Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Masuk rumah sakit


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Kartika di rumah sendirian, dia sedari tadi merasakan perutnya mual dan memuntahkan semua nasi goreng yang baru satu jam lalu dia makan. Dia benar - benar lemas, karena terus muntah sampai tidak ada apapun lagi yang dia muntahkan , hanya cairan bening saja.


" Kenapa badan ku lemas sekali, sebenarnya aku sakit apa. " Gumam kartika sambil mengusap perutnya dengan minyak angin.


Hooeekkk Hoeeekk


Kartika kembali muntah dan hanya cairan bening saja yang dia muntahkan.


" Apa aku harus kedokte ? Tapi aku tidak kuat untuk kedokter, mau memghubungi mas amar juga dia belum lama sampai kantor. Dia juga banyak pekerjaan. " Seru Kartika.


Pelan - pelan kartika keluar dari kamar mandi dan merebahkan tubuhnya diatas kasur. Tangan nya meraih ponsel yang ada di atas nakas, kartika menghubungi seseorang untuk datang kerumahnya.


[ Hallo assalamualaikum kartika ?] Tanya tini dari seberang sana.


Kartika terpaksa menghubungi tini untuk datang kerumahnya, karena hanya tini yang bisa dia mintain tolong. Novi juga masih bekerja, dan teman - temannya di toko juga pasti sedang repot.


[ Mbak tini repot apa tidak ?] Tanya kartika dengan suara pelan.


[ Tidak, ini mbak lagi sama lala. Lagi siap - siap mau kerumah delia karena lala dari semalam minta main sama sikembar. Kamu kenapa ? Kok suaranya pelan banget, kamu sakit ?] Tanya tini mulai khawatir.


[ Tidak kok mbak, perutku saja kurang baik. Mungkin hanya masuk angin saja, emm... Mbak boleh tidak aku minta tolong. Tolong mbak kerumah, aku minta di kerik mbak. ]


[ Kenapa tidak berobat saja Kartika. Amar tahu kamu sakit ?]


[ Mas amar tadi sudah mau mengantar kedokter tapi aku tidak mau, karena hanya masuk angin biasa ]


[ Ya sudah mbak kesana sekarang , ada obat masuk angin tidak biar sekalian mbak belikan ]


[ Ada kok mbak. Cuma pengen di kerik saja ]


Sambungan teleponpun terputus, kartika bangkit dan mencoba berjalan kedapur untuk mengambil air hangat. Namun tiba - tiba kepalanya sakit dan badanya seperti melayang - layang. Pandangan kartika tiba - tiba gelap .


Bruukkk


Kartika terjatuh dan tak sadarkan diri tepat di depan pintu kamarnya.


Tok Tok Tok


" Assalamualaikum , kartika... Kartika " Seru tini dari luar.


" Mungkin kartika ada di kamar mandi dek " Ucap joko.

__ADS_1


" Iya mungkin mas, coba aku buka saja pintunya di kunci apa tidak." Ucap tini


Ceklekk


Pintu terbuka, ternyata pintu rumah kartika tidak terkunci.


" Kartika ini ceroboh sekali. Bagaimana kalau ada maling masuk." Seru tini.


" Ini mas pulang atau menunggu dek ?" Tanya joko.


" Mungkin agak lama mas, mas pulang saja. Lagian mas juga kan mau ke toko, nanti kalau urusan sama kartika sudah selesai aku langsung kerumah delia jemput lala. Biar nanti aku naik taksi saja. " Ucap tini yang masih tetap berbincang di depan pintu.


Joko mengangguk lalu dia berjalan menuju mobilnya. Sedangkan tini masuk ke rumah dan langsung mencari kartika yang sedari tadi tidak ada suara.


" Kartikaaaa !!!!!" Teriak tini begitu melihat kartika tergeletak di depan kamarnya.


Joko yang baru mau menghidupkan mesin mobilnya pun terkejut saat mendengar teriakan tini. Dia langsung turun dari mobil dan berlari masuk kerumah.


" Ada apa dek ?" Tanya joko.


" Mas kartika pingsan mas. Beruntung kamu belum pergi mas, cepat bawa kartika kerumah sakit mas. " Ucap tini dengan panik.


Joko mengangguk dan dia tahu apa yang harus dia lakukan. Joko langsung menggendong kartika dan membawanya langsung ke mobil. Tini pun langsung mengunci pintu rumah kartika dan langsung berlari membukakan pintu mobil untuk kartika.


" Rumah sakit terdekat saja mas " Ucap tini panik.


" Iya dek. " Jawab joko langsung menghidupkan mesin mobilnya.


" Kartika bangun kar, kamu kenapa ? Jangan bikin mbak khawatir. " Seru tini sambil mengusap kepala kartika.


Tini mengoles minyak angin ke hidung Kartika namun tetap saja kartika tidak bangun.


*******


" Jadi adik saya sakit apa dokter ?" Tanya tini yang saat ini ada diruangan dokter.


Dokter itu hanya tersenyum, membuat tini kesal. Karena bukannya mebjawab tapi malah tersenyum .


" Dokter ini bagaimana sih ? Ditanya adik saya sakit apa bukannya jawab tapi malah tersenyum " Ucap tini marah.


" Tenang dek jangan marah dulu, kita dengarkan penjelasan dokternya " Ucap joko menenangkan tini yang sudah mulai emosi.


" Adik mbak tidak apa , saat ini adik mbak sedang hamil. Usia kandungannya baru 3 minggu, saat hamil muda wajar bila kejadian seperti ini terjadi. Apalagi dikehamilan yang pertama. Namun adik mbak tekanan darahnya terlalu rendah, jadi saya sarankan untuk dirawat beberapa hari ." Ucap dokter menjelaskan.


Hamil ?


Jadi kartika hamil. ?


Tini sangat bahagia saat mengetahui jika kartika hamil, akhirnya yang diharapkan amar di ijabah sama Allah. Pernikahan ke 4 nya baru di percaya Allah untuk menjaga titipannya.


" Alhamdulillah, akhirnya amar akan menjadi ayah dan aku akan menjadi tante. " Seru tini.

__ADS_1


Tini sampai lupa mengabari amar jika kartika masuk rumah sakit.


" Ya Allah ,, mas aku lupa menghubungi amar. Mas cepat hubungi amar ya mas. Dokter terimakasih, maaf kalau tadi saya sudah marah - marah sama dokter " Ucap tini menjabat tangan dokter.


" Sama- sama mbak " Jawab dokter tersenyum ramah.


Joko dan tini keluar dari ruangan dokter, tini langsung masuk keruang perawatan kartika. Sedangkan joko menghubungi amar.


[ Hallo mas joko,tumben telepon ada apa mas ?] Tanya amar di seberang sana.


[ Mar, kamu bisa pulang cepat ?] Ucap joko.


[ Memangnya ada apa mas ? Apa ada yang bisa amar bantu. ]


[ Kartika masuk rumah sakit ]


[ Apa ? Kartika masuk rumah sakit, apa yang terjadi dengan kartika mas ? Rumah sakit mana mas ?]


[ Kartika tidak apa - apa. Dia dirawat di rumah sakit XX ]


[ Baik aku kesana sekarang ]


Tut Tut Tut


Tanpa menunggu jawaban dari joko, amar mematikan sambungan telepon secara sepihak.


" Sudah menghubungi amar mas ?" Tanya tini yang kuar dari kamar rawat kartika.


" Sudah dia sekarang masih di jalan. Bagaimana keadaab kartika ?" Tanya joko.


" Dia masih tidur mas, mungkin efek obat yang diberikab dokter. Mas kalau mau pulang tidak apa- apa, nanti biar aku pulang naik taksi sekalian jemput lala " Ucap tini yang sudah duduk di samping joko.


" Nanti saja tunggu amar datang, kamu temani kartika saja. Biar mas nanti yang jemput lala. " Ucap joko.


Tini tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Namun tiba - tiba mereka dikagetkan oleh kedatangan amar yang memberondong mereka dengan banyak pertanyaan.


" Kartika mana mbak ? Dia sakit apa ? Apa dia baik - baik saja ?" Tanya amar beruntun dengan nafas tersengal - sengal karena tadi dia berlari mencari kamar rawat kartika.


" Tenang dong mar. Bertanyalah satu-satu dulu, kalau begini mbak kan yang bingung mau jawab yang mana dulu. " Ucap tini .


" Maaf mbak aku menghawatirkan keadaan kartika. Apa aku boleh masuk ?" Tanya amar.


" Boleh kok. Tapi biarkan kartika istirahat dulu jangan kamu ganggu. Tekanan darah kartika sangat rendah sehingga dokter menyarankan untuk dirawat beberapa hari. Mungkin karena efek kartika kecapean , memangnya apa yang kalian lakukan sampai dia kecapean begitu. Tidak kamu lembur terus kan ?" Tanya tini dengan senyum mengejek.


" Apaan sih mbak." Jawab amar lalu hendak membuka pintu kamar rawat kartika.


" Kartika hamil mar !" Seru tini menghentikan pergerakan amar


Hamil ?


********

__ADS_1


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️


__ADS_2