Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Biaya pernikahan


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


💞💞💞💞💞💞


Delia menjalani hari - hari nya yang berbeda, sudah tiga hari delia tidak mau memegang uang belanja dan meminta amar yang mengurus semua keperluan rumah. Delia tinggal memasak nya saja, delia ingin memberi suami nya pelajaran agar suami nya tahu sampai mana uang 1,5 juta untuk biaya hidup 2 rumah, meskipun tidak tiap saat atau tidak tiga kali sehari keluarga suami nya makan di rumah nya tetapi uang segitu memang tidak cukup untuk biaya hidup.


Bukan delia tidak bersyukur atas nafkah yang di berikan amar, delia hanya ingin amar tegas dan tidak plin plan terus. Delia tidak mau keluarga suami nya menjadikan amar sebagai sapi perah. Harun sudah bekerja dan mbak tini pun sudah bersuami jadi tidak ada kewajiban bagi amar untuk menafkahi mereka, kalau ibu masih menjadi kewajiban amar apalagi ibu seorang janda.


Malam hari saat baru selesai makan malam, amar dan delia menonton tv dengan di temani teh hangat buatan delia. Hanya teh hangat saja tidak ada pisang goreng ataupun martabak menemani.


" Maafin mas ya dek. Mungkin ada kata - kata mas yang kemarin sempat menyinggung mu. Mas tahu ternyata selama ini bukan kamu yang boros tetapi keluarga ku lah yang tidak tahu diri. " Ucap amar dengan wajah penuh penyesalan.


" Mas sudah tahu kan bagaimana kelakuan keluarga mu, mereka memang tidak pernah suka dengan ku mas jadi mereka akan selalu mengacaukan rumah tangga kita. Aky juga minta maaf mas karena beberapa hari ini aku mendiam kan mu. Aku seperti itu karena aku kesal mas dan aku juga ingin memberimu pelajaran agar tidak seeanak nya lagi bicara " Seru delia yang juga terlihat kesal.


" Iya dek, mas akan tegas dengan keluarga mas. Terutama kepada harun dan mbak tini, kalau soal ibu biarkan dia jika masih mau makan di rumah kita bagaimanapun mas punya kewajiban untuk menafkahi ibu. Kamu tahu sendiri mas anak laki - laki tua dan ibu pun seorang janda. " Seru amar sambil memegang bahu delia.


" Iya mas , aku tidak akan melarang mu untuk berbakti kepada ibu mu. Karena bagaimana pun ibu adalah wanita yang sudah melahirkan dan membesarkan mu. Tapi setidak nya kamu bisa sedikit tegas agar kamu tidak di jadikan sapi perah oleh keluarga mu" Seru delia.


Amar hanya mengangguk paham lalu membawa delia dalam pelukan nya, sudah beberapa hari ini amar tidak mendapat perlakuan baik dari delia dan tidak mendapatkan nafkah batin dari delia.


Amar mulai mencium dan mencumbu delia, tv mereka biarkan hidup begitu saja. Namun saat amar mulai ingin melancarkan aksi nya pintu rumah nya tiba - tiba di ketuk dari luar, terdengar suara ibu siti datang bertamu.


" Shittt...." Gumam amar yang merasa aktifitas nya terganggu.


Delia langsung merapikan pakaian nya dan mengancingkan baju tidur nya yang sudah di buka oleh amar.


" Duduk bu " Seru amar.


Ibu siti, tini dan harun pun duduk di kursi ruang tamu, mereka bertiga duduk dan saling pandang. Amar dan delia pun hanya menatap mereka ber tiga, seperti nya ada sesuatu yang ingin mereka bicarakan.


" Emhh... delia buat minum dulu ya " Seru delia yang pamit ke dapur untuk membuatkan minuman ke tiga tamu nya.

__ADS_1


" Ada apa bu? Apa ada yang perlu amar bantu ?" Tanya amar memulai membuka pembicaraan.


Ibu siti terdengar menghela nafas cukup panjang, seperti nya ada hal serius yang ingin mereka sampaikan sampai datang bertiga dan malam - malam begini.


" Mar.. emhh.. Begini, adik mu harun ingin melamar rina anak nya pak lurah " Ucap ibu siti yang akhirnya membuka suara nya.


" Ya kalau memang sudah siap melamar ya kita datang saja ke rumah nya. Memang kamu sudah berapa lama pacaran dengan rina?" Tanya amar bertepatan dengan delia yang datang membawa tiga gelas teh panas.


Delia kembali duduk di samping amar, dilirik nya ibu mertua nya yang ternyata menatap nya sinis begitupun dengan tini.


" Malam minggu besok kita akan datang melamar rina. Harun sudah menyiapkan emas lamaran nya seberat 20 gram sesuai dengan permintaan rani. Emas segitu tidak sebanding dengan rani, rani wanita berpendidikan, seorang sarjana dan pekerjaan nya PNS anak dari lurah sudah pasti terjamin bibit bebet bobot nya tidak perlu di ragukan lagi " Seru ibu siti sambil melirik delia. Sedangkan delia terlihat tenang sedikitpun dia tidak marah, padahal dia tahu jika mertua nya memang sengaja menyindir nya.


" Kalau lamaran mas saran kan tidak perlu sampai memberi emas 20 gram, lebih baik uang nya sebagian untuk biaya pernikahan kamu saja run. Karena biaya menikah itu tidak lah sedikit, tetapi kalau kamu mau acara sederhana ya tidak keluar uang banyak" Ucap amar mencoba menasehati adik nya.


" Malu dong mas kalau cuma memberi lamaran emas yang kecil, rani itu anak lurah loh mas dia berpendidikan dan pekerjaan nya pun menjanjikan. Jadi jangan di samakan dengan mbak delia istri mu itu. Dan untuk pernikahan nya rani mintak pesta yang mewah ". Ucap harun tetap kekeh dengan keputusan nya.


Sebenarnya amar tidak suka dengan harun yang membahas delia dan membawa - bawa delia apalagi di banding - bandingkan dengan rani.


" Ya itu masalah nya uang ku hanya cukup untuk beli emas saat lamaran saja. Untuk biaya pernikahan harun minta mas amar yang mendanai nya, mas amar pasti punya tabungan kan ? Mungkin sekitar 80 sampai 100 juta saja mas." Seru harun seenak nya tanpa memperdulikan wajah amar yang terlihat memerah menahan amarah nya.


" Aku tidak ada uang sebanyak itu !! Kamu kira aku ini bank ? Setiap butuh uang kalian datang kepada ku !!" Seru amar dengan nada bicara cukup keras.


Tini yang sedari tadi hanya diam sambil memainkan ponsel nya pun sampai terkejut. Hampir saja ponsel nya jatuh ke lantai.


" Mar jangan begitu dong, bagaimana pun harun ini adik mu. Dia wajib kamu bantu, ayah mu sudah tidak ada kemana lagi harun minta tolong kalau tidak sama kamu selaku kakak laki - laki nya. " Ucap ibu siti mencoba merayu amar.


Amar melirik ke arah delia, sedangkan delia hanya diam tidak berkomentar apa pun. Delia ingin tahu bisa tegas apa tidak suami nya, sesuai yang dia janjikan beberapa menit yang lalu.


" Kalaupun amar membantu amar tidak bisa menanggung sepenuh nya biaya pernikahan harun. Amar tidak punya uang sebanyak itu, amar akan bantu 3 juta untuk biaya pernikahan harun sisa nya kalian cari sendiri. Kalau tidak ada biaya tidak perlu pesta mewah - mewah yang penting ijab qabul terus sah kan beres. " Ucap amar tegas.


Delia bernafas lega akhirnya suami nya bersikap tegas kepada keluarga nya. Uang tiga juta untuk membantu biaya pernikahan harun tidaklah masalah, yang penting tidak menanggung sepenuh nya.

__ADS_1


" Tidak bisa begitu dong Mar, kamu kan tahu Rani itu anak pak lurah dan dia wanita berpendidikan malu dong kalau cuma ijab qabul saja " Seru tini ikut berbicara.


" Kalau begitu mbak tini bantu harun untuk membiayai pernikahan nya, mbak kan kakak nya harun juga" Seru amar tersenyum sinis ke arah tini.


Tini gelagapan dengan pernyataan amar, mana mau tini mengeluarkan uang sampai berjuta - juta untuk adik nya. Untuk makan dirinya saja dia minta ibu nya, dia tidak mau rugi mengeluarkan uang nya sendiri.


" Pokoknya aku tidak mau tahu mas amar harus mendanai pesta pernikahan ku !" Seru harun tegas.


" Iya ibu setuju dengan harun, bagaimana cara nya kamu harus mendanai pesta pernikahan harun. Jika tabungan nya tidak cukup kamu bisa ajukan pinjaman ke bank atau ke tempat kerja mu, pasti mereka memberi mu pinjaman " Ucap ibu siti.


" Kenapa tidak harun saja yang pinjam di tempat kerja nya ? kenapa mesti amar ?" Tanya amar.


Perdebatan semakin sengit, amar tetap tidak mau mendanai pesta pernikahan harun. Selain tidak ada uang sebanyak itu amar juga ingin mengajarkan kesederhanaan kepada adik nya agar tidak membuang - buang uang hanya karena ingin di pandang wah oleh orang lain.


" Sekarang aku tanya kamu ada tabungan berapa ?" Tanya amar kepada harun.


" Tidak ada karena uang ku sudah aku pakai untuk membeli emas untuk lamaran nanti. " Ucap harun jujur.


Amar heran dengan adik nya kenapa dia tidak punya uang lebih padahal gaji harun lumayan besar, untuk biaya makan tidak keluar uang karena biaya makan dari amar. Terus uang gaji selama tiga tahun lari kemana ?


" Gaji mu besar tapi kenapa kamu tidak punya tabungan ? Kamu buat apa uang mu ? kamu belanja terus ?" Tanya amar tegas.


" Uang - uang ku jadi terserah aku dong mau aku pakai untuk apa , mas tidak perlu ikut campur. Lagi pula aku beli barang - barang bagus juga aku tidak minta uang nya mas amar.


Amar semakin kesal menghadapi keluarga nya yang semakin menjadi. Percuma juga amar menasehati adik nya tapi tetap saja tidak di anggap. Jadi untuk apa amar menyusahkan diri nya untuk membiayai pernikahan harun.


💞💞💞💞💞💞


*******


HARI INI UP NYA 3 BAB SAJA YA KAK.🙏❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2