Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Cari pinjaman


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Showroom mobil


" Run , nanti kamu ikut sopir antar mobil ini ke alamat pembeli nya ya . " Ucap juna kepada harun.


Harun sudah mulai merasa percaya diri lagi , dia bekerjs dengan giat dan tekun. Kejadian masalalu akan selalu dia jadikan pelajaran dan cerminan agar tidak terulang lagi. Bahkan juna pun sudah percaya kembali dengan harun , kinerja harun bisa di percaya.


" Iya pak " Jawab harun tidak menolak perintah dari boss nya.


" Ingat layani pembeli dengan ramah dan jangan lupa tersenyum " Seru juna sambil menepuk pundak harun.


" Hehee iya pak " Jawah harun sambil tersenyum.


Juna kembali ke ruang kerja nya, akhir - akhir ini juna memang sibuk karena pekerjaan nya pun semakin banyak. Showroom cabang ke dua yang berada di kota XX juga berjalan dengan lancar, bahkan omset nya pun sudah bisa mencapai target.


Saat juna sedang di ruang kerja nya tiba - tiba ruangan nya di ketuk dari luar.


Tok Tok Tok


" Masuk " Seru juna dengan pandangan tetap fokus pada layar laptop nya.


" Lihat sayang papa mu kelihatan nya sibuk banget sampai kita datang saja di cuekin " Ucap delia yang baru saja masuk sambil menggendong babby haikal yang semakin gembul dan menggemas kan.


Juna langsung mendongak kan kepala nya dan mendapati dua orang tersayang nya ada di hadapan nya. Juna langsung mematikan laptop nya dan langsung menghampiri istri dan anak nya.


" Sayang kok datang tidak kasih kabar dulu? Terus mana anak papa yang paling cantik ?" Seru juna sambil mengambil babby haikal dalam gendongan delia.


" Hana sama mbak novi mas, dia senang tuh lihat mobil - mobil bagus di depan. Sepertinya nanti justru anak iti yang akan mewarisi hobby seperti papa nya " Ucap delia sambil terkekeh.


" Iya sayang , usaha - usaha kita nanti jatuh nya akan di anak - anak kita. Itulah kenapa aku buka cabang lagi di kota XX agar anak - anak kita nanti yang melanjutkan nya dan kita bisa di rumah saja sambil menikmati hari tua kita" Ucap juna sudah duduk di sofa.


" Benar mas, duh kok aku jadi menolak untuk tua ya mas. Takut saja kalau aku sudah tua dan keriput kamu tidak menyukai ku lagi " Seru delia.

__ADS_1


" Sembarangan kamu bicara sayang, biarpun kamu sudah keriput aku tetap mencintai mu. Kita akan menua bersama dan insya allah sampai ajal menjemput kita " Seru juna .


" Mas " Seru delia memeluk suami nya dari samping.


Babby haikal hanya diam menyimak perbincangan kedua orang tua nya. Dia sibuk dengan mainan yang ada di tangan nya.


" Eh lupa ada anak ganteng papa, mama lagi ingin di manja tuh sayang. Nanti malam saja dong ma manja - manja nya. " Seru juna dengan senyum mengejek istri nya .


" Apaan sih mas , haikal itu masih kecil jangan di ajari yang tidak - tidak. " Ucap delia dengan wajah memerah menahan malu.


Sudah dua tahun menikah dengan juna tapi delia masih saja sering tersipu malu saat juna menggoda nya dan itu semua membuat juna semakin gemas dan senang menggoda sang istri.


Tok Tok Tok


Pintu ruangan juna kembali di ketuk ,sudah pasti itu mbak novi.


" Masuk mbak " Seru delia.


Ceklekkk...


" Maaf mbak , pak mengganggu. hemm... ini sepertinya non hana mengantuk dan minta nen " Ucap novi dengan sopan.


Delia memang meminta novi atau karyawan nya memanggil nya mbak bukan buk. Tapi untuk juna di panggil pak tidak masalah.


" Mbak delia ini bisa aja " Seru novi malu - malu.


" Sudah tidak perlu malu - malu. Aku sih setuju - setuju saja kok. Asal sama - sama sudah cocok ya tidak ada masalah mbak " Ucap delia lagi semakin membuat novi malu - malu.


Juna mengernyitkan kening nya karena dia tidak tahu apa yang di bicarakan oleh dua wanita yang ada di hadapan nya itu.


*******


Di kontrakan rosa


Rosa kembali kebingungan karena obat dia habis dan uang pun tinggal sedikit. Masih cukup sih untuk biaya dua bulan kedepan, tapi setelah dua bulan ini yang membuat rosa resah. Melamar pekerjaan juga sampai sekarang belum ada satu pun yang mendapat panggilan. Mau berhutang juga mau hutang siapa ? Bahkan di lingkungan kontrakan tidak ada yang akrab dengan rosa hanya indri saja yang sesekali menyapa rosa.


" Ini semua gara - gara delia ! Kalau dia waktu itu mau meminjam kan uang kepada ku sudah pasti aku tidak ke kurangan uang. Kalau begini aku mau cari uang kemana ? " Seru rosa bingung.


" Ohhh... aku tahu kepada siapa aku harus meminjam uang. Dia pasti akan meminjamkan nya karena dia dulu kan sangat mencintai ku." Seru rosa dengan senyum mengembang di bibir merah nya.


Rosa bersiap - siap pergi untuk menemui seseorang yang di harapkan bisa meminjami nya uang. Hanya dengan cara meminjam uang begini yang dapat rosa lakukan, bekerja seperti dulu sudah tidak mungkin lagi yang ada tubuh nya justru semakin melemah. Kerja kantoran juga sudah melamar tapi belum ada panggilan juga.

__ADS_1


Tepat jam istirahat rosa sudah berada di cafe seberang kantor tempat kerja nya dulu. Dia pun menghubungi seseorang lewat pesan singkat.


[ Tolong temui aku di cafe seberang kantor mu, ada yang ingin aku bicarakan ] Tulis rosa.


Setelah menunggu hampir lima belas menit pesan rosa pun di balas.


[ Ini siapa ? ] Balasan itu membuat rosa kesal.


[ Aku rosa cepat temui aku di cafe seberang kantor ada yang ingin aku sampaikan kepada mu , ini kan sudah jam istirahat kantor]


[ Oh kamu ? Ada apa ? aku tidak bisa keluar karena aku masih banyak pekerjaan ] Balas nya.


[ Jangan bohong kamu ! Ini kan jam istirahat, kamu bisa kan keluar sebentar ]


[ Maaf aku tidak bisa. Lain kali saja jika ingin bertemu dengan ku dan jangan di hari kerja ]


[ Huhh.. ya sudahlah lusa saja kalau begitu kita ketemu. Tahu gitu malas tadi aku berlama - lama menunggu mu ] Gerutu rosa


[ Yang meminta mu menunggu juga siapa ?]


Rosa kesal dan tidak membalas pesan itu lagi, dia menghabiskan makanan dan minuman nya yang sudah terlanjur dia pesan. Padahal tadi dia pesan makanan berharap orang yang di temui nya yang akan membayarkan nya.


" Terpaksa deh keluar uang 100 ribu untuk makanan dan minuman ini untuk sekali makan. Padahal ini kalau di beliin nasi padang pakai ayam sudah dapat 5 bungkus , bisa untuk 2 hari makan " Gerutu kesal sambil memakan makanan nya.


Setelah selesai makan rosa langsung membayar nya dan segera meninggalkan cafe menggunakan ojek online yang sudah dia pesan. Dia sudah kapok naik angkot karena sempit dan bau keringat menyeruak, membuat rosa mual dan ingin muntah.


Sementara itu di kantin kantor amar dan diki sedang makan siang, dan sesekali diki melirik ke arah amar yang sibuk dengan ponsel nya.


" Kenapa?" Tanya diki penasaran.


Amar pun langsung menunjukan pesan yang di kirim oleh rosa .


" Gila ? mau apalagi wanita ini ? sekian lama tidak ada kabar, tiba - tiba datang lagi dan ingin bertemu" Seru diki merasa ada yang aneh.


" Makanya itu aku malas menemui nya. Biarkan saja aku juga tidak perduli, pasti ada mau nya dia datang mencari ku" Ucap amar .


Amar memasukan ponsel ke dalam kantong celana nya dan melanjutkan makan siang nya.


***********


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK. 🙏❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤❤❤


__ADS_2