
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
Tepat jam dua belas malam motor amar terdengar memasuki halaman rumah kontrakan. Delia bergegas bangkit dari duduk nya dan membuka kan pintu untuk suami nya. Banywk pertanyaan dalam benak delia yang ingin delia tanyakan kepada amar.
Amar terkejut saat delia membuka kan pintu menyambut kedatangan nya. Amar mengira jika delia pasti sudah tidur.
" Eh dek belum tidur ?" Tanya amar terkejut.
" Belum mas, aku menunggu mu pulang. Oh iya mas kok jam segini baru pulang apa terjadi sesuatu ?" Tanya delia memastikan.
Amar gugup dan bingung, tidak mungkim jika dia bilang baru saja berkencan dengan rosa hingga lupa waktu untuk pulang.
" Ini dek tadi motor mas ban nya bocor jadi harus mencari tukang tambal ban yang buka. Beruntung masih ada tukang tambal ban, meskipun harus mendorong motor jauh banget. " Ucap amar beralasan.
" Oh begitu.. ya sudah mas segera bersih - bersih dan ganti baju setelah itu tidur. Apa mas mau mandi ? biar aku siapkan air panas?" Tanya delia penuh perhatian.
" Tidak dek, mas tidak mandi lagi pula tadi sebelum pergi kan sudah mandi dek. " Tolak amar.
" Oh.. ya sudah aku kira mas mau mandi karena capek dan berkeringat habis dorong motor. " Ucap delia sambil menunjuk kening amar yang basah berkeringat.
Amar pun langsung memegang kening nya dan mengusap keringat. Dia merasa sangat bersalah kepada delia karena sudah membohongi nya. Keringat yang delia lihat bukan keringat karena habis dorong motor, tapi keringat karena permainan nya dengan rosa.
" Ya sudah mas bersih - bersih dulu ya dek, kamu cepet tidur ini sudah malam. Besok kan harus bekerja. " Ucap amar.
Amar meninggalkan delia yang masih terdiam, amar langsung masuk kamar mandi dan mengganti pakaian nya. Setelah itu dia menyusul delia yang sudah berbaring di atas kasur. Sebelum naik kasur amar tadi sempat mengambil ponsel nya terlebih dahulu.
Ting.. ting..
Notifikasi pesan masuk secara beruntun saat amar mengaktifkan ponsel nya. Semua pesan itu di kirimkan oleh rosa. Amar senyum-senyum membalas pesan dari rosa, tanpa amar ketahui sebenar nya delia belum tidur dan sedang memperhatikan gerak - gerik amar.
[ Sayang terimakasih untuk malam ini, aku sangat bahagia sekali. ] Tulis rosa.
[ Sayang .. jangan marah ya karena tadi aku menolak keinginan mu. Tahu sendiri seorang wanita pasti ada tamu setiap bulan nya ] Tulis rosa lagi.
Dengan cepat amar membalas pesan dari rosa.
__ADS_1
[ Iya rosa sayang, aku siap menunggu sampai kamu selesai. Tadi kamu sudah memberikan yang lebih kok ] Balas amar.
[ I love you amar ]
[ I love you to rosa ]
[ Aku kangen lagi , besok kita jalan ya. ]
[ Iya jam 10 nanti aku ke rumah mu. Besok kan weekend kita bisa menghabiskan waktu berdua ]
[ Terimakasih sayang ❤]
[ Iya sayang ku, selamat istirahat ya ❤ ]
Delia penasaran suami nya sedang berkirim pesan dengan siapa sampai dia senyum - senyum dan terlihat begitu bahagia. Seperti remaja yang sedang jatuh cinta.
********
" Delia.... delia ... !!!" Teriak ibu siti dari arah depan.
Delia ada di dapur sedang memasak sarapan untuk dirinya dan suami nya, suara teriakan ibu mertua nya cukup keras sehingga membangunkan amar yang sedang tertidur.
" Siapa sih dek, kok pagi - pagi sudah tetiak seperti itu ? Seperti di hutan saja " Gerutu amar yang baru saja ke luar dari kamar dengan muka bantal nya.
Amar berjalan ke depan sambil mengucek mata nya, dia pun membuka kan pintu untuk ibu nya.
" Lama amat sih mar ?" Gerutu ibu siti lalu masuk ke dalam di ikuti tini dan rani.
" Delia lagi masak bu, amar tadi masih tidur. Terbangun karena teriakan ibu yang menggemparkan seisi kontrakan ini. " Seru amar.
" Mana istri mu ? ibu mau memberi dia pelajaran !! " Ucap ibu siti.
" Kenapa lagi bu ? perasaan ribut terus " Seru amar.
Ibu siti pun menceritakan kejadian di toko DL Shop dua hari yang lalu. Sudah jelas cerita yang sudah di modifikasi sedemikian rupa oleh sutradara handal, siapa lagi kalau bukan ibu mertua delia, ibu siti.
" Lagian juga kenapa ibu dan mbak tini memarahi delia di sana, apa tidak malu ribut jadi tontonan orang begitu. " Ucap amar masih bisa di terima akal sehat.
" Jadi kamu membela istri parasit mu itu ?" Tanya ibu siti tidak suka.
" Bukan begitu bu, amar cuma tidak mau kalian ribut dan jadi tontonan umum. Apalagi di dalam toko, jadi wajar para pelanggan membela delia karena delia kan karyawan disana. Mungkin mereka menganggap ibu dan mbak tini serta rani sebagai pengacau , karena kedatangan kalian membawa keributan " Ucap amar lagi.
__ADS_1
" Heleh kamu ini malah membela istri parasit mu itu, buat apa istri seperti itu di pertahankan. Sudah miskin, tamatan cuma SMP, dan hanya pelayan toko. Mendingan kamu ceraikan dia dan menikah dengan wanita yang berpendidikan tinggi. " Ucap ibu siti tanpa memperdulikan delia yang baru saja datang menghidangkan teh untuk tamu nya.
Amar langsung menatap ke arah istri nya, terlihat delia biasa saja tidak ada wajah sedih atau wajah marah. Delia sudah terbiasa dengan mulut tajam nya ibu mertua, dia sekuat mungkin akan mencoba tidak terganggu dengan ucapan ibu mertua nya.
" Bu kenapa bicara seperti itu? bagaimana pun delia ini menantu ibu. " Seru amar.
" Ya sudahlah terserah kalian saja . Kami lapar ! delia kamu sudah masak atau belum. Kalau belum cepat siapkan makanan, kami mau sarapan di sini." Ucap ibu siti seolah menyuruh pembantu nya.
" Iya mbak aku lapar banget ini " Ucap rani sambil mengusap perut nya.
" Aku sudah masak tapi cuma dikit, karena memang uang ku hanya cukup untuk membeli bahan makanan sedikit. " Ucap delia sambil melirik amar.
Amar terlihat salah tingkah, dia tahu maksud delia. Amar sudah tidak pernah lagi memberi delia uang, tetapi setiap pagi dan malam delia masih menyiapkan makanan untuk nya.
" Kamu kuntit kemana uang anak ku ?" Tanya ibu siti ketus.
" Ibu bisa tanya mas amar " Seru delia.
Delia pergi meninggalkan tamu nya , dia memilih ke dapur dan sarapan duluan. Lebih baik dia sarapan daripada meladeni tamu tak di undang nya.
" Wah enak banget kamu sarapan duluan ? Kami saja belum makan kamu sudah makan duluan, begini ya menantu yang baik " Ucap tini yang tiba - tiba masuk dapur dan di ikuti oleh yang lain nya.
" Mbak delia makan kok tidak ajak - ajak sih " Seru rani yang kini sudah duduk dan ikut mengambil sarapan. Rani makan tanpa di suruh , seperti rumah nya sendiri saja.
" Kalau kalian mau makan ya makan saja tidak perlu banyak omong." Ucap delia sebelum memasukan suapan terakhir nya.
Delia pergi dari dapur dan masuk ke kamarnya, rencana nya pagi ini dia tidak akan ke toko. Dia akan menghabiskan weekend nya di rumah bersama suami nya, tapi semua nya gagal karena kedatangan tamu tak di undang.
" Kamu mau ke toko dek ?" Tanya amar saat masuk kamar dan melihat delia sedang bersiap - siap.
" Iya mas. Kalau makanan di meja habis, mas sarapan beli saja. Aku sudah tidak ada uang lagi untuk belanja, aku kerja juga uang nya untuk membeli keperluan ku. Karena sekarang tidak ada lagi yang memberi aku uang, jadi aku juga harus berhemat. " Ucap delia menyindir amar.
Amar hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal, dia merasa tersindir dengan ucapan delia.
" Dek mas hari ini ada pekerjaan tambahan, mas mau ke kantor untuk menyelesaikan nya. Karena besok semua nya harus sudah beres " Ucap amar.
" Iya jangan lupa kunci pintu, ya sudah aku pamit. Assalamualaikum " Pamit delia lalu keluar dari kamar.
Delia tidak menghiraukan ke tiga tamu nya yang sedang menikmati sarapan nya. Dia pergi tanpa berpamitan kepada mereka, terlalu malas untuk berhadapan dengan ibu mertua nya yang tidak pernah menyukai nya.
*******
__ADS_1
Tetap dukung semua karya - karya Author ya kak ❤ Dengan cara LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, BERI HADIAH DAN RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤
TERIMAKASIH