Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Tentang amar vs amar sah


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


SAH...


SAAHHH


Suara sah dari saksi dan para tamu yang menyaksikan pernikahan amar dan asti menggema di ruangan ijab qabul. Hari ini amar dan asti melangsungkan pernikahan nya , dan baru saja selesai melaksanakan ijab qabul. Resmi sudah asti dan amar menjadi pasangan suami istri.


Kebahagiaan itu ada yang kurang saat orang tua satu - satu nya yang amar punya tidak menghadiri acara ijab qabul nya. Ibu siti benar - benar tidak mau datang di pernikahan amar. Hanya tini dan harun saja yang datang, padahal tini sudah memaksa ibu nya namun tetap saja dia tidak mau.


" Selamat ya mar, semoga rumah tangga kalian Samawa dan segera di beri momongan " Ucap tini sambil memeluk amar.


" Terimakasih mbak " Jawab amar singkat.


" Selamat ya Asti. Semoga kamu bahagia dengan pernikahan ini, samawa. " Seru tini.


" Terimakasih mbak. Jangan pulang dulu ya mbak, nanti kita foto - foto dulu" Seru asti.


Tini mengangguk dengan mengulas senyum, harun juga sudah selesai mengucapkan selamat kepada amar dan kakak ipar baru nya , Asti. Sebenar nya harun tadi juga malas datang, namun setelah tini memaksa akhir nya mau datang.


" Mbak kok acara nya kayak gini sih, tidak ada yang istimewa " Ucap harun.


" Sstt... jaga mulut kamu. Yang nama nya pesta sederhana ya begini, nama nya juga sederhana. Yang penting sah nya, buat apa pesta mewah - mewah. Memang nya kamu pesta mewah hasil gratisan " Ucap tini ketus.


Harun langsung diam tidak berkomentar lagi. Dia pun menuju meja prasmanan yang sudah di sediakan, dia mengambil makanan cukup banyak karena berangkat tadi dia memang belum sarapan.


" Kamu tidak malu mengambil makanan sebanyak itu?" Tanya tini heran.

__ADS_1


" Buat apa malu, ini kan yang nikah keluarga kita. Kalaupun malu sudah pasti perut tidak kenyang. Tadi saat mau berangkat kita kan memang belum sarapan mbak " Ucap harun dengan santai nya.


" Iya run, tapi tidak seperti ini juga. " Seru tini lagi.


" Sudah lah mbak, kalau mau makan ya makan saja jangan banyak protes " Seru harun meninggalkan tini dan memilih duduk menjauh.


Tini hanya menggelengkan kepala nya saja melihat tingkah adik nya. Harun sudah seperti anak kecil.


Selesai menikmati makanan dan foto bersama penganti nya, tini dan harun berpamitan karena mereka juga tidak tega meninggalkan ibu nya lama - lama. Sebelum pulang, asti sudah meminta kepada adik nya untuk membungkuskan makan untuk mertua nya yang sedang sakit.


" Mbak ini untuk ibu ya " Ucap asti sambil menyerahkan kotak makanan yang bersusun kepada tini.


" Terimakasih asti. Nanti mbak sampaikan kepada ibu. Kalau begitu kami permisi dulu ya, jangan lupa untuk main ke rumah ya." Seru tini berpamitan.


" Insya allah mbak " Jawab amar dan asti bersama.


Tini pun menyalami amar dan asti , tidak lupa juga berpamitan kepada orang tua asti.


Sedangkan harun sudah menunggu nya di luar, harun kekenyangan jadi dia lebih memilih menunggu di luar.


******


Praannngg


Brakkkk


" Ibu apa - apaan sih ? kenapa ibu main lempar panji, baskom itu kepada kita. " Teriak tini.


" Dasar anak kurangjar, ini jam berapa kalian baru pulang? Kalian pergi seenak nya tanpa memikirkan ku yang di rumah sendirian. Aku mau ke kamar mandi susah, mau makan pun tidak bisa memasak. Dasar anak durhaka !!" Teriak ibu tini.


" Maaf bu.. tapi kami tadi sudah buru - buru pulang bu. Karena tempat nya memang jauh jadi kami juga perlu waktu untuk sampai rumah. Ini kami bawakan makan untuk ibu, ibu duduk sini saja ya biar tini siapkan makanan untuk ibu. " Seru tini masih mencoba untuk bersabar.


" Iya bu makanan nya enak kok, harun sampai kenyang nih. Ya sudahlah harun mau masuk kamar, harun mau tidur" Ucap harun langsung melenggang masuk ke dalam kamar nya.


Tini pun meletakkan tas nya di kamar lalu beralih ke dapur menyiapkan makanan untuk ibu nya. Sebenar nya tini sudah tidak betah tinggal dengan ibu nya , semenjak lumpuh setiap hari marah - marah dan ada saja yang di permasalahkan. Tini ingin kembali ke kota lagi, walaupun bekerja sebagai wanita penghibur setidak nya hidup nya santai dan tidak ada yang memarahi nya.

__ADS_1


" Ini bu makan " Seru tini sambil menyodorkan piring di pangkuan ibu nya.


" Issshh... acara nikahan makanan cuma seperti ini. Pasti uang dari amar habis tuh di korupsi sama keluarga wanita itu. " Ucap ibu siti masih saja berfikir negatif.


" Sudahlah bu tinggal makan saja , tidak perlu mengurudi urusan mereka. Lagi pula memang acara nya sederhana, hanya ijab qabul saja yang penting sah. Tidak perlu di permasalahkan hal seperti ini " Tini berkata dengan sedikit ketus.


" Diam kamu !!! Kenapa kamu jadi seperti ini, kamu senang amar menikahi wanita miskin dan tidak berpendidikan itu ? Seharus nya kamu itu mendukung ibu untuk mencegah amar menikahi wanita miskin itu , seperti saat amar menikah dengan delia dulu. Dulu kamu pro sama ibu, ikut mengganggu rumah tangga ama bahkan ikut memanfaatkan amar..Tapi kenapa sekarang kamu jadi seperti ini, kesambet apa kamu ?" Seru ibu siti menatap tajam tini.


Tini memgepalkan ke dua tangan nya , dia benar - benar sudah tidak tahu lagi jalan fikiran ibu nya. Dia saat ini saja sudah jatuh miskin , tidak punya apa - apa tapi masih saja memandang rendah orang lain.


" Ibu sadar tidak bicara seperti itu? Ibu tahu kan ibu sekarang itu seperti apa ? Ibu itu sekarang miskin, rumah tidak punya, tanah tidak punya lalu apa yang ibu banggakan ? Harta ibu itu semua sudah habis tidak tersisa, habis karena ibu main judi. Sekarang ibu cuma tinggal di kontrakan sempit seperti ini, bahkan untuk makan ibu saja mengandalkan tini. Beruntung tini masih mau merawat ibu, kalau tini mau sekarang juga tini bisa meninghalkan ibu " Ucap tini sudah mulai tersulut emosi.


" Jaga mulut kamu tini !! Aku ini ibu mu, tidak pantas kamu bicara seperti itu. Jangan bangga diri dulu kamu, kamu itu hanya p3l@cur kamu memberi makan saya pun dari hasil kamu m3l@cur " Seru ibu siti.


Ucapan ibu siti sangat menyakiti hati tini, bagaimana pun pekerjaan itu dia lakukan dari awal memang sudah di ketahui ibu nya dan bahkan sang ibu mendukung nya. Tapi kenapa sebutan l@cur hari ini keluar juga dari mulut ibu nya,padahal selama ini secara tidak langsung ibu nya yang sudah menjadikan wanita penghibur.


" Apa bu coba ulangi lagi ? Ibu mengatakan aku p3l@cur apa ibu tidak sadar diri ibu juga seorang p3l@cur, bahkan ibu sendiri pernah menawarkan tini kepada tua bangka teman judi ibu. " Seru tini dengan marah.


" Ibu itu lebih busuk dari pada tini !! Bahkan ibu sampai hamil dengan lelaki di luaran sana, tapi apa bapak dengan sabar dan berbesar hati mau menerima dan memafkan ibu. Bahkan bapak menutupi semua kesalahan ibu, bapak menerima anak itu bahkan bapak menyayangi anak itu dengan tulus. Bahkan ibu sendiri yang sebagai ibu sangat membenci nya, setetes air pun air susu ibu tidak ibu berikan. Pada akhirnya bapak meninggal karena ulah ibu juga, judi ibu yang tidak bisa di tinggalkan. " Ucap tini mengeluarkan semua nya yang selama ini dia simpan rapat - rapat.


Deg...


Ibu siti langsung menatap ke arah tini, dia tidak percaya tini bisa tahu sedetail ini tentang masa lalu nya. Padahal dulu saat hamil dengan pria lain, tini masih kecil dan belum tahu apa - apa. Tapi kenapa bisa tahu sedetail ini.


" Kamu....!!" Mulut ibu siti bergetar.


" Iya aku tahu semua nya bu. Aku tahu jika amar itu bukan anak kandung bapak. Amar anak hasil selingkuhan ibu dengan teman judi ibu. Aku tahu semua nya, aku tahu semua nya. Bapak sudah menceritakan semua nya kepada tini. Ibu kaget kan, ibu memgira tini hanya tahu soal perjudian ibu saja. " Seru tini tersenyum sinis kepada ibu nya.


" Dulu aku sangat menyayangi amar, bahkan saat kasih sayang bapak tercurah untuk amar aku tidak mempermasalahkan nya bu. Namun saat tahu amar bukan adik kandung ku, aku marah bu. Seakan aku tidak terima, karena bapak terlaly menyayangi amar. Sampai akhirnya aku membenci amar dan memanfaatkan nya sama seperti ibu. Tapi sekarang aku menyesal bu, amar itu adik yang baik bahkan dia selama ini sudah menopang kehidupan kita dia menggantikan bapak sebagai tulang punggung. " Ucap tini dengan mata berkaca - kaca.


" Aku benci amar, gara - gara aku hamil dia pria itu tidak mau lagi dengan ibu. Bahkan modal judi ibu pun di tarik nya lagi, bapak mu pun sudah tidak pernah mau menyentuh ibu lagi. Dia mau menerima amar tapi tidak mau menyentuh ibu. Ibu bisa hamil harun itu karena ibu memberikan obat kedalam minuman bapak mu. " Ucap ibu siti mengakui semua nya.


Sekarang terbuka sudah kenapa ibu siti memperlakukan amar dengan sangat berbeda. Kalau bukan karena amarah tini semua nya tidak akan terbuka selerti ini.


*******

__ADS_1


LIKE, KOMEN, VOTE ,FAVORITE , SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤❤


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤


__ADS_2