
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Di hari minggu yang cerah amar kembali mendatangi kontrakan kakak nya. Dia berencana mengajak kakak nya untuk berbelanja di DL Shop, sesuai janji nya untuk memberikan hadiah sang kakak sebagai kado ulang tahun kakak nya.
" Beneran ya mar kamu mau membeli kan apa yang mbak mau ?" Tanya tini serius.
" Iya mbak.. tapi jangan sampai menguras kantong amar saja " Jawab amar sambil terkekeh.
" Gak kok mbak cuma mau minta kipas angin saja , soal nya kipas angin cuma ada satu itu pun di pakai harun. Sekarang kalau malam gerah banget mar " Ucap tini sambil tersenyum.
Amar tertegun mendengar kejujuran dari kakak perempuan nya itu. Ternyata hanya barang sederhana yang dia minta oleh tini.
" Kita berangkat mbak, sudah bilang sama harun kan kalau kita mau pergi ?" Tanya amar mengingatkan.
" Sudah kok, dia tadi kata nya ke bengkel mau ganti ban motor nya " Ucap tini.
Amar hanya mengangguk pelan, amar dan tini sudah dalam perjalanan menuju Toko milik delia. Tini terlihat sangat senang karena akan memiliki kipas baru, dia mau beli menggunakan uang gaji nya tapi uang gaji nya hanya cukup untuk membeli kebutuhan nya dan makan sehari - hari, apalagi kontrakan juga sudah mau habis.
" Toko nya delia makin besar ya mar ?" Seru tini saat sudah sampai depan gedung DL Shop.
" Iya mbak.. Delia memang hebat. Yuk masuk mbak boleh beli apa saja, apa yang mbak butuh kan ambil saja hitung - hitung sebagai kado ulang tahun mbak kemarin kan. " Ucap amar.
" Oke. . lets go !!" Seru tini tersenyum sumringah.
Tini dan amar jalan beriringan masuk ke dalam toko, kedatangan mereka di sambut sapaan ramah oleh pak satpam yang berjaga di pintu masuk toko. Amar dan tini membalas nya dengan senyuman.
" Itu bukan nya mas amar ? " Seru kartika dari meja kasir.
" Apa kar ?" Tanya yuni yang tidak mendengar dengan jelas ucapan kartika.
" Oh... tidak " Jawab kartika singkat.
Kartika tidak mau jika yuni tahu kalau laki - laki yang menyita fikiran kartika ada disini apalagi laki - laki itu saat ini sedang bersama seorang wanita. Kartika menyakini jika wanita yang bersama amar adalah istri atau pacar amar.
__ADS_1
* Ternyata dia sudah punya pacar ! Pupus sudah harapan ku, baru juga merasakan yang nama nya jatuh cinta. * Gumam kartika dalam hati nya.
" Kartika ini loh cepat di hitung, lihat tuh di belakang nya ada yang antri. " Tegur yuni.
" Oh iya maaf tadi aku sedang mengingat sesuatu " Ucap kartika berbohong.
Delia yang baru keluar dari ruangan nya untuk mengontrol keadaan toko juga di kejutkan dengan keberadaan amar dan tini. Delia langsung berjalan menghampiri tini yang sedang memilih - milih kipas angin.
" Mbak tini kok kesini tidak ngasih kabar sih " Sapa delia mengagetkan tini.
" Ah delia bikin mbak kaget saja. Iya tadi amar yang ngajakin kesini kata nya dia mau mentraktir mbak. Makanya nih mbak pilih - pilih kipas angin, tahu sendiri kalau malam sekarang panas banget, gerah jadi tidak nyenyak tidur ku. " Ucap tini sambil terus memilih kipas yang cocok.
" Iya mbak memang cuaca sekarang lagi panas, sepertinya mau musim kemarau ini mbak. " Jawab delia lagi.
Amar hanya menyimak perbincangan ke dua wanita yang ada di hadapan nya itu. Seperti nya akan lama tini berbelanja karena kebanyakan mengobrol dengan delia jadi amar lebih memilih membiarkan tini dan delia berdua .
" Mbak aku kesana dulu ya, nanti kalau sudah selesai panggil saja. " Ucap amar.
" Iya mar " Jawab tini.
Amar berjalan menuju pintu keluar, saat melewati meja kasir dia melirik sekilas ke arah yuni dan kartika. Amar tersenyum ke arah mereka, hati kartika berdesir hebat saat amar tersenyum ke arah nya tepat nya tersenyum kepada kartika dan yuni, kartika nya saja yang kepedean.
" Yang mana ? " Tanya yuni bingung.
" Itu tadi loh yang lewat terus senyum ke arah kita. " Jawab karin.
" Oh... yang tadi , memang nya kamu lupa ya kar ? Itu kan mas amar, dia mantan suami nya mbak delia sekaligus mantan suami nya asti yang gila itu " Bisik yuni di telinga kartika.
Hah... ?
Mantan suami mbak delia dan si asti ?
Kartika langsung melongo dan jantung nya hampir saja copot saat yuni mengatakan amar mantan suami delia dan asti.
* Ohhh... iya aku baru ingat mas amar memang pernah datang ke toko ini saat mbak asti mengamuk, iya aku baru ingat. Pantas saja saat itu aku pernah merasa ketemu mas amar ternyata ketemu di toko ini , memang sih sekilas saja saat itu bertemu nya * Gumam kartika dalam hati.
" Kartika tutup dulu mulut kamu, awas ada lalat masuk " Seru yuni.
" Oh iya - iya maaf .. aku kaget saja ternyata lelaki tadi juga mantan susmi nya mbak delia. Aku kira cuma mantan suami si asti. " Jawab kartika gugup .
" Mbak delia bercerai saat awal - awal buka toko ini kok, itu sudah lama. Kamu tahu gak , mas amar itu sudah tiga kali menikah tapi gagal semua. Yang pertama sama mbak delia tapi malah mas amar selingkuh dan menikah dengan rosa si selingkuhan nya itu. Tapi gagal juga karena rosa selingkuh dengan adik mas amar, nah pernikahan yang ke tiga sama si asti ehhh tidak tahu nya stress. Sebenar nya kasihan sih sama mas amar, tapi mungkin itu teguran dari Allah karena dulu dia sudah menyakiti mbak delia " Ucap yuni bercerita tentang amar.
__ADS_1
Kartika semakin terkejut saat mengetahui amar menikah sudah 3 kali bahkan amar juga pernah berselingkuh sehingga mba delia meminta cerai.
" Kamu tahu semuanya yun ?" Tanya kartika .
" Iya.. karena aku ikut mbak delia dari awal dia buka toko ini. Setelah 2 atau 3 bulan toko ini di buka baru mbak delia bercerai. Sedikit banyak nya mbak delia kadang cerita masalah nya sama aku. Pokok nya sedih banget jalan hidup mbak delia dulu, dari jualan online sampai punya toko sebesar ini " Ucap yuni mengenang masa - masa awal perjalanan delia.
Kartika memang belum lama gabung di DL shop, dia gabung kurang lebih satu tahun. Karena kepintaran nya dia di percaya memeganh kasir dan keuangan bersama yuni.
" Sudah kerja lagi " Seru yuni karena sudah ada pelanggan yang ingin membayar.
" Iya " Jawab kartika singkat.
Dari arah lain delia dan tini berjalan mendekati meja kasir. Kartika masih mengira jika tini adalah pacar amar, karena memang tadi yuni tidak bercerita.
" Yun, kar... soal lowongan karyawan gudang itu bagaimana ? Apa sudah ada yang mendaftar ?" Tanya delia memastikan karena dia sendiri memang lupa.
" Loh... mbak delia lupa ya,kan sudah dapat orang nya mbak. Orang nya sudah mulai kerja dari kemarin mbak. Mbak delia kan menyerahkan sama kami berdua, tapi aku juga sudah kirim pesan loh sama mbak. Pasti tidak di baca " Seru yuni menebak.
" Apa iya ? Mungkin memang aku yang lupa yun... " Seru delia sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
" Iishh... masih muda loh ibu bos ini kok sudah pelupa. Hehee... tapi data nya ada di meja mbak delia kok. " Ucap kartika sambil terkekeh.
" Oh... yang di map merah itu ya ?" Tanya delia.
Yuni dan kartika mengangguk bersamaan, lalu pandangan kartika beralih ke arah tini yang membawa banjaan dalam keranjang. Tini tersenyum ramah ke arah kartika dan di balas senyum oleh kartika.
" Mbak tini aku tinggal ke dalam ya, nanti kalau sudah beres masuk ke ruangan ku saja ya kita ngobrol disana " Ucap delia ramah.
" Emm...sepertinya lain kali ya del, soal nya setelah ini aku dan amar mau ziarah ke makam ibu. " Ucap tini .
" Oh ya sudah tidak apa - apa. Aku tinggal ke dalam ya mbak. " Ucap delia lalu pergi menuju ruangan nya.
Amar yang tadi memilih menunggu di luar kini sudah masuk untuk membayarkan belanjaan tini. Tini membeli kipas yang tidak terlalu besar sehingga mudah untuk di bawa memakai motor. Setelah membayarkan belanjaan kakak nya, amar dan tini pun langsung pulang.
********
Sabar ya kartika, kalau jodoh tidak akan kemana 🥰🥰
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤
__ADS_1