Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Mengunjungi keluarga


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞


Sudah 4 hari amar mengambil cuti tapi belum juga amar menemui atau berkunjung ke kontrakan ibu nya. Tapi siang ini amar berencana nengunjungi ibu nya , amar datang sambil membawakan makan siang untu ibu dan yang lain nya, sesekali berbagi untuk keluarga nya yang lain juga tidak apa - apa.


" Akhir nya kamu datang juga mar , bawa apa kamu ?" Ucap ibu siti menyambut kedatangan amar.


Bukan nya menanyakan kabar sang anak tetapi justru menanyakan barang bawaan amar yang ada di dalam plastik.


" Oh ini makan siang untuk ibu sama yang lainnya " Jawab amar meletak kan kantong plastik di atas karpet.


Karena memang mereka tidak mempunyai kursi dan meja, jadi ruang tamu hanya di gelar karpet tipis yang mereka bawa dari kontrakan lama nya.


" Ehh ada adik ipar" Seru rosa yang baru saja keluar dari kamar nya. Perut rosa sudah terlihat membuncit.


" Hemmmm... " Jawab amar malas.


Amar duduk di karpet sambil bersila dan memainkan ponsel di tangan nya.


" Amar kapan kamu gajian ? Ibu sudah tidak ada uang lagi" Ucap ibu siti.


" Masih seminggu lagi bu. Kenapa ibu tidak minta sama mbak tini, bukan nya mbak tini juga sering mengirimi ibu uang" Seru amar menatap sang ibu.


Ibu siti gelagapan dan salah tingkah, pasal nya selama ini tidak ada yang tahu jika tini mengirimi nya uang. Dia sendiri merasa aneh, kenapa amar bisa mengetahui nya.


" Jangan ngawor kamu mar " Seru ibu siti mencoba menyangkal.


" Sudahlah bu tidak perlu menutup - nutupi nya dari amar. Ibu juga pasti tahu sekarang mbak tini ada dimana ? Kalau ibu tidak tahu itu mustahil, ibu tidak akan setenang ini . Apalagi mbak tini itu anak perempuan ibu satu - satu nya. Kalau memang ibu tahu mbak tini ada dimana ya tidak masalah. Dan selagi yang di kerjakan dia disana posotif amar mendukung nya, tapi kalau dia disana mencari rezeki dengan cara yang tidak halal jangan minta tolong amar jika suatu saat ada masalah " Ucap amar penuh dengan keseriusan.


Ibu siti menelan saliva nya sendiri, amar sudah seperti dukun yang serba tahu tentang apa yang terjadi dengan tini.


" Memang ibu tahu mbak tini ada dimana ?" Tanya rosa yang duduk di sebelah ibu siti.

__ADS_1


" Mana ibu tahu. " Jawab ibu siti ketus.


Amar tersenyum tipis menatap ibu nya yang sedang berbohong. Amar tahu betul bagaimana sifat dan watak ibu nya, dia pun memilih diam. Di paksa berbicara pun percuma pasti akan terus berkilah.


" Mas amar ! Sudah lama mas ?" Tanya harun yang masuk ke dalam kontrakan.


" Baru setengah jam. Masih ngojek kamu ?" Tanya amar.


" Masih mas kalau tidak mengojek aku makan darimana. Mana rosa juga sedang hamil, butuh biaya untuk persiapan lahiran nanti. " Jawab harun terlihat sendu.


Kulit putih dan tubuh kekar harun kini sudah berubah, kulit harun menggelap. Mungkin karena sering nya terpapar sinar matahari saat mengojek. Bahkan tubuh nya pun semakin terlihat kurus. Ada rasa kasihan menghinggapi hati amar, tapi amar tetap akan membiarkan sang adik seperti itu. Bukan karena amar jahat atau dendam, itu amar lakukan semata - mata hanya ingin harun belajar hidup mandiri. Sebenar nya amar juga tidak yakin jika harun bisa mandiri, tapi kalau tudak di coba tidak ada yang tahu.


" Kerja yang semangat jangan malas - malasan, anak dan istri mu butuh biaya banyak " Ucap amar menasehati.


" Iya mas. Kalau aku tidak ada uang, mas amar kan ada. Nanti aku bisa minta untuk biaya bersalin rosa ." Ucap harun seenaknya.


Huuffftt...


Amar hanya menghela nafaa dengan berat mendengar pernyataan dari harun. Ternyata harun masih sama saja, masih selalu mengandalkan orang lain di setiap masalah nya.


" Sudah siang, aku permisi " Seru amar bangkit dari duduk nya.


" Mar, ibu bagi duit dong buat pegangan " Ucap ibu siti saat amar hendak pulang.


" Kok cuma seratus ribu mar " Ucap ibu siti protes.


" Iya mas tambah dong " Harun juga ikut protes.


" Kalau ibu sama mas harun tidak mau sini buat rosa saja. Lumayan bisa untuk beli daster baru " Seru rosa hendak mengambil uang di tangan suami nya tapi langsung di masukan kedalam kantong celana nya.


" Amar cuma bisa ngasih segitu. Amar permisi bu " Ucap amar sambil mencium tangan ibu nya.


Dengan langkah pasti amar keluar dari rumah kontrakan harun dan langsung menuju motor nya. Amar mengendarai motor nya keluar dari pekarangan rumah kontrakan.


*******


" Mpok onah apa kabar ?" Seru delia saat bertemu dengan mpok onah di rumah sakit.


Delia di temani Juna datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan nya. Kandungan delia sudah masuk 7 bulan, perut delia semakin membesar.

__ADS_1


" Alhamdulillah sehat del. Wah perut nya besar banget del, tidak begah tuh perut " Ucap mpok onah bercanda sambil mengusap perut delia.


" Dinikmati saja mpok, begini rasa nya ibu hamil. Mana anak kembar lagi " Seru delia sambil tersenyum.


" Kita duduk disana dulu ya sambil nunggu suami mu, kasihan aku melihat mu hamil besar begini harus berdiri terus " Ucap mpok onah sambil menunjuk ke kursi tunggu yang tidak jauh dari tempat pendaftaran.


Delia dan mpok onah pun menuju kursi tunggu tadi dan langsung duduk bersebelahan. Mpok onah yang memang pekerjaan nya sudah beres tidak masalah jika harus menemani delia mengobrol.


" Mpok apa tidak terganggu pekerjaan nya ?" Tanya delia takut jika pekerjaan mpok onah terganggu.


" Santai saja, pekerjaan ku sudah beres del. Nanti sekitar satu jam lagi baru mengerjakan pekerjaan lagi sampai jam 4 terus pulang." Ucap mpok onah.


Delia mengangguk dan tersenyum mendengar penuturan mpok onah. Semangat mpok onah memang wajib di acungi jempol.


" Mpok kenapa tidak mau kerja di toko saja, delia kan sudah beberapa kali menawarkan sama mpok. " Seru delia lagi dan lagi.


" Del, kamu itu sudah banyak menolong ku. Bahkan kamu juga sudah memberikan motor baru untuk ku, dengan motor itu aku tidak harus naik angkutan umum lagi. Motor mas bejo di pakai dia kerja. Biarlah saya bekerja disini sampai saya bosan, lagi pula aku sangat menikmati pekerjaan ini kok del. Nanti kalau aku sudah bosan aku ke toko kamu deh " Ucap mpok onah.


" Iya mpok kapan pun mpok onah mau kerja di toko itu kabari saja saya atau yuni. Nanti biar yuni yang mengatur semua nya. " Ucap delia ramah.


Juna pun datang menghampiri mereka dengan tangan kanan nya menenteng plastik obat yang baru saja dia ambil di apotik rumah sakit. Antrian cukup banyak jadi memakan waktu cukup lama.


" Sudah selesai kangen - kangenan nya " Seru juna menghampiri delia.


" Belum mas, masih ingin ngobrol banyak sama mpok onah. Tapi mpok onah sebentar lagi kerja lagi, mpok bagaimana kalau weekend nanti main ke rumah ya. Ajak mas bejo juga biar nanti dia bisa main catur sama mas juna " Ucap delia sambil melirik suami nya.


" Boleh tuh kebetulan weekend ini aku libur, mas bejo juga hobi tuh main catur. Pasti dia senang kalau ada teman main catur,bisa seharian betah dia. " Ucap mpok onah.


" Bilang sama mas bejo, besok minggu saya tantang main catur " Ucap juna sambil terkekeh.


" Siap bos juna " Seru mpok onah.


Mereka bertiga pun tertawa,menertawakan kekonyolan mereka masing - masing. Setelah selesai berbincang delia dan juna pun memutus kan untuk pulang, delia sekarang mudah lapar jadi sebelum pulang pasti mereka akan mempir ke tempat penjual makanan untuk membeli makanan dan di bawa pulang.


*******


Bab selanjut nya ada kejutan untuk ibu siti. Pokok nya di tunggu saja ya.


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA ❤❤❤

__ADS_1


UNTUK KOMENTAR YANG BELUM AUTHOR BALAS MOHON MAAF YA KAK 🙏


TERIMAKASIH 🙏❤❤


__ADS_2