


" Baik saya nebeng mas saja ya, atau nanti saya ganti uang bensin nya " Ucap delia.


" Ya sudah ayuk sekarang cepat masuk ke mobil " Ucap pria itu.


Lalu delia dan pria itu pun mendekat ke mobil, pria itu memayungi delia dan membukakan pintu mobil untuk delia. Setelah pria itu masuk ke mobil dia pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Walaupun jalanan sepi dia tidak berani mengebut karena jarak pandang pendek akibat hujan dan jalanan pun licin.


" Mbak.... " Pria itu menjeda ucapan nya.


" Delia, panggil saja saya delia mas tidak perlu pakai embel - embel mbak " Ucap deli.


" Oh delia nama yang cukup bagus. Oh iya delia bisa panggil saya Arjuna atau juna juga bisa." Ucap pria itu memperkenalkan nama nya.


Delia mengangguk paham, di sepanjang perjalanan mereka nampak tidak banyak bicara. Juna fokus dengan kemudi nya sedang kan delia sibuk dengan ponsel nya membalas pesan dari para reseller nya.


******


Mobil yang di kendarai juna sudah sampai di halaman rumah delia. Delia sampai rumah sudah jam setengah sembilan malam. Karena hujan Juna lebih memilih memelankan laju kendaraan nya, biar pun lama yang penting selamat sampai tujuan.


" Maaf del , ini sudah malam lagi pula cuaca masih hujan begini. Lain kali saja saya mampir nya, lagi pula rumah saya juga tidak jauh dari sini. " Tolak halus arjuna.


Arjuna tidak mau mampir karena sang ibu di rumah pasti sudah menunggu kepulangan nya. Lagi pula cuaca sedang hujsn tidak enak untuk bertamu.


" Baiklah , kalau begitu terimakasih ya mas sudah mengantarkan saya pulang sampai rumah. Oh iya mas, ini uang untuk bensin." Ucap delia sambil menyerahkan uang 200 ribu.


" Sama - sama del, sudah kamu bawa saja uang nya. Kalau seperti ini aku terkesan memanfaatkan keadaan, lagi pula rumah kita juga searah. " Jawab juna dengan senyum manis nya.


" Terimakasih ya mas " Jawab delia singkat dan memasukan uang ke dalam tas nya.


Delia pun turun dari mobil.


" Aku terus ya del, assalamualaikum " Seru juna.


" Waalaikumsalam " Jawab delia singkat.

__ADS_1


Mobil yang di kendarai juna meninggalkan halaman rumah delia. Delia pun masuk ke dalam rumah , bik Asih pasti sudah menghawatirkan nya. Sudah dua bulan ini delia memperkerjakan bik asih , bukan hanya untuk asdisten rumah tangga tapi lebih untuk teman delia di rumah.


" Nak delia baru pulang ?" Tanya bik asih menyambut kepulangan delia.


" Iya bik tadi terjebak hujan, mana tidak bawa mobil " Ucap delia sambil mengambil segelas air putih dari galon.


" Mau bibik buatkan teh ?" Tanya bik asih.


" Tidak usah bik, bibik istirahat saja. Aku mau mandi terus istirahat saja bik " Ucap delia menolak secara halus.


Bik asih mengangguk. Delia pun pamit ke kamar nya untuk mandi dan beristirahat.


" Loh kemana dompet ku ?" Ucap delia sambil membongkar isi tas nya.


" Ini uang 200 ribu yang tadi di tolak mas juna, terus dompet ku kemana ? Atau jangan - jangan tertinggal di mobil nya mas juna atau jatuh di halte. Hemm.. benar - benar ceroboh kamu del. " Ucap delia pada dirinya sendiri.


Delia terus mondar - mandir di dalam kamar nya, dia memikirkan dompet nya. Di dalam dompet itulah tersimpan beberapa kartu Atm dan Ktp.


" Kalau jatuh di halte tidak mungkin. Soal nya tadi aku ambil 200 ribu di dalam dompet. Berarti jatuh di mobil mas juna, huhh mau telepon pun tidak ada nomor ponsel nya. " Gerutu delia pada diri nya sendiri.


Sedangkan di tempat lain , juna sudah sampai di depan rumah nya . Saat hendak turun dari mobil dia ada sebuah dompet tertinggal di dalam mobil nya, tepat di tempat duduk yang tadi di duduki delia.


" Ini pasti dompet delia " Gumam juna dalam hati nya.


Juna mengambil dompet itu dan membuka nya untuk memastikan kalau itu dompet delia atau bukan.


" Benar ini milik delia, ini KTP nya. Jadi dia sudah menikah ?" Ucap juna sambil memegang KTP delia.


Di KTP itu tertulis status pekerjaan delia sebagai ibu rumah tangga. Jadi juna menyimpulkan jika delia sudah berkeluarga . Juna menyimpan dompet delia dan besok dia akan mengembalikan nya, posisi sudah malam tidak mungkin dia harus balik lagi untuk mengantarkan nya.


Juna turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah dan menemui sang ibu tercinta yang sudah seminggu ini tidak dia temui karena juna harus ke kota sebelah mengerjakan pekerjaan nya.


*******


Ada babang Arjuna/Juna ❤❤❤


LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤


__ADS_2