
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞
" Jadi mbak asti itu wanita yang pernah kamu ceritakan waktu itu ?" Tanya diki antusius.
Diki terkejut saat amar menyeritakan jika asti adalah wanita yang pernah amar temui di mini market. Dia senang dengan begitu berarti amar cocok dengan kakak ipar nya, tinggal bagaimana keputusan sang kakak ipar nanti.
" Iya, aku juga tidak menyangka. Padahal saat berangkat ke cafe kita itu barengan. Motor dia di bengkel, nah tidak tahu nya ternyata kita sudah bertemu lebih dulu. Aku juga terkejut saat wanita yang ingin kamu kenalkan itu asti. " Ucap amar.
" Jadi sekarang bagaimana ? apakah kalian cocok ? kalau cocok langsung di lamar saja jangan menunggu lama - lama. " Seru diki memberikan saran.
" Tapi apa asti mau menerima ku ? Kamu tahu sendiri jika aku sudah 2 kali gagal berumah tangga" Ucap amar tiba - tiba senyum di bibir nya hilang.
Diki menarik kursi di samping amar lalu menepuk punggung amar.
" Nanti kamu tanyakan langsung sama mbak asti saja. Aku yakin mbak asti akan menerima nya. Karena dia sudah cukup umur untuk menikah, dia ingin mencari calon suami bukan sekedar pacar. Yang semangat dong jangan pantang menyerah " Ucap diki menyemangati amar.
Amar mengangguk pelan seraya mengulas senyum nya ke arah diki.
" Kamu benar aku harus bertanya langsung kepada asti. Apa pun keputusan asti aku sudah siap. Nanti malam aku akan ke rumah nya, untuk melamar nya menjadi istri ku " Ucap amar yakin.
" Nah gitu dong gercep " Ucap diki.
* Aku akan melamar nya sendiri tanpa mengajak keluarga ku. Aku tidak mau acara ku kacau karena ulah ibu. * Gumam amar dalam hati nya.
Sementara itu delia mulai merasakan kontraksi, juna dan mama silvi sudah menyiapkan semua keperluan lahiran yang di butuhkan delia. Saat ini delia sudah terbaring di brankar rumah sakit.
Juna ketakutan, dia ingat saat istri pertama nya melahirkan dulu. Suasana mencekam, keringat dingin keluar dari kening juna. Mama silvi yang melihat ketakutan di wajah juna langsung memeluk juna dan menguatkan juna.
" Ma juna takut " Seru juna semakin ketakutan dengan keringat dingin semakin mengucur.
" Jangan seperti ini jun, lebih baik kita banyak - banyak berdoa agar semuanya baik - baik saja. " Ucap mama silvi.
" Tapi juna takut ma " Seru juna lagi.
__ADS_1
Dokter dan suster sudah menyiapkan semua nya, dan meminta juna ikut masuk untuk mendampingi delia. Awal nya juna menolak karena dia takut dan trauma. Tapi mama silvi terus memberi dia kekuatan dan menyakinkan juna jika tidak akan pernah terjadi apa - apa.
" Sayang kamu pasti bisa " Bisik juna di telinga delia dengan suara bergetar.
Delia hanya mengedipkan mata nya saja dengan mengulas senyum bahagia.
" Kita mulai ya bu, tarik nafas dan hembuskan secara perlahan. Harus rilexs ya bu " Ucap dokter dengan lembut.
" Ayook di coba lagi " Ucap dokter farah.
Tak henti - henti nya juna membaca doa dalam hati. Dia meminta kepada sang pencipta untuk keselamatan istri dan kedua anak nya. Juna menggenggam tangan delia seolah memberi delia kekuatan.
Eeehhhhh.... ehhhhh
Delia mengejaan sesuai dengan intruksi dan arahan dari dokter farah.
Ooeekkk... Oeeekkkk
Bayi pertama yang berjenis kelamin laki - laki delia dan juna lahir dengan selamat. Ada binar bahagia di wajah sepasang suami istri yang sudah resmi menjadi orang tua.
" Aouwww " Seru delia mengalami kontraksi lagi.
" Tetap tenang bu, seperti intruksi saya tadi " Ucap dokter farah dengan lembut.
Ooeeekkk Oeeekkk
Bayi ke dua yang berjenis kelamin perempuan juga lahir dengan selamat. Masing - masing bayi memilikk berat badan yang berbeda. Bayi laki - laki memiliki berat 2,9 kg sedangkan bayi perempuan dengan berat 2,7 kg dengan memiliki panjang yang sama 49 cm.
" Alhamdulillah anak kita sudah lahir semua sayang. Kita sudah resmi menjadi orang tua, terimakasih sayang terimakasih " Ucap juna tak henti - henti nya bersyukur dan menciumi kening sang istri dengan lembut.
Delia hanya mengulas senyum bahagia, dia benar - benat kelelahan karena baru saja melahirkan dua bayi kembar. Juna mencium dua malaikat kecil nya dengan penuh hati - hati.
*******
" Jadi bagaimana apa mbak asti menerima lamaran saya ?" Tanya amar menyampaikan keinginannya untuk menjadikan asti istri nya.
Asti dan istri diki adalah kakak berdik, mereka saat ini hanya mempunyai seorang ibu seperti amar. Dan asti juga tinggal dengan ibu nya di rumah peninggalan Ayah nya.
" Apa nak amar tidak ada keluarga lagi ?" Tanga ibu jujuk ibu kandung asti.
Amar langsung diam dan melirik diki yang duduk di samping nya. Diki memberikan isyarat dengan mengngguk.
__ADS_1
" Saya masih punya seorang ibu, kakak perempuan dan adik laki - laki. Mereka tinggal di daerah X X, maaf bukan maksut saya tidak sopan melamar asti sendirian. Tapi .... " Ucapan amar terjeda.
Amar pun menceritakan semua kondisi keluarga nya, tanpa ada yang di tutup - tutupi agar tidak menimbulkan masalah di lain hari. Beruntung asti dan ibu nya bisa menerima alasan amar.
" Insya Allah saat pernikahan nanti saya akan membawa keluarga saya bu " Ucap amar dengan yakin.
" Iya nak amar. Seburuk - buruk nya orang tua kita harus tetap menghargai dan menyayangi nya. Yang kamu sudah memberitahu orang tua kamu. Masalah dia datang atau tidak itu urusan dia " Ucap ibu jujuk mencoba menasehati amar.
" Iya bu " Jawab amar.
Ibu jujuk melirik ke arah asti dan menganggukkan kepala nya. Asti pun menarik nafas dalam - dalam dan menghembuskan nya dengan pelan
" Apa mas amar yakin ingin menjadikan aku istri ? mas amar tidak menyesal ?" Tanya asti sungguh - sungguh.
Amar mengangguk dengan pasti.
" Tapi apa mas amar tahu status ku ?" Tanya asti membuat amar langsung menatap ke arah asti penuh tanda tanya.
" Aku memang belum pernah menikah mas, tapi bukan berarti aku seorang perawan " Ucap asti jujur.
Deg..
Amar semakin bingung dengan penuturan asti. Banyak pertanyaan yang ingin amar tanyakan namun dia mengurungkan nya, dia ingin mendengar cerita asti lebih lanjut lagi.
" Tujuh tahun yang lalu aku pernah di perkosa oleh pacar saya, setelah dia mendapatkan apa yang di inginkan nya dia pergi mencampak kan aku begitu saja. Kejadian itu membuat aku frustasi, sampai akhirnya aku memutuskan untuk menjadi TKW ke luar negeri untuk menghilangkan trauma ku itu"ucap asti sambil menerawang kejadian 7 tahun lalu.
Asti menceritakan masa lalu kelam nya kepada amar agar di tidak di tuduh membohongi amar dengan sttus nya seorang gadis tapi bukan perawan.
" Sekarang keputusan ada sama mas amar " Ucap asti lagi.
" Kita sama - sama punya masalalu yang kelam, aku tetap akan menikahi mu " Ucap amar dengan serius.
" Alhamdulillah " Ucap serempak semua nya yang ada di ruangan itu.
Hanya ada amar, diki, asti dan ibu jujuk orang tua asti.Sedangkan istri diki tidak ikut karena anak nya sedang rewel. Pernikahan amar dan asti akan di laksanakan satu bulan lagi di kediaman asti dengan sederhana. Asti tidak mau mengadakan pesta yang mewah.
******
SEMOGA SEMUA NYA LANCAR YA AMAR ASTI ❤❤
MAAF YA KAK, AUTHOR BARU BISA UP. HARI INI BADAN AUTHOR TIDAK ENAK, VERTIGO KAMBUH. INI DI PAKSAKAN UNTUK MENULIS 1 BAB SAJA 🙏❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤