Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Rosa makin parah


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Keadaan Rosa makin memburuk bahkan dokter juga sudah tidak bisa berbuat lebih. Seperti janji nya kemarin , hari ini Tini dan Harun datang untuk menjenguk Rosa. Saat tini dan harun datang rosa hanya sendirian tidak adalagi orang yang menemaninya.


" Rosa " Seru Tini saat sudah ada di samping bangsal rosa.


" Rosa apa kamu bisa mendengar suara kami?" Tanya harun.


Rosa pun membuka mata nya, tiba - tiba rosa meneteskan air mata. Dia menangis karena masih ada yang perduli dengan nya.


" Mbak tini, harun kalian datang ?" Seru rosa dengan suara pelan.


" Iya kami datang untuk menemui Rosa, kamu sudah makan? Ini aku bawa bubur untuk mu, aku suapin ya ?" Seru Tini sambil membuka bubur bawaan nya.


Rosa hanya mengangguk pelan. Dia terus memperhatikan tini dan harun, sedikit pun wajah mereka tidak menyiratkan kebencian.


" Kenapa kalian masih mau menemui ku ?" Tanya rosa lagi.


" Tadi nya aku tidak mau menemui mu. Tapi delia, iya semua karena delia. Dia lah yang sudah menyadarkan ku jika memaafkan itu lebih indah daripada memendam dendam dan benci. " Ucap tini bicara dengan jujur.


" Delia lagi. Dia memang wanita yang luar biasa, aku pun tidak menyangka delia mau menemui ku bahkan dia yang sudah membiayai rumah sakit ini. Kejahatan ku di balas kebaikan oleh delia." Ucap Rosa sambil meneteskan air mata.


" Delia memang wanita yang baik. Sudah sekarang kamu makan ya" Ucap tini lalu menyuapi rosa dengan bubur yang dia bawa.


Harun memandangi tubuh kurus rosa, dia tidak menyangka jika wanita yang dulu seksi, bergaya hidup mewah, wanita yang sempat mengisi hati nya saat ini terbaring lemah di rumah sakit.


* Semoga kamu segera sembuh rosa, maaf atas semua kesalahan ku yang terdahulu. Aku juga punya salah sama kamu rosa.* Gumam Harun dalam hati nya.


" Maafkan aku " Seru Rosa pelan sambil mengunyah bubur nya.


Tini dan harun saling beradu pandang, mereka berdua lalu mengangguk dengan mengulas senyum.

__ADS_1


" Kita saling memaafkan ya Ros, aku juga punya salah sama kamu. Sudah jangan bersedih lagi , kamu harus kuat dan yakin untuk sembuh. " Ucap harun memberi semangat untuk rosa.


Padahal yang dia lihat sulit untuk rosa bisa sembuh dan kembali sehat seperti dulu. Bahkan saat ini rosa sudag tidak bisa apa - apa lagi, hanya terbaring lemah di rumah sakit. Dan untuk buang air pun sudah di atas tempat tidur.


" Iya terimakasih Run " Jawab rosa dengan pelan.


Setelah selesai menyuapi bubur, tini , rosa dan harun berbincang cukup lama. Tini dan harun sengaja mengajak rosa berbincang agar dia sedikit terhibur. Sebab kata suster yang menjaga Rosa, Rosa jarang mau berbicara bahkan selalu murung.


" Seperti nya sudah sore , aku dan harun pulang dulu ya Ros. Nanti kalau aku libur aku akan datang lagi untuk menemani mu. Kamu harus makan yang banyak biar cepat sembuh, semangat untuk sembuh ya Ros " Ucap tini sambil menggenggam tangan rosa.


" Terimakasih Mbak tini, harun. Semoga nanti kita bisa bertemu lagi. " Ucap rosa membuat tini dan harun semakin kasihan dengan rosa.


" Kita pasti bisa bertemu lagi " Jawab harun.


" Maaf " Lirih rosa lagi.


Harun dan tini hanya mengangguk dan tersenyum, setelah berpamitan mereka pun keluar dari ruang rawat rosa.


" Mbak kasihan sekali ya Rosa, aku tadi tidak tega melihat nya keadaan nya mbak. " Ucap harun saat berjalan menuju parkiran rumah sakit.


" Mbak juga begitu run, semoga saja Allah mengangkat penyakit rosa " Ucap tini.


" Aamiin " Seru harun.


" Apakah bapak dan ibu merestui hubungan kami berdua ?" Tanya amar saat menemui kedua orang tua kartika tanpa sepengetahuan kartika.


Saat ini kartika sedang bekerja, karena dia tidak mendapat jatag libur. Sedangkan amar memang sefang libur, karena hari minggu.


" Apa kamu benar - benar serius dengan anak kami ?" Tanya ayak kartika.


" Insya Allah saya serius pak. Bahkan jika bapak meminta saya untuk segera menikahi Kartika saya akan menikahinya. " Jawab amar dengan yakin.


Orang tua kartika sebenarnya menyukai amar dan tahu jika amar pasti serius ingin menjadikan kartika istri. Tapi mereka takut jika amar akan menyakiti kartika, apalagi kartika sudah bilang jujur jika amar adalah mantan suami boss nya yang berpisah karena ketahuan selingkuh.


* Bissmillah semoga lelaki di hadapan ku ini yang akan menjadi imam terbaik untuk anak ku, dan bisa membuat anak selalu tersenyum dan bahagia. * Gumam ayah kartika penuh harap.


" Insya Allah kami merestui hubungan kalian dan segeralah bawa keluarga mu untuk melamar anak kami." Seru ayah kartika penuh keyakinan.


" Alhamdulillah, terimakasih pak , buk " Ucap amar sambil mencium tangan kedua orang tua kartika yang sebentar lagi akan menjadi orang tua nya juga.

__ADS_1


" Bapak minta kamu bisa membahagiakan kartika. Buat dia selalu tersenyum dan jangan kamu sakiti dia. Jika kamu menyakitinya sama saja kamu sudah menyakiti kami berdua. " Seru ayah kartika.


Amar mengangguk dengan penuh keyakinan. Dia pun sangat berharap jika Kartika akan menjadi pelabuhan cinta nya yang terakhir. Kartika akan menjadi ibu dari anak - anaknya.


" Saya berjanji akan membahagiakan kartika pak,bu. " Ucap amar lagi.


" Saya pegang janji mu " Ucap ayah kartika tegas.


" Nak amar,sekarang sudah waktunya makan siang. Kita makan sama - sama yuk, dengan menu seadanya. Ibu tidak tahu jika kamu akan datang jadi ibu masak apa adanya " Ucap ibu nya kartika.


" Tidak usah bu , malah jadi merepotkan. " Ucap amar tidak enak hati.


" Sudah tidak boleh menolak. " Ucap ayah kartika.


Akhirnya amar dan kedua orang kartika , dan adik kartika makan siang bersama. Dan baru kali ini amar berkenalan lengsung dengan adik nya kartika.


" Ini dion adik nya kartika, dia baru kls 1 Smp. " Ucap ibu kartika mengenalkan dion.


" Dion sangat mirip sama kartika ya bu " Ucap Amar.


" Iya mar, wajah mereka memang bagaikan pinang di belah dua. " Ucap ayah nya kartka.


" Mas amar ini calon suami nya mbak kartika ya ?. Soalnya mbak kartika pernah bilang kalau sekarang dia sudah punya calon suami namanya Amar. Kata nya orang nya lebih ganteng dari aku, hemm.. Ternyata benar. Mas amar lebih ganteng dari aku pantas saja mbak kartika mau, dia itu memang suka sama yang ganteng - ganteng apalagi aktor korea. Di kamar nya saja banyak poster cowok - cowok korea " Seru dion buka kartu kartika di depan amar.


Kedua orang tua kartika dan amar hanya senyum - senyum saja mendengar penuturan dion. Dion terlalu polos dan terlalu jujur, tapi tidak masalah bagi orang tua nya karena jujur nya dion juga jujur di hal yang positif.


" Dion nanti lagi bicara nya , sekarang makan dulu. " Tegur sang bapak.


" Iya pak. Mas setelah makan nanti kita teruskan lagi ya. Masih banyak yang ingin aku ceritakan sama mas amar. " Seru dion sambil tersenyum.


" Iya nanti setelah makan kita mengobrol lagi. " Ucap amar mengiyakan permintaan sang calon adik ipar.


Mereka berempat akhirnya makan siang bersama, amar bahagia bisa makan bersama keluarga kartika. Dia teringat kedua orang tua nya yang sudah tiada.


* Akhirnya aku bisa merasakan kehangatan kedua orang tua meskipun mereka hanya calon mertua ku. Tapi aku sudah menganggap nya seperti orang tua ku sendiri. Ya Allah semoga kartika menjadi jodoh terakhir ku agar aku bisa merasakan kehangatan keluarga ini lagi. * Gumam amar dalam hati nya.


********


RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏🙏🙏

__ADS_1


KLIK LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE SERTA HADIAH NYA 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2